
August 30th, 2008 by

Irvan Tambunan
Hari ini, saya mengikuti seminar yang diadakan di Comlabs ITB dengan tema “How to Compete in Global Networking Market by Becoming a CCIE”. Yang menjadi pembicara adalah Himawan Nugroho. Di dalam seminar, dia banyak bercerita tentang kisah hidupnya untuk mencapai 3 kali CCIE di dalam track yang berbeda. Tidak ada hal teknis sama sekali yang [...]

August 30th, 2008 by

Aulia Ibrahim Yeru
kabut hati memabukkan
dan lunglai berjalan di pinggir kali
di langit senjakala tergelincir
rembulan menguasai sepi
wahai, burung koak
kabarkan berita bersama kotoranmu
jatuhkan ia kepada orang-orang yang durhaka
korsi nampak mengkilau
mungkin karena lampu tembak
dan orang-orang silau pandang matanya
dalam sirna sadarnya
orang meronta-ronta
mencakar-cakar sesamanya;
telah berubah menjadi serigala
dan sisanya berhamburan ke jalanan
mencari pengharapan
dari kejauhan:
telah siap pelor,
senapan telah dikokang,
dalam hitungan siap menembak
(bandung, 28-30 Agustus 2008)

August 30th, 2008 by

metallurgistguy
Ah, Ramadhan is coming just in few days from now :D I
Hope that this Ramadhan will be a better Ramadhan for me than my previous Ramadhan :) Insya Allah..
Anyway.. since I cannot create a good poem about Ramadhan, so I try to search poems about Ramadhan and luckily I get this wonderful poem at
Muhajabah.com ;) Hope it can enlight you all :D
Ya Ramadan!
by Noor Syed
In the name of Allah, the most Merciful, the most Kind
A blessed month is casting its shadow upon us
A night of this month is better than a thousand months
Bear with patience for the sake of Ar-Rahman
It's a continuous training to strengthen our Imaan.
Glory be to Allah who sent Ramadan as a mercy to mankind
Its a purification of our soul, our heart, and our mind
With the most sincere devotion and love we fast
To be cleansed and free from sins of the past
Glorified is He, who choseth this holy month,
To test our sabr and fill our hearts with warmth
Of his Divine Light, His blessings shall glow,
The Seer of the unseen, all He does know
Ya Allah! For thee, let my breath be more pleasant than musk
Ya Allah! For thee, let me be thankful when day turns to dusk
My thoughts and heart are purified, my eyes truly see'
This blessed month, the month of spiritual rhapsody!
Ya Allah! For thee, my life I shall live!
Ya Allah! For thee, my soul I shall give!
In the name of Allah, the most Merciful, the most Kind,
Praise be to Allah, who sent Ramadan as a gift to mankind

August 29th, 2008 by

Aulia Ibrahim Yeru
Asalnya mau ke bulan, eh di bumi saya terkena kecelakaan.
Mengantuk, ya saya mengantuk,
dan baru sadar ketika hantaman besar, dan gas mobil saya menggerung
serta pemilik mobil mengamuk
Dengan diterbitkan posting ini, saya meminta maaf kepada semua orang yang terhambat urusannya karena urusan musibah ini.
Saya pun menghimbau bahwa dalam menyetir kendaraan diperlukan kesadaran penuh...
dan saya pun tidak jadi ke bulan (mungkin lain waktu)

August 29th, 2008 by

Cecep Mahbub
Wahai manusia sekalian…
Akan datang menaungi kalian bulan yang agung dan penuh berkah; bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang di dalamnya Allah wajibkan berpuasa dan melaksanakan qiyam tathawwu’ (salat sunnah tarawih). Siapa saja pada bulan itu mendekatkan diri dengan amal kebaikan, ia seperti telah melaksanakan kewajiban. Siapa saja yang mengerjakan kewajiban, ia seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban.
Ramadhan adalah bulan sabar. Sabar itu pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin. Siapa saja yang memberi makan berbuka seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan keselamatan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang. Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air atau sehirup susu.
Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampuan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya (termasuk disini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan menyelamatkannya dari neraka.
Karena itu perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian dan dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan.
Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan memohon ampunan-Nya. Dua perkara yang sangat kalian perlukan ialah memohon surga dan perlindungan dari neraka… (HR Ibnu Huzaimah).

August 29th, 2008 by

Usman
Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri; * Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat , dan dilakukan pada hari Jumaat.
Oleh itu SAYA TERLEBIH DAHULU MEMOHON MAAF jika saya ada berbuat kesalahan, baik yang tidak di sengaja mahupun yang di sengaja, semoga kita dapat menjalani ibadah puasa. amiin....

August 29th, 2008 by

Enggar Subono
الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، أما بعد
Tamu agung itu sebentar lagi akan tiba, sudah siapkah kita untuk menyambutnya? Bisa jadi inilah Ramadhan terakhir kita sebelum menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Betapa banyak orang-orang yang pada tahun kemarin masih berpuasa bersama kita, melakukan shalat tarawih dan idul fitri di samping kita, [...]

August 29th, 2008 by

Herry Kurniawan

Barusan dapat kiriman paket buku urban design dari Inggris. Hehehe.... iseng iseng submit buat dikirim minggu lalu dan hari ini ternyata benar-benar dikirim , laporan ,handout dan CD mengenai urban design di beberapa kota di Inggris.

Lumayan buat referensi mengenai desain kota , berguna buat adik adik Planologi .... heuheuuu...
submit aja gratis kesini,
http://www.englishpartnerships.co.uk/publications-jumat29/08/08-

August 28th, 2008 by

Petra Novandi Barus

August 28th, 2008 by

Edi Susilo
Pantai Pelang
Trenggalek-Pacitan
27 Agustus 2008
Credits: Pak Anto (driver), Pak Adi (sebungkus rokok buat penjaga portal)
Pantai jenis apa yang anda cari? Kuta dengan tipe pantai pasir landai? Atau pantai ala Tanah Lot dengan batu dan pulau karang sepanjang garis pantainya? Pantai dengan ombak yang mumpuni untuk selancar?
Mungkin banyak yang tidak mengetahui atau bahkan belum pernah mendengar sekalipun nama Pantai Pelang. Yap! sama seperti saya. Sayapun baru pertama kalinya medengar (dan akhirnya mengunjungi) pantai ini. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan dari Lorok (daerah di Kabupaten Pacitan-Jawa Timur) menuju Panggul (daerah di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur). Sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok dan kiri kanannya terdiri dari hutan jati berganti-ganti dengan cemara ini sekilas saya melihat hamparan pohon kelapa yang berujung dengan sebuah sungai dan pantai. Saya terkesan dengan pemadangan tersebut. Dimana hijaunya hamparan pepohonan kelapa milik warga setempat menyatu dengan sebuah pantai nan indah. Beberapa sudut pantai terdapat pulau karang yang indah.
Seminggu setelah kejadian tersebut saya mengunjungi Pantai Pelang. Dan perkiraan saya tidak salah. Kami memulai menikmati kawasan pantai pelang ini mulai dari menyusuri sungai kecil yang tak terlalu dalam yang mengalir sejajar dengan garis pantai. Tapi tiba-tiba pandangan kami tertuju ke hamparan rumput yang dikejauhan terlihat latar belakang air terjun. Kami berjalan melintasi lapangan rumput jepang menuju kearah air terjun tersebut. Warga sekitar menyebutnya Air Terjun Grobogan Sewu. Air terjun ini turun dari sela-sela karang menuju dasar yang berupa batu-batu berwarna keputihan. Dibalik air terjun ini terdapat goa kecil kira-kira seukuran daun pintu. Curahan air dari air terjun ini tidak terlalu besar, setelah kami tanyakan kepada warga, ternyata jika musim hujan airnya justru besar dan melimpah. Menurut warga sekitar, air terjun ini berkhasiat menghilangkan penyakit kulit seperti gatal-gatal. Suasananya sejuk, karena di area curahan air terjun ini banyak terdapat pohon-pohon.
Selepas menikmati air terjun ini, kami menyebrangi sungai kecil menuju kearah pantai karang. Selangkah demi selangkah saya menapakkan kaki menuju keatas bebatuan karang di pantai tersebut. Di beberapa bagian pantai karang ini memang berupa batu karang yang tajam dengan sedikit tumbuhan karang. Deburan ombak yang menghantam karang membuat suasana pantai semakin fantastis. Yah.. ombak di pantai ini memang tipikal pantai selatan, terutama bagian-bagian tertentu yang menghadap langsung ke laut. Entah karena kami datang pada sore hari atau tidak, air dipantai ini sangat sejuk. Saya betah berlama-lama menyusuri pantai ini. Lepas dari pantai karang, ke arah timur akan dijumpai hamparan pasir pantai landai dan dengan dibelakangnya berdiri bukit-bukit karang yang eksotis. Luar biasa. Ombaknya tidak terlalu besar, mungkin saja karena ombaknya sedikit terhalang oleh pulau karang yang didepannya.
Sedikit berjalan kearah timur, kami menemui bukit karang yang terdapat celah untuk dilewati menuju sisi seberangnya. Kami terus menyusuri bibir pantai ini kearah timur. Di sini utara adalah bukit-bukit karang kecil dan tumbuhan pandan khas pantai, sebelah selatan adalah pantai yang landai dan pasir yang halus. Jika kita merasa kepanasan, kita bisa berlindung dibalik karang ini yang terkadang berupa gua yang tak terlalu dalam dan beralaskan pasir. Berjalan lebih kearah timur lagi. Pantai tak lagi landai, bentuk pantai ini mirip dengan Pantai Cibuaya (Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat) yang memiliki kemiringan sekitar 30-40 derajat dan ombak yang tinggi. Hmmm… mungkin area ini cocok untuk yang hobi olahraga selancar. Jika kita meneruskan perjalanan terus ke timur-tenggara (bentuk pantai ini melengkung), kita akan mendapati lagi pantai landai seperti yang sebelumnya dengan latar perkebunan kelapa milik warga, dan pulau karang, serta diakhiri dengan pantai karang.
Saya kagum dengan tempat ini. Bandingkan saja dengan Pantai Kuta yang legendaris itu, pantai ini memiliki hal yang sama, bahkan untuk pemandangan di daratannya kalau pantai kuta hanya terdapat jalan dan jejeran hotel-kafe. Di sini, kita bisa melihat bukit karang, perkebunan kelapa dan sungai kecil. Jika pagi-pagi atau senja, di pantai Kuta kita akan menemui petugas kebersihan pantai. Mereka menyapu rumput laut dan sampah-sampah yang terhempas ke pantai. Di pantai ini fenomena itu tidak kami lihat (bukan fenomena petugas kebersihannya yah). Saya berani jamin, kalaupun ada petugas kebersihan pantai, frekuensi kerjanya akan sangat sedikit. Pantai ini tergolong bersih, kami tidak menjumpai sampah major di pantai ini. Mungkin hanya sedikit dedaunan kecil dan beberapa cangkang hewan laut. Atau jika ingin dibandinkan dengan Tanah Lot, mungkin dari segi culture pantai ini kalah karena tidak punya pura agung layaknya Tanah Lot, tidak terdapat tempat peristirahatan dan tempat nangkring yang memadai. Tapi untuk alamnya, pantai ini tidak kalah menarik. Ada pulau karang, ada pantai karang.
Untuk menuju pantai ini, dari arah Malang bisa akses dengan naik bus jurusan Trenggalek. Jika tidak ada bus langsung, biasanya kita akan di oper-oper. Dari terminal Gadang-Malang ke Blitar sekitar 2 jam (15ribu perak), Blitar-Tulung Agung 1 jam (Rp.7000), Tulung Agung-Trenggalek 1 Jam (Rp 8000), kemudian dari terminal trenggalek naik bus ¾ kearah Lorok kurang lebih 2-3 jam (jalan berkelok-kelok di pegunungan) dengan tarif 15-20ribu. sekedar catatan, bus dari trenggalek ke lorok terakhir kira-kira pukul 3 sore. Jalan masuk ke pantai ini akan berada di sebelah kiri kita dengan jarak kira-kira 5 kilometer dari tepi jalan raya dengan medan bervariasi antara jalan aspal dan batu. Untuk transportasi umumnya saya kurang tahu. Tapi saya melihat ojek-ojek berjejer di persimpangan tersebut. Untuk tarif masuknya, yang saya dengar 10ribu. Berhubung saya berangkat dengan warga sekitar, jadi hanya membayar dengan sebungkus rokok.
Mungkin bagi anda yang doyan melancong, pantai ini bisa jadi pilihan. Selain pantai ini, masih banyak pantai-pantai lain dan objek lain yang bisa dikunjungi. Pantai Sidomulyo dan pelabuhan ikannya, Pantai Gondang, Pantai Kunir dll. Semua menawarkan keindahan yang terbilang masih alami.
Sepengamatan saya, sepanjang pantai selatan Jawa Timur ini masih banyak tersimpan keindahan-keindahan yang belum terkelola dengan baik. Menyimpan potensi pariwisata yang menanti untuk ditata dan dipromosikan.
photo2 menyusul, inet melambat luar biasa

August 28th, 2008 by

Wijayanto Budi
好久不見! (baca: hao jiu bu jian) atau dalam bahasa Inggris-nya: long time no see! How are you readers? Fine? Semoga begitu. Hampir 2 bulan pulang kampung, rasanya kok cepet bener waktu berlalu. 2 minggu lagi masuk semester 3, aaaaaarghhh… (teriak histeris).
Senin kemarin, untuk ketiga kalinya saya naik penerbangan Jakarta-Taipei. Dan penerbangan terakhir ini saya kira adalah penerbangan yang mendebarkan. Bukan, bukan karena cuaca buruk yang mengganggu kendali pesawat yang bisa meresahkan penumpang. Melainkan perjalanan kali ini adalah perjalanan yang disertai aksi penyelundupan. Flash back ke bulan februari yang lalu, di saat seekor anjing berhasil dengan gemilangnya menggagalkan impian makan2 rendang enak anak2 Indonesia di dorm NTU.
Sampai di Taoyuan airport, berbagai peringatan untuk membuang produk2 olahan dari hewan dan tumbuhan sering banget ditemukan. Berbekal pengalaman buruk waktu itu, tercetuslah ide jenius untuk menyangkal si petugas itu jikalau dia pengen menyita barang2 terlarang (abon, paru, dendeng, dll) tersebut. Berikut ini percakapan yang diperkirakan sang penyelundup.
Petugas airport yang bawa anjing (Payba) : Excuse me Sir, can you open your luggage? Our dog smells that you probably bring products from meat…
Sang penyelundup (Sp) : Okay, wait a minute…
Payba : (Sambil memegang bungkusan abon dan paru) What are these made from, Sir?
Sp : cows…
Payba : Do you know that you are prohibited to bring all products from plant and animal?
Sp : even from plants?
Payba : Yes.
Sp : So, why you don’t catch all of the passengers because all of them are wearing clothes that were made from cotton or silk or anything from plants. Or their handbags, or their belts which were made from animal’s skin???
Payba : Eee… mmm… eeemmm… Okay, Sir. I won’t take anything from you. You can go.
Sang penyelundup pun tersenyum lebar, tanda kemenangan.
Syukurlah peristiwa itu nggak terjadi kemarin, karena kalopun terjadi palingan saya manut2 aja disuruh nyerahin makanan2 itu. Mungkin karena setelan pakaian yang saya pakai lebih mirip eksekutip berjas keren, jadi mereka segan untuk meriksa2 barang bawaan saya. Atau karena masih inget muka saya mereka jadi mikir, “halah dia lagi, palingan rendang lagi sama abon… udah bosen, cari yang dari negara lain aja…” Rugi banget mereka. Mereka baru aja meloloskan dendeng, paru, keripik bayem, keripik kentang, sambel tomat dan belut bawaan saya. Ditambah lagi jahe, kunyit, rendang ikan, kering tempe, sambel, ikan teri mentah sekantong gede, sereh, dll, titipan ibunya temen saya.
Yang jelas saya bersyukur kemarin nggak ada pemeriksaan di terminal kedatangan. Jadilah semua persediaan makanan berhasil diamankan buat perbekalan 1-2 bulan mendatang. Walaupun di bulan Ramadhan yang menyenangkan nanti perbekalan bakalan bisa dihemat sehemat2nya karena ada buka puasa gratis di mesjid.
Menyambut bulan suci Ramadhan, saya menghaturkan mohon maaf lahir batin atas kesalahan2 yang saya perbuat selama ini. Semoga Ramadhan tahun ini lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Amin. 

August 28th, 2008 by

Fat'hah Noor
Setelah sekitar seminggu terakhir ini halaman penjaga cumi berubah wajah menjadi agak "lembut" membiru dan gak sangar :P , hari ini berubah lagi dengan tambahan ucapan selamat Ramadhan. :D

Segenap Admin ITB mengucapkan selamat datang bulan suci Ramadhan. Mohon maaf atas segala kesalahan,semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa tahun ini dengan sempurna dan mendapatkan ampunan dan limpahan rahmat dariNya, Amieen..
Penjaga Cumi ITB