Program Membalikkan Kata dengan Pascal

May 30th, 2009 by Edwards

Bahasa Pascal merupakan bahasa pemrograman yang cukup mudah dipelajari, namun tentunya butuh ketekunan kalau mau mahir. Saya sendiri tidak jago segala jenis bahasa program, namun sekali-sekali suka mencoba.

Di sini, saya akan sampaikan caranya membalikkan kata dengan menggunakan bahasa Pascal. lacsaP asahab nagned atak nakkilabmem margorp naksilunem naka ayas ,inis iD. Dengan program ini tentunya kita tak perlu berpikir terlalu banyak untuk membalikkan kata/kalimat yang panjang.

Kode program ini tentu bukan ide saya sepenuhnya. Saya mempelajari algoritmanya dari kode-kode lain yang banyak bertebaran di internet, dan kemudian menyusun kembali sesuai dengan secuil ilmu milik saya. Karena cuma bisa menggunakan Pascal, ya saya bikinnya pakai Pascal. Bagi yang bisa bahasa lain tentunya bisa membuatnya juga. FYI, dengan bahasa Python program bisa dibuat lebih simpel.

Program ini menggunakan record sebagai tipe data penyimpan. Inti algoritmanya adalah mengambil huruf per huruf dari kalimat yang dimasukkan, menyimpannya ke dalam record, kemudian menampilkan kembali huruf per huruf namun dengan urutan yang terbalik. Jadi jika pertama dimasukkan “123 456 789″, hasilnya akan ditampilkan “987 654 321″.

Berikut script nya:


program balikkata;
uses crt;
type
tmp = record
kal: string[255];
urutan: integer;
end;
var
t: tmp;
i: integer;
kata: string[255];
input: char;
teks : text;
procedure mulai(var t: tmp);
begin
t.urutan := 0;
end;
procedure geser(var t: tmp; x: char);
begin
t.urutan := t.urutan + 1;
t.kal[t.urutan] := x;
end;
function akhir(var t: tmp) : char;
begin
akhir := t.kal[t.urutan];
t.urutan := t.urutan - 1;
end;
begin
clrscr;
mulai(t);
writeln('Program Membalikkan Kata');
writeln('------------------------');
repeat
writeln;
write('Kata/kalimat yang akan dibalik: ');readln(kata);
writeln('Kata/kalimat asli: ',kata);
writeln;
for i := 1 to length(kata) do
geser(t, kata[i]);
write('Kata/kalimat hasil balikan: ');
for i := 1 to length(kata) do
write(akhir(t));
writeln;
writeln;
write('Ulangi? y/t: ');
readln(input);
until input = 't';
end.

Jadi, demikianlah. Silakan dicoba. Oh ya, program ini bisa di compile menggunakan Turbo Pascal atau Free Pascal. Saya sih menganjurkan pakai Free Pascal saja, baik under Windows ataupun Linux dan Mac OS. Gratis gitu loh, gak perlu membajak Turbo Pascal lagi :beer:

Tagged: free pascal, linux, pascal, tutorial, windows

Menggambar…

May 30th, 2009 by Petra Novandi Barus

Sebelum mengenal komputer, hal yang paling gw seneng itu adalah menggambar. Jadi inget pas masih kecil pasti dimarah-marahin sama mama gara-gara menuh-menuhin dinding rumah sama coret-coretan spidol. Itu dinding rumah pasti ada gambar-gambar rumah, bunga, orang, sawah, dan pemandangan lainnya. Hehehe.

Pas SD juga selalu kena marah sama guru soalnya gak pernah nyatet pelajaran. Itu buku catatan pasti banyak sobek-sobekan gara-gara dipake buat ngegambar-gambar. Dan pas buku-buku catatan dikumpulin, catatan gw yang paling bersih. Apalagi sering ketauan ngegambar-gambar di kelas dan setelah itu dikirim ke suster kepala sekolah buat di”ceramah”in. Tapi mama dulu cukup bijak dengan mengikutkan gw ke lomba-lomba mewarnai, dari mulai mewarnai telur paskah (halah) sampai lomba-lomba mewarnai yang entah gak jelas diadain di mall-mall.

Begitu masuk SMP udah mulai sedikit terarah. Gw mulai terbiasa megang kuas. Biasanya dulu pakai cat poster sama cat air. Tapi akhirnya rada-rada urung gara-gara frustrasi sering nyobek-nyobekin kertas akibatnya ngelukisnya agak-agak sporadis. Meski gitu gw sempet menang juara melukis buat poster bertemakan teknologi masa depan. Ingetnya itu aja, tapi gak inget pas itu yang digambar apa. Sempet nyentuk kanvas dan cat minyak. Tapi gara-gara make cat minyak itu bener-bener susah (ditambah gak suka baunya) akhirnya urung juga (aaah. gampang menyerah nih…. hehehe….).

Gak tau yah, tapi untungnya pas di SMP, klub CaniArt (Canisius Art Club), klub gw dulu, buka divisi baru namanya CaniArt Manga. Gw jadi mulai melihat adanya aspek menarik dari sebuah gambar. Gw jadi menyukai sebuah konsep di mana gambar-gambar dapat disusun secara sekuensial menjadi sebuah cerita yang sangat menarik. Jadi seorang pelukis berbicara dengan lugas tentang apa yang ingin diceritakannya dengan adanya runtunan adegan-adegan yang tertuang pada setiap kotak-kotak gambar dan balon-balon di dalamnya. Gw berangkat menyukai komik dari gw menyukai menggambar, bukan sebaliknya. Well, gak ada yang salah sih emang menyukai menggambar dari mulai menyukai komik.

Sayangnya klub ini berdiri di akhir gw kelas 3 SMP dan gw harus melanjutkan ke SMA bukan Kanisius.

Sesampai di SMA, gak ada sebuah klub atau aktivitas ekstrakurikuler yang gw nilai cukup serius di dalam menekuni bidang ini saat itu.  Dan akhirnya gw udah jarang banget menggambar. Pelajaran kesenian yang ada dibagi jadi 2 sesi: seni lukis dan seni musik. Tapi, pelajaran seni lukis ini isinya hanya malah menggambar teknik aja. Gambar perspektif dan lain-lain. Tapi gw cukup suka dan gw termasuk orang yang gampang dalam melakukannya karena mungkin gw cukup terlatih dalam imajinasi 3 dimensi.

Sebenarnya saat itu, cita-cita gw pernah lama banget pengen jadi arsitek. Beneran loh. Gw pengen banget jadi arsitek. Tapi entah lewat mana dan ada angin apa tiba-tiba gw bisa nyasar di Informatika (wew, udah tingkat akhir padahal….) Udah gak pernah gambar lagi…

Ngomong-ngomong soal gambar, gw jadi ada kesenangan baru yakni moto-moto. Bukan moto narsis. Jadi pengen belajar fotografi, neh… Ntar deh kapan-kapan diceritain…

Anyway, tadi pas nungguin praktikan mau demo tugas, iseng-iseng ngegambar-gambar langsung pake pulpen di lembar penilaian (walah…. parah banget yah.. hehe)

Gambar

Gambar aslinya

Gambar

Not bad lah ya. Duh apa lulus ntar les gambar aja yah… Hehehe.

tiga tahun lumpur lapindo

May 29th, 2009 by Sawung





di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

custom shaped bokeh

May 29th, 2009 by Fat'hah Noor
Apa itu bokeh? Silakan lihat di wikipedia untuk lebih jelasnya.
Bokeh (derived from Japanese, a noun boke 暈け, meaning "blur" or "haze") is a photographic term referring to the appearance of point of light sources in an out-of-focus area of an image produced by a camera lens using a shallow depth of field. Different lens bokeh produces different aesthetic qualities in out-of-focus backgrounds, which are often used to reduce distractions and emphasize the primary subject.

Karena terinspirasi dengan salah satu topik bahasan di milis id-NikonD40/x/60 tentang bokeh yang ternyata bentuknya bisa diubah-ubah sesuka kita, muncul deh niat untuk isenk coba-coba. Awalnya sempat ragu apakah trik yang digunakan bisa diterapkan pada lensa dengan apertur kecil (lensa saya paling gede cuma f/4.0), soalnya contoh-contoh yang ada hampir semuanya menggunakan lensa berapertur besar. Tapi setelah dicoba ternyata bisa juga kok meskipun bentuk bokehnya kurang tajam, dan hasilnya terlihat seperti di bawah ini.


Olah digital pada foto tersebut di ACDSee sekedar crop, level, HSL. Bokeh berbentuk not-balok di atas bunga muncul karena pada bagian depan lensa saya letakkan selembar karton yang bagian tengahnya telah dibolongi dengan menggunakan puncher berbentuk not-balok. Di Bandung, puncher seperti ini bisa dibeli di Gramedia, Celebrate (dago), atau toko-toko yang menyediakan perlengkapan handycraft lainnya.



Jika masking pada bagian depan lensa dilepaskan, hasil fotonya seperti di bawah ini. Sori agak over-exposured gambar bunganya, pake mode-M lupa naekin shutter-speed. Tapi yang perlu diperhatikan bokehnya doank sih... jelir

Takut Untuk Jatuh

May 27th, 2009 by Petra Novandi Barus

Perkataan yang diucapkan oleh pembimbing TA gw saat terakhir kali bimbingan adalah,

Petra, kamu itu harus menulis. Menulis itu seperti naik sepeda. Kita gak akan pernah bisa mahir untuk naik sepeda kalau tidak pernah mencoba. Orang yang ingin mahir naik sepeda harus berani untuk jatuh. Jangan pernah berharap bisa mahir kalo gak pernah jatuh bangun dan jatuh bangun. Kamu itu sekarang bagaikan seseorang yang bertanya, ‘Bu, bagaimana sih cara naik sepeda?‘, ‘Bu, bagaimana sih cara mengayuh sepeda‘, tapi kamu gak pernah ingin menaiki sepeda itu dan mau jatuh. Sampai kapan pun kamu gak akan pernah bisa maju.

I know that and I realize that.

Setahun terakhir memang terlihat tulisan gw gak pernah berisi tulisan-tulisan mengenai buah pikiran atau opini yang gw kupas dengan bahasa yang formal. Gw hanya bercerita tentang diri gw dan apa sih yang sudah terjadi kepada gw, tapi bukan ide-ide yang gw miliki.

Salah satu sifat jelek gw adalah ketika gw gagal dalam sesuatu hal yang gw relatif gak bisa dan baru mendalami hal tersebut, gw jadi enggan untuk mengulangi hal yang sama.

Bukan gw enggan untuk menulis, tapi gw pernah mencoba memulainya kemudian berakhir dengan kegagalan dan kekecewaan yang membuat gw sangat takut untuk memulainya kembali. Bahkan sekarang menulis yang rada teknis seperti di blog maleskoding.wordpress.com itu bener-bener sulit untuk dilakukan. Gak hanya dalam menulis ilmiah dan teknis. Selain menulis, ada beberapa hal yang mungkin orang dulu ngeliat gw cukup menggelutinya tapi sekarang udah enggak. Dan ada juga beberapa hal yang orang kira mungkin gw bisa mencapai sesuatu dalam hal tersebut, tapi gw gak pernah mau untuk memulainya. Tapi mungkin gak ada yang tahu bahwa, gw pernah nyoba. Gw pernah.

Dan gw jatuh.

Jatuh itu sakit.

Buat gw jatuh di dalam hal yang gw kurang kuasai adalah hal yang sangat menyakitkan. Saat jatuh timbul pertanyaan dalam diri gw. Kenapa sih gak dikasih handicap dikit? Kenapa sih gak dikasih beginner’s luck dikit? Kenapa sih harus sesakit ini? Kenapa sih seakan-akan gw ditinggalin semua orang? Kenapa sih orang yang mengetahui kemampuan gw di bidang lain menaruh ekspektasi yang sama tingginya pada sesuatu hal yang baru gw coba?

And now, in everything I’ve already failed there’re gaps everywhere between me and them. Seakan-akan gw bener-bener gak bisa untuk mencobanya lagi.

silent

May 27th, 2009 by Herry Kurniawan

IT'S A LONGTIME .......

Award Tercoding

May 25th, 2009 by Petra Novandi Barus

Baru baca postingan Sha tentang penganugerahan award terwording angkatan 2005 Informatika ITB. Terwording adalah award untuk orang yang paling sering terlihat berkutat dengan MS. Word. Nominatornya itu Vinta, Reisha, Tina, David, sama David.

Kalau Reisha dapet award terwording ternyata gw dapet award tercoding. Hehehe. Gak nyangka banget.

Koding dan wording adalah dua kemampuan yang penting untuk dikuasai supaya dapat survive di dunia tugas-tugas di Informatika. Kalo terwording tadi adalah kemampuan ngebuat dokumen tugas maka tercoding adalah kemampuan buat ngoding tugasnya. Haha, just kidding.

Nominatornya itu Nurio, Arief, Monte, sama Diaz. Perasaan gw lebih cupu dari mereka-mereka nih. Dan gw khan paling males koding. Liat aja di tagline blog ini. “A diary of a lazy programmer

Makasih ya buat yang milih. Hehehe. Merasa dapat pengakuan banget dari komunitas yang paling banyak codernya.

Musim Bola Sudah (hampir) Berakhir

May 25th, 2009 by Muhammad Arif

Wew..

Ga kerasa euiy, musim bola 2008/2009 sudah mau berakhir. Sedih, berarti dalam beberapa bulan ke depan, bakalan sepi ga ada sepakbola untuk sementara. Piala Dunia belum mulai, Euro baru taun kemaren.. Nonton apa dong?

Di English Premier League, MU sukses menjadi Juara Liga. Oke fine!! Mau gimana lagi, arsenal di akhir bagus sih, tapi di awal-awal mble’e ga jelas. Jadilah kita harus ikut kualifikasi Champions League (lagi). Musim ini juga diakhiri dengan masuknya Fulham ke Liga Eropa. Mantab..:mrgreen:..Tapi ada yang mengejutkan juga, salah satu tim legendaris di EPL, yang pernah dibela pemain-pemain top seperti Alan Shearer, Kevin Keegan, Paul Gascoigne dan lain-lain, yaitu Newcastle United, terlempar ke Championship Division alias Divisi 1 di Liga Inggris. Nama besar Michael Owen, Obafemi Martins, Shola Ameobi, Kevin Nolan, Mark Viduka dan kawan-kawan tidak mampu menyelamatkan mereka.

Barcelona berhasil menjadi Juara di La Liga Spanyol secara absolut. Mencetak lebih dari 100 gol pada musim ini, mereka benar-benar menjadi raja di spanyol. Walau La Liga masih sisa satu pertandingan lagi, sepertinya tidak akan ada perubahan signifikan. Villareal masih berkesempatan masuk Champions League, dengan syarat mereka harus menang dan Atletico Madrid seri atau kalah. Yang masih agak seru adalah di zona degradasi, Numancia dan Recreativo Huelva sudah pasti jatuh dan masi ada satu team yang diperebutkan (untuk dihindari) oleh 5 team untuk masuk ke zona degradasi.

Lega Calcio Italia masih menyisakan satu pertandinga lagi, tapi Internazionale sudah memastikan menjadi juara sejak minggu lalu. Perubahan di zona Liga Champion masih mungkin, tapi saya lupa, kalo Liga Italia itu pakainya sistem head to head ato tetep selisih gol yah? Udah bukan pengamat liga itali lagi sih, hehehe..

Di Bundesliga, Wolfsburg luar biasa! Mereka menguasai gelar juara liga, hebat juga..:D..Siapa yang nyangka, tim yang biasanya di papan tengah dan papan bawah, bisa juara. Salute!!

Piala UEFA juga udah kelar, Shakhtar Donetsk juara lewat pertandingan kurang bermutu (kalo menurut saya). Goalnya ga ada yang jelas, hehehehe. Tapi hebatlah, selamat juga buat orang-orang Ukraina, yang sudah lama ga merasa digdaya di liga Eropa setelah era Dinamo Kiev.

Tinggal final Champions League yang menarik, Barcelona ataukah Manchester United? Kalo saya pribadi, barcelona..Kalo sampean-sampean? Silakan berpendapat sendiri..:mrgreen:

Seorang Kapten Tua Bernomor Punggung 3

May 24th, 2009 by Leksa

Jika saya mengingat masa-masa awal menggemari sepak bola dulu, maka nama klub yang muncul dibenak saya adalah AC Milan. Dan jika disuruh mengingat kaos bola AC Milan (bukan original) pertama yang saya  miliki, itu tidak lain adalah bernomor punggung 3.

Lucu mengingat masa-masa itu. Saat itu memang era awal kebangkitan siaran televisi swasta di Indonesia. Dan satu-satunya siaran bola eropa hanyalah Liga Italia. Saya bersama teman-teman seumuran dulu, bisa berdebat soal kehebatan klub masing-masing. Saya yang memegang AC Milan, bisa tertawa mengejek teman yang menggemari AC Parma tatkala Nesta pindah klub ke Milan. Kalaupun dia berkelit dengan seribu alasan, satu pernyataan pamungkas menyelesaikan debat tidak penting itu, “Kalo bisa coba beli Maldini”.

Hari ini, pertandingan terakhir sang La Bandiera della Milan di Giuseppe Meazza. Pujian dan respect dari berbagai komentator bola ternama seluruh dunia disanjungkan padanya minggu-minggu ini. Seperti juga salah satu pujian komentator lepas Indonesia -Zen yang maniak MU di Detik, Paolo Maldini bukan hanya “seseorang”, ia juga “sesuatu”. Sebagai “seseorang”, Maldini adalah seorang pemain besar, seorang legenda. Sebagai “sesuatu”, Maldini adalah suatu etik, suatu etos juga suatu simbol”. Jika boleh menambahkan potongan pujian Zen tersebut, maka saya menambahkan “Dan itu bukan hanya untuk klub AC Milan, atau sepak bola Italia saja. Tetapi juga sepak bola dunia”.

Berlebihan? Mungkin. Walaupun saat ini saya tidak begitu simpati lagi kepada AC Milan. Tetapi untuk seorang pemain kebanggan seperti Maldini, saya akan bersulang bir untuk debut terakhirnya ini. Pemain paling setia. Di saat Milan jaya maupun dalam kondisi gamang seperti 2 musim lewat, Maldini selalu “ada” untuk menjaga lini belakang Milan. Sebut saja berapa striker kelas dunia sudah dihadapinya. Dari Maradona, Van Basten, Rummenige, R.Baggio, Platini, Zico, Romario, sampai striker muda sekelas Rooney dan Cristiano Ronaldo.

Bagaimana dengan AC Milan sendiri setelah kepergian Maldini? Memang kondisi sedang buruk untuk Rossoneri. Selain ditinggal Kapten terbaiknya ini, Anceloti juga sedang gundah karena tawaran Chelsea, Ronaldinho yang digosipkan lebih sering clubbing, sampai Kaka yang bingung dengan karirnya ke depan. Milan dalam dilema. Tapi Milan tetaplah Milan. Sudah berapa kali masa jaya dan kelam dilewatinya. Namun kaos hitam merah bernomor punggung 3 masih terus menjadi favorit sampai generasi keponakan saya.

Malam ini saya menonton Milan lagi, setelah sekian lama tidak menyaksikan mereka berlaga. Aroma Milanisti lebih terasa di cafe tempat saya menonton, walaupun dipenuhi penonton berkaos Liverpool. Semua seperti tahu malam ini adalah malam perpisahan dengan sang legenda. Bahkan ketika Maldini gagal memblocking Mexes atau Menez, tepuk tangan tetap gemuruh. Begitu pula di lapangan San Siro sana. Setiap tertinggal gol dari AS Roma, pemain Milan terlihat lebih bertenaga memburu gol balasan. Seperti tidak mau malam ini berakhir mendung untuk Captain 900 mereka.

Injury time AC Milan vs AS Roma. Kedudukan 2-3 untuk Roma. Menez meliuk-liuk disisi kanan gawang Milan. Melewati baris pertahanan Milan, memotong 2 pemain bertahan. Hanya tinggal Dida di depan matanya. Tendangan keras dilepas. Sayang bola terpental keluar lapangan. Menez terpekur. Ternyata masih ada seorang tua bernomor punggung 3 mem-block tendangan kerasnya.

SELAMAT ULANG TAHUN KMSR-ITB!!!

May 24th, 2009 by Aulia Ibrahim Yeru

Saya dapat dari sini. Hem, selamat ya. Ini adalah sertifikat "lulus" OS GEMESH 94. Tentu saya masih SD waktu OS ini berlangsung.hueaheuahuehaua.

Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater tercinta...

DIRGAHAYU KMSR!!!

Green Fire

May 24th, 2009 by Sawung


Bulan lalu ketemu Ian Cohen anggota parlemen NSW, Australia. Ian anggota parlemen dari partai hijau australia. Dia memberikan buku dan beberapa stiker. Sempet ngobrol-ngobrol lama. Baca buku, wow gile neh orang. Radical abis. Gue baru tau waktu ketemu orang australia di Hongkong nanya tentang Ian die cerita ian nempel di kapal perang yang sedang melaju untuk protes. Fotonya bisa dilihat disampul buku diatas. Di buku itu Ian juga bercerita bagaimana seorang anggota SAS bergabung dalam kelompoknya dan banyak membantu melakukan aksi protes. Andai ada pasukan khusus indonesia yang kesadaran terhadap kelestarian lingkuangannya besar bisa ikut gabung tampaknya perlawanan terhadap kerusakan lingkungan di Indonesia bisa lebih mantep lagi.

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Berkelitnya para panglima

May 24th, 2009 by Sawung


Hari kebangkitan tahun ini diperingati dengan jatuhnya Harcules A1325 di Magetan. Pristiwa tragis ini menimbulkan korban baik penumpang pesawat dan penduduk. Pesawat tersebut buatan tahun 82. Herky ini merupakan herki versi sipil pertama yang dibuat khusus untuk indonesia. A1325 banyak berjasa mengangkut transmigran dari pulau jawa. A1325 kemudian dihibahkan kepada TNI AU tahun pertengahan 90an.
Pristiwa jatuhnya herky membaut beberapa pihak kebakaran jenggot (walaupun mereka gak punya jenggot). Kenapa kebakaran jenggot? Ini karena dalam 2 bulan sudah 3 pesawat mengalami kecelakaan fatal, 2 total lost satu rusak berat (ini belu termasuk kecelakaan yg tidak diketahui publik). Kecelakaan ini ditenggarai disebabkan oleh minimnya dana perawatan yang dimiliki oleh TNI AU. Awal tahun lalu memang ramai sekali keluhan mengenai pemotongan anggaran militer. Pemotongan ini memberatkan TNI AU dan AL, dari awal tahun soal ini sudah diingatkan. Bohong besar jika dibilang pemotongan tidak berpengaruh kepada operasional pesawat. Di media disebutkan bahwa yang dipotong pembelian alutsista baru. Lho kapan AU beli alutsista baru dari anggaran militer? Pembelian baru berasal dari KE. Perbaikan pesawat herky di Singapura pun mekanismenya ternyata melalui KE bukan melalui anggaran militer. (KE tidak dimasukkan dalam anggaran militer).

Ketika ditanya soal kondisi alutsista beberapa pihak tidak mau menjawab dengan jujur. Hari kemarin panglima berbicara mengenai kerahasian negara. Pak, kita bisa dengan mudah mengetahui kondisi alutsista Indonesia dari website luar negeri, jadi apanya yang dirahasiakan? Dirahasiakan dari penduduk indonesia maksudnya? Kritik sukribo melaui komik diatas mestinya bisa menyindir orang-orang yang bertanggung jawab.


*kartun berasal dari kompas minggu 24 mei 2009
*pak jusuf kalla juga menulis tentang kecelakaan hercules tersebut di http://jusufkalla.kompasiana.com/2009/05/21/salah-satu-korban-tragedi-hercules-adalah-tetangga-saya/
di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Kadri-Jimmo The Prinzes of Rhythm “Indonesia Hebat”

May 23rd, 2009 by Muhammad Arif

Pernah denger nama “Kadri-Jimmo The Prinzes of Rhythm”? Mungkin banyak orang yang berasa asing dengan nama tersebut. “Kadri-Jimmo The Prinzes of Rhythm” itu adalah nama salah satu group band baru di Indonesia, tapi “beda” dengan group band baru yang lain-lain. Mereka itu bisa dibilang baru tapi lama, pasti sudah banyak orang kenal Jimmo, salah satu vokalis di group band ini, dia dulu yang duet sama Melly Goeslaw dalam OST “Eifell I’m In Love” judulnya “Pujaanku” dan dia juga nulis beberapa lagu. Kadri Muhammad, yang juga vokal dalam group itu, katanya dulu sudah pernah berada dalam band “Makara” bersama Harry Mukti dan Adi Adrian (saya ga tau,keknya belum lahir pas itu). Terus Fadhil Indra, keyboardis, dan Hayunaji, drummer, juga sudah lama bermain musik di Discus (ya ini terkenal kira2 setaun yang lalu, masa ga tau..:mrgreen:), lalu Gitarisnya dari group Pendulum, Rifki Rahmat dan bassist, Ken Suke.

Kadri-Jimmo The Prinzes of Rhythm Indonesia Hebat

Kadri-Jimmo The Prinzes of Rhythm "Indonesia Hebat"

Nah, terus kenapa mereka? Mereka baru ngeluarin album bertajuk “Indonesia Hebat” dan bagus abis.. .. Mungkin yang paling sering denger lagunya mereka itu yan judulnya “Indonesia Memang Hebat”, itu single pertama mereka. Lagunya asik banget, ceritanya tentang orang yan menjadi calon presiden,eh,malah ditinggal pergi ama pacarnya. Sedikit cuplikan liriknya :

katanya kau siap setia
katanya kau mau berkorban
Tetaplah disini
Karena aku terbaik untukmu

Bila kau mau bersabar
yakinlah padaku
masa depan akan ditanganku

Katanya bangsa kita hebat
Katanya negeri kita kaya
Katanya presiden kita pintar
Cobalah hargai pemimpinmu
Cintailah aku
Karena aku pun calon presiden

Lagunya sebenernya standart-standart aja. Tapi saya sih seneng dengerinnya, soalnya aransemen sama cara nyanyinya asik banget, beda sama yang lain-lain. Masalah genre, apa ya, progressive rock bukan juga, pop juga bukan, jazz juga bukan, ndak taulah, yang penting asik..:D

Lagu yang saya rekomendasikan dalam album ini ada beberapa “Secangkir Teh Sebelum Ku Pergi”, “Maaf Cinta Noura”, “Gemintang” sama “Bertiga”. Yang lain-lain juga asik tapi. Mungkin buat album ini, saya kasi nilai 8.5 dari 10. Terutama yang lagu judulnya “Bertiga” itu sangat menarik menurut saya, ada akordionnya, trus vokal yang mendayu-dayu, plus ada suara orang perempuan di akhir lagu dalam bahasa prancis dan diselingi suara vokal dari Kadri dan Jimmo yang sangat unik, mantab!!

Ada yang tau bahasa prancisnya yang di lagu itu apa ga?:D

Daripada musik-musik baru indonesia yang “ga banget” sekarang, ini menurut saya, harusnya mendapat tempat yang cukup tinggi. Mungkin karena mereka itu orang-orang yang bener-bener “matang” di dunia musik dan bergabung jadi satu. Kalo musik terkenal di Indonesia macam Kuburan dan Changcuters, ya menurut  saya kalah jauh sama ini..:mrgreen:

Kalo menurut saya, ini sangat rekomended (eeeaa,bahasa apa pula ini). Silakan anda nikmati..:D

Jendela di Depan Kamar Kosku

May 23rd, 2009 by Hendra Rakhmawan

Google Earth GigaPixel

May 23rd, 2009 by Muhammad Arif

*tulisan ini udah seminggu,tapi saya salah pencet,malah disimpan naskahnya,bukan publish..:P

Hari ini saya iseng banget dari pagi, ga ada kerjaan (padahal besok ujian dan proyek akhir ISK juga belum beres), seperti biasa, langsung buka google reader. Disana baca-baca sebentar, sampailah di salah satu rss paling favorit, yaitu Boston BigPicture. Disana ada link tentang “Human Landscape From Above”, yang sebenernya udah dari bulan April ada, tapi belum sempet liat-liat. Nah, disana ada link ke google maps. Akhirnya kembalilah keisengan jaman dulu, mainan google earth. Sebenernya saya udah cukup lama ga pernah nginstall google earth, kemarin kebetulan nemu linknya di salah satu forum, dan download aja. Hihihi..

Ternyata tetep asik euiy,liat-liat,apalagi sekarang sudah banyak banget tambahan fasilitas, termasuk yang paling asik itu yang gigapixel (sebenernya ini sudah bambang gentholet). Gigapixel ini adalah gambar yang “katanya” 14 Gigapixel yang bisa ditampilkan di Google Earth. Ini diklaim sebagai gambar dengan resolusi tertinggi di dunia. Kalo pengen baca tentang project gigapixel, bisa di http://gigapxl.org/

Contoh yang paling sering dipake orang itu yang di Museum Prado. Ini skrinsutnya (ngambil lukisan “The Nobleman With His Hand on Chest”) :

GigaPixel

Pengen cepet-cepet ke kampus euiy!Biar gancang, ini soalnya loading yang “belum seberapa” aja mpot2an banget,lamaaaa…

Adakah lagi yang tau kira2 apa yang bisa membuat google earth semakin menarik? Kasi tau dong..

*sambil dengerin RHCP lossless dan makan kerupuk udang..

Dialog LXVIII: ***ta

May 22nd, 2009 by Fajar Fauzi Hakim

[intro] d em 4x
mengalun padi-harmoni. sekarang pukul 22 lewat di tanggal 22 mei. hari yang tidak begitu biasa. melewati salah satu ujian dengan relatif lebih baik (yang satunya lagi lebih buruk). mendapat nasihat dari orang nomor satu di teknik fisika angkatan 2005. pertama kalinya mengunjungi lagi tempat nongkrong yang ditinggalkan lebih dari sebulan. beli tiket untuk nonton oz box fest. makan malam di luar sendiri lagi setelah lama tidak. browsing ga jelas, mengunjungi detik.com dan menemukan blog berjudul "haruskah c***a diperjuangkan…??" yang di post tanggal 22 mei dan sudah mendapat 22 comment. blog typical female bagiku, saya memang tak mengenal pemiliknya, namun saya rasa yang dia alami sama dengan yang dialami banyak perempuan di dunia. di blog itu, mengalun padi-harmoni.
d em
d em
saya anggap suatu pertanda bahwa saya harus menulis tentang kata-yang-disensor-di-blog-ini, c***a. nampaknya saya tidak begitu bisa. saya mempelajari dan memahaminya sebatas lewat pengalaman pribadi (karenanya bakal membocorkan banyak rahasia pribadi -_-). saya masih belajar. namun saya cukup mengerti bahwa itu adalah kata yang besar pertanggungjawabannya. untuk itu, saya kesampingkan Allah, Rasul, keluarga, dan saudara dari domain tulisan ini. untuk mereka, perlu suatu pembahasan khusus yang lebih berilmu dan hati - hati. untuk mereka, tulisan ini saya persembahkan. juga untuk setiap lelaki yang saya c**tai, juga perempuan.
d em
d em
kenapa lelaki ditulis di awal? -_-

panggil saya homo jika itu membuatmu senang -_- (saya bukan homo). namun kita telah menyepakati bahwa kepada lelaki lah perasaan itu pertama kali bersemayam.

lelaki itu pertama kali muncul di benakku sebagai anak nakal yang kelak akan saya musuhi. kemudian kami dekat, sehingga saya melupakan bagaimana caranya kami bisa sangat dekat. pada beberapa kejadian, saya membencinya. namun ada suatu perasaan hangat. yang meledak saat perpisahan itu. saat tangis remaja berteriak sekencang - kencangnya untuk pertama dan terakhir.

lelaki lainnya adalah seorang dengan kepribadian golongan darah b tulen. sedangkan saya adalah seorang dengan kepribadian glongan darah a tulen. karenanya mungkin secara natural kami berlawanan. namun mungkin juga berpasangan. saya membencinya. juga menganguminya sebagai orang yang sangat hebat. dan sedikit bangga, disamping iri, bahwa orang hebat ini pernah tidur seasrama dengan saya.
g a d
g a bm
g a d
g a em a
tapi kesepakatan bahwa mereka adalah c***a pertama kamu adalah kesepakatan akal. bukankah c***a adalah kesepakatan hati? bagaimana dengan perempuan - perempuan itu?

entah c***a atau bukan, namun mereka muncul tanpa saya rencanakan.

lelaki itu juga tidak direncanakan bukan?

memang, tapi kini saya ragu jika saya benar - benar pernah c***a pada perempuan. sulit melupakan perempuan tertentu memang 'penyakit' saya sejak 9 tahun lalu, hingga sekarang. selalu tersembunyi oleh keraguan yang bertambah dan berkurang. meski akhirnya ada yang cukup terlupa dan hilang bersama mayoritas perasaannya, namun ada yang tidak terlupa juga. ada pula yang saya ungkapkan dengan lugas dan jelas, namun tiba - tiba perasaan itu hilang juga.

Allah memang berkuasa untuk memunculkannya dan menghilangkannya dengan 'kun fa yakun'. namun biasanya memang berproses. dan tiap kali saya berada dalam lingkup perasaan ini dan berkenaan dengan perempuan, saya lebih sering kesakitan. ironisnya, salah satu hal yang paling menyakitkan adalah saat saya menyakiti seorang perempuan karena perasaan itu hilang. itulah salah satu latar belakang kenapa kini saya memilih untuk tidak menjalin hubungan perasaan dengan perempuan yang berbeda atau sama. saat ini, saya pikir saya akan sangat mudah menyakiti perasaan perempuan secara sengaja maupun tidak. saya rasa itu sangat dosa. itulah pula salah satu latar belakang keragu - raguan saya tentang setiap perasaan yang saya rasakan pada perempuan.

pertanggungjawaban kata c***a sangat besar (hingga disensor di sini -_-). mungkin aneh, katakan saja bahwa aqidah c***a saya cukup sama dengan kebanyakan orang, hanya beda madzhab fiqih. ketika iwan fals berkata 'aku c***a kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah', saya tidak yakin akan ada perempuan yang tidak tersakiti. namun setidaknya baru itu yang saya bisa, menc**tai saat ini, dan mungkin hilang nanti. saya masih belum paham. sebagai produk fana, mengapa ada c***a yang abadi bersama manusia yang fana.
d em
d em
saya lebih mantap untuk bergerak dalam c***a yang lebih global. saya, secara naif, percaya pada omong kosong yang berbunyi 'benci lebih mudah menyebar daripada c***a'. dan omong kosong lain yang berbunyi 'kebencian dan c***a pada seseorang akan menular pada orang - orang disekitar kita'. karenanya dengan mantap saya pernah mencoba menengahi pertengkaran dua orang gadis di tempat saya beraktivitas. bukan demi tanggung jawab sebagai pemegang jabatan yang berwenang. bukan tanggung jawab sebagai teman. namun usaha untuk 'tawashou bil marhamah' yang semoga bisa menebus dosa saya. usaha saya mungkin belum banyak, namun saya malah serasa jadi korban di antara perang kedua belah pihak.

don't meddle between fight of two chicks ^_^.

saya melihat bahwa salah satu omong kosong yang saya percayai nampaknya memang berlaku. saya mulai memahami hal - hal yang membuat israel dan palestina sulit berdamai (disamping isu agama). saya mulai memahami, bahwa memahami dan ikhlas menerima perbedaan satu sama lain adalah bagian dari sub-topik pelajaran c***a. lalu saya mula merasa harus mundur dari perselisihan ini karena lelah, saya menyerahkan perselisihan ini pada Allah. belajar memahami mereka berdua dan percaya bahwa mereka berdua pun sedang belajar memahami satu sama lain. sampai saat ini, jika mengetahui bahwa mereka belum baikan, entah mengapa batin saya sangat sakit. dan saya ada perasaan bahwa mereka membutuhkan perselisihan ini, bahwa mereka belum boleh berbaikan karena belum siap. aneh. namun saya berharap, betapa indahnya saat mereka bisa menc***a.
d em
d em
ya... sampai saat ini sih belum ada pelajaran lain mengenai c***a. cukup melelahkan untuk dipelajari. toh saya juga belum tentu menc**tai diri sendiri. pada suatu waktu mungkin saya akan terlupa sebagian materi, atau memperbaharui pemahaman yang sudah saya ingat.

mengapa harus c***a? tidak cin**?

pingin aja.

bagaimana kalau cin*a?

rasis? jangan de -_-.

atau *i*t*

it? information technology?

kalau ***ta ***ta ***ta?

ta? te-a? tugas akhir? argh! yah ta memang sesuatu yang ingin segera saya kerjakan meskipun tahu penderitaan orang - orang yang mengerjakan ta.

oh ya? seperti ***ta dong, kamu harus melaluinya meski tahu penderitaan orang - orang yang mengalaminya (secara kamu lebih banyak deket dengan orang dengan cerita patah hati daripada kisah sukses).

haaaah???
g a d
kau membuatku mengerti hidup ini
g a bm
kita terlahir bagai selembar kertas putih
g a d
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
g a em
dan terwujud harmoni
g a d
g a bm g a
(sebagai lanjutannya, suatu saat kita akan berbincang tentang seorang bocah 4 tahun lalu, dan ***ta ^_^)
[end] d g
g d …x
lirik dan kord diambil dari: http://gudanglagu.com/p/padi/padi-harmony/?cp=all
gambar diambil dari: http://xkcd.com

Saat-saat terakhir sebagai mahasiswa…..

May 20th, 2009 by Petra Novandi Barus

UAS pagi hari ini adalah UAS Sistem Terdistribusi.

Bener-bener gak nyangka kalo UAS yang terakhir ini bakal susah banget sehingga ditakutkan malah bakal jadi UAS kedua terakhir.

Meskipun dari dulu mata kuliah dari laboratorium Sistem Terdistribusi adalah kuliah-kuliah yang menjadi favorit gw, tapi tadi malem gw bener-bener udah gak niat buat buka-buka buku. Akhirnya gw tidur cukup cepat tadi malam jam 9an. Tadi pagi gw sempet baca-baca tentang algoritma-algoritma umum yang sialnya ternyata keluar dan gw menyayangkan cuman skimming doang dan akhirnya ngisinya rada ngasal.

Well, 3 minggu terakhir gw menjalani saat-saat terakhir menjadi mahasiswa (amin). Ikut kuliah, ikut UAS, (sialnya gak ada praktikum). Bener-bener gimana yah rasanya mengakhiri kegiatan kuliah yang udah kita jalani selama 4 tahun. Ke depan tinggal ngerjain T* aja. Gak ada kegiatan apa-apa ke kampus, kecuali kegiatan administrasi atau bimbingan atau pun unit yang masih gak mau ditinggalin, hehe.

Tadi ada anak 2006 yang nanya, “Kak, udah gak kuliah lagi,, rasanya sedih gak?

Entah ya…. Sedih sih sebenernya… Dan ada banyak kejadian yang sebenernya pengen banget gw ulang… Jadi kayak Proposal Daisakusen gitu deh…

Mulai minggu depan, udah bakal jarang ketemu…. Kok rasanya belum apa-apa gw udah kangen banget yah suasana kuliah bareng angkatan kayak jaman-jaman di tingkat 1 tingkat 2.. Huhuhu…

Bloated Computing : A Collective Crime

May 20th, 2009 by Peb Ruswono Aryan

Hukum Moore menjanjikan kapasitas komputasi yang semakin lama semakin besar. Tetapi kemajuan terhadap state-of-the-art dan dampak terhadap kehidupan end-user belum tentu meningkat dengan laju yang sama. Beberapa penyebab terjadinya hal ini antara lain faktor ekonomi yang tidak dapat dipisahkan dari industri teknologi yang menjanjikan agar setiap perubahan kemajuan dapat berjalan perlahan tetapi berkesinambungan. Ekonomi menjadi keran pengontrol terhadap teknologi yang dapat dinikmati oleh setiap orang. Hal yang sebetulnya diinginkan bukanlah teknologi melainkan manfaat dan dampaknya terhadap kehidupan dan kemanusiaan. Pada titik tertentu, fungsi keran pengontrol yang secara abstrak menjadi model antrian M/M/1 tentu akan mencapai kejenuhan yang menjadi bottleneck yang memisahkan antara manusia yang semakin lapar akan manfaat dan eksplorasi ilmiah yang menanti untuk diwujudkan.

Bloat, yang dalam bahasa indonesia mirip dengan istilah kembung (pada perut) yang maknanya adalah penumpukan zat-zat yang mengantri untuk dicerna. Dalam konteks teknologi khususnya komputasi istilah bloat lebih tepat dimaknakan sebagai fenomena tambal-sulam yang selama ini terjadi sejak awal industri komputasi tetapi sengaja ditutup-tutupi atau didogmakan untuk dimaklumi sebagai bagian dari perkembangan ke arah yang lebih baik.

Bayangkan sebuah teknologi yang memungkinkan orang untuk bertukar kata di tempat yang berbeda jika dilihat sebagai rangkaian teknologi di bawahnya menjadi sebuah koleksi benda-benda yang saling terhubung dalam suatu kekacauan yang dilihat dari luar sebagai keteraturan (bahkan mungkin kenyamanan jika kedua orang yang terlibat memiliki hubungan emosional). Jika disederhanakan, maka teknologi yang terlibat dapat dikelompokkan menjadi Perangkat keras, Perangkat lunak, dan mekanisme dan media telekomunikasi (hal ini tidak akan dibahas mengingat telekomunikasi pun dapat dideskripsikan menggunakan HW dan SW).

Contoh produk yang termasuk perangkat keras adalah Prosesor. Kalau kita merefleksikan perkembangan arsitektur prosesor dan implementasinya, kita akan mendapatkan salah satu babak mengenai dua buah arsitektur yang menonjol yaitu CISC dan RISC. Arsitektur RISC dimunculkan akibat arsitektur CISC yang semakin lama semakin mengganggu (bloated, if i may say so) akibat kompleksitasnya. Salah satu alasan penentang CISC adalah pihak produsen CPU yang berbasis arsitektur CISC disinyalir melakukan praktek semi-monopoli yang lebih tepatnya membuat tuas untuk mengendalikan pasar CPU dan industri di atasnya. Walaupun pada akhirnya konsensus menyetujui bahwa arsitektur RISC lebih baik dari CISC dari beberapa parameter yang dianggap signifikan, saat ini kita masih menjumpai prosesor yang menggunakan arsitektur CISC (walaupun implementasi di dalamnya menggunakan RISC).

Dalam dunia perangkat lunak kejadian bloat bisa lebih radikal dibanding pada perangkat keras. Kunci penyebabnya terletak pada awal sejarahnya yaitu mesin turing yang dalam sebuah konjekturnya menyatakan bahwa hampir semua jenis ‘komputer’ dapat disimulasikan atau diemulasikan menggunakan mesin turing universal. Fenomena ini secara nyata sudah dijelaskan dalam dunia perangkat keras pada contoh prosesor di atas. Fenomena yang dijelaskan menggunakan mesin turing tersebut secara sederhana adalah memungkinkan kita untuk membuat infrastruktur komputasi sebagai kumpulan teknologi yang bertumpuk berlapis-lapis.

“so what? bukankah cara tersebut (tumpukan berlapis) bertujuan untuk mempermudah?”. Well, menjadi ignorant memang seringkali ‘menyenangkan’. Analogi dari tumpukan berlapis tersebut adalah birokrasi, agar dapat berjalan seperti yang diharapkan maka pada masing-masing lapisan dibuat batasan-batasan. Meskipun pembatasan tidak selamanya buruk, pembatasan pun tidak selamanya baik. Pertanyaannya adalah, sudah setinggi apakah tumpukan lapisan tersebut dan seberapa luas ruang ekspresi manusia dibanding ruang-ruang yang digunakan untuk membatasinya? kaitkan dengan jargon-jargon komputasi seperti cloud computing dan virtualisasi.

sebagai penutup, mari lihat salah satu contoh interpretasi dari jargon cloud computing yang memanfaatkan virtualisasi. The interpretation itself has nothing wrong with it, the problem is the implication related to computing in rural areas. Do we really gonna charge rural people for the bloated technology that we bring just for something that actually can have much leaner and cheaper implementation? if there’s no one to answer therefore i would be the first person to say NO. if we really would like to help them (not conversely, help ourself with burden sharing) then we should use our head to skim the technology first before we give to people in rural areas.

Sejarah Minangkabau

May 20th, 2009 by Edwards

Sejarah Awal

Bagaimana awalnya sejarah awal bangsa-bangsa yang mendiami Sumatera sebenarnya masih banyak yang kabur. Khusus untuk etnis Minangkabau, pada dasarnya memiliki kesamaan etnis dengan Melayu, jadi untuk menelusurinya mesti dihubungkan dengan asal usul etnis Melayu.

Konon, ketika Alexander the Great akhirnya sampai di India dalam rangka ekspedisi penaklukannya, dia dan anak buahnya menemukan bahwa India saat itu sudah berhubungan dengan suatu bangsa di selatan. Claudius Ptolemaeus (87 – 150 M) juga mencatat keberadaan negeri di timur bernama Argyre (artinya “kota perak”). Ahli sejarah menghubungkan Argyre ini dengan kerajaan Salakanagara di pulau Jawa sekitar 130 M. Selain itu, Ptolemaeus juga menggambarkan peta semenanjung Melayu (atau pulau Sumatera?).

Dari sana bisa disimpulkan bahwa bangsa-bangsa di Barat sudah sejak lama berhubungan dengan bangsa-bangsa di Asia Tenggara.

Sriwijaya

Dari catatan-catatan China, diketahui bahwa ada sebuah kerajaan bernama Mo Lo Yeu (Melayu) di antara Jambi dan Palembang sekarang. Mo Lo Yeu sudah berhubungan dengan dinasti Song di China. I Tsing dari China dalam perjalanaan menuju India sempat singgah di Mo Lo Yeu sekitar tahun 671 M, namun ketika singgah lagi ketika hendak pulang ke China, Mo Lo Yeu ternyata sudah di bawah kekuasaan Shih Li Fo Shih (Sriwijaya).

Dalam prasasti Kedukan Bukit (angka tahun 683 M), oleh M. Yamin ditafsirkan bahwa kerajaan Sriwijaya dibangun oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang pindah dari Minanga Tamwan. Namun, penafsiran yang lebih tepat sepertinya adalah bahwa Dapunta Hyang “pulang dari menyerang Minanga Tamwan dengan suka cita”. Alasannya, catatan I Tsing dari China menyatakan kerajaan Sriwijaya sudah ada pada tahun yang tertera di prasasti. Artinya, prasasti ini menceitakan kemenangan perang Sriwijaya menyerang sebuah kerajaan. Minanga Tamwan ini barangkali berada di sekitar sungai Kampar, dimana terdapat candi Muaratakus. Nama “Minanga Tamwan” ini juga diduga menjadi asal usul sebenarnya dari nama “Minangkabau”. Sejarawan Slamet Mulyana mengatakan bahwa Minanga Tamwan ini adalah ibukota kerajaan Melayu kuno.

Tahun 743, dari manuskrip China, dinyatakan bahwa pusat kerajaan sudah berpindah ke tanah Jawa. Hal ini dikarenakan terjadinya penggabungan kerajaan dimana putri dari Dharmasetu, raja Sriwijaya, menikah dengan Samaratungga, raja Mataram (dari dinasti Sailendra). Jadi Samaratungga adalah juga raja Sriwijaya. Samaratungga adalah raja yang membangun candi Borobudur (selesai dibangun 825).

Setelah beberapa waktu, terjadi perebutan kekuasaan antara dinasti Sailendra dengan dinasti Sanjaya. Pikatan (anggota keluarga Sanjaya) mengalahkan Balaputra (Sailendra), dan kemudian berkuasa di Mataram. Adapun Balaputra kembali ke Sumatera dan manjadi penerus raja Sriwijaya sekitar 852. Nama Balaputra juga tercatat dalam prasasti Nalanda di India (angka tahun 860 M).

Kerajaan Sriwijaya ini bertahan hingga 1025 diserang oleh kerajaan Chola dari India. Serangan ini membuat Sriwijaya melemah. Di hulu sungai Batanghari, di daerah yang sekarang bernama nagari Siguntur (kabupaten Dharmasraya, Sumbar) kerajaan Melayu yang pernah ditaklukkan Sriwijaya bangkit lagi dan mengambil alih kekuasaan Sriwijaya, dikenal mebagai Melayu Muda

Dharmasraya, Singosari, Majapahit

Kerajaan Melayu itu bernama Dharmasraya. Tak banyak kisah sejarahnya. Candi di Jambi belum banyak diteliti dan peninggalan-peninggalan di Siguntur juga tak banyak memberikan cerita. Namun yang jelas, konon ekspedisi Pamalayu yang dilancarkan Singosari tahun 1275 gagal menguasai kerajaan Dharmasraya ini. Mitos yang berkembang menyatakan kegagalan ekspedisi itu adalah karena Singosari kalah bertanding adu kerbau dengan Dharmasraya, dan mitos ini menjadi asal usul nama Minangkabau.

Kertanegara, raja Singosari, belakangan mengirimkan arca Amoghapasa untuk Maharaja Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa, raja Dharmasraya, sebagai tanda persahabatan. Kisah ini diceritakan di prasasti Padangroco. Bertepatan dengan jaman itu, dinasti Yuan (Kubilai Khan) menyerang Singosari, sedang di Singosari sendiri terjadi keributan. Jayakatwang membunuh Kertanegara. Raden Wijaya dibantu tentara Yuan menghabisi Jayakatwang. Setelah itu Raden Wijaya malah mengusir tentara Yuan dan kemudian membangun kerajaan Majapahit.

Di sekitar waktu itu juga, utusan Kertanegara baru kembali dari Dharmasraya, membawa dua putri bernama Dara Petak dan Dara Jingga. Karena Singosari sudah hancur, kedua putri itu pun diterima oleh Raden Wijaya yang sudah jadi raja Majapahit. Dara Petak menjadi permaisuri Raden Wijaya, dan melahirkan pangeran Majapahit bernama Jayanegara.

Adapun Dara Jingga, ia kembali ke Dharmasraya dalam keadaan hamil. Kenapa dia kembali tak diketahui. Ia kemudian melahirkan anak bernama Adityawarman. Menurut prasasti Kubu Rajo, ayah Adityawarman adalah Adwayawarman, nama yang mirip dengan Adwayabrahma, kerabat Raden Wijaya, yang terdapat di prasasti Padangroco.

Terakota yang diduga menggambarkan wajah Gajah Mada. Sumber: Wikipedia

Terakota yang diduga menggambarkan wajah Gajah Mada. Sumber: Wikipedia

Saat Adityawarman dewasa, Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa. Ia juga menyerang Dharmasraya dan menjadikan Adityawarman sebagai perwakilan penguasa Majapahit di Sumatera. Karena Adityawarman sebenarnya juga kerabat keturunan Raden Wijaya, maka ia pun mendapatkan jabatan tinggi di Majapahit.

Di Majapahit sendiri terjadi kemelut karena lemahnya kepemimpinan Jayanegara. Banyak pemberontakan yang terjadi, beberapa berhasil dipadamkan oleh Gajah Mada. Pemberontak Tanca berhasil membunuh Jayanegara, namun Tanca sendiri juga dibunuh oleh Gajah Mada. Sebenarnya Adityawarman berhak menjadi penerus kerajaan, namun Gajah Mada memprakarsai penobatan Jayawisnuwardhani (putri Raden Wijaya) sebagai ratu. Jayawisnuwardhani melahirkan Hayam Wuruk yang belakangan dinobatkan sebagai raja Majapahit. Karena kesempatannya hilang, Adityawarman kembali ke Dharmasraya tahun 1343, dan disanalah ia dinobatkan sebagai raja. Tahun 1347 ia menikahi putri raja Dharmasraya sebelumnya, dan resmi menjadi pelanjut dinasti Melayu Dharmasraya dengan gelar Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Mauli Warmadewa.

Minangkabau

Arca Amoghapasa menggambarkan Adityawarman yang ditemukan di Siguntur. Sekarang disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Sumber: Wikipedia

Arca Amoghapasa menggambarkan Adityawarman yang ditemukan di Siguntur. Sekarang disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Sumber: Wikipedia

Patung Adityawarman ditemukan di Siguntur, dan sekarang berada di Museum Nasional di Jakarta. Adityawarman juga menyisakan prasasti-prasasti yang tersebar di berbagai daerah, dan diantaranya bercerita tentang pemindahan pusat kerajaan dari Siguntur (sekarang di kabupaten Dharmasraya, Sumbar) ke Pagaruyuang (sekarang di kabupaten Tanah Datar, Sumbar). Inilah dia awal mula kerajaan Minangkabau.

Adityawarman diyakini sebagai peletak dasar sistem pemerintahan di Minangkabau. Menurut A. A. Navis, ada kemiripan antara sistem di kerajaan Minangkabau dengan Majapahit. Contoh kemiripan itu misalnya pemisahan wilayah luhak dan rantau. Luhak adalah 3 kawasan utama, terdiri atas luhak Tanah Data, luhak Agam dan luhak 50 Koto. Rantau adalah “kawasan pengembangan”, yang dihuni oleh masyarakat dari 3 luhak yang bermigrasi. Setiap luhak memiliki wilayah rantau yang berbeda, misalnya Pariaman adalah wilayah rantau Tanah Data, Tiku merupakan wilayah rantau Agam, dan Pasaman adalah wilayah rantau 50 Koto. Pimpinan di luhak adalah penghulu yang ada di setiap nagari, sedangkan pimpinan di rantau adalah seorang rajo atau raja kecil. Hal ini mirip dengan pola di Majapahit yang memisahkan wilayah dawahan (wilayah asli) dan mancanagara (wilayah taklukan).

Penerus Adityawarman (meninggal tahun 1375 M) adalah Ananggawarman. Gajah Mada sudah meninggal sebelumnya tahun 1364. Semasa Adityawarman masih hidup, Gajah Mada dan Majapahit tidak pernah mengusik kerajaan Minangkabau, walau jelas-jelas sudah “memberontak” dari penguasaan Majapahit (ingat kembali Sumpah Palapa). Setelah Adityawarman meninggal, sebuah upaya penguasaan kembali dilakukan. Majapahit menyerang tahun 1377 an berhasil menancapkan kekuasaan kembali. Namun, tahun 1389 Hayam Wuruk meninggal dan Majapahit mengalami kemunduran. Pagaruyung membebaskan diri dan sejak 1409 (setelah perang di Padang Sibusuak) benar-benar lepas dari kekuasaan Majapahit.

Namun, seiring waktu kekuasaan raja Pagaruyuang semakin lama semakin pudar. Entah memang sudah pudar sejak jaman Adityawarman (dengan artian, Adityawarman memang sengaja membuat sebuah sistem dimana posisi raja tidak terlalu berpengaruh terhadap masyarakat), atau memang pudar sebagai akibat sistem kemasyarakaatan Minangkabau itu sendiri. Secara sosiologis, masyarakat Minangkabau itu egaliter, sama sekali tidak mau terikat hanya pada satu orang. Di Minangkabau, para penghulu nagari lebih berperan dominan daripada raja Pagaruyuang. Beragam keputusan untuk nagari dihasilkan dari musyawarah penghulu, bukan dari titah raja. Demikian juga keputusan yang mengikat seluruh masyarakat Minangkabau, tidak bisa hanya dari titah raja saja. Makanya, jangan heran melihat apa yang dinamakan sebagai “istana” raja Pagaruyuang itu hanyalah berupa sebuah rumah gadang saja (walaupun lebih “wah” ketimbang seluruh rumah gadang lain di Minangkabau). Sangat berbeda dengan keraton raja-raja Jawa.

Ustano Basa Pagaruyuang sebelum terbakar beberapa waktu lalu. Istana ini sendiri sudah beberapa kali terbakar sejak pertama kali dibangun.

Ustano Basa Pagaruyuang sebelum terbakar beberapa waktu lalu. Istana ini sendiri sudah beberapa kali terbakar sejak pertama kali dibangun.

Minangkabau Islam

Tak banyak kisah tentang raja-raja Pagaruyuang setelah mangkatnya Adityawarman. Baru kemudian pada tahun 1560 ada kabar baru. Kabar yang menyatakan bahwa raja Pagaruyuang ketika itu beragama Islam, namanya Sultan Alif. Ini catatan pertama raja Islam berkuasa di Minangkabau, namun Islam sendiri barangkali sudah masuk ke Minangkabau jauh sebelumnya. Raja Sriwijaya sudah berkomunikasi dengan pimpinan dinasti Umayyah di Damaskus, dan karena Minangkabau ketika itu dikuasai Sriwijaya, tentunya ada sedikit persentuhan masyarakat Minangkabau ini dengan Islam. Hanya saja tidak terdapat bukti-bukti.

Selain itu, sejak abad 8 M pemukiman-pemukiman pedagang Arab dan India muslim sudah berkembang di Sumatera, terutama di wilayah Aceh yang strategis. Bahkan, kerajaan Islam pertama di Sumatera muncul yakni Samudera Pasai di Aceh tahun 1270. Diyakini dari Aceh lah Islam masuk ke Minangkabau. Aceh juga menguasai pesisir Sumatera Barat sejak abad 13 (atau 14?), mulai dari Aia Bangih (sekarang di Kabupaten Pasaman Barat) hingga ke Indopuro (sekarang kabupaten Pesisir Selatan).

Sejarah Islam Minangkabau sebenarnya sedikit terdistorsi. Dikatakan bahwa Syekh Burhanuddin ulama Minangkabau pertama yang menyebarkan Islam, tapi nyatanya Syekh Burhanuddin itu ada 2 orang. Yang pertama dimakamkan di sebuah tempat di timur Sumatera Barat sekarang, sedangkan Syekh Burhanuddin yang lain (dan lebih terkenal) dimakamkan di Ulakan, Pariaman. Syekh Burhanuddin yang pertama tampaknya lebih meyakinkan sebagai penyebar Islam pertama, karena makamnya diperkirakan sudah ada semenjak abad 13.

Tampaknya memang harus dilihat kenyataan bahwa Islam cukup lambat berkembang di Minangkabau. Tapi cukup menarik juga bahwa pada akhirnya Islam menjadi agama keseluruhan orang Minangkabau. Islam kemudian menyatu dengan adat Minangkabau, dimana ulama mendapat tempat sejajar dengan penghulu. Ulama-ulama asal Minangkabau juga terkenal ke seantero negeri. Konon, orang Minang lah yang dahulu meng-Islamkan masyarakat di pulau Mindanao, Filipina.

Namun Islam yang seperti apakah yang dianut itu? Nyatanya, ketika beberapa orang Tuanku (gelar adat Minang untuk ahli agama) pulang dari berhaji dan belajar di Makkah, mereka menilai Islam di Minangkabau perlu dimurnikan. Lahirlah gerakan Paderi yang kelihatannya terobsesi dengan gerakan Wahabi di tanah Arab. Gerakan ini menimbulkan ketegangan antara “kaum tua”, yakni penganut dan ulama Islam yang “status quo”, dengan kaum muda yang menginginkan pemurnian ajaran Islam.

Perang antara kaum Paderi dan kaum Adat (pro status quo) tak terelakkan. Namun kaum adat kelihatannya tak mampu mengimbangi gerakan Paderi, dan kemudian mereka meminta bantuan Belanda. Ketika menyadari bahwa Belanda adalah bajingan licik, kaum adat berdamai dengan kaum Paderi. Perdamaian ini menghasilkan kesepakatan Marapalam, dengan salah satu isinya: jargon “Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah.”

Paderi sendiri akhirnya dapat dikalahkan oleh Belanda, dan penjajah Eropa ini bercokol di Minangkabau hingga orang Jepang datang tahun 1940an. Walau demikian, Islam berkembang terus dan menemukan bentuk “modernisasi” yang tepat. Reformasi Islam a la Jamaluddin al Afghani dan Muhammad Abduh yang terakhir mendapat tempat di Minangkabau, dibawa oleh ayahnya Buya Hamka dan rekan-rekannya. Buya Hamka belakangan mengusung Muhammadiyah, yang hingga sekarang merupakan ormas Islam terbesar di ranah Minang.

Dari berbagai sumber. Mohon koreksi jika terdapat kesalahan :notworthy:

Tagged: minangkabau, sejarah

Protected: jelly

May 20th, 2009 by Dave Mangindaan

This post is password protected. To view it please enter your password below:


« Previous Entries