Tambah Satu pulau : Sulawesi

April 29th, 2009 by I Made Anantha

Bertambah satu pulau Indonesia yang sudah saya kunjungi. Kali ini saya berkunjung ke salah satu pulau besar Indonesia yaitu pulau Sulawesi. Saya berangkat ke Sulawesi dari pulau besar lainnya yaitu Kalimantan yang sementara ini menjadi kota domisili saya. Ditemani oleh dua orang teman saya dari Kalimantan, kami berangkat dari bandara Sepinggan Balikpapan menuju bandara Sultan Hasanuddin Makassar. keperluan kami pergi ke Sulawesi ini untuk melakukan ujian menjadi karyawan tetap suatu perusahaan. Setelah mencari tiket ke sana kemari, akhirnya kami berangkat juga menuju pulau Sulawesi. Kami bertiga berangkat di saat hujan melanda. Setiba di bandara kami masih harus menunggu lagi sekitar 1 jam. Akhirnya datang juga waktu keberangkatan dan juga perjalanan kami menuju pulau Sulawesi dimulai. Setelah menempuh penerbangan kurang lebih 1 jam, kami pun sampai di pulau Sulawesi tepatnya di bandara Hasanuddin. Layaknya pelancong yang baru datang di suatu objek wisata baru, kami pun mulai potret sana potret sini. Kekaguman kami akan pulau Sulawesi pun menjadi - jadi. Bandara hasanuddin memiliki pesona tersendiri. Bandara yang bersih, besar dan menarik. Bahkan teman saya berkata “ini lebih bagus dari bandara Sukarno Hatta”. Ya, bandara yang bagus sekali. Maklum saya agak udik. Keluar dari bandara kami dikejutkan oleh suara derungan pesawat tempur yang sedang berlatih. Pesawat tempur yang gagah terbang ke sana kemari menunjukkan manuver - manuvernya. Kagum oleh pemandangan pesawat dan luar bandara yang unik, kamipun mulai untuk mengabadikan gambar lagi. Terlihat layaknya turis, kami pun mulai didatangi oleh beberapa orang yang menawarkan kendaraan. Kami membutuhkan kendaraan untuk sampai ke tujuan kami yaitu tempat tinggal teman kami di Makassar. Maklum karena sibuk bekerja mereka tidak dapat menjemput kami. Tetapi tak apalah, kami pun memakluminya. Alhasil kami pun memulai petualangan yang mungkin tidak terlalu lama di kota perjuangan Sultan Hasanuddin. ( to be continued )

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, Menyesal Kurang Serius!

April 29th, 2009 by Enggar Subono
Saya ingin curhat lagi di postingan ini. Rasanya menyesal banget tidak serius ikutan kontes SEO lokal yang diadakan mas Pogung. Setelah Busby SEO Test, mulai tanggal 1 Februari 2009 ada kontes “Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009“. Kata kunci itu berhubungan dengan kondisi bangsa indonesia saat ini yang sedang ramai-ramainya mengadakan pemilu indonesia 2009. Awalnya saya [...]

stair

April 27th, 2009 by Dave Mangindaan

just like a tigress out of her lair,

how could i face u, or eve-n stare?

me behind the papers, simply bare

when we passed through the stair…

2009/4/27 was comparing #1 vs #3,

#1’s stair is so heartwarming coz it’s the start,

where #3’s so bloody cold, post-end

gimme the PII: S0142-9612(99)00137-4

Fix your registry

April 27th, 2009 by I Made Anantha

if you one who fond of trying program maybe tools following for you. for one who likes trying  software, maybe frequently install and uninstall program is not something that strange again. Sometimes softwares that have already uninstall haves files, which shall only be opened by that software. This condition happens because registry for software that have already uninstall was error. For example there is software that installed at your computer. software are referred become default editor for file that has been made. when you already uninstall that software ,  then when you open file that use that editor, its will be error.

You can speed up and fix all your computer errors in an instant by using the Registry Cleaner RegCure. Regcure provides a Free Scan to let you know how many errors are located in your Windows Registry. For example your .cfg file error. The majority of errors in CFG file formats and in the overwhelming majority of other file extensions are registry conflicts. Correcting your computer registry most likely will repair most of your problems with CFG files. With this software you can fix the problem.

RegCure the Leading Windows Registry Cleaner choosen because Easy-to-use interface,  Excellent backup and restore features, Optimum speed, performance and maintenance YOU control and other plus point.

webhosting geeks

April 27th, 2009 by I Made Anantha

Webhosting is a container that used by roof web developer to put its work result. At this time already many web hostings in the world. Every webhosting have their own strong product. Even region also influences how webhosting will growth.
webhostinggeeks.com is container to know in around existing web hosting. Begin at top 10 web hostings, best budget web hosting, best blog hosting and etc. This website will be facilitate how quality of your web hosting. At this web site there are also review for every webhosting either positive or negative value its.

may be this is one of the review about best budget web hosting which webhostingpad become the winner for 2009.

Webhostingpad.com continues to push forward the standard for excellence in Web Hosting. As a worldwide leader in hosting industry, WHP have been accredited with a number of awards and recognition for the continued efforts to provide top quality service to the customers.

WebHostingPad, Inc meets all BBBOnLine Reliability participation and Better Business Bureau membership standards and is authorized to display the BBBOnLine Reliability seal. (link : http://webhostinggeeks.com/bestbudgethosting.html)

Maybe this is just a info to you about how to measure and get rank about your webhosting provider.

Science of Love

April 26th, 2009 by Wahyudi Arifandi
Barusan blog walking, nemu puisi yang indah di blog nya Pak Armein:
http://azrl.wordpress.com/2009/04/07/loving-you/

Bagian yang paling saya suka di puisi tsb:
Do you realize that you have crafted a new science of love? That one plus one is infinity. You plus me is everything. Two minus one is empty. Everything minus you is nothing…?


Science pun mengerti cinta.. hehehe...
It is so sweeeet... :">

Mengetahui port yang open atau listen di linux

April 26th, 2009 by Cecep Mahbub

Tips kali ini, kita ingin mengetahui open atau listen di linux. Cara pertama, bisa menggunakan netstat.

sudo netstat -nap

Yang kedua, bisa menggunakan lsof

sudo lsof -i -n -P

Contoh output perintah di atas:

root@vmac:~# lsof -i -n -P
COMMAND     PID  USER   FD   TYPE DEVICE SIZE NODE NAME
dhclient3  2923  dhcp    4u  IPv4   7488       UDP *:68
dhclient3  3852  dhcp    4u  IPv4   7504       UDP *:68
sshd       4326  root    3u  IPv6  11462       TCP *:22 (LISTEN)
sshd       4590  root    3u  IPv6  11962       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57292 (ESTABLISHED)
sshd       4592 cecep    3u  IPv6  11962       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57292 (ESTABLISHED)
sshd      11639  root    3r  IPv6  29815       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57509 (ESTABLISHED)
sshd      11961 cecep    3u  IPv6  29815       TCP 192.168.56.101:22->192.168.56.1:57509 (ESTABLISHED)

Silahkan ketik perintah man netstat atau man lsof untuk mengetahui lebih detail dari opsi-opsi yang digunakan di atas.

PPLN Singapore

April 26th, 2009 by Wahyudi Arifandi
Kinerja PPLN Singapore - http://www.pplnsingapura.org/ - ternyata lebih baik daripada KPU dalam negeri. Setidaknya begitu kesan pertama yang saya peroleh saat berinteraksi dengan mereka.
PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri), merupakan perpanjangan tangan KPU dalam menyelenggarakan pemilihan umum legislatif dan presiden di luar wilayah kedaulatan Indonesia.

Jadi ceritanya, saya mengirimkan email kepada pihak PPLN, menanyakan apakah saya masih bisa mendaftarkan diri agar dapat berpartisipasi dalam pemilu presiden.. pada pemilu legislatif saya tidak terdaftar pada DPT (Daftar Pemilih Tetap), sebab pendaftaran sudah berakhir pada november2008. Saat itu saya belum berdomisili di Singapore.

Saya mengirimkan email pada hari kamis April9th sore, tepat saat pemilu legislatif sedang berlangsung. Hari Jum'at nya adalah hari libur nasional di Singapore.
Pada hari Senin nya, PPLN Singapore langsung menanggapi email yang saya kirimkan. Pada hari itu, saya dan PPLN beberapa kali saling berikirim email. Dari tanggapan yang diberikan oleh pihak PPLN, dapat dilihat bahwa mereka memang profesional dan amanah dalam menjalankan tugas nya. Semoga pendapat saya tidak salah.
Dan kita lihat nanti, apakah nama saya akan terdaftar di DPT pemilu presiden 2009. Semoga saya tidak menarik pujian yang telah saya berikan kepada mereka... :)


Berikut kutipan surat menyurat yang telah saya lakukan dengan PPLN Singapore.

2009/4/13 me <me@gmail.com>:
> Terimakasih, informasi ini akan saya teruskan ke teman2 di kantor.
>
>
> ---
> me
>
>
>
> 2009/4/13 PPLN Singapura <registrasi@pplnsingapura.org>:
>> Tentu saja bisa. Silahkan kirim email saja dengan melampirkan data tersebut.
>> Dan tujuan untuk pemilu presiden.
>>
>> Terima Kasih
>>
>> 2009/4/13 me <me@gmail.com>
>>>
>>> Berikut data saya:
>>>
>>> Nama Lengkap: ***
>>> No. Paspor: ***
>>> Alamat di Singapore (sesuai EP): ***
>>>
>>> Masih ada beberapa orang teman di kantor saya yang juga baru mulai
>>> berdomisili di Singapore Januari ini, dan tentu saja belum terdaftar
>>> juga di DPT KBRI Singapore. Apakah mereka juga bisa mendaftarkan diri
>>> dalam DPT untuk pemilu presiden 2009 dgn mengirimkan data (nama
>>> lengkap, no paspor, dan alamat) seperti yang saya lakukan ini?
>>>
>>> Terimakasih atas tanggapan yang cepat dari PPLN Singapura.
>>>
>>>
>>> ---
>>> me
>>>
>>>
>>>
>>> 2009/4/13 PPLN Singapura <registrasi@pplnsingapura.org>:
>>> > Yth me
>>> >
>>> > Mohon sertakan nama lengkap,no paspor, dan alamat saudara.
>>> >
>>> > Terima Kasih
>>> >
>>> > 2009/4/9 me <me@gmail.com>
>>> >>
>>> >> Salam,
>>> >>
>>> >> Saya telah berdomisili di Singapore sejak Januari2009.
>>> >> Saat ini saya tidak terdaftar di DPT untuk pemilu legislatif.
>>> >> Masih bisakah saya mendaftarkan diri untuk pemilu presiden? Bagaimana
>>> >> cara mendaftarkan nya?
>>> >>
>>> >> Thanks
>>> >>
>>> >> ---
>>> >> me

Varicella Simplex [part2]

April 26th, 2009 by Wahyudi Arifandi

Klimaks

t(2), tidak yakin dgn hasil diagnosa dokter di klinik jurong point, pagi itu saya ke klinik dokter di dover. Akhirnya positif saya divonis disinggahi oleh varicella zoster.
Dokter memberi mc leave selama 3 hari, dan pada t(4), saya diminta datang utk check up. Beliau meresepkan antivirus acyclovir (2 tablet setiap 3-4 jam, 5 kali sehari), paracetamol (2 tablet 4x sehari, diminum selama demam dan terasa nyeri di tubuh), dan lotion calamine (dipakai malam hari apabila terasa gatal di daerah vesicula). Pagi itu suhu tubuh masih 38+. Malamnya suhu saya sudah 37+ sudah dalam toleransi lah... namun nyeri di tubuh meningkat drastis. Terutama di bagian dada dan liver, diikuti juga dengan sakit kepala, sempat juga berpikiran yang aneh2. Malam itu nyaris gak bisa tidur karena menahan rasa sakit. Kata dokter dan hasil2 googling demam tinggi dan nyeri yang saya rasakan adalah hal yang biasa sebagai efek yg ditimbulkan cacar air, pada orang dewasa efek tersebut memang lebih berat dibandingkan anak2, lumayan membuat diri tenang.
Jumlah vesicula yang muncul mulai bertambah banyak, tersebar di dada, punggung dan perut. Untung teman2 di flat sudah pernah kena cacar air, jadi kekebalan alami tubuh mereka dapat diandalkan agar tidak tertular lagi. Dan hingga saat ini ternyata tidak seorang pun yang tertular.. :) bahkan teman satu kamar sekalipun.. Alhamdulillah, saya tidak menularkan penyakit ke orang lain.
Mengenai penggunaan acyclovir, yang saya dapat dari google dan dokter di Indo, juga ada beberapa versi yang bertentangan. Entahlah saya termasuk beruntung atau tidak karena menjalani terapi acyclovir. :D

Selama varicella zoster beraktivitas di dalam tubuh, saya tetap mandi dua kali sehari. Tentang ini, masyarakat kebanyakan bilang tidak boleh mandi selama cacar masih di tubuh, tapi kata dokter dan sumber2 di internet katanya sih harus tetap mandi spy tubuh tetap bersih sehingga tidak terjadi infeksi sekunder pada cacar.... hehehe... Saat mandi harus berhati2 supaya vesicula tidak pecah, karena kalau pecah bisa menyebabkan infeksi sekunder dan bekas nya bakal susah hilang. Kalau masih demam tinggi memang sebaiknya jangan mandi dulu... Saya mandi dengan air hangat, supaya suhu air nya tidak kontras dengan tubuh yang sedang demam. Harus dipastikan bahwa mandi dengan air yang bersih, agar tidak terjadi infeksi pada vesicula. Untung saja air di sini terjaga kesterilan nya (bahkan aman langsung di minum), jadi saya tidak perlu khawatir.

Walaupun dalam kondisi fisik sedang lemah, seprai dan selimut saya usahakan agar di cuci setiap hari, hal ini juga dalam rangka menjaga kebersihan tubuh dan tempat tidur. Pokoknya di jaga agar tubuh tetap bersih supaya tidak terjadi infeksi sekunder.

Selama terkena cacar, saya tetap menggunakan kipas angin atau AC... dan gak kenapa2.. coz di dalam masyarakat jg ada yang bilang supaya tidak boleh terkena angin.

Tidak ada pantangan makanan apa pun.. Semua makanan saya lahap... Pokoknya kondisi tubuh harus di buat se prima mungkin dengan asupan gizi yang seimbang.

Selama terkena cacar, hindari kontak dengan orang lain.. terutama anak2 dan ibu hamil.. karena bisa fatal. Saat pergi ke klinik, saya tidak menggunakan transportasi umum... meskipun kondisi fisik sedang lemah, saya pergi dengan berjalan kaki dan menghindari orang ramai. Yah.. biasakan lah untuk good behave.. :)

Most recomended.... kalau lagi kena cacar air, sebisa mungkin ada yang nge rawat.. :) gak enak banged ngapa2in dilakukan sendiri. Kalau lagi ngerasa sakit juga jadinya ngomong ke diri sendiri ajah.. heheh.. Mau bersih2 tempat tidur juga sendiri, mau masak sendiri, ke klinik sendiri... kalau mau coba silahkan sajah ^_^ , latihan survive... Masih bisa dipaksa2kan dengan tenaga yang tersisa lah... walaupun gimana gitu... :p
Saya masih bersyukur, keluarga memberikan support melaui telp dan sms.. perhatian banged lah, ampir tiap hari nanyain kabar. Mereka sebenarnya pengen datang dan ngurus2in, tapi saya bilang masih bisa meng-handle, tidak perlu lah datang., lagian adek ku juga lagi butuh perhatian di Indo, coz lagi banyak ujian2... maklum dah kls 3 sma.
Teman2 indo di sini jg bersedia membantu.. membelikan bahan makanan di supermarket, mengantarkan ke klinik saat malam pada t(2). memberikan olahan bahan alami untuk penghilang gatal, dan mereka juga tidak keberatan tetap tinggal satu flat dengan diriku selama aku sakit... bahkan rommate ku juga biasa2 ajah. Lagian mereka juga sudah pernah terserang, dan kemungkinan utk terkena yang kedua kalinya relatif kecil, karena tubuh telah memiliki daya tahan.
Beberapa teman yang di indo juga menemani saya ngobrol, dan memberikan support moral melalui ym, sms,....
Terimakasih kepada seluruh rekan2 yang telah membantu saya selama sakit.. , memberi bantuan moral dan yang paling pentingtelah mendoakan supaya lekas sembuh... :)
Jazakumullaahu..

t(3), suhu tubuh saya sudah kembali normal dan nyeri di sekujur tubuh juga sudah kembali ke dalam batas toleransi (masih agak nyeri sedikit)...
Nah pad fase ini, saya merasakan puncak gatal2 di sekitar vesicula,.. Namun saya sekuat mungkin menjaga supaya tidak menggaruk. Saat tidur menggunakan sarung tangan untuk menghindari auto-garuk secara tidak sadar. Gatal nya gataaaall banged,.. susah di ungkapkan dengan kata2.. JANGAN SAMPAI MENGGARUK!!!
Vesicula kecil juga muncul beberapa di rongga mulut dan terasa seperti sariawan sehingga mengurangi selera makan.. tapi ingat.. harus tetap makan..

t(4), rasa gatal sudah mulai berkurang.. nyeri sudah hilang , dan demam sudah hilang. Hari itu saya kembali ke dokter di klinik dover road untuk berkonsultasi dan check up.
Dokter kembali memberikan terapi acyclovir, beliau juga memberikan ctm untuk mengurangi rasa gatal (cuma saya makan beberapa kali saja, karena tidak lagi gatal), dan obat kumur untuk mengobati vesicula di rongga mulut (tidak saya gunakan)... hehe.. jangan ditiru, berusaha lah untuk patuh pada dokter yah.. :)
Namun untuk acylovir, saya minum secara teratur sesuai petunjuk dokter.
Dokter memberikan tambahan 3 hari lagi mc leave, dan meminta saya datang pada t(7).

t(5), imunitas tubuh mulai terbentuk, dan antivirus juga tampak mulai bekerja. Di sikitar vesicula terlihat berwarna merah dan terjadi peradangan sebagai tanda bahwa aktifitas vz telah ter isolasi. Vesicula baru juga berhenti muncul, calon2 vesicula yang masih sangat kecil (papila) langsung mati dan meninggalkan bekas hitam spt bekas luka sebesar jarum, dan hilang kemudian dengan mudah.
Cairan didalam vesicula juga sudah mulai berubah menjadi keruh (awalnya bening).
Vesicula terisolasi hanya terkonsentrasi di kulit kepala, dada, perut, dan punggung.. di bagian lain tubuh sedikit sekali... Alhamdulillah.. :)

t(5), pada hari ini.. tenaga sudah mulai kembali... sebuah kemajuan...

t(6), check up yang ketiga kali dan terakhir kali nya ke dokter.. Beliau memberikan terapi acyclovir untuk terakhir kalinya. Dan memberikan antibiotik... Saya hanya minum acyclovir saja.. *) jangan di tiru....
hehehe
Semoga saja ginjal saya gak kenapa2 minum banyak obat.. terutama terapi selama 8 hari bersama antivirus acyclovir...
Perlu diingat supaya minum air yang lebih banyak daripada biasnya, hingga masa penyembuhan supaya membantu kerja ginjal akibat minum obat2an.
Dokter memperpanjang mc leave hingga t(13), sehingga saya masuk kerja lagi pada t(14). Namun... aktual nya, saya masuk kerja pada t(13) ... bertepatan dgn hari senin... :p nanggung lah..
Jadi saya menghabiskan 7 hari kerja untuk mc leave selama bersama vz.



Antiklimaks

t(7) hingga t(12) merupakan masa penyembuhan... vesicula berubah menjadi crusta (seperti bekas luka) selama hari tersebut.. dan di nantinya akan terkelupas dengan sendirinya sebagaimana luka pada kulit. Untuk vesicula yang mengalami infeksi sekunder, butuh waktu agak lama menghilangkan bekas nya di kulit.


Epilog

Alhamdulillah saya sudah kembali normal... :)
Humm.. hikmah yang dapat di ambil antara lain:.. dengan terkena cacar air pada saat itu adalah, saya akan bisa merawat istri atau pun anak nantinya apabila mereka terkena cacar air juga (semoga gak kan kena).... karena saya telah memiliki kekebalan alami.. insyaAllah....
Selalu ikhtiar, doa, dan tawakkal dalam segala hal.. termasuk saat sakit supaya lekas sembuh.
may we always survive everywhere and everytime...

Varicella Simplex [part1]

April 26th, 2009 by Wahyudi Arifandi
Prolog

Varicella Simplex, lazim juga dikenal dengan istilah Cacar Air, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster.

Tampaknya telat bagi diriku, disinggahi varicella zoster pada awal usia 25 tahun. Kado yang 'indah' buat ulang tahun ku.... :) Sementara teman2 yang lain kebanyakan sudah pernah kena saat masih kecil.
Baiklah, melalui tulisan ini saya akan berbagi pengalaman sekitar dua pekan bersama varicella zoster yang nge-gemesin.
Tulisan ini saya bagi menjadi part1 dan part2.


variable yang digunakan:
vz, variable yg mengacu ke varicella zoster.
t(i), i E integer, merupakan hari yg relatif sejumlah i-hari terhadap probabilitas proyeksi mulai aktif nya vz.
mc leave (medical certified leave), izin tidak masuk kerja karena sakit


Gejala

Penetapan t(0), didefinisikan pada hari saat saya telah merasakan bahwa saya memang telah menderita suatu penyakit yang butuh perhatian khusus.. *) sekalian di pas2in dgn hari ulang tahun ku.. :p

Kisah ini dimulai pada t(-2), sore itu saya jalan2 dgn teman sekedar refreshing sambil makan duren, sudah cukup lama tidak menikmati buah asli indonesia tersebut. Malam harinya, perjalanan dilanjutkan di sepanjang city hall, esplanade, dan raffless. Kebetulan malam itu bertepatan jg dgn earth hour, beberapa (red: sangat sedikit, limit menuju 0), listrik di kota singa ini pun dipadamkan untuk memperingati earth hour selama satu jam. Entah lah apakah acara simbolis tersebut memang efektif. Saat ini tampaknya memang sedang trend terhadap hal yang bersifat simbolik. Whatever, malam itu saya menghabiskan waktu bersama sekitar 11 orang teman sesama indo hingga pukul 11am di seputar esplanade, tempat simbolik peringatan earth hour. Malam itu saya memang sudah merasa kurang enak badan, terbersit di pikiran saya kemungkinan hanya masuk angin sahaja. Beberapa hari sebelumnya yaitu pada sekitar t(-5) < t < t(-2) saya merasa tidak se fit biasanya.

Esoknya, sepanjang t(-1) saya menghabiskan waktu seharian di flat, dengan maksud untuk beristirahat agar besoknya dapat memulai awal pekan dengan kondisi yg prima kembali. Malam harinya saya masih sempat berbelanja kebutuhan harian di vivo city bersama teman flat.

Pada t(0) sore, saya merasakan kondisi tubuh memburuk drastis. Sudah mulai merasakan demam ringan dan pusing. Saya mulai berpikir tampaknya ada yang salah dgn kondisi kesehatan. Sore itu, saya pulang dari kantor agak sedikit cepat dari biasanya. Setelah sedikit istirahat, makan malam, dan minum paracetamol di flat, suhu tubuh mulai bergerak mendekati normal dari arah kanan. Dan disekujur tubuh terasa nyeri2.

Keesokan harinya, pada t(1), saya sudah merasa mulai membaik, hanya demam ringan dan sedikit pusing, masih dalam batas toleransi pribadi lah. Pun juga masih berangkat kerja. Pada sore hari nya, saya merasa sangat kedinginan dan menggigil. Tampaknya hal ini sebagai akibat kontras suhu rendah yang dihasilkan aircon ruangan kerja dgn panas yang tidak normal dari dalam tubuh. Akhirnya diputuskan lah untuk ke dokter. 05.30am, dengan perjuangan yang berat akhirnya saya tiba di klinik dover road. Namun apa hendak di kata, ternyata klinik nya tutup... :( Saya memutuskan utk kembali ke flat. Setiba di flat pukul 06.00am sholat ashar dan langsung tepar di tempat tidur. Suhu tubuh ku terus terasa naik (dah kayak cacing kepanasan).. saat di ukur ternyata sudah mencapai 39+. Klinik yang masih buka lokasinya jauh dari flat. Beresiko kalau berangkat sendiri, aku minum paracetamol lagi untuk menurunkan suhu tubuh.. panas nya dah lewat toleransi... :(( udah gk tahan..
Akhirnya pada pkl 08.30am, teman ku sudah di flat.. bersama salah seorang teman flat, saya berangkat ke klinik di jurong point. Oh iya, sebelum ke klinik aku telah menemukan sebuah vesicula (rongga berisi cairan di bawah lapisan epidermis pada permukaan kulit). Aku sempat berpikir kemungkinan terkena campak atau cacar air. Saat diperiksa oleh dokter, ia hanya mengatakan demam biasa... bahkan setelah ku perlihatkan vesicula. Payah juga tuh dokter...
Beliau memberi saya 1hari mc leave, dan meresepkan obat paracetamol, lotion kulit (utk vesicula), obat penghilang mual (coz sempat nge rasa agak2 mual jg)... aku yakin nih dokter salah diagnosis. Obat nya gk kuminum, saya cuma minum paracetamol untuk menurunkan suhu tubuh dan menghilangkan rasa nyeri di tubuh. Bisa bahaya klo suhu ku tembus 40celcius. Akhirnya saya stabil di suhu antara 37 dan 38+, baru sekitar jam 2pm bisa tertidur.

[cont...]

Maliq & D’Essentials - Mata Hati Telinga

April 26th, 2009 by Anggriawan Sugianto
Bulan lalu, tepatnya 6 Maret 2009, band Indo favorit saya, Maliq & D'Essentials, akhirnya merilis album ketiga mereka, judulnya "Mata Hati Telinga". Bagi para penggemar musik pop-jazz, saya pikir wajib untuk mendengarkan lagu-lagunya. Dan tentu saja, musik yang dibawakan Maliq & D'Essentials ini jauh berkualitas dari band-band Indonesia lainnya, yang kebanyakan beraliran pop-mellow, brrr.. :|

Sedikit OOT, nama band "Maliq & D'Essentials" ternyata tidak seperti saya bayangkan sebelumnya, yang saya kira memiliki makna mirip "Yovie & The Nuno" atau "Andra & The Backbone". Ternyata Maliq itu bukanlah nama orang, tetapi singkatan dari Music And Live Instrument Quality. Beranggotakan 7 orang personel (2 vokalis, drummer, gitaris, basis, keyboardis, dan terompetis (?) :P), band ini mengaku di halaman facebook-nya membawakan musik bergenre organic (?). Ada yang bisa jelasin definisi musik "organic" itu bagaimana?? :)

BTT, sayangnya, album "Mata Hati Telinga" ini hanya berisi 6 lagu saja. CD originalnya pun jadi terasa lebih mahal ;| hehe. Bandingkan dengan album "1st" yang berisi 12 lagu atau album "Free Your Mind" yang berisi 14 lagu.  Meskipun demikian, lagu-lagu di album ini bisa dibilang keren semuanya! Saya beri rating 5/5 deh ;-). Keenam lagu tersebut yaitu:
  1. Aura
  2. Luluh
  3. Kita Jatuh Cinta
  4. Pilihanku
  5. Coba Katakan
  6. Mata Hati Telinga
Untuk lagu terfavorit, saya pilih "Pilihanku" dan "Luluh", dengan rating 6/5 :P. "Aura" dan "Kita Jatuh Cinta" juga sangat enak didengar apalagi kalau hati si pendengar sedang berbunga-bunga. Saya saja almost like being in love mendengarnya, padahal suasana hati sedang datar ;D. "Coba Katakan" ini lagu berlirik mellow dengan musik yang gak mellow, pas. "Mata Hati Telinga" cukup punya pesan moral bagi anak-anak muda. Kesimpulannya, album ini recommended! Apalagi kalau nanti ada versi repackage nya (berharap 1 CD itu ditambah lagu-lagu lain lagi ;-), pastinya akan sangat recommended! Saya harap saya bisa menonton live performance mereka lagi. Syukur-syukur kalau bisa gratis seperti tahun lalu saat mereka 1 panggung bareng Ari Lasso di campus center itb.. hehe..

Bonus untuk postingan ini, saya lampirkan semua lirik lagu Maliq & D'Essential di album "Mata Hati Telinga". Semoga gak ada yang salah denger.. hehe.. cheers... :-)

AURA
terlihat dari matamu, begitu kau inginkanku
terlihat dari gerak-gerikmu, katakan semua maksudmu
tak usah kau menahan rasa, aku di sini pun tak mampu
tak usah ragu tuk melangkah, dekatiku kuinginkanmu

aura, aura malam ini tercipta
untuk, untuk kita berbagi cinta
aura, aura malam ini tercipta
hanya, hanya untuk kita berdua

kurasa getaranmu, ku tau pun kau menginginkanku
kurasa yang berbeda, ku ingin tau apa maumu
bukan aku yang menahan rasa tapi, ku ragu tuk memulainya
bukan aku tak mau melangkah tapi, ku rasa ku tak berdaya

aura, aura malam ini tercipta
untuk, untuk kita berbagi cinta
aura, aura malam ini tercipta
hanya, hanya untuk kita berdua

biarlah malam ini sesuatu terjadi
mungkin awal sesuatu yang berarti
jika malam ini takkan terulang lagi
jangan berakhir

aura, aura malam ini tercipta
untuk, untuk kita berbagi cinta
aura, aura malam ini tercipta
hanya, hanya untuk kita berdua

kita berdua, berbagi cinta
aura tercipta, untuk berdua
kita berdua, berbagi cinta
aura tercipta, untuk berdua

LULUH
oo.. haruskah aku pergi
salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya

katakan berapa dalam kau ingin aku masuk di kehidupanmu
oo.. katakan berapa jauh kau ingin aku ada di hari-harimu
bagaimana pantasnya.. bagaimana..

oo.. haruskah aku pergi
salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
oo.. setiap kau tersenyum
membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

tak pernah semudah itu aku mengerti apa yang kita jalani
meski akhirnya semudah itu hatiku luluh kembali ke pelukanmu
bagaimana pantasnya.. bagaimana..

oo.. haruskah aku pergi
salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
oo.. setiap kau tersenyum
membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

apalah yang diharapkan, bila tak ada tujuan
mungkin hanya kesenangan, yang membuat kita terus bertahan

oo.. haruskah aku pergi
salahkah bila ku di sini tak peduli keadaannya
oo.. setiap kau tersenyum
membuatku melupakan dunia nyata, tetap di sini

KITA JATUH CINTA
pejamkan kedua matamu, sambutlah hangat dalam pelukku
denganmu aku ingin mulai semua hasrat yang getarkan jiwa
aku pun menginginkanmu, berbagai rasa yang menancap
tak perlu kuucap kata, biarkan mengalir apa adanya

biarlah cinta membawa kita ke sana
dalam dunia ini hanya kita berdua
untuk selamanya atau hanya sesaat
yang ku tau kini kita jatuh cinta

katakan semua maumu, malam ini semua tentangmu
bawalah ku jauh ke alam hayalmu yang terindah, yang pernah kau bayangkan

biarlah cinta membawa kita ke sana
dalam dunia ini hanya kita berdua
untuk selamanya atau hanya sesaat
yang ku tau kini kita jatuh cinta

ku tau kau pun merasakan, kita terbawa suasana
terungkaplah semua rasa bila kita memang sedang jatuh cinta

biarlah cinta membawa kita ke sana
dalam dunia ini hanya kita berdua
untuk selamanya atau hanya sesaat
yang ku tau kini kita jatuh cinta

yang ku tau kita kan ke sana..
yang ku tau kita jatuh cinta..

PILIHANKU
berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata
dengan beribu cara cara kau slalu membuat ku bahagia
kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan
yang benar-benar ku inginkan hanyalah
kau untuk slalu di sini ada untukku

maukah kau tuk menjadi pilihanku
menjadi yang terakhir dalam hidupku
maukah kau tuk menjadi yang pertama
yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata

oh, izinkan aku memilikimu, mengasihimu
menjagamu, menyayangimu
memberi cinta, memberi semua yang engkau inginkan
selama aku mampu aku akan berusaha
mewujudkan semua impian dan harapan
tuk menjadi kenyataan

maukah kau tuk menjadi pilihanku
menjadi yang terakhir dalam hidupku
maukah kau tuk menjadi yang pertama
yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata

jadilah yang terakhir
tuk jadi yang pertama
tuk jadi selamanya

maukah kau tuk menjadi pilihanku
menjadi yang terakhir dalam hidupku
maukah kau tuk menjadi yang pertama
yang slalu ada di saat pagi ku membuka mata

jadilah yang terakhir
tuk jadi yang pertama
tuk jadi selamanya

COBA KATAKAN
coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan
menuju suatu alasan
janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan
dari apa yang dijalankan

aku tak ingin terus berdiam memandangi harapan
terlena akan manis cinta dan menuju kecewa
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

coba coba katakan kepadaku sekali lagi
bila kita memang benar akan ke sana
buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa
menunjukkan bahagia

aku tak ingin terus berdiam memandangi harapan
terlena akan manis cinta dan menuju kecewa
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

habis sudah semua rangkai kata
tlah terungkap semua yang kurasa
yang kuingin akhir yang bahagia

aku tak ingin terus berdiam memandangi harapan
terlena akan manis cinta dan menuju kecewa
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

kuinginkan satu tujuan
sebuah kenyataan, bukan impian
bukan harapan, bukan alasan
satu kepastian, cobalah katakan
cobalah katakan.. cobalah katakan..

MATA HATI TELINGA

satu cerita tentang manusia
coba tuk memahami arti cinta
benarkah cinta di atas segalanya
hanyakah itu satu-satunya

yang menjadi alasan untuk menutup mata
tak melihat dunia yang sesungguhnya
dan menjadi jawaban atas semua tanya
yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia

buka mata hati telinga
sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta
yang kau inginkan tak selalu
yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
cobalah untuk membuka mata hati telinga

adakah kau rasakan kadang hati dan pikiran
tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang kan datang
hikmah dari semua misteri yang tak pernah terpecahkan

buka mata hati telinga
sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta
yang kau inginkan tak selalu
yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
cobalah untuk membuka mata hati telinga

buka mata hati telinga
buka mata hati telinga
coba kau buka mata hati telinga
mata hati telinga

Juni-Juli-Agustus (Bagian Tiga)

April 25th, 2009 by Aulia Ibrahim Yeru
Gila yah. Baru nulis dua aja capeknyo. Huehahahha.
Tapi ya sambil ngisi waktu luang yang sebenarnya dihasilkan dari penundaan tugas, ya boleh juga ya bikin ginian lagi. Mengingatnya lumayan sulit ternyata, ternyata lebih mudah menulis pengalaman TPB ya..heueheuheu.
Oke, Juni-Juli-Agustus di tahun 2007, adalah sebuah titik yang penting, dalam banyak hal. Hal ini disebabkan angkatan 2005 sudah mulai memegang tampuk kepemimpinan dalam banyak pos. Keterlibatan saya muncul ketika saya masuk ke dalam Kementerian PSDM, saat itu posisi saya adalah Manajer SDM.
Akhirnya dimulai juga iya, seperti tahun sebelumnya, mulai diadakan open recruitment Ketua OSKM 2007 (ya, Anda tidak salah baca, namanya OSKM). Ohya saya ingat, embel-embel OSKMnya begini, "OSKM atau apapun namanya nanti". Memang OSKM'06 kemaren membuat orang tidak begitu mensakralkan lagi nama OSKM.
Entah ada apa saat itu, yang jelas kondisi kampus tidak begitu seantusias tahun kemarin. Banyak kasus yang mengiringi, sebelum OSKM 2007 ini dimulai, sehingga perhatian mungkin banyak teralihkan. Seperti kasus pelarangan parkir di dalam Kampus, kasus kecelakaan pasca Inisiasi KMSR, dan lain-lain. Ini menurut saya, membuat perhatian Kampus lebih banyak tercurah kepada kasus-kasus yang lain, yang tentu lebih panas.
Singkat cerita, akhirnya pemilihan ketua OSKM 2007 itu datang. Calon ketua waktu itu hanya satu, saking cuma satu doang, akhirnya dibuat forum bersama himpunan-himpunan, biar ada calon lain atau engga. Nah, akhirnya di suatu ruangan di pojokan kampus belakang yang katanya menyeramkan, dikenal dengan ruangan Kongres, dimulailah penilaian Ketua OSKM 2007. Saya lupa komposisinya saat itu. Ada petinggi Kabinet KM serta orang yang terlibat OSKM 2006 kemarin. Dengan calonnya yang masih satu. Iya, masih satu.
Sebenarnya penilaian ini sedikit nekat juga. Biasanya penilaian Ketua OSKM dilakukan bersama elemen kampus yang lain, tapi tampaknya, demi efektifitas (dan mungkin karena para pejabat Kabinet lumayan menokoh), akhirnya penilaian itu dilakukan oleh Kabinet saja. Kalo g salah sih, sebenarnya muncul calon satu lagi, tapi entah kenapa dia tidak mengajukan diri, terdengar juga nada sumbang bahwa alasan si calon satu lagi tidak jadi mengajukan diri dikarenakan suatu aktivitas berinisial depan "K", berinisial belakang "P".
Akhirnya sang ketua pun terpilih.
Iya terpilih.
Terpilih kok belum heboh ya?
kok kampus "krik krik" banget sih?
loh perasaan udah mau lewat kok sepi aja ya?
nama ganti ke PMB (Penyambutan Mahasiswa Baru) perasaan ga heboh-heboh amat ya?
Hoya ngomong-ngomong soal PMB, sebenarnya sempat diwacanakan nama pengganti OSKM. Karena engga ketemu-ketemu namanya jadi PMB saja. Pas ketuanya ditanya, kok ga seru banget namanya, wajahnya langsung muram, "yaudahlah namanya ini aja, pusing." Begitulah kira-kira.
Iya, kampus sepi akan dinamisasi atas apapun. Aneh banget. Padahal kondisi Panitia bukannya baik. Infrastruktur panitia belum beres, danus tidak jalan, proposal belum jadi, panitia lapangan sangat minim (diklat pertama yang hadir tidak lebih dari 50 orang).
Tetapi kampus tetap sepi. Sebenarnya bibit-bibit kejanggalan mulai naik ke permukaan ketika IMG (Ikatan Mahasiswa Geodesi) merasa aneh dengan cara kerja yang dilakukan oleh Panitia. Pasalnya, Panitia telah menetapkan bentuk acara dari OSKM ini. Dengan Open House Unit yang digabungkan ke dalam panitia PMB, maka panitia saat itu pikir jika Unit dibikinin Open House, Himpunan juga dong!makanya muncul konsep Open House Himpunan (yang disingkat jadi OHH).
Jika menilik sistematika berfikir yang sistematis (halah!) maka tentunya semua bermula dengan apa yang dimiliki oleh Panitia atau dengan bahasa umumnya adalah materi dari PMB itu sendiri, sesuai dengan arahan dari Kabinet dan cita-cita sang ketua itu sendiri.
Sebenarnya arahan dari Kabinet itu sederhana yaitu "terjadinya interaksi antar angkatan senior dengan angkatan junior" dan "kampus rame". Hal ini tidak dipahami juga oleh Panitia, walaupun telah diterangkan berkali-kali. Dan permasalahannya sederhana: rupa-rupanya Kabinet tidak menuliskan secara jelas arahannya, dan itu selalu membuat perbedaan sudut pandang dalam melihat kedudukan "PMB" ini seperti apa di tubuh panitia itu sendiri.
Sebenarnya, rektorat sendiri telah mempunyai acara yang fix, sehingga panita hanya bisa mengutak-ngatik saja keberadaan panitia disitu, bahkan sampai membuat PMB yang sebulan. Permasalahan ini membuat Panitia jadi kelimpungan dan tentunya ini menjadi kontraproduktif. Kondisi ini saya sebut sebagai "kondisi yang menyeramkan". Permasalahan "acara muncul duluan sebelum materi" juga muncul ketika rektorat di akhir Mei pun sudah mengeluarkan draft acara yang sudah tinggal disahkan saja.
Akibatnya, waktu interaksi dengan senior (yang dimanifestasikan sebagai Panitia) sangat sedikit. Walhasil, 2007 banyak ketiduran di Sabuga. Kesimpulannya, sistematika yang kacau dan gerak yang lambat adalah penyebab yang dominan dari keseluruhan permasalahan PMB 2007. Permasalahan ini berbuntut ke banyak hal.
Akibatnya pula, Panitia banyak melakukan akrobat, Panitia pun mengalami dilema antara memilih yang baik atau yang benar. Yang Baik adalah Panitia merespon permasalahan di depan mata (permasalahan teknis, seperti dana, perizinan), Yang Benar adalah Panitia menjalani proses yang wajar dengan sistematika yang sedianya dijalani. Akhirnya Panitia pun memilih Yang Baik. Akhirnya pembenaran sering terjadi dimana-mana.
Proses ini memakan ongkos yang banyak. Ongkos tidak selalu duit, bisa saja keringat dan air mata. Pergerakan Panitia lambat dan rupanya ada bagian di Panitia yang ternyata lebih solid daripada keseluruhan Panitia. Bahkan sudah mempunyai kendali kepanitiaan sendiri. Bagian dari Panitia tersebut adalah Panitia OHU.
Iya, Open House Unit. Mereka telah berlari sedemikian jauh. Sehingga, Panitia (ya, saya tentunya) akhirnya tersentak dan terbangun.
Betul, mereka berlari begitu jauh, begitu maju.
Ini tidak bisa dibiarkan, Panitia masih terbelakang, dan mereka jauh di depan
Lho?bukannya mereka bagian dari PMB?
Sudah selayaknya mereka menunggu langkah,
Panitia Inti harus memaksa mereka menunggu langkah Panitia Inti yang lamban.
Bahkan mencopoti elemen-elemen panitia OHU itu sendiri. Sampai tenaga kerja. Akhirnya, satu hal yang saya mengerti: Panitia PMB ini tidak mengerti OHU, dan merampas banyak hal dari mereka. Banyak yang bermasalah dengan langkah panitia OHU, termasuk saya (ohya, saat itu, saya menjadi staf danlap,hehehehe), tetapi ini dapat terjadi jika Panitia Inti saja bergerak terlalu lamban dan tidak berpikir luas dan luwes. Akhirnya kebersatuan OSKM dan OHU didalam PMB 2007 adalah kepura-puraan bagi saya. Bagi saya ini seperti obesitas. Panitia terlalu gemuk. Jika benar-benar satu maka tidak ada lagi OSKM ataupun OHU, yang ada adalah PMB, itu saja. Namun konsekuensinya, panitia PMB tentu harus merancang sistem panitia dan perangkatnya yang bisa menopang besarnya acara yang akan dibuat. Termasuk nuansa kerja. Bayangkan perangkat panitia OHU ditarik menjadi panitia lapangan, bayangkan juga panitia OHU diharuskan ikut mentoring. Aneh rasanya, kalau materi adalah rancangan pemikiran dari acara, bukankan orang-orang yang terlibat didalamnya pun sedang merancang acara yang merupakan buah dari pepohonan yang biasa disebut 'materi'? Permasalahan nilai dan pembelajaran yang didapat, saya kira semua orang punya porsi subjektif yang besar untuk menerima apa yang didapat dari proses PMB ini, bukannya dengan memaksa orang untuk menghapal dengan draft materi.
Belum lagi permasalahan OHH yang begitu bermasalah dalam kelahirannya, dan pada akhirnya berbuah pada bentuk yang tidak diduga: panel-panel beserta foto himpunan, beserta bendera dan panji himpunan. Itu saja.
Dalam segi konsep acara, PMB memang banyak melakukan percobaan. Seperti yang satu ini: PMB sepanjang 1 bulan. Bentuknya memang bermacam-macam per harinya, tetapi kendalinya menjadi permasalahan. Bentuknya sendiri lebih banyak seperti mentoring dan tidak ada pengumpulan massa yang besar.
Masalahnya, tidak ada yang bisa menjamin konsistensi panitia, apalagi konsistensi anak baru. Saya sendiri tidak yakin acara yang melibatkan setidaknya lebih dari 3000 orang akan efektif berjalan selama satu bulan. Pasti ada degradasi kualitas dari panitia maupun peserta. Engga usah ngomongin tatib kelompok yang sulit mengatur anak-anaknya atau diri sendiri untuk datang dalam setiap pertemuan. Permasalahan acara seperti ini adalah permasalahan bagaimana kita dapat mensituasikan kondisi kampus agar kondusif dan terjaga. Apakah kita bisa mensituasikan kampus masih beraura PMB selama satu bulan?dengan segala kuliahnya?dengan anak baru yang sudah mulai mengenal ruang kampus?
Tetapi dengan segala kekurangannya, saya salut dengan langkah Panitia yang berani dan 'keluar dari tradisi'.
Permasalahan anak-anak lapangan sendiri juga ada. Yaitu, anak-anak yang sudah lupa bagaimana membuat acara sebesar PMB, aspek-aspek mana yang harus dikuasai. Ada juga aspek profesionalitas. Aspek pengetahuan akan deskripsi kerja, seperti fungsi korlap dan danlap. Tetapi soliditas dari panitia lapangan perlu diacungi jempol.
Tanpa mengabaikan kinerja divisi lain, entah kenapa saya melihat keamanan alias Raka Prakasa sebagai divisi yang paling kompak dibandingkan dengan yang lain. Tetapi saya paling menikmati waktu tolol bersama para pendiklat taplok dan medik. Rasanya segar kalo udah bercanda ama mereka. Eh engga segar deng, tepatnya adalah, garing. Hahaha.
Ada juga permasalahan yang lumayan aneh, ketika muncul 'divisi bayangan' yang tugasnya sebagai tatib disiplin. Karena munculnya dadakan, kinerjanya pun aneh. Saya pun punya dosa sebagai pembuat deskripsi kerja. Disini ada faktor respek, dan saya tidak cukup hebat dalam hal itu. Ini terkait juga dengan pemilihan staf danlap, yang secara versi banyak ceritanya, pokonya kontestan akhirnya tersisa saya, Candra, Tepe, dan Uci.
Kejadian paling parah adalah pada saat pemulangan hari kedua yang molor sampai beberapa jam, ini permasalahannya ada pada kami yang kurang tanggap melihat persoalan lapangan. Acara rektorat pun banyak yang harus selesai jam setengah 6.
Fuh, capek juga ngetiknya. Apa segini aja ya?eahehahehaheahea. Duh, sebenarnya saya mengalami short-term memory juga, jadi pasti banyak detail yang lupa saya ketik di sini. Bahkan, mungkin dalam ceritera ini banyak yang harus dikonfirmasi ulang. Tetapi, mengutip kata Hanief: "Yang penting multiply effect-nya, ahehaheahehahe"
AHEY!

Merendahkan Diri Meningkatkan Mutu

April 23rd, 2009 by Wijayanto Budi

Rafael Nadal at Monte Carlo Masters

Rafael Nadal at Monte Carlo Masters http://www.atpworldtour.com

“ah merendah meningkatkan mutu…” (AR, 2009)

“merendahkan diri meninggikan mutu ya…” (TY, 2009)

Dua cuplikan kalimat yang ditujukan ke saya saat chatting itu teringat waktu membaca salah satu artikel di website tentang si raja tanah liat bertangan kidal, Rafael Nadal. Setahun yang lalu anak muda kelahiran Mallorca (Spanyol) ini berhasil menyingkirkan pemain favorit saya selama 6 tahun terakhir ini dari kursi kebesarannya sebagai pemain tenis nomor wahid. Oke, mungkin sebagian kita (para fans Roger Federer) berdalih bahwa ini adalah masalah umur yang berujung pada ketahanan fisik. Tapi hei (sanggah fans Nadal), bukankah lebih tua berarti lebih berpengalaman? Lebih banyak makan asam garam. Yang pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa dua masalah ini -fisik dan pengalaman- tentulah bukan akar penyebabnya.

Perlu diakui memang kalau Federer sudah tidak muda lagi, 28 tahun dan sekarang sedang berproses menjadi seorang suami sekaligus seorang calon ayah. Maksudnya, saya sedang mencari kambing hitam atas menurunnya prestasi Federer selama 1,5 tahun terakhir ini. Memulai atau merintis sebuah keluarga berarti akan mengesampingkan karir, sedikit banyak. Kim Clijsters bahkan gantung raket setelah memutuskan untuk menikah. Walaupun ada juga yang sudah menikah namun prestasinya juga masih oke di masanya seperti Justin-Henin, Lindsay Davenport, atau Andre Agassi yang menjadi suami Steffi Graf. Sedangkan Rafa, dengan statusnya yang masih lajang, dia tidak terbebani dengan urusan lain selain fokus dengan profesinya sebagai pemukul bola tenis. Kesimpulan saya sampai poin ini adalah konsentrasi. Konsentrasi Federer tidak lagi terfokus pada tenis, dan Nadal memanfaatkan momen tersebut.

Jika pecahnya konsentrasi Federer juga bukan penyebabnya, lalu apa? Skill? Tidak mungkin. Federer sudah memenangi 13 Grand Slam selain French Open, sedangkan Nadal telah membawa pulang Grand Slam di semua jenis lapangan kecuali di US Open, jadi anggap lah skill keduanya seimbang. Walaupun saya lebih suka one-handed-backhand milik Roger, dan masih cenderung beranggapan bahwa skill Federer lebih komplit dengan pukulan slice-nya dan penempatan-penempatan service-nya yang brilian. Namun begitu, Rafa punya penangkalnya. Pukulan-pukulan yang powerful ditambah determinasi tinggi untuk mengejar bola di setiap sudut lapangan adalah jawaban bagi setiap penantangnya.

Karena begitulah permainan tenis, selama kita masih bisa mengembalikan bola maka saat itulah kita bisa berharap untuk survive dan menang. Rafa membuktikan itu dengan permainannya menuju nomor satu dunia. Seperti kejadian menarik di Rotterdam kemarin ketika menghadapi Andy Murray di final. Kala itu di awal-awal set kedua Rafa mengalami cedera. Bukannya memutuskan untuk mundur, dia malah nekad maju dengan terpincang-pincang. Pergerakannya menjadi terbatas, namum anehnya ia bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah sebelumnya tertinggal satu set. Walaupun akhirnya di set ketiga Rafa benar-benar dihabisi dengan diberikan skor telur oleh Murray. Mungkin karena cedera kaki Rafa semakin parah. Di akhir pertandingan, Murray bergurau, “bahkan dengan kondisi cedera, dia bisa mengalahkanku.”

Lalu apa hubungannya ini semua dengan dua petikan kalimat di atas? Baiklah, ini mengenai sisi lain Rafa. Masih ingat dalam memory saya ketika saat itu untuk ke sekian kalinya Rafa menaklukkan Federer (Australia Open 2009), kata-kata yang muncul dari seorang juara saat itu adalah sanjungan kepada rivalnya. You are still the great player. Dan dia tidak pernah memuji dirinya sendiri dengan mengatakan dia lebih baik daripada lawannya. Atau yang terbaru ini saat dia memenangkan Monte Carlo Masters (lapangan tanah liat) untuk kali kelima secara berturut-turut, ketika ia merendah bahwa juara di sana bukan jaminan untuk kembali menggondol Grand Slam di Perancis tanggal 24 Mei - 7 Juni nanti, padahal seperti kita tahu, dialah juara French Open 4 kali berturut-turut.

Ya, seperti itulah Rafa di setiap komentar-komentar yang dia berikan pada pers, selalu merendah, tidak besar kepala. Ini juara yang unik. Menurut saya, juara sejati. Padahal seorang juara kan harusnya punya rasa percaya diri tinggi. Paling tidak untuk memupuk mental bertanding. Membuat sugesti bahwa dia bisa mengalahkan lawannya atau bahkan menakut-nakuti dan mengintimidasi untuk membuat lawan jiper duluan. Buktinya, kita bisa mencontoh dua manajer klub papan atas liga Inggris yang terus menerus adu  argumen seiring persaingan merebut gelar juara Liga Premier. Saling merasa superior dibanding yang lain. Di lain pihak, yang bekerja anak buahnya. Atau, komentar para petinju yang akan naik ring. Mana ada yang merendahkan dirinya?

So, ini kesimpulan terakhir saya. Sisi rendah hati Rafa lah yang menjadikan prestasinya terus meningkat. Merendah, “mengecilkan kepala”. Dan meningkatnya mutu dan prestasi hanya lah efek samping, bukan tujuan dari merendah itu sendiri. Kelihatannya nggak nyambung ya? Tapi mungkin ini yang namanya keseimbangan. Ada ilmu padi, maka ada pula kebalikannya. Semakin merunduk semakin berisi.

Random Things on Hiatus

April 21st, 2009 by Anggriawan Sugianto
Ouch.. dihitung sejak blogpost terakhir, ternyata blog ini sudah hiatus selama 46 hari!! Lebih lama daripada jarak waktu post sebelumnya yang "hanya" 30 hari. PageRank blog ini pun turun menjadi 3. Duh, tampaknya saya sudah terjebak dengan rutinitas kesibukan pekerjaan, dengan selingan hiburan yang hanya berupa gmail, ym, dan facebook. Alangkah monotonnya kehidupan saya di dunia maya. = ='

Beberapa hal acak yang terjadi selama blog ini hiatus:
  • Pengalaman nonton opera untuk pertama kalinya, Opera Ganesha di Sabuga, dalam rangka Dies Emas ITB.
  • Kecanduan serial drama Korea, "Sassy Girl Choon Hyang", 17 episode dikejar tayang dalam beberapa malam.
  • Bikin berita heboh di awal April, mengubah status facebook menjadi "in a relationship with" dengan seorang teman lama selama sehari. :)
  • Rumah kos kemalingan, laptop dan handphone kamar tetanggaku raib, dan tersangkanya adalah orang baru yang ngekos di sebelah kamarku. But, praise the Lord, He keeps my room.. :|
  • Tidak sengaja turut meledakkan BD Player di kantor secara tidak langsung, ups.. itu bukan salah saya kan, bos.. ;D
  • Band favorit saya, Maliq & d'Essentials, mengeluarkan album baru "Mata, Hati, Telinga" ... keren!! 
  • Nonton Ganesha Music Event... ternyata sudah lama sekali saya tidak menonton live performance.. terakhir kali, tahun lalu nonton Maliq dan Ari Lasso di kampus..
  • Jumat Agung & Paskah di Cimahi.. dan mungkin itu terakhir kalinya saya terlibat dalam kepanitiaan di sana.. ;|
  • Wisudaan April.. senang sekali rasanya melihat tawa bahagia teman-teman seperjuangan saya yang akhirnya sudah gak mahasiswa lagi.. congratz, guys!! :D Oya, ada wallpaper (1280x800) foto dari Ditto :).

Ouch.. ternyata ada banyak hal menarik yang sebenarnya bisa saya bagikan di blog ini.. fiuh.. = ='. Oya, meskipun rehat dari ngeblog, berita-berita di atas sebenarnya saya publish juga melalui twitter. Nah, bagi teman-teman yang kenal saya, jangan lupa follow @anggriawan ya.. :)

Sekian dulu ah.. dan tolong doakan saya bisa kembali ngeblog lagi (dengan benar). Oya, tidak lupa saya ucapkan selamat hari Kartini bagi yang hari ini merayakannya.. bagi cowok, jangan sembarang memberi coklat untuk hari ini.. :D hehe..

do i lose my touch on blogging?? hope not.. :|

Cara Mengatasi Conficker

April 21st, 2009 by Taufik Rahman

Untuk windows XP SP2 ya.
1. Install Windows XP SP3. File dapat diambil di sini.
2. Setelah restart, install update2 berikut secara berurutan.
- Patch 1.
- Patch 2.
- Patch 3.
- Patch 4.
- Patch 5.
- Patch 6.
- Patch 7.
- Patch 8.
- Patch 9.
- Patch 10.

Sebelumnya, cek pada services, yang ada di Control Panel, Administrative tools. Cari service dengan nama acak dan tidak ada descripstion. Klik 2 x dan pilih disable pada Startup Type nya. Kemudian restart, terlebih dahulu catat nama servicenya.

Buka regedit dan cari di HKLM, Control Set001, Services, [nama acak tsb], Parameter. Bisa lakukan find untuk mempercepat. Di kolom kanan akan tampil ServiceDll, perhatikan akan ada file dll yang di jalankan. Copy nama file tersebut dan cari di %SystemRoot%\system32. Deletelah file tersebut.

Nah baru lakukan update SP3 dan kawan2nya. Semoga bermanfaat.

Bandung Jaunty Jackalope Release Party

April 21st, 2009 by Petra Novandi Barus

Titipan pengumuman. Entah bisa dateng ato enggak

Betulkah Pemilu Legislatif 2009 Gagal?

April 21st, 2009 by Peb Ruswono Aryan

Sudah lewat waktu pelaksanaan tabulasi suara nasional (real count) yang tadinya direncanakan selama 10 hari setelah pemilu. Berbagai polemik muncul di berbagai media baik televisi maupun di internet. Persoalan yang dijadikan topik polemik diantaranya pemilihan ICR sebagai teknologi ujung tombak penghitungan suara di KPUD, dan adanya pihak (yang mengaku sebagai hacker) yang berusaha masuk tanpa izin ke server tabulasi suara dan sempat berusaha mengubah data perolehan suara.

Sebelum menjustifikasi apakah pemilu legislatif ini gagal atau tidak dan menjustifikasi siapa dan apa yang salah ada baiknya kita memilah dulu masalah-masalah yang ada. Polemik pemilu kali ini membahas aspek organisasi dan aspek teknologi. Sebagai blog yang membahas teknologi maka saya tidak akan ikut-ikutan mengurusi aspek organisasi walaupun sebagaimana kita ketahui bahwa keputusan atas pemilihan teknologi memang adalah kewenangan organisasi yang dalam hal ini adalah KPU. Adapun peran pihak lain (BPPT dan vendor produk teknologi baik ICR, sistem tabulasi, maupun aspek teknis IT lainnya) yang terlibat dalam teknologi yang digunakan pada pemilu kali ini tidak lain hanyalah sebagai perealisasi atas keputusan yang dibuat oleh KPU.

  1. Teknologi ICR

    Teknologi ini merupakan topik yang sedikit banyak terkait dengan isi dari blog ini. oleh sebab itu akan segera dibahas terlebih dahulu. Pada berbagai situs dan blog di negeri ini ([1], [2], [3]) sudah ramai dibahas mengenai apa itu teknologi ICR dan bagaimana kelebihan dan kekurangannya.

    Saya akan membahas hal-hal apa saja yang ada di dalam produk ICR yang perlu diketahui oleh publik. Selama ini yang sering disebut baik di televisi maupun di situs internet hanyalah bagaimana mengenali gambar dalam bentuk berikut (contoh didapat dari database MNIST):

    contoh gambar berisi angka (sumber basisdata MNIST)

    contoh gambar berisi angka

    menjadi teks berupa angka “9″.

    Kalau kita hanya berpikir bagaimana mengkonversi gambar tersebut menjadi angka maka akurasi yang didapat cukup tinggi (99.6 % dari 50000 gambar. pada situs Yang Le Cun yang sering disebut di situs [2]). Pengujian yang dilakukan pada waktu standarisasi produk ICR tidak sampai 50000 (maksimal hanya 500 dari satu paket form C1-IT yang ditulis oleh penguji), walaupun demikian pencapaian angka 98% sebagaimana yang diklaim oleh salah satu vendor yang disalah artikan sebagai pernyataan dari BPPT sebagai tim reviewer tidak mustahil.

    Pertanyaannya adalah apakah jumlah data mempengaruhi keakuratan produk di lapangan? jawabannya tentu tidak. Hal yang lebih penting adalah cakupan variasi pada kasus latih dan uji. Dalam hal ini terdapat jurang antara dunia akademik dengan dunia nyata. Di dunia akademik, validasi sebuah pengujian dengan model distribusi statistik tertentu dan ambang batas jumlah pengujian dapat dinyatakan cukup valid karena ada asumsi bahwa peneliti boleh salah tetapi tidak boleh bohong (kejujuran ilmiah) dan hal yang menjadi fokus adalah seberapa besar kapabilitas metode komputasi yang diuji (lewat partisi antara distribusi data yang digunakan untuk pelatihan dan distribusi data yang digunakan untuk pengujian). Lain halnya dalam dunia nyata yang cenderung pragmatis yaitu jika memungkinkan maka akurasi yang diharapkan adalah 100% tak peduli apakah cara (pengembangan metode) untuk mendapat 100% itu valid atau tidak secara akademik(terlihat pada logika pembantahan yang ditulis oleh publik di sini).

    Hal penting yang menjadi kebutuhan pada penghitungan menggunakan teknologi ICR tidak hanya apakah teknologi tersebut akurat mengenali gambar di atas menjadi angka 9 (tidak tertukar dengan 5, 3, atau 8) melainkan lebih umum lagi yaitu :

    • cepat
    • akurat dan dapat dipertanggung-jawabkan

    kriteria cepat merupakan isu utama mengingat jumlah dokumen yang diproses luar biasa banyak dan tersebar secara geografis. Pemeriksaan ini dapat dikomposisi menjadi proses yang atomik yaitu pemindaian per TPS yang dilakukan oleh operator ICR di KPUD. Adapun proses pemeriksaan setiap dokumen form C1-IT yang terdiri dari 8 lembar ini akan melalui subproses berikut:

    • pemindaian untuk mengubah dokumen kertas menjadi dokumen elektronik (citra digital).
    • pembacaan angka-angka (nomor partai dan perolehan suara) di tiap lembar oleh teknik ICR
    • verifikasi untuk menjamin data yang dikirimkan ke pusat adalah benar biarpun terjadi kesalahan pembacaan
    • penyimpanan paket yang berisi citra yang sudah dibubuhi cap watermark dan hasil pembacaan dan log verifikasi yang sudah dienkripsi dan dibubuhi watermark.

    kriteria akurat dan dapat dipertanggung jawabkan sudah dicakup lewat adanya proses verifikasi, dilampirkannya citra hasil scan, dan perlindungan terhadap paket yang dikirimkan. Paket yang diterima oleh sistem tabulasi di pusat akan diperiksa kembali untuk memeriksa kemungkinan terjadinya pengubahan selama paket tersebut dibuat hingga diterima oleh pusat sebelum data perolehan tersebut digabung ke dalam perolehan yang bisa dilihat oleh publik. Berdasarkan simulasi penghitungan yang dilakukan di sini dapat diketahui bahwa proses verifikasi di pusat telah berjalan dan ditolaknya paket kiriman dari daerah.

    Proses pemindaian, pembacaan, penyimpanan paket, dan verifikasi di pusat merupakan proses yang waktu pengerjaannya dapat dianggap konstan. Proses yang waktunya bervariasi terletak pada verifikasi dan hal ini dipengaruhi oleh keberhasilan perangkat lunak ICR dalam melakukan pembacaan. Demi keberpercayaan terhadap data yang dibaca maka diasumsikan bahwa pasti akan terjadi kesalahan pada pembacaan, pertanyaannya adalah seberapa besar, dimana penyebab kesalahannya, dan bagaimana mengatasinya.

    1. seberapa besar kesalahan pembacaannya?.
      rentang kesalahan yang mungkin terjadi mulai dari dokumen tidak berhasil dibaca sama sekali, hingga kesalahan pengenalan angka (perolehan suara)
    2. dimana penyebab kesalahannya?
      Kesalahan pengenalan angka terletak dari kapasitas teknik pengenalan pola yang digunakan dan kesalahan dalam melokalisasi objek yang dicurigai berisi angka. Kesalahan ini bisa bervariasi dan sangat bergantung pada variasi masukan. Sedangkan kesalahan dokumen tidak terbaca bisa terjadi disebabkan beberapa hal : kertas terlalu tipis sehingga gagal dipindai oleh perangkat pemindai, terjadi kerusakan fisik pada kertas pada saat kertas dicetak maupun setelah kertas diterima di KPUD. Hal terakhir berhubungan dengan pola (marker) yang ditambahkan pada kertas untuk menjadi referensi posisi oleh program untuk mengantisipasi transformasi affine(rotasi, geser, skala) yang mungkin terjadi pada citra hasil pemindaian (sebagaimana yang pernah saya jabarkan untuk kasus UASBN). Persoalan pemilihan pola marker yang ditambahkan pada kertas dan pola yang digunakan pada program ICR merupakan kuncinya. Tiap jenis pola memiliki kelebihan dan resikonya masing-masing.
    3. Bagaimana mengatasinya? Hal ini akan saya bahas lebih lanjut di bawah.

    Terkait kesalahan pengenalan angka yang persoalannya terletak pada kesalahan lokalisasi atau segmentasi objek yang dicurigai sebagai objek angka akan lebih mudah dipahami jika diberikan contoh berikut.

    adanya objek yang bukan angka diisi pada kotak untuk angka

    adanya objek yang bukan angka diisi pada kotak untuk angka


    pembatalan yang hanya dimengerti manusia

    pembatalan yang hanya dimengerti manusia


    angka 8 keluar area isian

    angka 8 keluar area isian

    [caption id="attachment_291" align="alignnone" width="229" caption="angka 6 keluar area, angka 0 atau 8"]angka 6 keluar area, angka 0 atau 8[/caption]

    Itu baru dari pemisahan antara objek angka dengan objek lainnya. kalaupun angka berhasil dilokalisasi, namun ambiguitas akibat pengisi pun dapat terjadi seperti berikut.

    angka 1 atau angka 0?

    angka 1 atau angka 0?

    Pola marker yang digunakan pada form C1-IT adalah penggunaan kotak hitam yang terletak pada sudut-sudut kertas. Entah berdasarkan alasan apa KPU memutuskan untuk menggunakan pola tersebut. Tetapi pola tersebut sejauh yang saya ketahui merupakan pola marker yang memiliki resiko paling tinggi dari berbagai pola marker lainnya.

    Pola tersebut terdiri dari 4 buah kotak hitam pada tiap sudut kertas dengan tambahan satu kotak di kiri atas untuk menjadi informasi tambahan orientasi (biasanya kiri atas). Resiko yang dapat terjadi adalah seperti yang sekarang terjadi yaitu jika dokumen C1-IT yang terdiri dari 8 lembar tersebut di-staples dan ketika dibuka, kertas tersobek. Ketika dipindai, maka hasilnya mungkin menjadi seperti berikut :

    sobek akibat staples

    sobek akibat staples

    Apa yang terjadi? secara otomatis dua buah marker hilang dan kertas langsung tidak dapat dibaca karena posisinya tidak tepat. Hal ini bisa diatasi dengan penentuan posisi marker secara manual, tetapi waktu yang diperlukan akan menjadi lama karena proses trial and error.

    Kembali ke proses verifikasi, karena proses yang terjadi pada verifikasi sudah tetap maka variasi waktu sangat dipengaruhi oleh bagaimana teknik interaksi yang digunakan. Spesifikasi yang diberikan oleh tim reviewer IT KPU (dalam hal ini BPPT) hanyalah bahwa perangkat lunak ICR harus menampilkan hasil pembacaan disertai citra hasil pindai secara bersamaan (agar operator hanya melihat ke monitor tanpa perlu memegang kertas untuk verifikasi sebagaimana halnya jika dilakukan dengan data entry secara manual/diketik) dan tidak mencantumkan bagaimana proses interaksi berlangsung. Sebagai gambaran, operator ICR yang ada di KPUD diasumsikan mempunyai kemampuan operasi yang kurang (khususnya kemampuan mengetik menggunakan keyboard komputer dan mengoperasikan mouse untuk memanipulasi objek di layar). Oleh sebab itu, sebaiknya untuk melakukan verifikasi perangkat masukan yang perlu digunakan pun dikurangi (misalkan cukup menggunakan mouse saja). Visualisasi hasil pembacaan pun sebaiknya menjadi perhatian untuk mengurangi kerja otot leher dan otot mata. Teknik yang optimal adalah menampilkan tiap angka pembacaan yang terletak di samping objek yang dikenali serta memungkinkannya dilakukan penyuntingan di tempat (in-place editing).

    Namun kenyataannya, hanya satu vendor yang memperhatikan efisiensi dari interaksi. Vendor lainnya sepertinya lebih menonjolkan fungsi (akurasi pembacaannya) yang waktu pengenalannya bisa diprediksi sejak awal dan bisa dianggap konstan. Hal ini mencerminkan seberapa matang vendor tersebut dalam menyediakan produk IT.

    Kebanyakan vendor ICR mengimplementasi proses verifikasi dengan membagi area layar menjadi 2 yaitu sebelah kiri untuk hasil pembacaan (baik dalam bentuk tabel ataupun formulir isian), dan area layar sebelah kanan untuk menampilkan citra hasil pemindaian. Hal ini memiliki mekanisme yang sama seperti entry manual dengan kertas yang mengharuskan operator menggerakkan otot leher dan otot mata secara ekstrim (dari kertas ke monitor atau dari monitor sebelah kiri dan sebelah kanan). Walaupun gerakan tersebut bisa dibilang sedikit, namun karena dilakukan secara berulang-ulang dan bolak-balik(akibat data yang banyak dan operator yang sedikit) akan lebih cepat mengakibatkan kelelahan karena otot yang lelah dekat dengan otak. Hal ini sudah terjadi dan tidak dapat dihindari lagi.

  2. Adanya penyusup di server KPU

    Saya tidak akan pernah menyebut penyusup tersebut sebagai hacker. Hal ini menjadi polemik dengan adanya provokasi bahwa jika KPU melaporkan penyusup tersebut ke aparat, maka KPU dianggap menyulut perang dengan komunitas underground. Padahal sebelum pemilu, pihak representatif dari komunitas underground sudah memberikan himbauan agar anggota komunitas tersebut jika menemukan lubang kesalahan pada sistem TI KPU supaya segera melaporkan sehingga dapat diperbaiki bukan malahan mengorek-ngorek lubang tersebut lalu masuk dan mengacak-acak seperti tikus. Walaupun sang penyusup berhasil masuk dan berusaha mengacak-acak (mengubah data), namun pihak TI KPU berhasil mencegah terjadinya perubahan dan mengidentifikasi pelakunya. Lucunya, muncul opini bahwa tindakan pelaporan pelaku penyusupan ke aparat kepolisian menyulut perang yang mengancam keberjalanan pemilihan presiden mendatang. Hal ini jelas-jelas menunjukkan sikap kekanak-kanakan yang tidak bertanggung jawab. Apakah mentang-mentang berhasil masuk lalu tidak mau disalahkan. Padahal sebelumnya sudah ada himbauan/peringatan larangan.

    Hal inilah yang kurang baik, seperti yang sudah saya nyatakan sebelumnya bahwa saya tidak akan memberi gelar hacker pada penyusup tersebut. alasannya sederhana secara bahasa. istilah hacker mengandung arti bahwa orang tersebut melakukan kegiatan hacking secara rutin sebagai profesi bukan karena melakukan sekali (tentu berbeda makna istilah ‘pelaku pembunuhan’ dengan ‘pembunuh’).

  3. Kesimpulannya, teknologi ICR tidak dapat dibilang gagal namun yang salah adalah pemilihan teknologi ICR dalam penyelenggaraan pemilu lah yang gagal (banyak aspek yang terkait dengan faktor keberhasilan penerapan teknologi ICR yang diabaikan) sehingga yang perlu dirunut adalah bagaimana keputusan tersebut dibuat bukan pada teknologinya. (jangan malah buruk muka cermin dibelah)

    Disclaimer
    Tulisan di atas merupakan pendapat pribadi penulis dan tidak merepresentasikan perusahaan tempat penulis bekerja.

ASAL USUL MARTABAK

April 21st, 2009 by Aulia Ibrahim Yeru
Saya lagi ga enak badan dan akhirnya browsing entah kemana. Eh, dapetnya beginian...yah, silahkan menikmati bagi Anda pecinta sejarah dan pecinta martabak..heuahahahha...

Martabak adalah sejenis makanan khas dari negeri India sejak dahulu hingga sekarang. Di Indonesia ada dua jenis martabak.
Pertama adalah martabak telor, yang kedua adalah martabak terang bulan atau biasa disebut martabak manis.
Di India martabak, susunannya adalah sebagai berikut :
Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur bayam, dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng, setelah membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu dihidangkan dengan kare kambing/gulai. Itulah aslinya martabak telur atau di India disebut moortaba.
Di negeri India, makanan lain sejenis martabak telur adalah : Nan, Roti Cane, Chappaty, Purata, Poory, Samosa. Makanan-makanan teresbut masuk pada kategori makanan sedang/ringan. Dan bisa juga menjadi menu makanan utama disana.
Kemudian bagaimana dengan martabak terang bulan/martabak manis ? jenis ini baik bentuk, isi dan rasanya sama sekali tidak ditemukan di negeri India. Makanan yang rasanya manis ini, adalah sejenis roti/kue manis/cake atau pasta. Yang di hidangkan sebagai sarapan pagi /santai bersama minum kopi atau teh maupun teh susu atau "Chaa" yang biasa juga disebut di Malaysia namanya Teh Tarik.

ASAL USUL MARTABAK DARI LEBAKSIU
Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah lebaksiu kabupaten Tegal mengadu nasib dengan berjualan makanan atau mainan anak-anak pada setiap ada perayaan di kota-kota, seperti kota Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Kyai Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda berasal dari negeri India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary.
Dari hasil persahabatan mereka, maka Abdullah diajaklah berkunjung ke kampung halaman Ahmad di desa Lebaksiu kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Kyai Abdul Karim.
Kemudian Abdullah mempersunting Masni adik perempuan Ahmad pada tahun 1935. Abdullah atau biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar/pengusaha pada zaman itu. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Martabak.
Didalam kisah perjalanan Abdullah ini, dari beberapa narasumber baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup diantaranya : Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim 85 tahun, Mawardi bin Kyai Abdul Karim 80 tahun, H. Abdul Kadir Bayasut 80 tahun (keturunan Arab), H. Katikaren Abdul Kadir 80 tahun (keturunan India), dan beberapa tokoh-tokoh lainnya membenarkan kisah tersebut diatas.
Adalah suatu kenyataan bahwa martabak yang dibuat oleh Abdullah, sangat berbeda dengan martabak yang aslinya dari India.

Susunan Bahan Dasar Martabak Telor.
Adonan tepung terigu yang dibentuk bulat sebesar telur ayam, kemudian dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng. Setelah membentuk lingkaran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi dengan campuran telur, sayuran, irisan-irisan kecil daging yang telah dimasak dengan bumbu-bumbu. Kemudian digoreng, dan kemudian bisa langsung dihidangkan tanpa kare kambing/gulai.
Dialah salah satu diantar pemuda-pemuda India yang berhasil membuat perubahan atau modifikasi Martabak dari aslinya. Menurut narasumber hal ini disesuaikan dengan cita rasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia khususnya di Tanah Jawa yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengkonsumsi daging berlebihan. Itulah yang menjadi alasan utama mengapa modifikasi martabak itu terjadi.
Sampai sekarang ini, jenis Martabak telor yang beredar hampir diseluruh pelosok Indonesia, adalah merupakan hasil modifikasi dari yang aslinya.
Martabak terang bulan/martabak manis. Konon menurut kisah disebut terang bulan, karena bentuknya bulat seperti bulan purnama. Martabak manis ini dibuat dengan bahan-bahan dasar adonan tepug terigu, gula, telor, dan lain-lain. Dan dicetak dengan cetakan piring seng dengan ukuran kurang lebih 20 cm dan dipasang tangkai pipa besi. Dipanggang dan digoyangkan diatas bara api, arang kayu, maupun kompor minyak. Sering martabak terang bulan ini disebut juga martabak goyang. Isi atau bumbu-bumbunya adalah olesan mentega/margarine, susu, selai pepaya, selai nanas, meises, kacang dan lain-lain.
Pada sekitar tahun 1950-an, terjadilah modifikasi baik bentuk maupun ukuran dan rasa martabak manis. Cetakannya terbuat dari besi cor / cor perunggu,cor kuningan dengan ukuran 18/20 cm, 20/22 cm, 22/24 cm, 24/26 cm, 26/28 cm, 28/30 cm. Dengan isi atau bumbu-bumbunya adalah susu, kacang, keju, meises, wijen, kismis, durian, dan lain sebagainya.
Keahlian Abdullah diajarkan kepada kerabat dekat istrinya maupun tetangga-tetangganya. Tercatatlah nama-nama sebagai berikut :
1. Ahmad bin Kyai Abdul Karim (Alm)
2. Abdul Manaf bin Kyai Abdul Karim (Alm)
3. Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim
4. Mawardi bin Kyai Abdul Karim
5. Rifai bin Kyai Abdul Karim (Alm)
6. Djari (Haji Umar) bin Haji Masâ’ud (Alm)
7. Maktub bin Haji Masâ’ud (Alm)
8. Djaâ’i bin Haji Sueb (Alm)
9. Ali bin Haji Sueb (Alm)
10. Rumli bi Sanadi (Alm)
11. Tamyid
12. Tuwuh
Dan masih banyak lagi nama-nama yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ini adalah merupakan generasi kedua setelah Abdullah.
Abdullah bersama mereka-merekalah yang memperkenalkan martabak pada setiap ada keramaian di pasar-pasar malam di kota-kota besar khususnya di pulau jawa. Keramaian-keramaian seperti Sekatenan di Jogjakarta, Dugderan di Semarang, Mauludan di Cirebon-Trusmi, dan pasar malam di pabrik-pabrik tebu pada perayaan permulaan giling (metik).
Bisnis-bisnis Abdullah yang ditekuninya sekitar tahun 1935-1955 antara lain : "Rumah Makan India Moslem" di Slawi, "Meubeler" di Lebaksiu dan pengelola dibeberapa pasar malam.
Tersebutlah nama-nama rekan-rekan Abdullah senegara dari India pada kurun waktu antara 1930-1960 adalah :
1. Tuan Hasan di Semarang
2. Tuan Muhammad di Yogya
3. Tuan Haji Sayeed Ali di Jakarta
4. Tuan Salam di Jakarta
5. dan masih banyak nama-nama lain.
Ketika rekan-rekan Abdullah memilih tinggal di kota-kota besar, tidak demikian halnya dengan Abdullah yang memilih tinggal di salah satu kampung bernama Lebaksiu Kidul Kab. Tegal yang berjarak sekitar 21 km arah selatan kota Tegal bersama isteri dan anak-anaknya.
Perkembangan Martabak di Indonesia pada kurun waktu sekitar 1950-1990, tercatatlah nama-nama tokoh sebagai berikut :
Tegal : Djaâ’i bin Haji Sueb, Haji Urip, Haji Abdur Rohim, Sumyad, Muhidin, Gendon, Masan, Dahlan, dan rekan-rekan.
Jakarta : Rumli bin Sanadi, Mahsud, Mali, Tabud, Matlab, Haji Hambali, Muanas, Haji Tobroni, Luri, Muri, Tarmudi, Usup, Hudi, H. Muripin, H. Tabri, H. Nur Abdullah Hasan, Umar Hanafi, H. Toni Dartam, Dakyani, dan rekan-rekan.
Bogor : Rifai, Mawardi, Abdul Wahid, Abdul Gofur, Maskam, Haji Umar Sahir, dan rekan-rekan.
Bandung : Dasir, Mukdi, Salim, Haji Mahun, dan rekan-rekan
Cianjur : Haji Surur, Makbul Tamyid, dan rekan-rekan.
Yogya : Keluarga Besar Tuan Muhammad, Haji Muhammad Abdullah, Suud, Haji Bahroni, dan rekan-rekan.
Makasar : Haji Imam Abdul Manaf, Mashur Djaâ’i, Muhidin, Tori Dannya, Haji Muanas Maad, H. Wartono, H. Jurani, dan rekan-rekan.
Manado : Haji Susalit, Matlub, Haji Bedi, Warno, Haji Suyatno, Narto, dan rekan-rekan.
Pontianak : Haji Abdul Kadir Ali, Bambang Wage, Tori, dan rekan-rekan.
Singkawang : Haji Jeni Saleh, dan rekan-rekan.
Banjarmasin : Haji Muta’alim, Paluruni Tori, H. Bedi, Sunarto, dan rekan-rekan.
Semarang : Keluarga Besar Tuan Hasan, dan rekan-rekan.
Palembang : Keluarga Besar Tuan Haji Abdul Rozak (HAR) dan rekan-rekan
Bekasi : Makmur Darnya, Otong, Anwar, H. Saehudin, Saepudin, dan rekan-rekan
Kuningan : H. Midi, dan rekan-rekan
Tangerang : H. Tris, Heriyanto Dja’i, Muhammad Abdul Bayasut, Wahyu Patehi dan rekan-rekan
Sampit : Rozak Bayasut, Abdullah Bayasut, Yazid Bayasut, dan rekan-rekan.
Bontang : Haji Muhammad, Untung, H. Sunarto, Saepu Torik, dan rekan-rekan.
Jayapura : Haji Juremi, Haji Waud Umar, Haji Tono Umar, dan rekan-rekan.
Mataram : Haji Sahuri, Agus, dan rekan-rekan.
Denpasar : Haji Mashur Dakup, H. Toni, Luruh, Patehi, dan rekan-rekan.
Kupang : Ruslan Sanusi, dan rekan-rekan
Tasikmalaya : Djubaidi Ali, Balhi, Maksudi, Sungib, Sopi, dan rekan-rekan
Pekanbaru : H. Isro, dan rekan-rekan
Bukittinggi (Sumbar) : Harar, dan rekan-rekan
Itulah generasi kedua dan ketiga, pada generasi keempat, sekarang telah menyebar keseluruh pelosok Indonesia. Menu dagangannya pun tidak hanya martabak saja namun beberapa jajanan yang lain, antara lain : donat, onde-onde, pukis, pisang goreng, gandasturi, tahu goreng, ayam goreng, dan aneka macam makanan dan jajanan.
Untuk luar negeri seperti Jeddah, Saudi Arabia, para tokoh-tokohnya adalah : Haji Adnan Sowi, Haji Kana, Haji Mustakin, Haji Agus Warto, Haji Zainudin bin Ahmad, Haji Syaiful Bahri, Haji Humaedi, dan rekan-rekan lainnya.
Tokoh-tokoh wanita (Srikandi) Lebakksiu:

1. Ibu Saimah Marjen
2. Ibu Hajjah Mary Wahid

Namun demikian sejarah martabak Lebaksiu dapat berkembang pesat seperti sekarang ini tidak terlepas dari dukungan moril maupun materil dari tokoh-tokoh Lebaksiu non martabak seperti:

1. Tabri (Mantan Lurah Lebaksiu Lor)
2. H. Ikna Tjokroharsono
3. H. Bahrun (Mantan Lurah Lebaksiu Lor)
4. KH. Samlawi (Mantan Lurah Lebaksiu Kidul)
5. KH.Mafhud Thoha
6. Kamali rusbad (PLN)
7. Bang Ahmad (Mantan Lurah Kajen)
8. H. DJubaidi Ahmad Baedowi (PLN)
9. Drs. H. imam Sofwan
10. Drs. Kaprawi
11. Pandi (Gang Tongkang) Jakarta
12. Drs. H. Bachruddin Nasori, Msi
13. H. Ali DJured
14. Khozin Tamjid
15. H. Abdul Malik Tamjid
16. Ir. H. Ismaun Tjokroharsono
17. Marjono (Yon Kav)
Hasil kunjungan penulis di sebagian kota-kota besar di Amerika, Eropa, Afrika, Asia dan Australia tidak ditemukan jenis Martabak Lebaksiu seperti yang sudah diutarakan diatas.
Abdullah bin Hasan Almalibary lahir di daerah Payoli, Distric Meladi, “Kerala State South of India” pada tahun 1901.
Meninggal dunia pada 1956 dan dimakamkan di desa Lebaksiu Kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Meninggalkan seorang isteri dua anak laki dan dua anak perempuan.
Isterinya bernama Masni ( Hajjah Hasanah Masni ) binti Kyai Abdul Karim, lahir di Lebaksiu Kidul tahun 1918 dan meninggal dunia pada tahun 2000.
Apabila ilmu membuat martabak adalah sebuah ilmu yang bermanfaat ( Al IlmuNafi ) dan berguna bagi kemaslahatan umat, maka dengan mengharap ridho Allah Subhanahu wataâ’ala semoga Abdullah bin Hasan Almalibary beserta pengikut-pengikutnya diterima amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya. Amin.

komen dari saya: heu...ada-ada aja ya...

Asal Muasal MARTABAK!

April 21st, 2009 by Aulia Ibrahim Yeru

Saya dapatnya dari sini nih. Saya terpana membacanya. Saya tidak bisa berkomentar!
Entah kenapa saya salin disini, heheheh.

Martabak adalah sejenis makanan khas dari negeri India sejak dahulu hingga sekarang. Di Indonesia ada dua jenis martabak.
Pertama adalah martabak telor, yang kedua adalah martabak terang bulan atau biasa disebut martabak manis.

Di India martabak, susunannya adalah sebagia berikut :
Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur bayam, dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng, setelah membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu dihidangkan dengan kare kambing/gulai. Itulah aslinya martabak telur atau di India disebut moortaba.

Di negeri India, makanan lain sejenis martabak telur adalah : Nan, Roti Cane, Chappaty, Purata, Poory, Samosa. Makanan-makanan teresbut masuk pada kategori makanan sedang/ringan. Dan bisa juga menjadi menu makanan utama disana.

Kemudian bagaimana dengan martabak terang bulan/martabak manis ? jenis ini baik bentuk, isi dan rasanya sama sekali tidak ditemukan di negeri India. Makanan yang rasanya manis ini, adalah sejenis roti/kue manis cake atau pasta. Yang di hidangkan sebagai sarapan pagi /santai bersama minum kopi atau teh maupun teh susu yang biasa juga disebut di Malaysia namanya Teh Tarik.

.

ASAL USUL MARTABAK DARI LEBAKSIU
Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah lebaksiu kabupaten Tegal mengadu nasib dengan berjualan makanan atau mainan anak-anak pada setiap ada perayaan di kota-kota, seperti kota Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Kyai Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda berasal dari negeri India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary.

Dari hasil persahabatan mereka, maka Abdullah diajaklah berkunjung ke kampung halaman Ahmad di desa Lebaksiu kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Kyai Abdul Karim.

Kemudian Abdullah mempersunting Masni adik perempuan Ahmad pada tahun 1935. Abdullah atau biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar/pengusaha pada zaman itu. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Martabak.

Didalam kisah perjalanan Abdullah ini, dari beberapa narasumber baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup diantaranya : Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim 85 tahun, Mawardi bin Kyai Abdul Karim 80 tahun, H. Abdul Kadir Bayasut 80 tahun (keturunan Arab), H. Katikaren Abdul Kadir 80 tahun (keturunan India), dan beberapa tokoh-tokoh lainnya membenarkan kisah tersebut diatas.

Adalah suatu kenyataan bahwa martabak yang dibuat oleh Abdullah, sangat berbeda dengan martabak yang aslinya dari India.

.

Susunan Bahan Dasar Martabak Telor.

Adonan tepung terigu yang dibentuk bulat sebesar telur ayam, kemudian dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng. Setelah membentuk lingkaran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi dengan campuran telur, sayuran, irisan-irisan kecil daging yang telah dimasak dengan bumbu-bumbu. Kemudian digoreng, dan kemudian bisa langsung dihidangkan tanpa kare kambing/gulai.

Dialah salah satu diantar pemuda-pemuda India yang berhasil membuat perubahan atau modifikasi Martabak dari aslinya. Menurut narasumber hal ini disesuaikan dengan cita rasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia khususnya di Tanah Jawa yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengkonsumsi daging berlebihan. Itulah yang menjadi alasan utama mengapa modifikasi martabak itu terjadi.

Sampai sekarang ini, jenis Martabak telor yang beredar hampir diseluruh pelosok Indonesia, adalah merupakan hasil modifikasi dari yang aslinya.

Martabak terang bulan/martabak manis. Konon menurut kisah disebut terang bulan, karena bentuknya bulat seperti bulan purnama. Martabak manis ini dibuat dengan bahan-bahan dasar adonan tepug terigu, gula, telor, dan lain-lain. Dan dicetak dengan cetakan piring seng dengan ukuran kurang lebih 20 cm dan dipasang tangkai pipa besi. Dipanggang dan digoyangkan diatas bara api, arang kayu, maupun kompor minyak. Sering martabak terang bulan ini disebut juga martabak “goyang”. Isi atau bumbu-bumbunya adalah olesan mentega/margarine, susu, selai pepaya, selai nanas, meises, kacang dan lain-lain.

Pada sekitar tahun 1950-an, terjadilah modifikasi baik bentuk maupun ukuran dan rasa martabak manis. Cetakannya terbuat dari besi cor / cor perunggu,cor kuningan dengan ukuran 18/20 cm, 20/22 cm, 22/24 cm, 24/26 cm, 26/28 cm, 28/30 cm. Dengan isi atau bumbu-bumbunya adalah susu, kacang, keju, meises, wijen, kismis, durian, dan lain sebagainya.

Keahlian Abdullah diajarkan kepada kerabat dekat istrinya maupun tetangga-tetangganya. Tercatatlah nama-nama sebagai berikut :

  1. Ahmad bin Kyai Abdul Karim (Alm)
  2. Abdul Manaf bin Kyai Abdul Karim (Alm)
  3. Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim
  4. Mawardi bin Kyai Abdul Karim
  5. Rifai bin Kyai Abdul Karim (Alm)
  6. Djari (Haji Umar) bin Haji Masâ'ud (Alm)
  7. Maktub bin Haji Masâ'ud (Alm)
  8. Djaâ'i bin Haji Sueb (Alm)
  9. Ali bin Haji Sueb (Alm)
  10. Rumli bi Sanadi (Alm)
  11. Tamyid
  12. Tuwuh

Dan masih banyak lagi nama-nama yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ini adalah merupakan generasi kedua setelah Abdullah.

Abdullah bersama mereka-merekalah yang memperkenalkan martabak pada setiap ada keramaian di pasar-pasar malam di kota-kota besar khususnya di pulau jawa. Keramaian-keramaian seperti Sekatenan di Jogjakarta, Dugderan di Semarang, Mauludan di Cirebon-Trusmi, dan pasar malam di pabrik-pabrik tebu pada perayaan permulaan giling (metik).

Bisnis-bisnis Abdullah yang ditekuninya sekitar tahun 1935 – 1955 antara lain : “Rumah Makan India Moslem” di Slawi, “Meubeler” di Lebaksiu dan pengelola dibeberapa pasar malam.

Tersebutlah nama-nama rekan-rekan Abdullah senegara dari India pada kurun waktu antara 1930 – 1960 adalah :

  1. Tuan Hasan di Semarang
  2. Tuan Muhammad di Yogya
  3. Tuan Haji Sayeed Ali di Jakarta
  4. Tuan Salam di Jakarta
  5. dan masih banyak nama-nama lain.

Ketika rekan-rekan Abdullah memilih tinggal di kota-kota besar, tidak demikian halnya dengan Abdullah yang memilih tinggal di salah satu kampung bernama Lebaksiu Kidul Kab. Tegal yang berjarak sekitar 21 km arah selatan kota Tegal bersama isteri dan anak-anaknya.

Perkembangan Martabak di Indonesia pada kurun waktu sekitar 1950 – 1990, tercatatlah nama-nama tokoh sebagai berikut :

Tegal : Dja’i bin Haji Sueb, Haji Urip, Haji Abdur Rohim, Sumyad, Muhidin, Gendon, Masan, Dahlan, dan rekan-rekan.

Jakarta : Rumli bin Sanadi, Mahsud, Mali, Tabud, Matlab, Haji Hambali, Muanas, Haji Tobroni, Luri, Muri, Tarmudi, Usup, Hudi, H. Muripin, H. Tabri, H. Nur Abdullah Hasan, Umar Hanafi, H. Toni Dartam, Dakyani, dan rekan-rekan.

Bogor : Rifai, Mawardi, Abdul Wahid, Abdul Gofur, Maskam, Haji Umar Sahir, dan rekan-rekan.

Bandung : Dasir, Mukdi, Salim, Haji Mahun, dan rekan-rekan

Cianjur : Haji Surur, Makbul Tamyid, dan rekan-rekan.

Yogya : Keluarga Besar Tuan Muhammad, Haji Muhammad Abdullah, Suud, Haji Bahroni, dan rekan-rekan.

Makasar : Haji Imam Abdul Manaf, Mashur Dja’i, Muhidin, Tori Dannya, Haji Muanas Maad, H. Wartono, H. Jurani, dan rekan-rekan.

Manado : Haji Susalit, Matlub, Haji Bedi, Warno, Haji Suyatno, Narto, dan rekan-rekan.

Pontianak : Haji Abdul Kadir Ali, Bambang Wage, Tori, dan rekan-rekan.

Singkawang : Haji Jeni Saleh, dan rekan-rekan.

Banjarmasin : Haji Muta’alim, Paluruni Tori, H. Bedi, Sunarto, dan rekan-rekan.

Semarang : Keluarga Besar Tuan Hasan, dan rekan-rekan.

Palembang : Keluarga Besar Tuan Haji Abdul Rozak (HAR) dan rekan-rekan

Bekasi : Makmur Darnya, Otong, Anwar, H. Saehudin, Saepudin, dan rekan-rekan

Kuningan : H. Midi, dan rekan-rekan

Tangerang : H. Tris, Heriyanto Dja’i, Muhammad Abdul Bayasut, Wahyu Patehi dan rekan-rekan

Sampit : Rozak Bayasut, Abdullah Bayasut, Yazid Bayasut, dan rekan-rekan.

Bontang : Haji Muhammad, Untung, H. Sunarto, Saepu Torik, dan rekan-rekan.

Jayapura : Haji Juremi, Haji Waud Umar, Haji Tono Umar, dan rekan-rekan.

Mataram : Haji Sahuri, Agus, dan rekan-rekan.

Denpasar : Haji Mashur Dakup, H. Toni, Luruh, Patehi, dan rekan-rekan.

Kupang : Ruslan Sanusi, dan rekan-rekan

Tasikmalaya : Djubaidi Ali, Balhi, Maksudi, Sungib, Sopi, dan rekan-rekan

Pekanbaru : H. Isro, dan rekan-rekan

Bukittinggi (Sumbar) : Harar, dan rekan-rekan

Itulah generasi kedua dan ketiga, pada generasi keempat, sekarang telah menyebar keseluruh pelosok Indonesia. Menu dagangannya pun tidak hanya martabak saja namun beberapa jajanan yang lain, antara lain : donat, onde-onde, pukis, pisang goreng, gandasturi, tahu goreng, ayam goreng, dan aneka macam makanan dan jajanan.

Untuk luar negeri seperti Jeddah, Saudi Arabia, para tokoh-tokohnya adalah : Haji Adnan Sowi, Haji Kana, Haji Mustakin, Haji Agus Warto, Haji Zainudin bin Ahmad, Haji Syaiful Bahri, Haji Humaedi, dan rekan-rekan lainnya.

Tokoh-tokoh wanita (Srikandi) Lebakksiu:

  1. Ibu Saimah Marjen
  2. Ibu Hajjah Mary Wahid


Namun demikian sejarah martabak Lebaksiu dapat berkembang pesat seperti sekarang ini tidak terlepas dari dukungan moril maupun materil dari tokoh-tokoh Lebaksiu non martabak seperti:

  1. Tabri (Mantan Lurah Lebaksiu Lor)
  2. H. Ikna Tjokroharsono
  3. H. Bahrun (Mantan Lurah Lebaksiu Lor)
  4. KH. Samlawi (Mantan Lurah Lebaksiu Kidul)
  5. KH.Mafhud Thoha
  6. Kamali rusbad (PLN)
  7. Bang Ahmad (Mantan Lurah Kajen)
  8. H. DJubaidi Ahmad Baedowi (PLN)
  9. Drs. H. imam Sofwan
  10. Drs. Kaprawi
  11. Pandi (Gang Tongkang) Jakarta
  12. Drs. H. Bachruddin Nasori, Msi
  13. H. Ali DJured
  14. Khozin Tamjid
  15. H. Abdul Malik Tamjid
  16. Ir. H. Ismaun Tjokroharsono
  17. Marjono (Yon Kav)

Hasil kunjungan penulis di sebagian kota-kota besar di Amerika, Eropa, Afrika, Asia dan Australia tidak ditemukan jenis Martabak Lebaksiu seperti yang sudah diutarakan diatas.

Abdullah bin Hasan Almalibary lahir di daerah Payoli, Distric Meladi, “Kerala State South of India” pada tahun 1901.

Meninggal dunia pada 1956 dan dimakamkan di desa Lebaksiu Kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Meninggalkan seorang isteri dua anak laki dan dua anak perempuan.

Isterinya bernama Masni ( Hajjah Hasanah Masni ) binti Kyai Abdul Karim, lahir di Lebaksiu Kidul tahun 1918 dan meninggal dunia pada tahun 2000.

Apabila ilmu membuat martabak adalah sebuah ilmu yang bermanfaat ( Al IlmuNafi ) dan berguna bagi kemaslahatan umat, maka dengan mengharap ridho Allah Subhanahu wataâ'ala semoga Abdullah bin Hasan Almalibary beserta pengikut-pengikutnya diterima amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya. Amin.

Pertama kali menginjakan kaki di bumi borneo

April 21st, 2009 by I Made Anantha

Pertama kali menginjakan kaki di bumi borneo. Ya kata itu yang tepat dan sempat membuat diri ini dag dig dug. Berangkat dari bandara Ahmad Yani Semarang dan berlanjut di bandara Surabaya, akhirnya tibalah saya di bumi borneo. Tidak terpikirkan sebelumnya saya akan menginjakan kaki di bumi borneo yaitu di kota Balikpapan. Demi mencari kehidupan dan mengais rejeki untuk melanjutkan kehidupan ini, saya mencoba untuk memulai kaisan rejeki itu di bumi borneo terutama di kota balikpapan. Tuntutan kerja mengharuskan saya untuk bermukim ( sementara ) di bumi borneo.

Perasaan yang muncul pada benak saya adalah cemas. Walaupun awalnya senang karena mendapat pekerjaan yang lumayan layak, tetapi cemas tetap menghantui saya. Tapi apa daya, saya hanya makhluk Tuhan yang mungkin diberi rejeki ( sementara ) di bumi borneo ini. Selama perjalanan di pesawat pun saya memikirkan bagaimana rupa bumi borneo ini. Sesaat akan mendarat tampak bumi borneo yang masih hijau penuh. Yang ada dalam benak saya adalah mungkin suatu saat nanti saya akan bersafari ria di bumi borneo ini.

Ketika turun di bandara Sepinggan Balikpapan, cuaca sangat panas. Yang saya rasakan saat itu adalah perasaan asing dan takut di kota orang dan juga pulau orang. Untungnya ada seorang teman yang sudah memberikan peta untuk saya kemana saya harus menuju. Dengan kegerahan saya pun mencoba untuk menikmati indahnya balikpapan.

Sesudah melewati tengah hari yang panas, saya pun akhirnya mencoba menikmati kota Balikpapan di malam hari bersama kawan - kawan. Balikpapan termasuk kota yang berprospek. Hal ini dilihat dari bangunan - bangunan dan potensi baik bisnis, niaga maupun yang menjadikannya terkenal bidang pertambangan. Kota yang bisa dibilang kota minyak ini, memiliki pesona yang lain dari kota - kota yang pernah saya tinggali. Mungkin suatu saat saya akan menulis mengenai pesona balikpapan. Saya berharap saya dapat beradaptasi dengan baik di kota ini, walaupun rasa kangen rumah ( keluarga dan tentu kekasih D ) masih ada.

« Previous Entries