Jarang Online

February 28th, 2009 by Amorita Kurnia Dewi

Akhir-akhir ini aku jarang online, termasuk jarang nge-blog. Bukan karena malas, tapi karena koneksi internet yang makin lama makin tidak mengenakkan aja. Kalau dulu bisa berjam-jam di depan internet, chatting, posting blog, facebook-an, dll. Sekarang ga bisa lagi. Baru juga konek internet udah bete, koneksinya mati-mati mulu, masak satu jam cuman bisa ngecek email doang (

Jadinya sekarang jadi sering ke warnet lagi, padahal dulu udah setahun ninggalin warnet karena bisa koneksi internet dari rumah. Memang sih, kata temanku, sekarang ini saat-saat koneksi internet pada melemah. Aku jadi bingung musti pake apa lagi, soalnya kalau harus beli modem yang jutaan belum ada budget, masih fokus buat nglunasin motor dulu.

Jadi untuk ke depan nanti (sampai koneksi internet lancar kembali) aku akan jarang online. Maaf, kalau ada email atau pesan-pesan di blog atau facebook yang lama tak ditanggapi. Hehe… kembali ke dunia nyata, bukan dunia maya )

Ngambing Di Depot Tanjung

February 28th, 2009 by Irvan Tambunan
Ini merupakan posting saya yang pertama kali mengenai kuliner di Jakarta. Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang kuliner di daerah ibukota, hanya saja baru diberi kesempatan sekarang. Kali ini, saya mencoba salah satu makanan khas Arab yaitu kambing bakar. Kalau kambing bakar sudah biasa, tetapi yang istimewa dari kambing bakar ini adalah menggunakan madu [...]

Windows Mobile 6.5 beta

February 28th, 2009 by Fajar Fathurrahman

wm65-1

Sudah hampir 2 minggu ini saya mencoba OS terbaru untuk PPC, yaitu Windows Mobile 6.5 (build 21159), ya masih tergolong beta. Saya mencobanya menggunakan HTC Hermes 100. Bila dilihat sepintas maka akan terlihat perbedaan mencolok di bagian GUI, dimana di versi baru ini lebih menekankan pada motion gesture untuk mengoperasikannya. Nice !!

wm65-2

Untuk bagian menu today screen ada program baru yang bernama titanium (pada gambar pertama) untuk menampilkan semua komponen penting di PPC seperti tanggal, text message, email, phone dll. Di bagian menu program nya juga berubah, terlihat program dibalut dengan latar hexagonal sehingga terlihat lebih catchy. Sudah tentu apabila suatu OS dikembangkan maka akan memakan memory lebih, WM6.5 ini memory load awal memakan sekitar 58%. Kemudian pada WM seri ini saya merasa lebih sensitive jika dibandingkan dengan seri WM sebelumnya, sangat mudah untuk disentuh sehingga tidak memerlukan stylus lagi.

wm65-4

Lalu jika pada seri WM sebelumnya kita menggunakan fitur ActiveSycn untuk sinkronisasi e-mail dengan Exchange server, maka di WM6.5 ada yang namanya Microsoft Outlook Live. Tampilan phone screen ketik di lock pun berubah juga.

wm65-3

Saya mendapatkan rom WM6.5 hasil cooked Josh Kosh ini dari site xda-developers, rom ini bisa anda dapatkan disini. Happy flashing ! ;)

Posted in Gadget, Technology Tagged: Hermes, HTC, Windows Mobile

Menu Republik Kuliner Maret 2009

February 27th, 2009 by Muhammad Insan Al Amin
Klik Disini

kampusku ngga gelap lagi

February 26th, 2009 by Fat'hah Noor


Menyambut ulang tahunnya yang ke-50, berbagai infrastruktur di ITB banyak yang dibenahi. Salah satunya dengan pemasangan lampu-lampu bersel surya di sepanjang bagian tengah kampus, dari depan ComLabs+Oktagon hingga kolam Indonesia Tenggelam.

Akhirnya Nomor Indosat saya bisa dihubungi!

February 26th, 2009 by Rendy Maulana

Setelah 3 Hari nomor indosat saya (IM3 & Matrix) tidak dapat dihubungi dari nomor luar Bandung, kemarin sore akhirnya bisa juga dihubungi. Ternyata saat saya mengajukan komplain 2 hari lalu (24/2/09) terdapat beberapa orang yang mengalami masalah serupa, tidak bisa dihubungi oleh nomor Mentari Jakarta yang berada di sebelahnya. Nomor Saya sendiri tidak dapat dihubungi dari nomor Mentari / IM3 Makassar.
Terkadang nomor saya jika dihubungi terdengar nada sambung (i-ring Indosat), terkadang juga Number not in Use, terkadang juga error in Connection, terkadang juga Connection Failed. Padahal telepon saya tidak berdering sama sekali, dan SMS pun sering tidak sampai, jelek sekali yah, nekatnya IM3 Mengeluarkan varian kartu baru, makin ancur deh kayaknya.

Nampaknya hal ini masih terkait dengan penuhnya frekuensi Indosat akibat pengguna Indosat M2 yang berlebih di Bandung. Konon katanya jumlah pengguna IM2 3G di Bandung meningkat pesat sejak september 2008 dari sekitar 5000 pelanggan ke delapan kali lipat di bulan Januari 2009. Dan dampaknya tentu saja berakibat fatal kepada pengguna Matrix Broadband yang membayar lebih mahal untuk layanan Pasca (berharap kualitas baik, tapi tipuuu!), Juga ke pengguna Indosat Blackberry yang sering blackberrynya bengong di Bandung.

Daerah seperti Dago, Cisitu, Kopo merupakan salah satu daerah dengan faktor keparahan tertinggi, yang dimana baterai handset akan cepat habis, kualitas suara jelek, dan juga tidak bisa menggunakan layanan berbasis frekuensi 3G.

Ohya saya juga sudah mengajukan surat keberatan melakukan pembayaran kepada Indosat, yang saya ajukan di Gallery Indosat Asia Afrika Bandung, dan sekaligus menutup account Matrix Broadband saya. Lucunya Indosat juga melakukan pameran dan penjualan terhadap layanan 3G di Mega Bazaar Computer di Be-Mall Bandung, meski standnya jauh lebih sepi dibanding stand Telkomsel.

Teknologi 3G / HSDPA memang cocok untuk dipakai di kecepatan tinggi, bahkan untuk buat internet murah sekalipun, tapi ya memang bukan untuk koneksi 24 jam terus menerus, gunakan koneksi kabel untuk koneksi internet terus menerus.

Ohya, XL mengeluarkan layanan Unlimited Internet Prabayar sekarang, akankah kembali mengulang keadaan dahulu kala dimana layanan XL3G (pascabayar) sempat hancur (atau masih hancur?)

Adakah alternatif Internet Cepat 3G / HSDPA yang bisa dipakai dengan tenang ? untuk keperluan benar benar mobile yang sesekali saja?

addthis_url = 'http%3A%2F%2Fwww.rendymaulana.com%2Farchives%2F2009%2F02%2F26%2Fakhirnya-nomor-indosat-saya-bisa-dihubungi%2F'; addthis_title = 'Akhirnya+Nomor+Indosat+saya+bisa+dihubungi%21'; addthis_pub = '';

Skrip Sederhana utk membackup semua database di PostgreSQL

February 25th, 2009 by Cecep Mahbub

Karena kalau di copy paste di wordpress kadang suka error, saya salin di wiki saja.
http://wiki.ngadimin.org/Contekan_PostgreSQL#Skrip_Backup_Sederhana

Wifi di Kampung Cibungur, Leuwigajah

February 25th, 2009 by Sawung


Dikampung cibungur leuwi gajah ada wi fi. Ada RTRW net juga.


kebacanya omni-cibungur-net.

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Traffic

February 24th, 2009 by Febrian Setiadi
Traffic Originally uploaded by feb_989 And will reach 30 Gigs on the end of the year.. Posted in Life.. oh Life..

Kenapa Web Standard?

February 24th, 2009 by Petra Novandi Barus

Tugas besar Pemrograman Internet kali ini adalah untuk menyusun sebuah situs mirip jejaring sosial yang berisi profil-profil diri dari anggota kelompok yang terkait satu sama lain menggunakan hyperlink. Salah satu poin yang gw propose di spesifikasi tugas besar tersebut adalah Web Standard compliance.

Apa sih itu Web Standard? Web Standard adalah sebuah teknologi atau spesifikasi yang telah disusun untuk membuat atau menginterpretasikan konten berbasis web. Standar-standar ini didefinisikan terutama oleh World Wide Web Consortium. Setiap pengembang web seharusnya mengikuti standar yang telah ditetapkan tersebut. Dan untungnya Pak Riza, dosen yang bersangkutan, sangat setuju dengan adanya spesifikasi tersebut.

Kenapa sih harus ikut Web Standard?

Perkembangan WWW diikuti dengan adanya produk browser yakni aplikasi untuk membuka dokumen di internet. Dulu orang berlomba-lomba membuat browser dengan fitur-fitur tertentu sampai akhirnya terdapat teknologi-teknologi yang membuat dokumen yang diterima lewat internet menjadi lebih indah (stylesheet) dan lebih dinamis (script). Awalnya orang masih belum mengenal yang namanya stylsheet dan juga belum terdapat scripting yang general sehingga masing-masing browser menawarkan fitur tersebut. Teknologi ini awalnya hanya berjalan pada sebuah merk browser, tapi lama kelamaan produk browser lain memberikan fitur kompatibilitas untuk teknologi pada browser lain.

Selain itu kadang kala, untuk sebuah dokumen yang sama, setiap browser menginterpretasikannya bisa bermacam-macam. Hal ini memberikan user experience yang berbeda-beda untuk setiap pengguna pada browser-browser tersebut. Selain itu juga dapat membuat pengembang web menjadi frustrasi karena harus memeriksa kompatibilitas dokumen yang dibuat dengan seluruh browser yang ada dan memastikan bahwa dokumen yang dibuat dapat memberikan user experience yang sama pada banyak browser. Oleh karena itu, dibuatlah standar-standar untuk memudahkannya.

Sekarang ini, mungkin untuk beberapa hal masih belum terasa dampaknya. The Web Standard Project memberikan 2 buah keuntungan mengikuti standar web.

  1. Aksesibilitas
    Aksesibilitas di sini terdiri dari 2 macam. Web harus dapat diakses dengan mudah oleh pengguna dan juga mesin.
    Dokumen yang memenuhi standar akan mudah diindex oleh mesin pencari. Informasi yang terstruktur dengan rapi pada dokumen akan memudahkan mesin pencari menginterpretasikan dan memilah-milah informasi yang terdapat pada halaman web dengan lebih akurat. Standard sudah ditulis sedemikian sehingga browser lama masih dapat mengakses informasi yang terdapat pada dokumen dengan mudah. Selain itu dokumen yang memenuhi standar dapat dengan mudah dikonversi ke dalam format lain seperti database atau dokumen kantor.
  2. Stabilitas
    Standar yang telah ditetapkan memfasilitasi data yang direpresentasikan dengan standar lama tetap dapat dijalankan dengan baik pada standar sekarang.  Selain itu data yang ditulis dengan standar baru, meski mengalami degradasi, tapi tetap dapat menampilkan hasil yang cukup baik pada browser lama.

Secara pribadi, gw jarang ambil pusing kayak ginian… Dulu tuh semangat banget sama ginian, sampe blog ini sebenernya dulu XHTML standar.. Tapi sekarang jadi males maintain… Ya sudah lah

Mari beramai ramai berhenti berlangganan Layanan Data Indosat

February 23rd, 2009 by Rendy Maulana

Indosat seperti yang kita ketahui memiliki beberapa produk 3G, saya pribadi menggunakan 2 jenis produk, yakni produk im2 Broom unlimited seharga RP.100.000/bulan, dan produk matrix broadband 3G seharga 330.000 per bulan.

Lucunya di daerah saya sendiri tidak bisa menggunakan layanan ini, mau komplain juga malas rasanya, karena setiap dibawa ke gallery indosat, modem dan kartu yang saya pergunakan bisa dipakai login dan berinternet dengan cepat, jadi masalahnya terletak di BTS dekat saya tinggal.

Lain lagi dengan layanan blackberry indosat yang saya pergunakan, selain masalah lamanya indosat dalam membantu masalah kehilangan blackberry saya kemarin. Tagihan yang tak kunjung datang pun membuat saya kesulitan dalam membayar. Lebih lebih kalau saya tagihan tidak pernah dikirim (pasca bayar) namun tau tau ditelepon dengan alasan sudah jatuh tempo. Ohya, selepas pukul 6 sore, email selalu masuk ke blackberry sekitar pukul 10 malam, dan frekuensi bb bengong amat tinggi sekarang, dibanding beberapa bulan lalu, dan baterai cepat habis.

Ditanya kenapa engga dikirim tagihannya, alasan kurir tidak mengenal alamat saya, padahal alamat sudah amat jelas, dan tim surveyor telah datang ke kantor saya disetiap ada perubahan alamat.

Okey, mari kita melupakan masalah komplain dan lain lain, selidik punya selidik, saya tinggal di dekat dengan BTS indosat, namun ternyata occupancy BTS dekat rumah saya ini cukup tinggi, sehingga terkadang saya terlempar ke BTS yang terdekat, yakni di daerah ciumbuleuit, atau daerah simpang dago.

Dari mana saya mengetahui ini? tentunya google yang membantu saya, install program google maps di blackberry, kemudian sign in ke latitude, dan disana akan ketahuan posisi saya sewaktu search awal, menggunakan bts mana, ini bisa dilihat saat start up, dan berapa lama si google maps akan menghitung koordinat anda berdasarkan 3 bts terdekat, tentunya ini mempergunakan teknologi Assisted GPS (AGPS) jika 2 bts lain penuh, sehingga belum bisa memproses query dari google maps, maka lokasi kita akan diposisikan di koordinat BTS tersebut.

Ditambah lagi dari seorang teman yang iseng melakukan scan frequency yang ada di sekitaran ITB (saya tinggal tidak jauh dari ITB) tampak frequency penggunaan telepon selular sudah cukup tinggi, dan timeslotnya sudah habis. Jadi sesuatu yang berbau cellular di daerah sini sebetulnya sudah tidak efisien lagi. Gunakan kabel! D

Namun untungnya kegagalan koneksi dan buruknya management dari Indosat tidak saya alami dengan koneksi saya yang lain, saya juga pengguna telkomsel flash dan telkom speedy, sejauh ini keduanya baik baik saja, down time yang dialami masih tergolong wajar.

Kenapa saya menuliskan postingan ini? tentunya karena yang rusak dari layanan indosat bukan hanya data saja, tetapi suara juga, sulitnya melakukan panggilan tentunya dipengaruhi oleh faktor faktor diatas, apalagi sekarang nomor utama saya sangat sulit dihubungi, sering saya dikomplain orang karena seolah olah saya tidak menjawab telepon, padahal dari tadi telepon diam saja, tidak berbunyi, dan tentunya karena saya bayar cukup mahal setiap bulannya ke indosat, jika ditotal (im3+matrixbb+matrix3G+im2broom+im2cable) saya membayar sebulan sekitar 1,2-1,5 juta rupiah, belum lagi keluarga saya hampir semua pakai indosat dan tagihan besar juga (tapi engga dikasih apa apa tuh sama indosat) pembelanjaan saya terbesar di indosat, dibanding dengan operator lain, nan nampaknya memang harus memutar pembelanjaan ke operator lain.

Ohya, detikinet hari ini (23/2/2009)  juga menuliskan keluhan rekan-rekan yang sama, sesama pengguna indosat.

  1. 3G Tak Pernah Bagus, Cuma Tagihan yang Mulus
  2. Pelanggan 3G Mengeluh, Aktivasi Lelet
  3. Analis Pasar Modal Kecewa Akses 3G
  4. Pelanggan 3G Merasa ‘Diperbudak’ dan ‘Ikut Lotere’
  5. IM2: Jaringan 3G Kami Sudah Kelebihan Beban
addthis_url = 'http%3A%2F%2Fwww.rendymaulana.com%2Farchives%2F2009%2F02%2F23%2Fmari-beramai-ramai-berhenti-berlangganan-layanan-data-indosat-3g%2F'; addthis_title = 'Mari+beramai+ramai+berhenti+berlangganan+Layanan+Data+Indosat'; addthis_pub = '';

IndosatM2 dibantai di detik

February 23rd, 2009 by Cecep Mahbub

3G Bermasalah, Pelanggan IM2 ‘Teriak’
Pelanggan 3G Merasa ‘Diperbudak’ dan ‘Ikut Lotere’
3G Tak Pernah Bagus, Cuma Tagihan yang Mulus
Curhat ke Lembaga Konsumen, Pelanggan 3G Dicuekin
Analis Pasar Modal Kecewa Akses 3G

Ok kita tunggu ronde berikutnya. Saya sih menunggu perbaikan, “secara”… gak bisa di cut langganannya (tersisa beberapa bulan lagi sih).

Bagaimana Menghemat Traffic Internet?

February 23rd, 2009 by Rendy Maulana

Beberapa minggu kemarin, saya terlibat dengan diskusi yang menurut saya cukup berat bersama dengan tim dari Telkom, ITB, dan Depkominfo di Bandung, bagaimana cara menumbuhkan content lokal yang banyak sehingga bisa meredam akses ke luar negeri seperti facebook, dan google.

apakah dengan cara meletakkan server facebook di Indonesia, atau dengan cara mengcopy google ke Indonesia (how to?)?
atau memindahkan server server yang dimiliki oleh provider hosting di luar negeri ke Indonesia?
Saya rasa pilihan terakhir ini bukan hal yang bijak mengingat harga bandwidth upstream ke luar negeri yang dibebankan oleh ISP ke hosting provider cukup mahal sedang kebutuhan akses ke data pelanggan oleh search engine, juga email provider dan pengunjung yang berasal dari Luar negeri cukup tinggi, sehingga cost ownership dari server yang ada di Indonesia bisa 3-10 kali lipat dibanding dengan di luar negeri.

Selama ISP besar masih mencekik dengan harga, tentunya hal tersebut masih dibilang mau mau enggak enggak.
Di satu sisi, tampak bisnis mereka untung di retail dengan harga semurah murahnya, dan untung juga di bisnis korporat dengan menjual harga bandwidth semahal mahalnya untuk kepentingan content, di sisi lain, isp tersebut harus membayar mahal untuk biaya downstream content lokal yang diletakkan di luar negeri.

Namun bagaimana dengan facebook, dan google?

Untuk facebook menurut saya, dapat diredam dengan cara memindahkan content delivery network (CDN) yang dipergunakan sebagai storage foto dan multimedia oleh facebook. AFAIK CDN tersebut bernama fbcdn.net yang diletakkan di AKAMAI, AFAIK lagi akamai dulu pernah ada sever di Indonesia, cuma sekarang engga tau gimana kabarnya. Sekarang CDN terdekat untuk facebook itu diletakkan di Singapore, entah mengapa engga diletakkan di Indonesia, mungkin karena cost nya mahal.

Sedang google? bagaimana jika meminta mereka membangun jalur langsung, ketimbang melewati hoop demi hoop yang dimiliki orang lain, saya pernah dengar konon katanya google membangun jalur kabel langsung ke Asia Tenggara, namun apakah itu sampai ke Indonesia atau tidak, saya kurang tahu, mungkin ada pembaca yang tahu ?

CMIIW

addthis_url = 'http%3A%2F%2Fwww.rendymaulana.com%2Farchives%2F2009%2F02%2F23%2Fbagaimana-menghemat-traffic-internet%2F'; addthis_title = 'Bagaimana+Menghemat+Traffic+Internet%3F'; addthis_pub = '';

Banyak Jalan Menuju Situs

February 23rd, 2009 by Rendy Maulana

Tahukah anda, bahwa jalur menuju sebuah situs itu cukup banyak ? melewati server (atau mayoritas bisa berupa router) server lain, dan jalur jalur tertentu (kabel / radio) yang kesemuanya diatur secara otonom menggunakan router dengan penandaan yang disebut Autonomous System (AS)

Beruntunglah bagi situs yang memiliki jalur yang cukup banyak yang membackup satu sama lain jika terjadi satu jalur penuh atau putus, atau beruntunglah bagi pengguna internet yang menggunakan ISP yang memiliki banyak jalur backbonenya. Sayangnya hal ini tidak terjadi di Indonesia, hanya jalur ke situs situs besar saja yang banyak, ke situs kecil, jalurnya kecil juga.

Jadi jangan heran apabila terjadi salah routing (paling sering terjadi di telkom speedy) atau DNS isp mati, pelanggan yang memiliki blog pribadi, atau situs pribadi, yang dihosting di provider hosting, sering ngamuk ke provider hostingnya karena situsnya tidak bisa dibuka, atau lelet, dengan alasan membuka situs lain normal, padahal yang bermasalah adalah jalurnya backbone ispnya penuh, atau ispnya ngaco(dns mati, dkk), karena mayoritas pelanggan selalu berpatokan pada situs besar seperti google,  facebook, juga yahoo, ya engga bisa disamain jalurnya atuh!

Beginilah kira-kira jalurnya kalau ke facebook, banyak kan?

Klik Untuk Memperbesar

Jalur menuju Facebook, gambar dapat diKlik Untuk Memperbesar

Gambar via Robtex.com

addthis_url = 'http%3A%2F%2Fwww.rendymaulana.com%2Farchives%2F2009%2F02%2F23%2Fbanyak-jalan-menuju-situs%2F'; addthis_title = 'Banyak+Jalan+Menuju+Situs'; addthis_pub = '';

Ruangan Kerja Saya

February 23rd, 2009 by Rendy Maulana

Setelah berbulan bulan tidak menulis blog lebih dari 140 karakter, saya jadi ingin menulis kembali, terlebih setelah 3 bulan terakhir ini melihat banyak sekali postingan tentang ruangan kerja di Planet Terasi.

Saya baru pindah (kembali, kemarin bekerja di ruangan lain) ke ruangan kerja yang sekarang saya tempati sekitar satu minggu, namun kondisinya masih memprihatinkan, karena ruangan ini bekas gusuran dari orang lain, namun sabtu kemarin saya berkesempatan untuk menata ruangan ini lebih baik dari sebelumnya.

lemari buku
Ini merupakan lemari buku saya, lemari ini sudah penuh, dengan buku-buku yang sering saya baca, dalam sebulan biasanya saya membaca 3-5 buku, sebagian dari buku disini saya beli sejak saya SMU, dan setelah kuliah, saya lebih sering membaca buku. Terlebih dengan dorongan dari seorang dosen saya yang berkebangsaan Inggris yang selalu mendorong mahasiswanya untuk membaca, dengan slogan yang masih saya ingat, “the more you read, the more you have” jadi banyak baca bisa bisa bikin kita kaya, kaya akan ilmu, juga teman )
Disebelahnya terlihat sepotong keyboard plus synthesizer yang dulu sering saya mainkan, sekarang sudah tidak sempat lagi memainkannya (sudah lupa malah), namun masih berfungsi dengan baik.

meja kerja
Ini adalah meja kerja saya, hanya satu notebook yang saya pergunakan sekarang, karena di kantor kekurangan komputer, maka saya harus merelakan pc dan laptop saya yang lain untuk dipergunakan sebagai workstation bagi staff yang lain.
Meja ini selalu berantakan, tidak pernah rapi, karena saya bukan orang yang mudah untuk mencari barang di tengah kerapihan, saya lebih cenderung mudah menemukan sesuatu ditengah kekacauan, bagi saya itu adalah inspirasi )
Dapat dilihat diatas meja itu kabel bersliweran, mulai dari kabel power, hingga lan, meski seluruh ruangan di kantor ini sudah tercover oleh wireless, saya lebih senang menggunakan kabel, karena lebih stabil kecepatannya. Terlihat juga beberapa gadget yang selalu tergeletak di atas meja, meski saya bukan gadgeters akut, namun terkadang senang menggunakan beberapa peripheral yang berfungsi sama dengan alasan redundancy, seperti handphone contohnya, itu baru di meja, belum lagi kalau membuka laci, isinya tentu nyaris gadget semua yang tidak terpakai D

meja sebelah
Ini adalah meja di sebelah meja saya, kalau tidak salah meja ini merupakan meja keramat, karena dari meja itulah Qwords.com bermula, itu merupakan meja pertama di kantor kami, di tempat sebelumnya, sekarang meja itu diletakkan disebelah meja saya, entah buat apa, namun feeling saya mengatakan, jika suatu saat memerlukan staff tambahan, bisa ditempatkan disana.
Diatas meja tersebut bisa terlihat ada paper cutter berukuran cukup besar, karena kami melakukan hampir semua produksi kebutuhan kantor dan promosi sendiri, seperti kartu nama, maka perlu ada paper cutter.
Disebelahnya ada sarung pemberian dari orang tua pacar, dan dibawahnya ada sajadah Turki yang dibeli di depan Masjidil Haram Makkah.

Ruangan ini juga saya pakai untuk tidur di malam hari, apabila sedang ada orang tua yang tinggal di kamar saya, kekurangan ruangan ini hanya tidak ada televisi saja, namun nampaknya memang saya lebih nyaman di ruangan ini, karena bangun tidur oleh azan masjid yang cukup kencang, lalu bisa langsung solat subuh dan bekerja, dan juga dapat bekerja hingga larut malam, dan tidur di siang harinya, jadi tentunya ada kasur, bantal dan selimut juga disini. Bagaimana dengan anda, bagaimana ruangan kerja anda?

addthis_url = 'http%3A%2F%2Fwww.rendymaulana.com%2Farchives%2F2009%2F02%2F23%2Fruangan-kerja-saya%2F'; addthis_title = 'Ruangan+Kerja+Saya'; addthis_pub = '';

How to Sniff the Blackberry

February 23rd, 2009 by Rendy Maulana

Saat ini banyak sekali orang yang menggunakan Blackberry, Produk buatan perusahaan dari Kanada, Research In Motion alias RIM ini selain dipergunakan sebagai fungsinya yang menawarkan fasilitas push mail, juga dipergunakan sebagai lambang prestise seseorang.

Namun tak kalah pentingnya sebuah produk, tentu ada bahaya bahwa data anda yang ada di blackberry dapat dengan mudah di sniff oleh orang, hal ini tentunya berkaitan dengan masalah security dan privacy yang mungkin selama ini amat diperhatikan oleh orang orang yang “techno geek” seperti pembaca blog ini.

Bagaimana cara men-sniff blackberry?

berikut adalah video demonya yang saya buat, bagaimana mudahnya blackberry di sniff.

addthis_url = 'http%3A%2F%2Fwww.rendymaulana.com%2Farchives%2F2009%2F02%2F23%2Fhow-to-sniff-the-blackberry%2F'; addthis_title = 'How+to+Sniff+the+Blackberry'; addthis_pub = '';

Asal Usul Aktivis

February 23rd, 2009 by Aulia Ibrahim Yeru
Hahaha...ini artikel saya dapat dari sini. Konyol sih, tapi menggambarkan sekali. Layak dibaca, bagi yang merasa dirinya "aktivis"!!

Oleh Ariel Heryanto

Seorang sahabat saya pernah menulis artikel tentang gerakan politik mahasiswa. Membaca tulisan itu saya jadi geli. Sebab, di situ aktivis mahasiswa digambarkan serba hebat dan berlebihan, sebagai gerakan moral dan intelektual yang kritis.

Ironisnya, tulisan seperti itu layak dipertanyakan secara moral maupun intelektual. Secara moral ada masalah, sebab penulisnya termasuk bagian dari kelompok yang dibanggakan. Ia dikenal sebagai sosok mantan aktivis mahasiswa. Ada juga masalah secara intelektual, sebab muluk-muluknya penggambaran sepihak para aktivis mahasiswa itu lebih mirip komik, propaganda penguasa otoriter, atau sinetron cengeng ketimbang ulasan kritis seorang cendekiawan.

Semua itu terjadi di akhir tahun 1980an dan awal 1990an. Tragis, dan bukannya ironis atau komedis, bila 20 tahun kemudian ada yang mencoba membangkitkan kembali dongeng tentang gerakan mahasiswa tanpa berniat melucu.

Dua dekade lalu, artikel koran yang meromantisir gerakan mahasiswa bisa dimaafkan. Waktu itu banyak mahasiswa digebugi tentara dan dipenjara karena berdemonstrasi. Gerakan mahasiswa menjadi primadona dalam ruang publik Orde Baru. Mereka sosok tunggal yang boleh dan mau menyuarakan kritik sosial dan keresahan masyarakat pinggiran. Nyaris semua saluran komunikasi publik yang lain dipangkas militer dan birokrasi negara.

Partai politik dikebiri habis-habisan. DPR menjalankan ibadah 5D: datang, duduk, diam, dengar, duit. Media massa dibredel, kecuali bila bersedia menjadi pengecer propaganda penguasa sambil belajar menjadi industri nasional. Organisasi kemasyarakatan hanya boleh menjadi alat-bantu program Pembangunan pemerintah.

Dalam situasi itu aktivis mahasiswa menjadi semacam petugas PPPK (pertolongan pertama pada kecelakaan). Mereka sedikit menjalankan peran yang seharusnya dijalankan parlemen yakni berdebat politik. Mereka sedikit menjalankan peran partai politik, yakni belajar berorganisasi, menggugat pemerintah, menebar janji perubahan, dan memobilisir massa. Mereka sedikit menjalankan peran yang seharusnya dikerjakan media massa: memberitakan kabar yang disensor penguasa lewat buletin, selebaran gelap, stiker, dan puisi.

Semua peran itu serba sedikit, tanggung, tapi penuh romantisme. Semua itu–seperti PPPK–lebih baik ada sedikit, ketimbang tidak ada sama sekali. Gerakan mahasiswa ibarat orang yang kebetulan membawa lampu senter di malam hari di saat listrik di seluruh kota padam.

Susahnya, tidak banyak di antara aktivis yang cukup kritis untuk memahami keterbatasan peran mereka dan situasi darurat yang melahirkan peran itu. Karena usia yang muda, sering dikejar tentara, dan dipahlawankan dalam artikel seperti yang ditulis sobat saya, ego para aktivis ini sering melembung kebablasan.

Bukan saja mereka gagal memahami jurang perbedaan di antara kerdilnya kemampuan nyata dan dongeng tentang hebatnya peran mereka sebagai agen perubahan sejarah. Mereka bahkan gagal memahami bahwa peran kerdil yang mereka miliki itu pun tak lebih dari hadiah istimewa yang dipinjamkan penguasa militer Orde Baru. Hitung-hitung, ini imbalan atas jasa gerakan mahasiswa 1966 menghantar militer menduduki istana.

Bagi penguasa waktu itu, aktivis mahasiswa ibaratnya "anak-anak" kandung, keponakan, calon menantu sendiri dalam keluarga besar politik negara Orde Baru. Mereka kadang-kadang menjengkelkan, tetapi tidak berbahaya. Tidak mengherankan sesudah lulus kuliah, sebagian dari aktivis mahasiswa bergabung dalam jaringan politik yang pernah dikritiknya.

Kasta dan nasib para aktivis mahasiswa itu berbeda jauh dari gerakan kaum muda dan mahasiswa yang berkait atau dikait-kaitkan dengan aliran radikal Islam, komunisme, atau separatisme di Maluku, Papua, Timor Timur, dan Aceh. Baik dalam bahasa penguasa Orde Baru maupun para aktivis mahasiswanya, semua gerakan yang tersebut belakangan tidak disebut-sebut sebagai bagian dari gerakan mahasiswa Indonesia. Yang dianggap sebagai tonggak sejarah gerakan mahasiswa Indonesia adalah angkatan 66, 1974, 1978, 1985, 1998 dan seterusnya.

Dibandingkan 20 tahun lalu Indonesia berubah banyak, walau tidak semua menguntungkan kepentingan publik. Politik partai jadi marak. Pembagian kekuasaan presiden dan parlemen berubah drastis. Lalu lintas informasi luar biasa derasnya. Sebagian karena kemerdekaan yang dinikmati media massa. Sebagian karena meluasnya industri internet.

Sedikit banyak perubahan ini termasuk yang diperjuangkan oleh aktivis mahasiswa. Ironisnya, tidak semua mantan tokoh mahasiswa siap mental menghadapi perubahan sejarah ini. Gejala krisis identitas melanda banyak mantan aktivis mahasiswa di berbagai negeri pasca-otoriterisme.

Perubahan sejarah mutakhir membuat mereka jadi kelimpungan kehilangan peran pahlawan. Maklum peran itu pernah mendongkrak gengsi, percaya diri, dan rezeki mereka. Ketika matahari menyorot bumi di siang bolong, sebagian dari mereka berdemonstrasi mengacungkan lampu senter dan bertekad menerangi dunia.

Sumber: Kompas, 21 Januari 2007

A Pray for My Brother..

February 23rd, 2009 by metallurgistguy
God..
Please bless his mother in the afterlife
Forgive her sin
and let her children`s pray to flow continuously for her

God..
Please grant him strength
to get through this difficult time
Please grant him patient
so he could think clearly and finish all things that have to be done
please grant him wisdom
so all his little brothers and sisters can follow him as an example

God..
Thee (alone) we worship; Thee (alone) we ask for help
Keep us on the right path



Dedicated to Roma
my roomate & "big" bro

F.A.Q 1

February 23rd, 2009 by Fajar Fathurrahman

tagline

Sudah banyak juga orang yang tanya, baik itu teman saya atau sekedar berkunjung ke blog saya mengenai Tagline dari blog saya ini. Kebetulan tagline-nya adalah “tail -f /var/log/messages”, banyak yang bertanya “itu apaan sih ?” atau “itu artinya apa sih ?”.

Mungkin sekalian aja ya saya jawab disini, jadi nanti kalo ada orang yang tanya saya kasih link ini aja . Tagline tersebut merupakan salah satu perintah / command di unix khususnya saya sering melakukannya di FreeBSD. “tail” merupakan perintah untuk melihat bagian akhir suatu file, sedangankan flag “-f” untuk melihat secara realtime artinya jika ada input file baru maka akan ditampilkan pada perintah tail. Sedangkan “/var/log/message” adalah path yang ingin dilihat dengan program tail tersebut. Bagi netadmin atau webmaster yang sudah biasa dengan FreeBSD pasti sudah tidak asing dengan command tersebut ;) , begitu login ke shell via putty langsung mengetikan perintah tersebut untuk melihat apa saja yang sudah terjadi di mesin tersebut. Berikut contohnya :

[root@www-12:33 AM]/home/fajar $ tail -f /var/log/messages
Feb 23 00:26:40 www kernel: bge0: link state changed to UP
Feb 23 00:26:40 www kernel: vlan100: link state changed to UP
Feb 23 00:26:40 www kernel: vlan36: link state changed to UP
Feb 23 00:33:43 www sshd[81834]: in openpam_dispatch(): pam_nologin.so: no pam_sm_authenticate()
Feb 23 00:33:46 www sshd[81832]: error: PAM: authentication error for fajar from pusat.itb.ac.id
Feb 23 00:33:46 www sshd[81835]: in openpam_dispatch(): pam_nologin.so: no pam_sm_authenticate()
Feb 23 00:33:49 www httpd: Undeclared entity warning at line 321, column 1
Feb 23 00:33:49 www httpd: DOCTYPE not finished at line 1, column 12
Feb 23 00:33:50 www sshd[81836]: in openpam_dispatch(): pam_nologin.so: no pam_s

Sorry kalo sedikit narsis .

Posted in FreeBSD, IT, Networking, Others, Technology

Shifting Comparison

February 22nd, 2009 by Reza Aditya Permadi
Quoted from TED-talks by Dan Gilbert in 2005, “You want to buy a car stereo . The dealer near your house sells it for $200, but if you drive across town, you can get it for $100. Would you drive for 50% off?” Needless to say, most people will answer “Yes”. But what about the analogy below? “You [...]

« Previous Entries