Indonesia Juara Kontes Internasional Busby SEO Test! Gladioolers Nomer 5

January 31st, 2009 by Enggar Subono
Empat bulan lalu, tanggal 1 Oktober 2008,  sebuah perusahaan online dari australia Busby Web Solutions mengumumkan adanya sebuah kontes SEO, yaitu world cup 2 dengan kata kunci Busby SEO Test. World Cup 2 ini merupakan kontes SEO terbesar yang pernah diadakan. Tentunya para master SEO dunia termasuk dari Indonesia tertantang untuk menjajal lomba yang berhadiah [...]

Barang baru @ januari

January 31st, 2009 by Sawung

Helm baru. Mereknya KYT tipe troy. Mahal juga neh helm 360 rebu. Mesti ati-ati jangan sampe ilang helm lagi.




Punya dua baju batik baru neh. Lumayan buat dipake kemana-mana.

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Sederhana dan informatif

January 31st, 2009 by Sawung



Tempat sampahnya sedehana. Ditammbah papan informasi yang membantu yang tidak paham.

di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

Upcoming Release : Mono - Hymn to the Immortal Wind

January 30th, 2009 by Herry Kurniawan
Tahun 2009 ini, seperti apa yang pernah diperbincangkan dengan sdr.owi , adalah tahun dengan rilisan-rilisan yang ditunggu-tunggu dari band-band terbaik. Salahsatu yang terbaik itu adalah , Mono, band instrumen/postrock asal Tokyo, Jepang yang sempat berkunjung ke Jakarta dalam konser Jakarta Rock Parade (Hell no! detik-detik akhir menjelang konser, panitia menurunkan harga tiket , and damn! gw ga nonton aksi Mono di Jakarta!)

Album ke-5 dari Mono sendiri menurut rencana akan dilepas pada bulan Maret 2009 ini, dengan judul album Hymn to the Immortal Wind, pengumuman resminya sudah dipasang di web atau myspace lengkap dengan sample lagu "Ashes In The Snow" yang dapat diunduh gratis demi memuaskan rasa penasaran fans.

Ya, inilah band yang berada di jalur post rock mancanegara yang saya tunggu rilisan album terbarunya sejak rilisan "Gone (2007)", dan semoga, CD nya beredar di Indonesia !

Mono Official Site
Mono @ Myspace
Preview

From City of Manchester Stadium to Gaza Strip

January 29th, 2009 by metallurgistguy

2 September 2008

It has been confirmed. Manchester City is now owned by Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan through his Abu Dhabi United Group after £210 millions takeover. The surprise has not yet to stop. In the closing time of the August transfer window, Manchester City succesfully snapped Robinho from Real Madrid after paying £32.5m. It is definitely the most shocking transfer news in August

How rich is Sheikh Mansour and his family?

The Abu Dhabi United Group (ADUG) is part of the oil rich state’s sovereign wealth fund ADIA which manages £500billion of assets and is the world’s second biggest institutional investor, behind the Bank of Japan, according to the Oxford Business Group. Abu Dhabi manages oil reserves worth an estimated $1trillion !! (£555billion) and it is believed that the personal fortune of Sheikh Mansour reaches $22 billions!!

27 December 2008

After long blockade since HAMAS fully controlled Gaza Strip, Israel finally launched their attack to Gaza. Operation Cast Lead began at 11.30 AM. 50 fighter jets and attack helicopters perform air strike that killed almost 300 people. The attack was regarded by Palestinians as Massacre of the Black Saturday because it produced the highest one-day death toll in 60 years of conflict.

10 January 2009

Emirates News Agency has reported that Sheikh Mansour had donated fund to built operation rooms and wards at Al Shifa Hospital Gaza. The exact amount of money is not reported.


16 January 2009

It was reported that ADUG had put £100 millions ($150 milllions) transfer bid for Kaka of AC Milan. If agreed, this would have been the largest ever transfer fee, more than doubling the previous record (£46 millions for Zidane`s transfer from Juventus to Real Madrid) . Ultimately, the deal collapsed. The proposed deal sparked a widespread debate on the ethics and sustainability of such large transfer fees. Arsene Wenger even described the proposed transfer fee as "not in real world"

Meanwhile far away at Gaza Strip, The bodies of 23 Palestinians were pulled from the rubble in the Tel al-Hawa district of Gaza City after Israeli tanks withdraw in the pre-dawn hours. Palestinian medics say at least 1,155 Palestinians have died over the past three weeks since Operation Cast Lead began.

18 January 2009

Israel declared an unilateral cease fire after 22 days of fighting. According to Palestinian Center of Human Rights, 1284 Palestians had been killed, 894 of them are civilians. In addition, 4336 Palestinians were wounded. In addition, Palestinian Central Bureau of Statistics put the damage because of the 22 days battle at $1.5 billion: The direct damage suffered by Gaza residents is estimated at $400 million, while the damage to infrastructures is estimated at $1 billion.

At the same day, far away from Gaza, Manchester City has succesfully signed Craig Bellamy for £14 millions from West Ham United after their £100 millions offer for Kaka had been rejected

=====================================================================

Alhamdulillah, Sheikh Mansour hasn`t forgot Gaza..

Neverthless by imagining the staggering amount of proposed Kaka transfer bid and Sheikh Mansour personal fortune (plus his family also). I believed that if he want to, he could transform Gaza into a better place than its pre-war condition

Just Imagine.. his family asset is around $1 trillion (£555 billion). And it is reported that his personal fortune (according arabianbusiness.com) is around $22 billions!!

how many houses can be rebuild?
how many hospital can be rebuild?
how many university can be built?
how many Gaza people will move to other side of poverty line?
(60% Gaza residents are below poverty line before Operation Cast lead was launched)
how many....?
how many....?

I know you can do it, Sheikh. We are brothers in Islam :)

reference
- Sheikh Mansour news in Daily Telegraph
- Sheikh Mansour news in Daily Mirror
- Sheikh Mansour tops new football rich list
- First Gaza Damage Estimation : $ 1.4 billions
- Sheikh Mansour donation to Al Shifa Hospital, Gaza
- The Effects of the 2008-2009 Israel-Gaza Conflict
- Kaka`s mega transfer bid

saling menjatuhkan ?

January 29th, 2009 by Herry Kurniawan


Lihatlah .....
baru kemarin baca Kompas , muncul iklan sehalaman besar. Itulah iklan dari PDIP yang mengusung Bu Mega untuk maju kembali jadi capres. Dan hari ini, iklan balasan dari Demokrat muncul dalam ukuran halaman yang sama. Yang satu sibuk menjatuhkan kinerja yang lainnya, begitulah kepemimpinan di Indonesia. Padahal baru saja kita lihat bagaimana McCain mengakui keunggulan Obama dan sama-sama memikirkan bangsa, kontras sekali dengan iklim demokrasi di negeri ini....

Hahahahaa.....

Ghaust - Ghaust (2008)

January 29th, 2009 by Herry Kurniawan
Tidak berlebihan jika saya menganggap Ghaust merupakan band pertama di Indonesia yang mengusung genre post-metal hingga merilis sebuah album. Ghaust terdiri dari Uri A.Putra (gitar+bass) dan M.Edward (drum). Keduanya bertanggungjawab dalam keterlibatannya membidani sebuah genre baru, scene perpostmetalan di Indonesia. Negeri yang melayu ini. Walaupun akar bermusik mereka adalah rock. Namun yang menjadi sedikit beda (dan sesuatu yang baru di Indonesia) adalah keputusan mereka untuk bermetal tanpa suara vokal, tanpa raungan vokalis. Instrumental tapi tetap gahar,

Di akhir tahun 2008, Ghaust merilis LP mereka yang pertama, sebuah album selftitled. Dengan berisikan 6 lagu yang powerful , yang rasanya mustahil jika membayangkan lagu demi lagu tersebut dilahirkan oleh hanya 2 orang saja.Lagu-lagu yang mengisi LP ini serasa indah, lepas dari imej metal yang urakan dan mengerikan, sebaliknya mereka menyajikan lagu yang kaya harmonisasi sekaligus membentuk atmosfir galau/gloomy. Lagu "Day After (Entering Into Peace)", dijadikan pembuka album ini dengan sajian harmonisasi indah a la post metal, tempo yang melambat di tengah lagu seaka menuntun pendengar untuk masuk ke dalam dunia audio milik Ghaust. Benar saja, setiadanya track pertama, "Sleep and Release" menyambut dengan melodius. Atmosfir galau kembali tampak cerah dengan kehadiran lagu "Torchlight" yang mempunyai intro cukup "jinak", lagu yang mid-temp, diramu sedemikian rupa hingga seperti sebuah relaksasi dari kebisingan lagu-lagu sebelumnya untuk mempersiapkan keberingasan lagu berikutnya. Dengarkan "Akasia", Ghaust meracik melodi dan emosi dalam nada yang menderu-deru, sekaligus melodius sekali, raungan gitarnya serasa EITS yang sedang mabuk dan hantaman drum nya seperti denyut jantung sehabis mengitari stadion sepakbola sebanyak 7 putaran namun ditengah lagu serasa ada jeda untuk bernapas dan kemudian kembali lagi seperti intro awal hingga menuju akhir dengan mati lemas dalam klimaks yang tak terkira! Kemudian, "The Wolf and The Boar" yang merupakan lagu lama yang sebelumnya sudah dirilis dalam bentuk EP, soundnya yang lebih bersih dibanding versi sebelumnya, sound metal instrumental yang mengawang awang hingga penghujung lagu. Sebagai lagu penutup adalah "At Sea (We Are Nothing)", seakan menjadi lagu perpisahan Ghaust kepada pendengarnya dengan memberikan semua kemahiran bermusik mereka, dimulai dari intro yang melayang-layang, lambat laun disahuti oleh drum yang berdetak kencang, down tempo, hingga pada akhirnya kembali menggelinjang kencang, menarik mendengar gitar dan drum saling bersahut-sahutan di akhir track. Pada akhirnya track perpisahan ini seakan menjadi track pembuka untuk kembali ke track pertama album ini. Wonderful !

Track menarik menurut saya adalah "Torchlight" dan "Akasia", keduanya menunjukkan kekontrasan dalam permainan musik Ghaust. Yang satu bermain dengan tempo sedang, satunya lagi bermain seperti kesetanan. Namun keduanya tetap menjaga harmonisasi.

Pada akhirnya saya sangat berbahagia karena telah menjadi saksi hidup bagaimana scene perpostmetalan di tanah air ini dapat diterima luas oleh masyarakat Indonesia, masyarakat melayu ini. Dan semoga perpostmetalan di Indonesia semakin menjamur karena ulah Ghaust.
Artwork album ini mengingatkan saya pada artwork Pelican, serta penggunaan logo band yang nyaris mirip The Hawk is Howling-nya Mogwai, terlepas dari hal itu, materi musik yang disuguhkan sangat menarik untuk dinikmati. * (hk)

Sound like : Isis, Pelican, Red Sparrow,Jesu, EITS , Russian Circles, Mono , Beware of Safety, sleepmakeswaves

Ghaust - Ghaust (2008)
Tracklist :
1. Day After (Entering Into Peace)
2. Sleep and Release
3. Torchlight
4. Akasia
5. The Wolf and The Boar
6. At Sea (We Are Nothing)

myspace
try

MARS MAHASISWA INDONESIA

January 29th, 2009 by Aulia Ibrahim Yeru
Pulang menjelang fajar. menyalakan komputer, putar lagu, mendengar lagu yang cukup sinis. Tidak bermaksud menghakimi, karena banyak sudut pandang atas persoalan ini. Lagu yang cukup baik dari The Panasdalam, judulnya "Mars Mahasiswa Indonesia". Liriknya mungkin ada yang salah, tapi seingat saya sih begini, kalo ada yang salah silahkan koreksi ya!

kami mahasiswa indonesia
bersiap untuk menang
bermain bilyar, game, dan playstation
jayalah sendiri indonesia

wahai yang tua bangun bekerja
uangnya untuk kami
tugas negara dipundakmulah
jayakah indonesia??

wahai yang tua bangun bekerja
lengan bajumu singsingkan
mahalnya biaya kuliah
kewajibanmulah

MARS MAHASISWA INDONESIA

January 29th, 2009 by Aulia Ibrahim Yeru

Pulang menjelang fajar. menyalakan komputer, putar lagu, mendengar lagu yang cukup sinis. Tidak bermaksud menghakimi, karena banyak sudut pandang atas persoalan ini. Lagu yang cukup baik dari The Panasdalam, judulnya “Mars Mahasiswa Indonesia”. Liriknya mungkin ada yang salah, tapi seingat saya sih begini, kalo ada yang salah silahkan koreksi ya!

kami mahasiswa indonesia
bersiap untuk menang
bermain bilyar, game, dan playstation
jayalah sendiri indonesia

wahai yang tua bangun bekerja
uangnya untuk kami
tugas negara dipundakmulah
jayakah indonesia??

wahai yang tua bangun bekerja
lengan bajumu singsingkan
mahalnya biaya kuliah
kewajibanmulah

Rain drops and Falling on my head

January 28th, 2009 by metallurgistguy
Dunno why but lately i often humming this song. well most likely because it is rainy season right now in Malaysia and also in Indonesia :D

Some people relate rain with sadness and tears but for some people rain is a blessing from The Almighty. I myself opts for the last mentioned opinion..

Ok, lets cut the introduction part and let us sing together.. :D

Raindrops Keep Falling on My Head

Raindrops keep fallin' on my head
And just like the guy whose feet are too big for his bed
Nothin' seems to fit
Those raindrops are fallin' on my head, they keep fallin'

So I just did me some talkin' to the sun
And I said I didn't like the way he got things done
Sleepin' on the job
Those raindrops are fallin' on my head, they keep fallin'

But there's one thing I know
The blues they send to meet me won't defeat me
It won't be long till happiness steps up to greet me

Raindrops keep fallin' on my head
But that doesn't mean my eyes will soon be turnin' red
Cryin's not for me
'Cause I'm never gonna stop the rain by complainin'
Because I'm free
Nothin's worryin' me

It won't be long till happiness steps up to greet me

Raindrops keep fallin' on my head
But that doesn't mean my eyes will soon be turnin' red
Cryin's not for me
'Cause I'm never gonna stop the rain by complainin'
Because I'm free
Nothin's worryin' me

Obama Berjanji

January 28th, 2009 by Leksa

Barack Obama telah menjadi presiden United States. Dan banyak orang menaruh harap kepada lelaki ini. Entah itu dari warga Amerika (pendukung, simpatisan hingga warga bukan pendukungnya), atau dari luar Amerika. Bukan tanpa alasan. Banyak orang berdebat soal latar belakangnya yang diharapkan mampu memahami dampak politik global di dunia ketiga. Ditambah lagi janji-janji kampanyenya, menyuarakan sebuah nilai-nilai persamaan hak untuk semua bangsa dan juga manusia.

Itu adalah sebuah kesimpulan singkat di awal. Awal sekali bahkan, karena Obama saja baru dilantik beberapa saat lalu - grogi mengucapkan sumpah presidennya.

Janji terucap. Janji itu seperti sebuah rencana. Janji adalah sebuah ide yang ditawarkan. Dan ide serta rencana membutuhkan sebuah pelaksanaan. Tanpa pelaksanaan, sebuah janji bagaikan aplikasi yang gagal diwujudkan.

Bagaimana dengan Obama? Paling tidak saya melihat ada janji yang sudah dia coba untuk bangun aplikasinya.

“Participation — President Obama started his career as a community organizer on the South Side of Chicago, where he saw firsthand what people can do when they come together for a common cause. Citizen participation will be a priority for the Administration, and the internet will play an important role in that. One significant addition to WhiteHouse.gov reflects a campaign promise from the President: we will publish all non-emergency legislation to the website for five days, and allow the public to review and comment before the President signs it.” - Change has come to WhiteHouse.gov - whitehouse.gov

Sebuah penggalan dari tulisan blog pertama di situs gedung putih yang baru. Saya tidak tahu, apakah ini bisa disamakan dengan situs serupa di tanah air ini. Tapi yang pasti statement itu adalah lompatan selangkah dari janji yang ditawarkan Obama ketika kampanye. Dia mencoba meng-aplikasi-kan janjinya dengan caranya.

Ke depannya akan banyak janji-janji serupa hadir di Indonesia, dalam beberapa hari lagi. Mungkin sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Mungkin para pembuat janji negeri ini meniru Obama untuk membuat janji-janji. Tapi yang jadi masalah, seberapa sanggup mereka meniru Obama untuk menerapkan janji-janjinya.

Berjanji itu mudah, namun melaksanakan janji itu tidak gampang. Saya paham bahwa menjadi ingkar itu bukanlah hal yang sulit. Dan rasanya tidak menyenangkan.

Menjadi Blog Busby SEO Test Untuk Sementara

January 28th, 2009 by Enggar Subono
Seperti judul yang saya tuliskan di atas, blog www.gareng.net ini untuk sementara saya ubah menjadi blog Busby SEO Test. Maksud dari perubahan ini adalah saya akan menjadikan blog ini untuk mendukung tim gladioolers dalam kontes SEO internasional Busby SEO Test.  Sebagaimana yang saya tulis dalam postingan sebelumnya, dukungan untuk tim Indonesia dalam kejuaraan SEO dunia [...]

Accepting the Reality

January 28th, 2009 by metallurgistguy
sometimes fact are stranger than fiction. Something that we couldn't have thought to be happened, suddenly become reality.

Someone that is very close to us, suddenly hates us

Something that we possesses, suddenly gone

Someone that swears his/hers loyalty to us, suddenly betrays us
or someone that we have pledged our loyalty, suddenly abandon us

all of these could happen just in the blink of an eye. So when it happens, what could we do? well we could be desperate, feeling gloomy all all the times, wondering by saying what if... what if.., blame yourself (or others) and the worse of it, committed suicide

Does all things that have been mentioned above could solve the problems? does the reality revert back to its previous state, just like when we press undo button in a word processor? well.. most of the case, it never occurs. The reality stays as it is.

What is the best solution?
No other than accepting the reality... and think positive. Maybe there is something good behind all this that we couldn't understand at the moment. And Always believe that God gives u the best ;)

"you may dislike something which is good for you, and you may like something which is bad for you. GOD knows while you do not know" (Al Baqarah : 216)

And Just like the old song

Que Sera, Sera,
Whatever will be, will be
The future's not ours, to see
Que Sera, Sera
What will be, will be.
(Doris Day-Que Sera Sera)

Keep Smiling ;)

Saya masih idup, kaka..

January 27th, 2009 by Rima Putri Agustina

Pasti pada penasaran kan ke mana si Rime pergi?

Tenang aja, ular-ular kobra di SIberut belum berhasil mencaplok gua kok. Jadi kesimpulannya saya masih hidup, karena kalo saya udah mati tercaplok ular kobra, lalu yang menulis postingan ini adalah hantu.

Eh iyah, tadi saya makan di Waroeng Steak and Shake loh. Ini pertama kalinya, hohohoho… Saya emang cupu, soalnya kalo beli steak selalu ke Javan, Suis Butcher, atau Double Steak. Itu uga tadi ditraktir sama Anna yang lagi berbahagia ngerayain ulang taun.

Udah dulu ah. Orang yang lagi naik motor di belakang udah marah2 nih.

      

Quiet in Taipei, Crowded at Melbourne

January 27th, 2009 by Wijayanto Budi

Experiencing Chinese new year holiday in couple days makes me believe what people told about this town turning into silent, is true. At last Sunday, I was disappointed by two big stores which I usually go to in purpose to stock foods and daily needs. Because as everybody advised, we need to stock our foods when the holiday comes since it will be hard to find restaurants either stores which keep open. So I went out of my room at 6 o’clock in the evening and planned to obey their advise. Without forgetting to put my bag with two shopping-handy bag. I had bad feeling when I came out. I could not see anybody until I saw the highway near my dorm. It was a good place to make horror movie at that time. The environment would support the setting which is needed. Thus, this feeling directed me into a prejudice if those two stores would be closed. But I did not believe it, I wanted a proof.

Waiting for the bus at the bus stop, started staring surround. So quiet, or maybe too quiet. Even some stores still opened, but the number of people were extremely reduced. Hmmm… maybe around one-fourth were remained. Similar scheme inside the bus, many seats unoccupied, and very spacious. When I arrived, what my feeling predicted before was correct. The Geant store was closed. I thought because this store is rather big, therefore it might be open. Then I realized if I was not cleverer than a donkey who never fell twice. Stick on my plan to go to another store. I took MRT to go to Xiaonanmen station, the nearer station to reach my second destination. Inside MRT was like the situation in the bus, you can move from seat to seat along your way. Believe it or not, when I arrived at Xiaonanmen MRT station, there were only two people. The station officer and I. It reminds me a half year ago when I watched Kungfu Panda movie at Blitz PVJ. There were only two people inside the studio. Or three perhaps. The man who checked the ticket, the man who run the film, and the one and only viewer, the owner of this blog. Only one seat occupied, the rest were empty. Still wondering what their management was thinking to keep the movie played even nobody expects to watch it longer.

at Xiaonanmen MRT Station

at Xiaonanmen MRT Station

In front of station’s gate, after took few steps I could see the store directly. The second big store named Jia-Le-Fu aka Carrefour, was also closed. Before, I argued if it wont be too late to go there that night, because the national holiday would begin at Monday. But the reality sometimes bitter, it does not suit with what you thought. Later, for some matters, I have to entrust my feeling instead of my curiosity. Luckily, another mini market near my campus kept open. Altough not as complete as those two, I still could find what I needed. Put some vegetables, fruits, spices, squid, etc. to the basket. I will have experiments in my room, that was I thought. Beef soup, squid with oyster sauce, and beef curry, are the list of menu which I would like to make. At this kind of cold weather, to go out of my room is the last option to be picked. Cooking while watching Australian Open is a perfect match to do in this whole week. I can see and hear the crowd of supporters at Melbourne on my laptop. Coz nobody wants to be lonely, right?

And yesterday, I had no choice left beside to bury my dream deeply. Nightmare had come. The second rice cooker which I bought at the beginning of this semester, was broken.

Well, at least I still can enjoy the game, enjoy the play of the magnificent tennis players over the world. What I regret up to now is, no more beautiful women players can be watched. I just hope those two prodigy of recent tennis era, Rafael Nadal and Roger Federer, will meet (again) at the top stage of the tournament. A classic match.

A Man Sat Alone

January 27th, 2009 by Edwards

Dari film Apocalypto yang saya tonton sekitar 2 tahun lalu …

Film ini berkisah tentang satu suku “Indian” Amerika Tengah. Kisah berikut merupakan cerita dari seorang tetua suku “Indian” tersebut kepada rakyatnya:

And a man sat alone, drenched deep in sadness. And all the animals drew near to him and said “We do not like to see you sad. Ask us whatever you wish and you shall have it.”

The man said: “I want to have good sight,” the Vulture said “You shall have mine!”

The man said: “I want to be strong,” the Jaguar said “You shall be strong like me!”

Then the man said “I long to know the secret of the earth,” the Serpent replied “I will show them to you!”

And so it went with all the animals, and when the man had all the gifts that they could give, he left. Then the owl said to the other animals, “Now the man knows much and is able to do many things. Suddenly I am afraid.” The deer said “The man has all that he needs. Now his sadness will stop.”

But the Owl replied: “No! I saw a hole in the man, deep like a hunger he will never fill. It is what makes him sad and what makes him want. He will go on taking and taking until one day the world will say “I am no more and I have nothing left to give …”

Yah … Inilah manusia …

   Tagged: umum   

New Year Eclipse

January 26th, 2009 by Fat'hah Noor
eclipse@bdg


Kenapa warnanya agak merah? Karena saya pake filter jadi-jadian berupa DISKET 5,25 INCI jadul yang dipotong bulat dan dipasang di depan lensa. sengihnampakgigi Fyuhhh, setelah menunggu dan berharap-harap cemas karena sampai jam 3 sore awan masih menutupi matahari di Bandung, doa alhamdulillah sekitar jam 3.15 matahari nongol dengan panasnya... Cihuuui... Mulai jepret-jepret deh meski cuma dapet secuil gerhananya di Bandung mah. xpasti
Lokasi di sekitar Kolam Indonesia Tenggelam, dengan latar depan adalah atap Labtek V (IF).

EXIF: 1/200s, f/11, iso400, 200mm, Nikon D40x
[ L I N K ]

Ah SUdahlah! (bagian II)

January 26th, 2009 by T Rusmansjah
ikut2an sumbang lirik lagu yang merupakan current mood. SUDAH      by: Ahmad Band Dinda, semua berakhir sudah Segala rasa yang tlah tertuang Semua jadi kenangan Manis mungkin hanyut berdua Di dalam kekosongan mata hati ini Tak satupun yang kusesali Malahan semua hiasi hidup Mungkin setitik perih yang ada Mendewasakan aku dan kamu Dinda, jangan sesali ini Kamu masih, cantik seperti dulu Saat pertama kali, kita jumpa Dinda, semua berakhir sudah Mestinya [...]

Slumdog Millionaire

January 26th, 2009 by Anggriawan Sugianto
SLUMDOG MILLIONAIRE. Film India ini baru saja memenangkan Golden Globe 2009 kategori Best Picture - Drama. Jarang-jarang saya mau menonton film India (Bolywood) karena biasanya ceritanya monoton dan agak norak. Makanya, setelah tahu bahwa film ini memenangi Golden Globe, saya jadi penasaran untuk menontonnya guna mencari tahu apa yang spesial dari film ini. Oya, ternyata "Slumdog Millionaire" ini merupakan film Inggris, yang disutradarai oleh Danny Boyle & Loveleen Tandan, yang mengambil setting keseluruhan film di India. Jadi, mungkin wajar kalau auranya berbeda dengan film Bolywood pada umumnya :).

"Slumdog Millionaire" bercerita perjalanan hidup Jamal Malik, seorang anak muda dari kalangan ekonomi bawah yang tinggal di daerah perkumuhan di Mumbai, yang mengikuti acara TV "Who Wants To Be A Millonaire". Jamal berhasil menjawab pertanyaan demi pertanyaaan di kuis tersebut melebihi apa yang pernah dilakukan orang-orang terdidik pada umumnya. Padahal, Jamal hanyalah seorang tidak terdidik yang hanya bekerja sebagai chaiwalla (semacam office boy). Karena keberhasilannya tersebut, ia malah dicurigai melakukan kecurangan, lalu disiksa dan diinterograsi oleh polisi serta dipaksa untuk memberitahukan kecurangannya. Seorang inspektur polisi menanyai Jamal bagaimana ia bisa menjawab setiap pertanyaan kuis tersebut satu per satu. Jamal pun menjawabnya bahwa setiap pertanyaan itu ternyata kebetulan berkaitan dengan pengalaman hidupnya yang pahit sebagai seorang slumdog. Dalam penjelasan untuk setiap jawaban atas pertanyaan kuis yang diajukan, film ini menceritakan kehidupan Jamal Malik secara flashback dimulai dari kehidupan masa kecilnya.

Pengalaman hidup Jamal Malik di film "Slumdog Millionaire" ini sangat menyentuh hati. Ia lahir di daerah perkumuhan dengan perekonomian di bawah garis kemiskinan. Ia anak bungsu dari dua bersaudara di mana ibunya tewas sebagai korban kebrutalan kaum ekstrimist agama mayoritas. Lalu, Jamal, Salim (abangnya), dan Lativa (teman perempuannya) ditangkap oleh gerombolan mafia yang memanfaatkannya untuk menjadi pengemis jalanan. Kabur dari gerombolan tersebut, Jamal dan Salim terdampar di sekitar Taj Mahal. Mereka berdua pun mengambil jalan hidup yang berbeda. Lalu bagaimana dengan Lativa, cinta pertama Jamal? Dan apa hubungannya dengan keikutsertaan Jamal dalam kuis "Who Wants To Be A Millionaire"?

Bagaimana kelanjutannya??
Silakan tonton filmnya di bioskop kesayangan Anda :P.

Film ini sangat menarik karena menghadirkan tokoh dari kalangan bawah yang jarang terekspos di film-film lainnya. Film ini menunjukkan realitas sosial masyarakat kelas bawah yang mungkin juga terjadi di Indonesia dan negara-negara dunia ketiga lainnya. Alur film yang dibuat maju-mundur turut membuat penonton untuk menahan nafas sejenak memperhatikan pengalaman hidup apa yang berkaitan dengan pertanyaan selanjutnya. Secara keseluruhan, kesan Bolywood memang sangat terasa di film ini, yaitu film yang sangat komplet: drama keluarga, adegan tembak-tembakan, ada tokoh yang mati, bahkan juga ada tari India! Satu hal yang kurang,  tidak adanya adegan pria-wanita yang menari saling berhadapan dengan dihalangi oleh pohon atau pilar :P.

Menurut saya, film yang diangkat dari novel "Q and A" karya Vikas Swarup ini memang sangat pantas untuk memenangi Golden Globe karena menyajikan cerita yang sangat menarik. Meskipun demikian, ada hal-hal yang agak janggal dalam film ini, seperti apakah bahasa Inggris memang sudah mengakar sampai ke masyarakat kelas bawah di India? Untuk film ini, saya beri rating 8/10, sangat recommended untuk ditonton.



Sebuah moral cerita yang saya tangkap dari film ini: Banyak hal yang sudah dan sedang terjadi dalam hidup ini tanpa kita tahu mengapa hal itu terjadi. Tapi, suatu saat nanti kita pasti tahu mengapa.

God has made everything fit beautifully in its appropriate time.

[update]
Film "Slumdog Millionaire" ini pun banyak memenangi penghargaan Oscar :).


--
Read also my another blog
Daily Techie


Fatwa aneh berjudul golput haram

January 26th, 2009 by Sawung
MUI ada-ada aja.
mengeluarkan fatwa golput haram.
Kalo caleg di dapil gue ga ada yang bener masak gue mau pilih.
Si X korupsi dana anu.
Si Y manipulasi hasil itu.
Si Z telibat kasus anu.
Diantara caleg itu ga ada yang bener masak mesti gue pilih.
Mesti pindah dapil gitu? :p.
Ngaco pisan MUI.
Begitu pula nanti kalo pilpres semua calonnya ga ada yang bener masak mesti gw pilih.

Ngaco abis MUI.
Sebenernya daripada ngeluarin fatwa golput haram lebih baik die mengeluarkan fatwa partai yang calegnya ga bener masuk neraka semua :)) (emang manusia bisa menentukan masuk neraka apa surga :p)

ga mutu pisan neh MUI, gara-gara kepentingan politik segelintir orang saja sampe mengeluarkan fatwa.
jadi inget survei TII kalo sertifikat halal MUI merupakan sumber korupsi. :))


di muntahkan oleh sawung@psik-itb.org
jendral tanpa pasukan, tentara tanpa senjata

« Previous Entries