Django DebugFooter Middleware

November 26th, 2009 by Cecep Mahbub

Saya ingin memasang DebugFooter di django. Dan ternyata malah muncul error:

[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     response = middleware_method(request)
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]   File "/sites/blog/../blog/debug_middleware.py", line 100, in process_r
equest
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1]     dispatcher.connect(
[Wed Nov 25 20:28:01 2009] [error] [client 127.0.0.1] AttributeError: 'module' object has no attribute 'connect'

Setelah googling, dan menemukan artikel backwards-incompatible changes dari versi 0.96 ke 1.0, dibagian Signal refactoring dijelaskan ada perubahan kode.

Singkat cerita, saya akhirnya bisa memasang DjangoFooter middleware. Saya pakai versi yang sedikit diubah, lalu saya sempurnakan lagi agar berfungsi dengan baik di django 1.0 ke atas.

Kodenya bisa Anda lihat di djangosnippets 1816.

Cara Pakai

Misal, project yang Anda buat di django adalah blog, dan path nya di /sites/blog. Simpan kode tadi ke /sites/blog/debug_middleware.py.

Lalu tambahkan di /sites/blog/settings.py

MIDDLEWARE_CLASSES = (
    ...
    'blog.debug_middleware.DebugFooter',
)

Ucapan Ulang Tahun di Facebook

November 24th, 2009 by Petra Novandi Barus

Bulan November adalah bulan di mana banyak orang di friendlist facebook gw yang merayakan ulang tahun. Entah kenapa banyak orang-orang di dekat gw yang ulang tahun bulan ini. (termasuk gw juga tentunya). Hal ini mengimplikasikan fenomena di mana home facebook gw penuh ucapan selamat ulang tahun.

Mau gak mau ya gw peratiin. Tapi kadang-kadang tersenyum juga gara-gara theme facebook yang baru yang bener-bener bawel. Lihat di bawah ini.

Agak nyebelin seh…..

Ini mah gak beda ama robot yang ngasih ucapan selamat. hehehe…. Dua tahun lalu, gw masih dapet banyak banget sms pas ulang tahun.. Setahun kemudian udah mulai dikit..  Tahun ini bener-bener dikit.. Diganti ucapan ulang tahun yang rada ngetemplate.. At least sebut nama lah, biar rada personal dikit..

Well, selamat ulang tahun buat yang ulang tahun ^_^

Ucapan Ulang Tahun di Facebook

November 24th, 2009 by Petra Novandi Barus

Bulan November adalah bulan di mana banyak orang di friendlist facebook gw yang merayakan ulang tahun. Entah kenapa banyak orang-orang di dekat gw yang ulang tahun bulan ini. (termasuk gw juga tentunya). Hal ini mengimplikasikan fenomena di mana home facebook gw penuh ucapan selamat ulang tahun.

Mau gak mau ya gw peratiin. Tapi kadang-kadang tersenyum juga gara-gara theme facebook yang baru yang bener-bener bawel. Lihat di bawah ini.

Agak nyebelin seh….. :lol:

Ini mah gak beda ama robot yang ngasih ucapan selamat. hehehe…. Dua tahun lalu, gw masih dapet banyak banget sms pas ulang tahun.. Setahun kemudian udah mulai dikit..  Tahun ini bener-bener dikit.. Diganti ucapan ulang tahun yang rada ngetemplate.. At least sebut nama lah, biar rada personal dikit..

Well, selamat ulang tahun buat yang ulang tahun ^_^

Icip-icip Chrome OS

November 24th, 2009 by Petra Novandi Barus

Iseng-iseng aja nyoba Chrome OS.. Meski konsepnya udah dari lama banget udah keliatan jelas, tapi baru kemaren-kemaren ini rilis resminya….

Icip-icip Chrome OS

November 24th, 2009 by Petra Novandi Barus

Iseng-iseng aja nyoba Chrome OS.. Meski konsepnya udah dari lama banget udah keliatan jelas, tapi baru kemaren-kemaren ini rilis resminya….

kaos pesenan orang

November 23rd, 2009 by Sawung

Sistem Kepemilikan -Koil

makan tidak makan bersama
asal kita berdua punya uang berjutajuta
bisalah kita belanja bersukaria
bahkan bisa membeli cinta”

peribahasa bodoh yang harus aku dengar
bagaikan suara halilintar
berkumandang memekakkan telinga
dari mulut pemimpin negara sampai para
pelawak pemberontak yang tidak merubah apa apa
dan para pelajar yang
merasa dirinya benar benar pintar

kau kira siapa dirimu
bisa membeli hidupku yang rapuh
mengisi hari bekerja dan patuh
bukan menjadi manusia yang tangguh
aku kira siapa diriku mencoba setia dan tunduk padamu
dan kutanya sanggupkah diriku
membawa mimpiku ke dunia yang baru
mengubur mimpiku agar semua bisa makan

ini negara bodoh yang sangat aku bela
layaknya kekasih yang tercinta
tiap jengkal aku mendaki terasa hampa
sebetulnya apa yang kita miliki? tak ada
kebanggaan terhadap diri sendiri? tidak juga
kepemilikan negara ini?
siapa yang kucacimaki?

kamu dididik untuk bermimpi
kamu terbiasa dibohongi
kamu dihibur ikut bernyanyi
hey kamu miskin bodoh dan sombong


mp3nya disini
di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Anak Muda Bicara Korupsi “Martabat Seharga Rp 5.000″

November 23rd, 2009 by Sawung

Buku lomba menulis dalam rangkaian pementasan teater Ladang Perminus selesai juga dicetak. Pemenang lomba penulisannya anak SMA 5 Bandung bernama Hana Hanifah dengan judul Martabat Seharga Rp 5.000. Tulisan lengkapnya bisa dibaca di http://www.vhrmedia.com/Martabat-Seharga-Rp-5.00000-korupsi2502.html . Karya-karaya pemenang lainnya juga dapat diunduh disana.

Kutipan karya pemenang pertama:
Akan ada hukuman dan tindak lanjut untuk setiap pelanggaran. Tak terkecuali bagi Indonesia yang merupakan negara hukum. Setiap pelanggaran yang dilakukan seharusnya mendapat hukuman sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Jika memang begitu, seharusnya perusahaan-perusahaan besar itu sudah diberi sanksi berat dan diusir mentah-mentah dari tanah Indonesia. Namun sebaliknya, perusahaan ini semakin betah di Indonesia. Pemerintah tak pernah benar-benar memberikan sanksi tegas untuk perusahaan-perusahaan besar ini, agar mengubah perlakuannya terhadap para buruh. Selalu saja ada alasan lebih penting untuk tidak menghukum perusahaan asing ini. Padahal secara legitimasi hukum, perusahaan-perusahaan asing tersebut harus mengikuti peraturan Indonesia, dan Indonesia berhak memberi mereka sanksi atau hukuman karena melanggar peraturan yang sudah disepakati.
Dalam permasalahan ini, peran pejabat negara terkait mesti dipertanyakan. Para menteri dan pemerintah daerah terkait seharusnya sudah mengambil tindakan tegas atas hal ini. Ke mana pemerintah yang seharusnya melindungi para pekerja Indonesia? Tak heran jika pemerintah tak pernah benar-benar mengusir atau menghukum perusahaan-perusahaan asing tersebut. Alasannya, tentu saja, keuntungan bagi rakyat sangat besar. Pertanyaannya, rakyat yang mana? Karena sementara segelintir orang menikmati harta berlimpah ruah, ratusan ribu buruh menderita hanya untuk mendapat Rp 5.000,- satu hari dengan membuat 100 pasang sepatu. Padahal, perusahaan itu mendapat keuntungan berjuta-juta dollar setiap bulan. Uang sebanyak itu hanya dipakai untuk menggaji petinggi perusahaan yang kerjanya hanya duduk nyaman di ruangannya dan menandatangani beberapa berkas yang bahkan tak dibacanya. Sebagian uang lagi mungkin dipakai untuk membayar pejabat-pejabat negara bersangkutan untuk menutupi keburukan perusahaan mereka, sehingga mereka dapat lolos dari jeratan hukum. Hasilnya, hak asasi manusia para buruh diinjak-injak di negara sendiri.

Foto para pemenang :


Cover belakang bukunya:


Buku bisa diperoleh ke spasi@gmail.com
di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Yahoo Hack Day submit

November 22nd, 2009 by Anton Rifco

In the era of globalization, people tends to meet another people from different country, culture, and most probably (and usually most annoyingly) different language. Here I propose the idea to have a single framework for social media platform that can translate everything to our language preference. And by everything here, I mean the platform should be able to translate every posting from our friends and followee (people that we follow). In the mean time, from last night work, I’m just able to develop the application for twitter user. Next I’ll try to collaborate with another source of social media platform (like Yahoo MeMe, Google Wave, Facebook, and another (perhaps it will be open for dynamic service addition, just like the concept of Pidgin Messenger)). The basic idea of this application is mostly supported by YQL (Yahoo Query Language). Here I’m using Open Data Table (ODT) to translate with google translate. Why Google? Because, nowadays, I think they have supported most language in the earth ( I’ll try BabelFish soon as they translate Indonesian language ;P ). To access twitter, I directly access twitter API in their site. And last but not the least, I use YQL IP geolocator to retrieve information about the user (language preference advise). But of course they can alse change their preference manually. Thanks for giving us chance to hacking this day. Good day,

kaos yang baru dibeli

November 21st, 2009 by Sawung

Setelah sekian lama akhirnya beli kaos seringai.



Beli kaos ERK juge



Tulisan dibelakang kaos ERK:
ini Masalah Kuasa
Alibimu Berharga
Kalau Kami Tak Percaya
Lantas Kau Mau Apa?

Kamu Tak Berubah
Selalu Mencari Celah
Lalu Smakin Parah
Tak Ada Jalan Tengah

Pantas Kalau Kami Marah
Sebab Dipercaya Susah
Jelas Kalau Kami Resah
Sebab Argumenmu Payah

Kamu Ciderai Janji
Luka Belum Terobati
Kami Tak Mau Dibeli
Kami Tak Bisa Dibeli

Janjimu Pelan Pelan Akan Menelanmu

ini Mosi Tidak Percaya
Jangan Anggap Kami Tak Berdaya
ini Mosi Tidak Percaya
Kami Tak Mau Lagi Diperdaya


di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Sepi di kampus

November 20th, 2009 by Petra Novandi Barus

Semakin lama gw di kampus semakin gw ngerasa kampus sepi.

Rindu masa-masa di mana satu ruangan isinya seratusan orang. Rame. Banyak becandaan. Banyak tawa. Banyak senyum. Dulu jadwal kuliah padat. Satu semester kira-kira 20 SKS. Seminggu ada 20 jam kuliah. Masih sering ketemu.

Sekarang di kampus, kuliah isinya gak pernah sampai dua puluh orang. Materi kuliah semakin berat. Beban pikiran semakin banyak. Isinya serius semua. Tugasnya susah semua. Kuliah tidak terlalu padat meski tugasnya emang banyak. Jadwal kuliah sedikit. Sisanya dihabiskan di lab atau di kosan mengerjakan tugas. Mau ketemuan rame-rame dengan teman-teman, tapi semuanya udah menyebar ke sana-sini mengejar impiannya masing.

Belum pun sebulan kita semua berpisah, kenapa gw bener-bener ngerasa sepi banget……

Sepi di kampus

November 20th, 2009 by Petra Novandi Barus

Semakin lama gw di kampus semakin gw ngerasa kampus sepi.

Rindu masa-masa di mana satu ruangan isinya seratusan orang. Rame. Banyak becandaan. Banyak tawa. Banyak senyum. Dulu jadwal kuliah padat. Satu semester kira-kira 20 SKS. Seminggu ada 20 jam kuliah. Masih sering ketemu.

Sekarang di kampus, kuliah isinya gak pernah sampai dua puluh orang. Materi kuliah semakin berat. Beban pikiran semakin banyak. Isinya serius semua. Tugasnya susah semua. Kuliah tidak terlalu padat meski tugasnya emang banyak. Jadwal kuliah sedikit. Sisanya dihabiskan di lab atau di kosan mengerjakan tugas. Mau ketemuan rame-rame dengan teman-teman, tapi semuanya udah menyebar ke sana-sini mengejar impiannya masing.

Belum pun sebulan kita semua berpisah, kenapa gw bener-bener ngerasa sepi banget……

Hape Baru

November 19th, 2009 by Petra Novandi Barus

Kehilangan hape tuh benar-benar menyusahkan. Gara-gara gw gak berhape selama 2 hari ini, ternyata banyak banget orang-orang yang merasa kesulitan untuk menghubungi. Dan ini memang menyulitkan.

Untuk itu gw bener-bener gak mikir panjang buat hape baru. Kata nyokap juga emang udah saatnya beli hape baru. Kemaren sempet mikir-mikir juga mau beli hape apa. Nyokap langsung menyemangati buat beli Blackberry. Niatnya jahat banget. Biar anaknya dulu yang nyoba, kalo emang bagus baru nyokap mau beli. Argh…

Gw udah cinta mati sama Nokia E51. Dan gw gak awalnya pengen beli lagi hape E51. Tapi ternyata karena emang udah 2 tahun, gak ada yang jual barunya. Banyaknya yang jual second hand.

Pas milih hape, ada 4 model yang gw pertimbangkan: Nokia E52, Nokia E72, Nokia E75, sama Nokia 5800. Kenapa gak merk lain? Entah yah, suka Nokia aja. Well, 4 itu yang disarankan sama temen-temen. Setelah dicoba-coba gw emang ngerasain E52 paling pas. E72 itu meski keluar minggu depan, tapi gw emang gak suka hape QWERTY, soalnya keknya pasaran banget… Enggak seh, soalnya jari gw emang kekecilan. Nokia E75 pun keypadnya QWERTYnya masih gak nyaman di tangan gw, meski keypad numeriknya lumayan enak. Tapi ribet ah, sliding gitu ternyata. Gw kira keren. Untuk yang 5800, ternyata touch screen itu gak terlalu nyaman buat gw.

Yah, akhirnya pilihan jatuh kepada E52. Ternyata keypad E52 itu lebih nyaman daripada E51. Layoutnya agak sedikit berbeda, tapi cukup mudah beradaptasi. Belum lagi fitur-fitur baru seperti GPS dan Motion sensornya sepertinya akan benar-benar menyenangkan.

Anyway, nomor yang lama udah aktif lagi, jadinya sekarang gw udah bisa dihubungi lagi pake nomor lama. Dan untungnya gw udah backup data-data hape yang lama. Senangnya.

Hape Baru

November 19th, 2009 by Petra Novandi Barus

Kehilangan hape tuh benar-benar menyusahkan. Gara-gara gw gak berhape selama 2 hari ini, ternyata banyak banget orang-orang yang merasa kesulitan untuk menghubungi. Dan ini memang menyulitkan.

Untuk itu gw bener-bener gak mikir panjang buat hape baru. Kata nyokap juga emang udah saatnya beli hape baru. Kemaren sempet mikir-mikir juga mau beli hape apa. Nyokap langsung menyemangati buat beli Blackberry. Niatnya jahat banget. Biar anaknya dulu yang nyoba, kalo emang bagus baru nyokap mau beli. Argh…

Gw udah cinta mati sama Nokia E51. Dan gw gak awalnya pengen beli lagi hape E51. Tapi ternyata karena emang udah 2 tahun, gak ada yang jual barunya. Banyaknya yang jual second hand.

Pas milih hape, ada 4 model yang gw pertimbangkan: Nokia E52, Nokia E72, Nokia E75, sama Nokia 5800. Kenapa gak merk lain? Entah yah, suka Nokia aja. Well, 4 itu yang disarankan sama temen-temen. Setelah dicoba-coba gw emang ngerasain E52 paling pas. E72 itu meski keluar minggu depan, tapi gw emang gak suka hape QWERTY, soalnya keknya pasaran banget… Enggak seh, soalnya jari gw emang kekecilan. Nokia E75 pun keypadnya QWERTYnya masih gak nyaman di tangan gw, meski keypad numeriknya lumayan enak. Tapi ribet ah, sliding gitu ternyata. Gw kira keren. Untuk yang 5800, ternyata touch screen itu gak terlalu nyaman buat gw.

Yah, akhirnya pilihan jatuh kepada E52. Ternyata keypad E52 itu lebih nyaman daripada E51. Layoutnya agak sedikit berbeda, tapi cukup mudah beradaptasi. Belum lagi fitur-fitur baru seperti GPS dan Motion sensornya sepertinya akan benar-benar menyenangkan.

Anyway, nomor yang lama udah aktif lagi, jadinya sekarang gw udah bisa dihubungi lagi pake nomor lama. Dan untungnya gw udah backup data-data hape yang lama. Senangnya.

Halmahera #2 - The Ring of Fire

November 19th, 2009 by Ardhi Adhary Arbain
"Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman …" Demikian sepotong lirik lagu Kolam Susu karya Koes Plus yang melegenda. Banyak orang yang setuju dengan ungkapan syairnya. Aku sendiri hanya 50% sepaham dengan orang-orang konservatif itu. Malangnya, setelah kuliah di Jurusan Geofisika dan Meteorologi, nilai kesepahaman itu anjlok lagi menjadi 25%. [...]

Rutinitas Setelah Instalasi Desktop Linux

November 18th, 2009 by Cecep Mahbub

Coba Anda perhatikan, tentunya buat yang pernah menginstal desktop linux, ada beberapa hal rutin yang biasa dilakukan setelah instalasi linux untuk keperluan desktop.

  • Atur repositori, kalau bisa ada pakai mirror lokal di Indonesia. Hemat bandwidth dan jauh lebih cepet.
  • Instal codec-codec multimedia. Biar bisa dengerin musik, memainkan berkas mp3.
  • Instal codec multimedia untuk film, tidak lupa untuk menginstal VLC juga.
  • Instal plugin di firefox, yang paling penting instal flash-plugin dan jre. Plugin lainnya rasanya bisa diabaikan (ada yang masih suka baca pdf di browser?
  • Instal font windows, biar ngewebnya bisa lebih enak dilihat mata.
  • Yang vga nya pakai Nvidia atau ATI, ada langkah tambahan untuk menginstal binary drivers.
  • Hal lainnya seperti menginstal aplikasi tambahan lain, mengatur themes dll.

Jadi mau distronya pakai Fedora, openSUSE atau Ubuntu langkah-langkah tersebut kurang lebih sama. Karena mereka tidak bisa menyertakan hal-hal yang sebetulnya sudah menjadi kebutuhan primer pengguna desktop linux, terhambat oleh batasan-batasan lisensi.

Mari kita kutuk rame-rame!

Kesal karena rutinitas yang gak perlu itu? Soal lisensi codec-codec multimedia, mari kita kutuk rame-rame si RIAA dan MPAA!

Distro linux juga harus dikutuk terkait pemilihan paket default. Misal, kok lebih memilih Totem dibanding VLC. Atau kok lebih memilih Evolution dibanding Thunderbird. Ya ya ya… tentu itu ada unsur subjektifnya juga. Tapi bukankah bisa diukur dengan jumlah penggunanya.

Mari kita sedikit ambil sampel, siapa yang masih pakai Evolution sebagai default mail client di linux? Ayo ngacung!

Kehilangan Handphone

November 17th, 2009 by Petra Novandi Barus

Tadi siang gw baru kehilangan handphone. Mohon maaf kalo selama 2 hari ke depan ini gw susah dihubungi.

Jadi ceritanya tadi siang, nyokap nelpon kalo lagi di Bandung dan butuh pinjaman laptop untuk kebutuhan dinas. Lalu setelah kuliah selesai, gw langsung pergi ke hotel Golden Flower tempat nginapnya.

Pas nyampe hotel, gwlangsung duduk di lobi hotel dan ngesms. Ternyata masih lama waktu istirahatnya. Jadinya gwnunggu sambil ngenet di lobi. Setengah jam kemudian, nyokap datang. Kita terus pindah ke dining hallnya hotel itu. Nyampe meja baru nyadar, ternyata hape gak ada di kantong. Abis itu gw balik ke lobi yang cuman berjarak sekitar 6 meter buat nyari. Obrak-abrik kursi ternyata hapenya gak nemu.

Setelah nyoba nyari di tas dan gak ketemu, akhirnya gw lapor ke security. Mas mas securitynya akhirnya yang nyari sementara gw makan :P Gak taunya abis makan pun, hapenya gak ketemu. Lebih sial lagi meski hotelnya ada CCTV tapi ternyata CCTVnya gak ngecover lobi tempat gw duduk. Huhuhu. Apes banget.

Yah apa boleh buat. Minta ganti hape juga, gwnya teledor. Dan data-data yang ada di hape gak bakal balik. Sebenernya daripada datanya balik lebih pengen datanya ilang, soalnya banyak informasi yang agak confidential. (begonya gw gak ngasi pin pula)  Akhirnya cuman bisa minta si head securitynya supaya ngurusin surat kehilangan polisi. ^_^

Asiknya nge-Wave

November 17th, 2009 by Fajar Fathurrahman

Asiknya nge-Wave, gak kebayang kalo emang nanti contacts nya udah banyak, pasti bisa mantengin ini wave seharian

Posted in IT, News, Technology Tagged: Google Wave

Halmahera #1 - Prelude

November 16th, 2009 by Ardhi Adhary Arbain
Apakah yang dicari ? Semua takkan berhenti, berdiri Kita bukan lebih baik, lebih dari hari ini Dan katakan saja Kita masih lupa Masih tinggi di angkasa Langit tak biru cerah Tersesat di ketinggian Apalah yang terhebat ? Sadar saat pulang Sadar saat berpulang .. Entah, jalan mana yang kan ditempuh Persimpangan menjadi pintu Menuju pengulangan [...]

22

November 15th, 2009 by Petra Novandi Barus

Agak telat nulis postingan ini yang harusnya ditulis pada tanggal 13 November lalu, pas saya ulang tahun.

Ulang tahun gw kali tahun ini bener-bener ulang tahun yang spesial buat gw. Meski memang seperti biasa tidak ada lilin, tidak ada kue, tidak ada pesta, tidak ada kejutan. Tapi kesan yang ditinggalkan sangat dalam.

Banyak hal-hal yang spesial di hari ulang tahun…

  • Pas hari ultah, ada ucapan selamat ulang tahun langsung yang menurut gw sangat spesial. ^_^ Well, mungkin buat orang lain “ah, cuman gitu doang”. Tapi buat saya pribadi bener-bener susah diungkapkan dengan kata-kata. Even every little thing like that meant so much to me.
  • Bisa makan siang bareng nyokap, abang, sama adek. Hal yang selama 5 tahun belakangan ini gak pernah dilakukan. Sayang bokap ga bisa ikutan karena masih sakit.
  • Ada makan malam bareng temen-temen blogger. Meski emang gak spesial buat ngerayain gw ulang tahun, tapi benar-benar menyenangkan.
  • Kondisi badan jadi lumayan segar setelah minggu sebelumnya terpaksa nginep di UGD.

Yah, cuman di atas doang seh. Sehari 24 jam emang bisa ngapain aja coba :lol:

Di umur 22 tahun ini gw punya banyak hal yang sangat gw syukuri.

Jika diibaratkan grafik, umur 21 ini memiliki minimum lokal yang paling signifikan di dalam kurva kehidupan gw. Di umur 21, gw mengalami banyak sekali kejatuhan dan kegagalan. Banyak sekali hal-hal yang seharusnya gw lakukan tapi gak gw lakukan dan juga banyak sekali hal-hal yang gak seharusnya gw lakukan tapi gw lakukan. Dan di umur 21 ini, gw mengalami kejatuhan kepercayaan diri yang sangat parah. Gw merasa diri ini bener-bener worthless.

Mendekati umur 22 ini, gw mulai mencoba untuk bangkit. Dan bangkitnya bukannya mulus, tetapi jatuh bangun dan dan benar-benar merangkak ke atas. Gw seneng pada akhirnya gw bisa mendapatkan banyak hal seperti gelar sarjana, teman yang banyak, karya yang membanggakan, dan kontribusi yang signifikan. Dan sekarang gw masih berusaha untuk memperbaiki banyak hal yang udah gw rusak selama setahun terakhir ini.

Untuk ke depannya banyak hal yang ingin gw kerjakan. Gw pengen dapet gelar magister umur 23. Gw pengen bikin lebih banyak lagi karya-karya dan kontribusi yang berarti buat Indonesia. Dan gw juga pengen bisa mengharumkan almamater dan informatika yang sangat gw cintai. Gw pengen hal-hal yang bisa gw kasih ke orang lagi berbanding eksponensial terhadap umur gw.

^_^

Dialog LXXI: This Saturday Night’s Poem

November 15th, 2009 by Fajar Fauzi Hakim
dengarkan, pelajar
sarungkan penamu
tintanya lelah mengalir
seperti matamu yang lelah oleh monitor

istirahatkan pikiran, tidak untuk lengah

kita tahu aku telah banyak tertidur
menyesalkan orang berlari sampai jauh
jika lebih diam lagi aku akan tertinggal
pecundang yang berdiri sendiri

belakangan kamu bersemangat
suatu perasaan yang hebat
dengan perasaan tersebut
mungkin tidak perlu lagi cinta

jalanan padat, langit bersorak
orang bersenang-senang tanpa aku
lalu akan tetap begitu
aku bukan bagian dari mereka

aku belum mandiri untuk bersenang
aku masih pemuda yang butuh berjuang
belum tiba menebus rindu keluarga
belum tiba keniscayaan berkeluarga

aku melihat lewat matamu
dunia di sekitar kita bergolak
hubungan terjalin dan terputus
menjadi kabar yang mengarahkan aliran hidup

malam yang mengurangi hidup
sebagian kau buang
separuh disisihkan
untuk istirahat yang tak santai

sesekali tutuplah penamu
bukakan mata dan hati

« Previous Entries