Cinta vs Benci
Wahyudi Arifandi
Wahyudi Arifandi
Wahyudi Arifandi
Wahyudi Arifandi
Enggar Subono
Anggriawan Sugianto
Prasetyo Andy Wicaksono Suatu hari gw dan temen-temen mau ngopi setelah beres kuliah. Namun apa daya kantong kami menolak kami untuk minum di Starbucks, dan gw ga kurang minum kopi Ngopi Doeloe. Walhasil seorang teman menyebut satu tempat: Dakken.
Gw baru denger ada tempat namanya Dakken, dan tanpa ragu akhirnya kami berenam langsung meluncur ke sana. Tempatnya ada di Jl. R.E Martadinata No. 67, sebelah FO Cascade. Katanya sih kopinya enak, dan ada steak dan makanan lainnya.
Sesampainya di sana saya pun cukup kaget. Tempatnya enak banget! Tempatnya private karena dibagi menjadi per room, lalu banyak couch yang nyaman, enak banget buat nongkrong, kongkow bersama teman setelah satu hari yang panjang! Gedungnya lama, gaya kolonial, sehingga punya daya tarik tersendiri. Ada halaman dan gazebo di belakang dan sofa2 yang dibagi ke dalam ruangan sendiri dan tata lampu yang ciamik, membuat tempatnya cozy, hangat dan akrab.
Lalu kami pun mulai memesan makanan dan minuman. Dan ternyata harganya standar restoran, agak di atas rata-rata kantong mahasiswa, namun sangat patut untuk dicoba sekali kali kalo lagi berduit. Karena makanan yang kami pesan enak-enak semua!
Gw waktu itu mesen Mexican Fried Rice, dan rasanya super! Pedasnya itu mexican abis, gw suka. Hehe.. Lalu Andra memesan Chicken Rice something [lupa], dan itu juga ga kalah enaknya. Nasi dengan ayam dan jamur, dan terakhir ditutupi oleh mozarella yang membuat lengkap makanannya.Lain lagi dengan Andika, dia memesan T-bone steak, dan ini dia [kalo ga salah] yang banyak dibeli sama orang kalo dateng ke Dakken. Rasanya? Dagingnya empuk, rasa daging dan mashed potatonya enak.
![]()
Shena memesan nasi kebuli kambing, dan yang lainnya termakan promosi gw dan Andra, walhasil memesan menu yang sama dengan Andra.
Sekarang kita membahas minuman. Karena dari awal kita semua pengen ngopi, jadinya kita memesan kopi untuk minumannya. Tapi sayangnya gw udah lupa gw mesen yang mana. Hehe.. Gw memesan kopi dengan eskrim vanila di atasnya. Lengkapnya kita liat dulu saja fotonya. Kalo yang lain ada yang memesan lychee smoothies.
Kesimpulannya, tempatnya cozy, hangat dan akrab; makanannya enak; kopinya khas; pelayanannya memuaskan; harga cukup bersahabat. Layak dicoba kalo lagi punya duit

Muhammad Insan Al Amin
Muhammad Insan Al Amin
Aulia Ibrahim Yeru
Prasetyo Andy Wicaksono # Each blogger must post these rules.
# Each blogger starts with ten random facts/habits about themselves.
# Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ten things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose ten people to get tagged and list their names.
# Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog
—————————————————————————————————————————-
Terima kasih buat ical sama ume yang memilih gw di antara 10 orang lainnya. Membuat gw merasa diingat, menjadikan gw 10 orang pertama yang diingat mereka saat nulis postingan mereka *lebay mode* :))
Well,, let’s see what we have here..
1. I’m addicted to Internet
Well that’s the fact. Ntah mengapa terlalu banyak hal yang terlewat kalo gw ga online. Hahaha.. Sebenernya ga segitu addictnya yang membuat gw mati kalo ga bisa online. Tapi seringkali gw butuh untuk online, sekedar melepas jenuh ato chatting. Yep, some friends called me Mr. Chatting. Kayak gw selalu chatting aja, padahal nggak. Mereka aja yang dengan hokinya mendapati gw lagi duduk manis di depan laptop sambil nge-ym.
2. Gw cuek
Here comes the next fact. Makin lama gw mau ga mau harus menerima diri gw bahwa gw (cukup) cuek. Ntah cuek di bagian mananya, gw terlalu cuek untuk tau bagian mana yang membuat gw terlihat cuek :)) Kidding..
Tapi ntah mengapa bahkan ada temen gw bilang gw cuek, bahkan di hari kedua kenal pun dia udah bisa nilai gw cuek *takjub*
3. Gw benci menunggu
Fakta selanjutnya, gw tipikal orang yang benci menunggu. Dalam hal ini bisa nunggu orang, ato nunggu sesuatu untuk datang. Sekarang gw udah mendingan dalam hal tunggu menunggu, tapi tetep aja kalo nunggunya gw ga ada kerjaan, “benci menunggu”-nya kembali datang
![]()
4. Kamar gw suka berantakan
Nah ini, sekarang aja kamar gw lagi berantakan, barang ada dimana-mana. Bahkan lantai pun udah ketutup barang2 yang ditaro di sana. Yah, walaupun pada akhirnya gw akan ngerapihin lagi. Jadi permasalahan utamanya adalah gw males ngerapihin barang, udah bakat dari kecil -__-’
5. Tergolong sulit deket sama orang baru
Ntah mengapa kalo ketemu orang-orang baru gw agak canggung pada awalnya, aslinya gw ga keluar, pasti jaim dan dingin mampus. Ntar kalo udah lumayan kenal, baru deh aslinya keluar :))
6. Mencoba untuk selalu care dan bijak
Ini yang biasanya gw lakukan ke temen2 deket gw. Salah satu cara buat mengobati rasa cuek gw adalah dengan memberikan perhatian kepada lingkungan sekitar, bener ga? Dan entah mengapa kalo ada suatu permasalahan, let’s say temen gw bermasalah, gw berusaha untuk selalu ga memihak untuk bisa bantuin temen gw itu
![]()
7. Suka mencoba hal baru
Gw tipikal orang yang penasaran akan hal baru. Makanya beberapa hal gw cobain, konteksnya adalah berhubungan dengan kesukaan gw. Contoh, gw nyobain touring ke kawah putih, lalu ke tangkuban perahu, lalu nyobain ke ujung genteng nyetirin mobil sampe 8 jam non-stop [yeah, I love travelling], lalu gw mencoba permainan biliar, nongkrong di suatu tempat, mencoba kuliner, jalan-jalan kemana, dan hal-hal lainnya yang menyenangkan hati. Satu yang nggak, gw ga mencoba merokok
![]()
8. Spontan, and I love brainstorming
Terkadang dalam memutuskan atau mengusulkan sesuatu, gw mendapat usul ato keputusan itu secara spontan. Sensasinya beda aja kalo memutuskan ato ngusulin sesuatu spontan. Hal ini berlaku kalo gw disuruh buat nama apa gitu [macam nama software tugas, tagline, jargon, nama blog, dll], lalu bisa aja tiba2 gw pengen jalan2 naik motor gw tercinta ke city light sendirian di pagi hari, ato jalan2 ke pakar sendirian. Cuman buat menikmati pemandangan dan udara segar
![]()
Gw juga suka brainstorming, karena biasanya banyak hal baru yang muncul dari brainstorming.
![]()
9. Fashion Police
Yang ini nih, gw baru menyadari kalo gw cukup aware sama apa yang dipake orang-orang. Lalu ntar gw bisa aja komentar, ato kalo bagus, gw simpen aja memorinya, ntar kalo ada satu waktu butuh buat ide ato yg lain, baru deh gw angkat lagi memorinya. Hehehe…
Hal ini berakibat gw juga aware sama apa yg gw pake, walaupun pada akhirnya rasa cuek tetep aja membuat gw nyantai atas apa yg gw pake. Karena gw juga make baju ga aneh2, hehe
10. Gw pencela, bukan objek celaan
Well, yang ini cukup jelas :))
—-
Well, sekarang giliran gw buat ngetag 10 orang selanjutnya. Hmm… Dan orang yang beruntung adalah: Rindang, dsH, Shieny, Made, Iqbal, Ndul, Jason, Fany, Petra dan Reisha
![]()

Petra Novandi Barus Tugas IF 3055 Sistem Operasi kali ini adalah membuat simulasi filesystem. Ketimbang tugas kuliah S2 Manajemen Informasi yang disuruh bikin filesystem beneran sampai bikin kernel module untuk akses block device, jelas ini jauh lebih gampang 
Intinya cuman bikin simulasi sebuah filesystem pada sebuah file….. Udah gitu doang sih ![]()
Inti dari tugasnya sebenarnya adalah desainnya.
Paling pertama itu adalah desain struktur filesystemnya.

(gambar diambil dari sini)
Kalau untuk tugas, sih, gak usah selengkap yang di atas
Yang simpel aja asal semua fitur jalan
Sebuah filesystem paling tidak terdiri atas super block, inode list atau directory entries, sama data block.
Kedua adalah desain inodenya. Inode itu apa sih? Inode cuman sebuah struktur data yang menyimpan informasi mengenai sebuah file atau directory. Biasanya atribut yang dibutuhkan pada sebuah file antara lain
Pada Linux, kebutuhan di atas diatur oleh dua buah struktur data, yakni dentry dan inode. Tapi untuk tugas kuliah, sebenarnya keduanya bisa dibuat menjadi sebuah struktur data saja. Karena memang tidak usah mengurusi permission, locking, ownership, hardlink/softlink, dan lain-lain.
Ketiga adalah implementasi alokasi filenya. Menurut Pak Tanenbaum, ada dua macam implementasi alokasi. Yang pertama adalah contiguous, dan kedua adalah linked-list.

Untuk alokasi kontigu, data block akan dibagi ke dalam blok-blok kecil. Sebuah blok dapat berukuran 1kB, 2kB, dst. Sebuah file berukuran 50kB akan menempati 25 buah blok jika ukuran blok 2kB, atau 25 buah blok jika ukuran blok 1kB. Kalau sebuah file berukuran 51kB dengan blok berukuran 5kB, berarti file akan menempati 11 blok, dengan 1 blok terakhir hanya terpakai 1kB. Kelebihan alokasi ini adalah kecepatannya. Sebuah file dapat langsung dibaca karena beruntunan. Kekurangannya adalah dalam manajemen filenya. Ketika file-file ditambahkan dan dikurangkan, maka data block nantinya akan terdapat banyak sekali lubang-lubang. Untuk dapat menambahkan file lagi, nantinya filesystem harus mengetahui besar dari file yang ingin ditambahkan (entah itu dengan best fit atau first fit). Hal yang lebih menyusahkan lagi adalah ketika ingin mengubah-ubah isi file tersebut.

Alokasi linked-list mengatasi masalah di atas. Di dalam alokasi ini, setiap file dipecah-pecah ke dalam sebuah blok di mana setiap blok menyimpan alamat dari blok yang lain dan sisanya adalah sebagian data dari file tersebut. Blok-blok dalam satu file tidak harus diletakkan secara berurutan. Oleh karena itu alokasi file dapat menempati ruang mana pun di dalam data block.

Misalnya terdapat data block berukuran 1024kB dengan block size berukuran 2kB. Dengan kata lain dalam data block tersebut terdapat 2^5 atau 512 blok. Sebuah blok dapat dialamatkan dengan alamat sebesar 5 bit (atau digenapkan 8 bit/1 byte). Pada kasus ini, pada sebuah blok akan terdapat 1 byte sebagai alamat dari blok lain dan sisanya adalah data dari file tersebut. Kekurangan dari jenis ini adalah kelambatannya. Karena sebuah file terdiri dari blok-blok yang belum tentu sekuensial, maka pembacaan akan dilakukan secara lompat-lompat dari satu blok ke blok yang lain.
Yang keempat adalah bagaimana mengimplementasikan penyimpanan nama file serta atribut file. Atribut-atribut file biasanya ukurannya sudah pasti, sementara ada sebuah kebutuhan nama file yang tidak terbatas panjangnya yang menyebabkan penyimpanan nama file dilakukan secara khusus. Yang paling mudah adalah membatasi nama file
Dengan demikian, sebuah entry yang menyimpan atribut file memiliki besar yang sama sehingga memudahkan penyimpanan. Kedua, entry tersebut ditambahkan sebuah atribut yakni panjang entry. Lalu ketiga, entry ditambahkan dengan alamat penyimpanan nama file, sehingga panjang semua entry akan seragam. Setiap cara memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Yang kelima yang penting dalam tugas adalah bagaimana mengatur free space pada device. Terdapat dua buah cara yang dapat digunakan. Pertama, dengan menggunakan linked-list. Pada cara pertama ini sebuah blok yang kosong disimpan nomornya pada sebuah linked-list yang diletakkan pada sebuah blok. Misalkan ukuran blok adalah 1kB dengan nomor blok sebesar 32 bit. Sebuah blok dapat menyimpan sebanyak 255 nomor blok yang kosong dan 1 buah slot sebagai alamat blok lain yang digunakan untuk menyimpan alamat blok-blok kosong. Cara kedua dengan menggunakan bitmap yakni dengan mewakilkan sebuah blok dengan satu buah bit. Blok yang kosong akan ditandai dengan 0 dan blok yang isi akan ditandai dengan 1. Untuk kasus yang sama, sebuah blok berukuran 1kB dapat menandai 8192 blok atau 8MB data.
Kalo soal teori-teorinya ada semua di buku Pak Tanenbaum….. Sekarang tinggal masalah IPCnya aja, hehehe. Gimana yaa….
Petra Novandi Barus BANDUNG, itb.ac.id- Rabu (19/11) sampai dengan Minggu (23/11) merupakan hajat besar bagi Unit Aktivitas Tenis Meja (UATM) ITB. Pasalnya, ITB OPEN XI, turnamen tenis meja se-Indonesia 2008 tahun ini diikuti sekitar 640 pemain tenis meja, “Merupakan kejuaraan nasional terbesar untuk kategori jumlah peserta,” ujar Arkanudin (Fisika’05), Ketua ITB OPEN XI. ITB OPEN tahun ini diikuti oleh beberapa pemain tenis meja nasional seperti David Jacob, Yon Mardiono, Budiono, Gilang, Ficky, Ismu Harinto yang pernah berlaga di Olimpiade Sydney, A. Dahlan, Nuni Sugiani peraih medali perak perorangan PON Kalimantan Timur 2008, juga pemain senior Momon Afrimon (NHI) serta Ling-ling Agustin, mantan pemain nasional yang pernah berlaga di Olimpiade Barcelona. Bertabur bintang, begitulah seperti yang diungkapkan Petra Novandi (IF’05), ketua UATM.
“ITB OPEN diselenggarakan untuk membina dan meningkatkan prestasi pertenismejaan Indonesia, ” ungkap Arkanudin, disela-sela kesibukan acara. Berbagai kategori usia diadakan untuk menampung minat peserta turnamen tenis meja. Kategori veteran misalnya, menurut Arkanudin, diadakan untuk memberikan kesempatan kepada mantan-mantan tokoh tenis meja untuk kembali berlaga. Kala itu, terlihat hadir para tokoh tenis meja Indonesia seperti Ade Kusyanto, Adi Pranajaya, dan Rudi Lukito serta ketua-ketua persatuan tenis meja di Indonesia. ITB OPEN sendiri telah menjadi agenda tahunan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Untuk kategori eksekutif, Seto Mulyadi yang dikenal sebagai Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak, turut berpartisipasi sebagai peserta.
Kejuaraan ini sendiri mempertandingan 8 kategori, antara lain tunggal umum putra dan putri, beregu campuran mahasiswa, tunggal mahasiswa putra dan putri, tunggal putra veteran, tunggal kadet (15 tahun ke bawah) putra dan putri, serta kategori eksekutif. Di kategori tunggal umum putra, juara satu, dua dan tiga berturut-turut dimenangkan oleh Ismu Harinto (Ranarraya), A. Dahlan (Jawa Timur), dan Gilang M (Jawa Timur) serta Momon (NHI). Di kategori tunggal umum putri dimenangkan oleh Ling Ling A (Brantas Abipraya), Nuni (Ciamis), Silir dan Nur Azizah (Jawa Timur). Di kategori beregu mahasiswa campuran dimenangkan oleh UNIKA A, UNIKA B, STIA BAGASASI dan UNS A. Di kategori tunggal mahasiswa putra dimenangkan oleh Gilang M (UNIKA), Dony (Widya Madya Semarang), A. Dahlan (UNIKA) & A. Ma’rufin (UNIKA). Di kategori tunggal mahasiswa putri dimenangkan oleh Silir (UNIKA), Yudha (UNIKA), Yeny (UNIKA) & Evy (STIMIK MITRA KARYA BEKASI). Di kategori tunggal kadet putra dimenangkan oleh Deni (Desa Tasik), Yosef (Gani Artha), Egi (Pelangi) & Bima (Desa Tasik). Di kategori tunggal kadet putri dimenangkan oleh Mira F (Gunadarma), Rahma (Gunadarma), Rina (Family) & Natasha (Bekasi). Di kategori tunggal Veteran putra dimenangkan oleh Tito S (NHI), Edi Mahmud (Ayam Merak), Toni Meringgi (Baraga 137) & Adeng (D’Palm). Di kategori eksekutif dimenangkan oleh Dadang Sunandar (Pemda), Benard (Pertamina), H. Setiawan (Pemda) & H.Iding (Braga 137).
Hal unik dalam ITB OPEN kali ini adalah digunakannya ” Digital Scoring Board “, papan skor digital yang telah disesuaikan dengan aturan tenis meja yang sudah baku. Papan digital tersebut merupakan karya anggota UATM, Arthur Jonathan (Elektro ITB’05), dan telah di-review oleh Washington, wasit dengan sertifikasi International Table Tennis Federation (ITTF).
Dalam penutupan, Minggu (23/11), pembina UATM ITB, Prof.Dr.Edy Tri Baskoro menjanjikan tahun depan akan mengundang atlet mahasiswa dari luar negeri sebagai langkah menuju Regional Asia Tenggara. Satu lagi prestasi UATM.
-
Taken from here
Yosh! Akhirnya nama gw muncul di frontpage situs resmi ITB!
Thanks buat Asni yang udah nulis press releasenya. Thanks juga buat teman-teman yang sudah mensukseskan acaranya!
Enggar Subono
Cecep Mahbub Tulisan ini saya maksudkan untuk membantu temen saya yang merasa kehilangan uang seribu rupiah. Saya tuliskan lagi masalah beliau (formating saya ubah dikit, biar lebih enak dibaca):
***
Semalam sempat tercenung-cenung juga dengan kasus yang diberikan teman saya ini:
Berarti masing-masing mengumpulkan @ Rp 25.000, jadi terkumpul Rp 75.000 sesuai harga jual, betul?
Selanjutnya uang itu diserahkan ke calo sejumlah uang tersebut (Rp 75.000). Dan calo itu ternyata ngasih ke pedagangnya Rp 70.000 (dapet diskon Rp 5.000).
Lalu uang diskon Rp 5.000 itu dibagi ke 3 pemuda tadi @ Rp 1.000 dan sisanya Rp 2.000 buat si calo. Sampai sini masih nyambung?
Disini permasalahannya:
Sekarang hitung kembali, Rp 2.000 (punyanya Si Calo) + Rp 72.000 (total dikumpulkan dari tiga Pemuda) = Rp 74.000. Pertanyaannya, kok gak genap Rp 75.000 ya?
KEMANA SISA UANG YANG Rp 1.000? Hayoo…
***
Jawabannya sudah saya berikan dibagian komentar, di postingan temen saya tadi. Penjelasan lebih lengkap, nanti saya posting terpisah.
Atau jika Anda memiliki jawaban yang lebih ok, silahkan kasih komentar.
Dimas Muhammad Zakki
Herry Kurniawan
Edwards Hal paling memuakkan kalau sedang naik angkot (atau berkeliaran di jalanan) saat ini adalah: melihat tampang caleg yang mengiklankan diri di pinggir jalan. Begitu juga kalau sedang ngeliatin halaman iklan di koran-koran.
Salah satu iklan di pinggir jalan di kecamatan Kuranji, Padang, ada yang berbunyi “Si XXX, caleg nomor urut X dari partai XX, putri Kuranji, mohon doa restu bla-bla …” Kebanyakan iklan caleg pinggir jalan bunyinya seperti itu, ditambah tampilan foto caleg bersangkutan dengan ukuran besar. Tak ada iklan yang menyampaikan visi dan misi, baik visi-misi pribadi maupun visi-misi partainya.
Ngapain mereka jadi caleg? Teuing atuh, teu terang ku abdi … Padahal dengan menyampaikan visi-misi, rakyat kita akan dengan cerdas memilih. Sudah bukan zamannya lagi memilih orang karena alasan kekerabatan dan nama besar.
Apa solusi dari para caleg untuk pupuk yang menghilang dari pasaran? Harga komoditas pertanian berpotensi ekspor sedang turun, mengenai penebangan liar di hutan-hutan (yang disinyalir jadi sumber bencana banjir dan longsor), di kota Padang banyak maling dan rampok. Apa yang mereka pikir soal ini?
Belum lagi pertanyaan yang berat semacam solusi daerah untuk resesi ekonomi dunia.
Saya tak tahu, dan mungkin juga ada orang lain yang tak tahu. Makanya, biar kita-kita tahu, sampaikan dong. Masa’ kita yang harus cari tahu sendiri, lha yang butuh siapa?
Jadi, jangan pilih caleg yang megiklankan dirinya tanpa menyampaikan jawaban untuk pertanyaan “kenapa dia layak untuk dipilih”.
Tagged: politik
Anggriawan Sugianto
Sawung TukangKomentar adalah aggregat blog. Penghuninya berasal dari satu forum yang sama. Sebuah forum yang hanya bisa diakses dari network 167.205.0.0/16 saja.