dan bulan inipun berakhir..
Dimas Muhammad Zakki
Dimas Muhammad Zakki
Irvan Tambunan
Taufik Rahman
Zamzam Yang saya maksud dengan tajarrud (kemurnian) adalah bahwa engkau harus membersihkan pola pikirmu dari berbagai prinsip nilai lain dan pengaruh individu, karena ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.
“Shibghah Allah Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah?” [Al-Baqarah: 138]
“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja’.” [Al-Mumtahanah: 4]
Manusia, dalam pandangan akh yang tulus adalah salah satu dari enam golongan: muslim yang pejuang, muslim yang duduk-duduk, muslim pendosa, dzimmi atau muahid (orang kafir yang terikat oleh perjanjian damai), muhayid (orang kafir yang dilindungi), atau muharib (orang kafir yang memerangi). Masing-masing dari mereka memiliki hukumnya sendiri dalam timbangan Islam. Dalam batas-batas inilah individu atau lembaga ditimbang; berhakkah ia mendapatkan loyalitas atau sebaliknya: permusuhan?
Al-Banna (Majmu’aturrasail : Risaalatutta’lim)

Leksa
Semua penggemar Harry Potter pasti tahu sebuah kisah persahabatan unik antara Hermione dan Ron. Ditambah bumbu-bumbu asmara ala anak muda juga tentunya. Tokoh Ron Weasley, sudah terlihat akhil baliq dan mulai ada “rasa” terhadap Hermione sejak buku atau film ke-3, The Prisoner of Azkaban. Tetapi bumbu asmara keduanya baru terasa pedas di seri ke-4 cerita tersebut, The Goblet of Fire.
Dalam filmnya, Sebuah scene bagus dimainkan 2 tokoh muda ini ketika Hermione menangis usai Yule Ball, sebuah pesta dansa lintas negara dan ras (sejujurnya sebuah nilai anti Rasism disampaikan dengan baik di seri ke-4 film ini).
Hermione yang tampil cantik sekali malam itu, kesal luar biasa dengan ucapan-ucapan sinis Ron, ngdumel seolah-olah tidak setuju Hermione yang berdansa dengan Victor Kraum -jagoan sihir muda tamu dari daratan Eropa Utara. Sederhana alasan yang dibuat-buat oleh Ron, karena Kraum musuh Harry dalam lomba Triwizard. Padahal jelas digambarkan selama pesta dansa berlangsung, Ron sangat cemburu saat itu. Sampai-sampai teman wanita-nya berdansa ikut menjadi kesal.
Usai pesta, Hermione melabrak Ron dengan emosi yang luar biasa karena terus dikata-katai oleh Ron yang terlihat jumawa sok cool-butuh-tidak-butuh. Ron menuduh sinis Hermione yang mau-maunya dimanfaatkan oleh Victor Kraum. Jelas Hermione berteriak marah
“How dare you! Besides I can take care of myself!!”
“I doubt it. He’s way to old”
“What?! What?!! If thats what you think?!!”
“Yeah, thats what I think”
“You know the solution then don’t you?!”
“Go on”
“Next time theres a ball, pick up the courage and ask me before somebody else does! And not as a last resort!!”
“Well, thats, erghh.. I mean thats completely off the point!
… (Harry datang cuma diam..)
“They get scary as they get older..! (celoteh Ron ke Harry)
“Ron, you’ve spoiled everything!!” (Hermione berteriak dan menangis..)
Dan berakhirlah malam dansa yang gagal bagi ketiga sahabat itu. Termasuk Harry yang juga patah hati melihat Cho berdansa sepanjang malam bersama Cedric. Scene ditutup sebuah lagu yang sendu nan indah mengiringi Hermione yang menangis di anak tangga.
Sebenarnya tadi saya mau menganalogikan roman sial Hermione dan Ron ini sebagai analogi drama politik Indonesia sekarang ini. Seperti drama politik antara calon-calon independen dan partai politik yang suka malu-malu dan saling menyerang. Saya mau membahas hal itu tadi. Tetapi sayang, saya keburu mengantuk sekarang setelah bergadang semalaman.
Toh, biasanya ribut-ribut antar birokrat itu sekedar bergaya cool sok wibawa depan rakyat saja. Setahu saya para calon independen dan partai politik itu biasanya juga akan duduk bersama nantinya, menghitung-hitung untung sesama.
Seperti akhir kisah Harry Potter, terbukti sihir tertua bekerja untuk Hermione dan Ron. Keduanya hidup bahagia bersama sampai akhir cerita. The Old Magic Always Works.
Menarik selimut diiringi “Magic Works” - OST. Harry Potter “The Goblet of Fire” by Patrick Doyle. Bermimpi menemani Hermione di anak tangga.
…
And dance your final dance
This is your final chance
To hold the one you love
You know you’ve waited long enough
…
Believe that magic works
Don’t be afraid
Afraid of bein’ hurt
No, don’t let this magic die
Ooh, the answer’s there
Yeah, just look in her eyes
…
Fat'hah Noor
Zamzam Yang saya kehendaki dengan tsabat (keteguhan) adalah bahwa seorang akh hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid di jalan yang mengantarkan pada tujuan, betapa pun jauh jangkauannya dan lama waktunya, sehingga bertemu dengan Allah dalam keadaan demikian, sedangkan ia telah berhasil mendapatkan salah satu dari dua kebaikan: meraih kemenangan atau syahid di jalan-Nya.
“Di antara orang-orang beriman itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)” [Al-Ahzab: 23]
Waktu bagi kita adalah bagian dari solusi. Sedangkan jalan yang akan kami tempuh ini lama masanya, panjang tahapannya, dan banyak tantangannya. Namun, dialah satu-satunya jalan yang dapat mengantarkan kepada tujuan dengan janji imbalan yang besar dan pahala yang indah.
Itu semua karena setiap sarana dakwah kita–yang berjumlah enam macam–membutuhkan kesiapan yang baik, penetapan waktu yang tepat, dan pelaksanaan yang cermat. Semua itu sangat dipengaruhi oleh waktu.
“Mereka berkata, ‘Kapan itu (akan terjadi)?’ Katakanlah, ‘Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat’.” [Al-isra': 51]
Al-Banna (Majmu’aturrasail : Risaalatutta’lim)

Herry Kurniawan zoekristi: mampus lu her
superbad: apa ?
zoekristi: temen gw nyebarin gosip sigur ros gw di blognya dia juga
zoekristi: hahahahhaahaa
zoekristi: tersebar virus gosip
zoekristi: klo ga jadi dateng
zoekristi: lo bakal dimaki2 sama orang2 tuh
superbad: wakakakakkk......
Taufik Rahman bagi para mahasiswa, jurnal merupakan sudah menjadi bagian dari proses akademiknya, baik s1, s2, s3. ada beberapa website yang berisi jurnal-jurnal, namun biasanya berbayar seperti :
http://www.springerlink.com
http://sciencedirect.com
dan masih banyak yang lainnya..
yang ada di ITB yaitu http://proceedings.itb.ac.id

Edwards Ada banyak pejabat pemerintahan di Sumbar yang meneruskan kuliah, misalnya ambil magister manajemen atau program doktor. Ada camat ini, bupati itu, sekda sana dll. Lalu diwisuda lah mereka, dan di koran-koran bertebaran ucapan selamat atas wisudanya pak pejabat atau anak pejabat. Hal yang tak pernah saya temui di koran nasional dan di koran lain, misalnya Pikiran Rakyat.
Saya tak tahu apakah ilmu mereka itu dipakai untuk mengelola pemerintahan, yang jelas selalu saja ada ucapan selamat itu. Celakanya, ucapan itu biasanya dari instansi, termasuk instansi pemerintah. Bukan dari perorangan. Kalau perorangan OK lah ya, kali aja duitnya banyak. Tapi instansi pemerintah? Disaat harga barang kebutuhan pokok sebegitu mahal dan pegawainya rajin mangkir?
Ada juga banyak ucapan selamat lain. Selamat atas dilantiknya bapak ini jadi kepala bagian itu. Selamat atas pelantikan pak sekda. Bahkan, ucapan selamat dari sekolah A untuk alumni sekolah A yang dilantik jadi wakapolres! Penting banget yak? Kenapa gak di SMS aja gitu?
—
Pemerintah kota Padang mengadakan acara membaca Asmaul Husna secara berjamaah, melibatkan anak sekolah. Katanya, untuk mendekatkan generasi muda kepada agamanya. Ujung-ujungnya, pemerintah kota Padang mendapatkan rekor MURI untuk “pembaca Asmaul Husna terbanyak”. Ck ck ck…
Tampaknya membaca dan menghafal asmaul husna (dan mendapatkan rekor) memang lebih penting daripada misalnya mengusir “iblis wanita” di “salon” Padang Theatre. Saya sudah tahu kondisi kompleks Padang Theatre di Pasar Raya Padang yang dipenuhi salon palsu, sejak masih kelas 5 SD, sekitar 14 tahun lalu. Ternyata sampai sekarang nggak berubah. Padahal katanya Satpol PP kota Padang ini rajin merazia WTS?
Kebanggaan semu. “Bupati gua doktor loh!” atau “kota ini dapat rekor loh!” dan banyak lagi yang lain.
Trus napa?

Zamzam Yang saya kehendaki dengan taat (kepatuhan) adalah menjalankan perintah dan merealisasikannya dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, saat bersemangat maupun malas. Demikian itu karena tahapan dakwah ini ada tiga:
Ta’rif
Dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. Adapun sistem dakwah untuk tahapan ini adalah sistem kelembagaan. Urgensinya adalah kerja sosial bagi kepentingan umum, sedangkan medianya adalah nasehat dan bimbingan sekali waktu, dan membangun berbagai tempat yang berguna di waktu yang lain, juga berbagai media aktivitas lainnya. Semua syu’bah (cabang) Ikhwan yang ada sekarang adalah representasi dari tahapan ini dalam kehidupan dakwahnya. Ia terkoordinir dalam ‘undang-undang pokok’ yang telah di-syarah oleh berbagai risalah dan penerbitan Ikhwan. Dakwah, pada tahapan ini, bersifat umum.
Jamaah menjalin hubungan dengan orang yang ingin memberikan kontribusi bagi aktivitasnya dan ingin ikut menjaga prinsip-prinsip ajarannya. Ketaatan yang tanpa reserve–pada tahapan ini–tidaklah dituntut, bahkan tidak lazim. Tingkatannya seiring dengan kadar penghormatannya kepada sistem dan prinsip-prinsip umum jamaah.Takwin
Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada. Sistem dakwah–pada tahapan ini–bersifat tasawwuf murni dalam tataran ruhani, dan bersifat militer dalam tataran operasional. Slogan untuk dua aspek ini adalah: perintah dan taat–tanpa ragu dan bimbang, Semua katibah (batalyon) Ikhwan yang ada kini adalah representasi dari tahapan ini dalam kehidupan dakwahnya. Ia terhimpun dalam risalah manhaj yang lalu.
Dakwah pada tahapan ini bersifat khusus. Tidak dapat dikerjakan oleh seseorang kecuali yang memiliki kesiapan secara benar untuk memikul beban jihad yang panjang masanya dan berat tantangannya. slogan utama dalam persiapan ini adalah: totalitas ketaatan.Tanfidz
Dakwah dalam tahapan ini adalah jihad; tanpa kenal sikap plin-plan, kerja terus-menerus untuk menggapai tujuan akhir, serta kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya, kecuali orang-orang yang tulus. Dakwah ini tidaklah dapat meraih keberhasilan, kecuali dengan “ketaatan yang total” juga. Untuk inilah, shaf pertama Ikhwanul Muslimin berbai’at pada bulan Rabiul Awal 1359 H.
Dengan bergabungnya kalian dalam katibah ini, dengan sikap menerima kalian akan risalah ini, dan dengan kesetiaan kalian kepada bai’at ini, kalian telah berada di tingkatan kedua menuju tingkatan yang ketiga. Tunaikan tanggung Jawab yang telah dipikulkan kepadamu dan siapkan dirimu untuk setia kepadanya.
Al-Banna (Majmu’aturrasail : Risaalatutta’lim)

Leksa
Kapal-kapal nelayan beranjak ketika senja berakhir, sementara hidup di remang-remang halogen kota, dimulai dalam detak hasrat yang memuncak mengguncang nadir. Pacuan hidup menggeliat batas-batas kala dari 4 penjuru mata angin. Masing-masing dalam sendiri memikirkan waktu terbaik untuk berkata “Mari kita Selesaikan Malam ini..”
Kau tahu itu artinya apa? Karena mereka tidak pernah bisa memiliki senja yang sekedar dilewati indahnya. Sekedar melewati batas-batas, antara semringis mentari dan kelam malam sebelum bulan diufuk timur menari. Senja tidak terjamah rupa-rupa manusia kota. Bahkan tidak untuk ku atau pun kau yang sering lupa waktu di antara hari-hari.
Gelap dan terang, keduanya berlangsung lama dalam hitungan waktu. Tetapi tapal batas keduanya hanya seperti jeda dan hela napas. Ketika subuh datang, justru di saat lelap menggelayut dibalik selimut-selimut wangi milik kita. Ketika senja datang, rasa lelah menutupi kesadaran-kesadaran kita seperti tertidur. Aku melihat tidak ada bedanya antara subuh dan senja, tetapi aku lebih memilih untuk menikmati senja. Waktu ku cukup banyak untuk menandai detik-detik senja.
Jangan kau masukkan gernaha sebagai jawantah tapal batas. Bathara Kala dalam cerita bisa marah jika kau samakan dia dengan senja. Para pecinta senja guratan Seno juga akan bersedih jika babak senja yang indah dalam karya-karyanya disamakan demikian. Bukan karena gerhana tidak indah, bukan karena Bathara Kala bermuka durjana nan nista, sedang senja mewakili rasa-rasa roman yang membuat setiap hati redam. Hanya saja tak elok jika menyandingkan sebuah rubi kuning keemasan dengan selendang emas yang kemilaunya sepanjang batas cakrawala.
Kabarnya matahari tidak pernah tenggelam di negeri senja. Aku yakin kau sudah baca babak itu dalam Negeri Senja. Pintar sekali Seno menggambarkan keindahan senja. Aku tidak pernah kuasa mendeskripsikannya seperti itu, selain dalam mimpi-mimpi yang kadang aku ingat atau tidak. Apalagi sambil menunggang unta. Setahu ku, kuda saja jarang yang mau diajak berjalan melintasi padang safana dengan latar belakang senja. Entah darimana ide lelaki itu membawa unta sebagai perias latar cerita.
Aku juga mendengar kabar, banyak orang-orang dari Tugu Yogyakarta ingin menuju ke sana, ke Negeri Senja. Entah kenapa. Aku hanya tahu satu arah perihal senja. Ketika bukit-bukit di Pasundan baru saja menyelesaikan babak senjanya, justru aku menuju arah berlawanan dari sang senja. Menuju timur menumpang batas gerbong kereta, meninggalkan senja di ufuk barat yang masih menyisakan kemilaunya. AKu masih bisa melihat redupnya turun perlahan, sembunyi-sembunyi membuka pintu kereta yang melaju kencang. Lalu gelap, hanya ada suara besi dan tiupan angin malam, tersadar sedetik kemudian sudah berada di Stasiun Yogya dengan latar suara pengajian subuh yang sumbang oleh kaset yang diputar bertahun-tahun lamanya.
Kau salah jika menilaiku tidak menikmati senja ufuk barat. Jelas aku menikmati. Prasangka mu ada resah di hatiku membawa segala roman duka, melarikan diri menuju gelap yang jumawa. Tidak, sama sekali tidak. Aku hanya percaya senja juga ada di ufuk timur sana. Seperti senja yang ada di barat, selatan, utara, bahkan mata angin yang tidak terpetakan. Aku mencari senja-senja yang berbeda. Senja yang sedang bergulat dengan asa, mencari rasa dan terpekur dalam pikirnya yang tidak pernah sia-sia. Tetapi apakah senja-senja itu tahu kalau aku mencarinya? Entahlah..
Biarkan itu menjadi rahasia dari setiap perjalananku. Yang pasti aku masih sempatkan hati berteduh sejenak di antara jalan kota, kampung, rel, laut dan sawah jika senja-senja itu tiba. Nikmati saja indahnya, seperti larik paragraph Seno mengagungkannya,
“Segalanya serba keemasan ketika aku memasuki kota itu, serba merah keemas-emasan karena siraman cahaya matahari separuh yang bertengger di cakrawala itu. Kulihat cahaya senja seperti jalinan lembut benang-benang emas yang terpancang, dari matahari langsung ke jendela, ke dinding, ke pohon, dan ke daun-daun. Seperti garis-garis, seperti balok-balok, seperti tiang-tiang yang direbahkan. Rasanya baru sekali ini aku melihat cahaya berleret-leret begitu nyata, seolah-olah benda padat yang bisa dipegang. Tapi tentu saja cahaya bukan benda padat dan orang-orang berkerudung, bersorban, dan bersarung melewatinya sehingga cahaya itu seperti riak kolam yang tersibak-sibak. Cahaya itu menjadi terang dan gelap karena orang-orang yang lewat dan karena itu Negeri Senja seperti sebuah kota yang tenggelam dalam lautan cahaya sepenuhnya. Aku hanya seperti sebuah bayang-bayang yang berjalan. Kulihat bayang-bayangku sendiri menunggangi unta di tembok-tembok kota.”
Negeri Senja - Seno Gumira
Senja, semoga mendung tidak turun sore ini…
Gambar dari Onlysenja
Ardhi Adhary Arbain Siapa sih yg nggak kenal dengan yg namanya Megaupload atau Rapidshare. Keduanya mungkin adalah situs file hosting yg paling populer hingga saat ini. Di saat masa-masa kejayaan Torrent sebagai media file sharing mulai luntur, kedua situs ini menjadi alternatif yg paling diminati sebagai ajang berbagi file antar pengguna internet, terutama ketika kantor-kantor dan sekolah gencar melakukan blok terhadap torrent dan situs-situs ‘terlarang’ lainnya.
Sayangnya, tidak semua situs file hosting yg menyediakan fasilitas pencarian file yg terupload dalam server mereka, dan itu sudah menjadi salah satu policy agar bisnis mereka tetap dianggap legal. Megaupload dan Rapidshare adalah dua dari sekian banyak situs file hosting yg tidak menyediakan fasilitas pencarian file, padahal lalu lintas data (upload/download) pada kedua situs ini mungkin mencapai puluhan hingga ratusan gigabyte setiap harinya. Lalu bagaimana caranya berburu file yg kita inginkan pada situs-situs file hosting ini ?
Google Search
Google mungkin adalah salah satu penemuan terbaik dalam sejarah dunia internet. Dengan beberapa trik sederhana, kita bisa menyulap google yg notabene merupakan mesin pencari situs internet menjadi alat hacking yg handal. Dalam hal ini, saya menggunakan google untuk berburu file di situs-situs file hosting, walaupun sebenarnya kekuatan yg ditawarkan google lebih dari itu (anda bahkan bisa mencuri nomor kartu kredit seseorang hanya dengan bermodal google).
Pada prinsipnya, tugas utama google hanyalah mencari informasi dari tiap situs dan mencocokkannya dengan kata kunci (keyword) yg diketikkan pengguna. Informasi ini bisa berupa tulisan/teks pada halaman web, gambar, file atau link yg ada dalam situs yg bersangkutan. Faktor inilah yg bisa dimanfaatkan untuk mencari kontent tertentu di suatu situs.
OK, kembali ke Megaupload dan Rapidshare tadi. Kalo anda mendownload suatu file dari situs-situs ini, biasanya di halaman download akan tertulis informasi tentang file yg anda download kan ? Misalnya nama file, deskripsi file hingga ukuran dari file tersebut. Informasi inilah yg bisa kita gunakan untuk mencari file yg kita inginkan.
Misal anda ingin mencari file Video dengan format AVI pada situs Megaupload. Coba ketikkan keyword berikut di search box google :
avi site:megaupload.com
Kalo diartikan, maksud keyword di atas kira-kira begini : ‘Cari halaman web yg mengandung karakter ‘AVI’ di situs Megaupload.com’, dan google akan menampilkan semua halaman web yg berisi informasi dengan karakter ‘AVI’ pada situs Megaupload (walaupun yg kita cari sebenarnya adalah file video berformat AVI).
avi|wmv|mpg site:rapidshare.com
Keyword di atas memungkinkan google untuk menampilkan halaman-halaman web yg mengandung karakter AVI, WMV atau MPG dalam link-link terpisah.
Misal saya kepingin cari file video (dengan format avi, wmv atau mpg) anime Naruto Shippuuden episode 15 di Megaupload
. Ketikkan saja :
avi|wmv|mpg +naruto +shippuuden +15 site:megaupload.com
Mudah kan ? Apa lagi ya ? Oh, misalnya saya pingin cari lagu (mp3) Irreplaceable-nya Beyonce di rapidshare, ketikkan saja :
mp3 +beyonce +irreplaceable site:rapidshare.com
Intinya, semakin banyak kata kunci yg anda masukkan, ruang lingkup pencarian akan makin sempit, dan anda makin dekat dengan informasi yg ingin anda cari. Operator ‘+’ kurang lebih berarti ‘harus’ (sebenarnya sih artinya ‘AND’, salah satu operator logika dalam matematika/komputer). Jadi kalo diterjemahkan, keyword di atas berarti : ‘Cari halaman website yg mengandung karakter ‘MP3′ dan harus juga mengandung karakter ‘beyonce’ dan ‘irreplaceable’ di situs Megaupload.com’.
Nah, sisanya tinggal kreativitas kita. Semakin mahir kita dengan operator-operator pencarian google seperti +,-,|,inurl,insite dll, semakin gampang kita melacak file yg kita inginkan. Anda bisa memperoleh informasi tentang operator pencarian google pada link ini.
File Search Website
Kalo nggak mau capek, atau kalo anda malas ngutak-ngutik google, anda juga bisa menggunakan fasilitas pencarian file pada situs-situs seperti megadownload.net atau searchshared.com (untuk mencari file di Megaupload/Rapidshare dll).
Anda bisa juga mencari alternatif lain dengan mengetikkan ‘megaupload rapidshare file search’ pada search box google.
Referensi :
http://www.google.com/help/operators.html
Google Hacking by Efvy Zam Kerinci (sori kalo salah tulis, rada lupa soalnya
) and again …
…… pengalaman pribadi.
Sawung
Fajar Fathurrahman Sudah pernah diposting oleh bung Irvan sebelumnya. Kira - kira 2 minggu yang lalu barudak ARC kembali menggelar wisata kuliner, dan kali ini tempat yang beruntung untuk disinggahi dan direview adalah resto sop konro Marannu yang terletak di jalan Riau, Bandung.
Langsung saja, tempat yang saya singgahi kali ini, terletak di jalan Riau, tidak terlalu besar, dan juga tidak pula terlalu kecil. Untuk menunya, yang menjadi andalan adalah Iga bakar dan Sop konronya. Kebetulan saya pertama kali kesini dan memesan Iga bakar, ada juga teman saya yang memesan Sop Konro. Tidak bisa dipungkiri, rasanya memang maknyus, saya beri nilai 8,5/10. Dagingnya begitu lembut, sehingga tidak ada perlawanan ketika dipotong atau dikunyah
, Daging yang dihidangkan pun juga lumayan besar, jadi jangan khawatir soal porsi. Teman saya pun ada yang berani bilang, Iga bakar si jangkung pun kalo ketemu iga bakar ini jadi cebol
.
Agak Khas juga, disini iga bakarnya dikasih bumbu kacang, beda dengan iga bakar si jangkung yang di kasih bumbu kecap, memang yang antri tidak seramai di iga bakar si jangkung, tapi untuk urusan rasa saya lebih prefer iga bakar di sop konro marannu ini.
Untuk masalah harga, kalau tidak salah (udah lupa juga) saya menghabiskan rp 30k untuk seporsi iga bakar dengan nasi ditambah kuah sop konro, cukup terjangkau bukan
(untuk sekali-kali aja). Setelah itu kami menuju ke Dakken untuk ngobrol2, wah malam yang mengasyikan
Foto diambil dari sini

Taufik Rahman
Zamzam Yang saya maksud dengan tadhhiyyah (pengorbanan) adalah pengorbanan jiwa harta, waktu, kehidupan, dan segala sesuatu yang dipunyai oleh seseorang untuk meraih tujuan. Tidak ada perjuangan didunia ini, kecuali harus disertai dengan pengorbanan. Demi fikrah kita, janganlah engkau mempersempit pengorbanan, karena sungguh ia memiliki balasan yang agung dan pahala yang indah. Barangsiapa bersantai-santai saja ketika bersama kami, maka ia berdosa.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman, diri dan harta mereka.” (At-Taubah: 111)
“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatir kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (At-Taubah: 24)
“Jika engkau semua taat, niscaya Allah memberimu balasan yang baik.”
Dengan demikian, engkau telah mengetahui makna slogan abadimu: “Gugur di jalan Allah adalah setinggi-tinggi cita-cita kami“.
Al-Banna (Majmu’aturrasail : Risaalatutta’lim)

Herry Kurniawan
Petra Novandi Barus Sedikit side story dari acara Kopdar Blogger “Bebersih Bandung Yuk jilid 3″ yang diadakan bersama komunitas-komunitas lain seperti karyawan Starbucks, komunitas Flexer, komunitas Linux, dll.
Saat selesai acara ada games dari sponsor Flexi, kena tunjuk ama kawan-kawan komunitas buat dikerjain di games. Disuruh ngegombalin si Puty.
Disebabkan karena di dalam pikiran sedang berkecemuk hal-hal tentang tugas kuliah alhasil yang keluar gombalan super garing.
Tapi karena tetap dikasih souvenir tas ransel yang bagus banget dari Flexi, biar pihak Flexinya gak kecewa, maka sebagai beban moral semata, tak posting sedikit pantun tambahan untuk memperbaiki gombalan tersebut ![]()
Teruntuk Putykian dipandang kian bersinar
indah permata bertambat di jari
kian dibayang kian berbinar
indahnya mata terjerat di hatikalau bulan tak bersinar
tiada mungkin langit kan terang
kalau matamu tak berbinar
tiada mungkin hatiku kan senangtidak kan hilang benih disebar
bila tak dimaling tikus dan hama
tidak kan terang bulan bersinar
bila dibanding tanpamu bersamaini lantun bukan sembarang
mari singgah ikut melantun
ini pantun bukan saduran
karenamu lah diri bisa berpantun
Demikian ![]()
Semoga dapat diterima.
(agak maksa, tapi biarlah
)
Leksa
Alkisah dalam sebuah cerita pasca Bharatayudha berakhir, Aswatama yang pengecut dan karena itu juga menjadi kejam, memasuki tenda dimana kubu Pandawa sedang lelap. Ia menikam orang-orang yang sedang tidur. Drestajumena, Srikandi dan Pancawala tidak bisa melihat matahari esok paginya. Sementara Utari terbangun dan menyelamatkan diri beserta bayi dalam kandungannya. Sang bayi ini lah yang dikenal dengan nama Parikesit nantinya, pewaris tahta Pandawa pengganti Pancawala yang mati. Tidak tanggung-tanggung, 2 kerajaan sekaligus hasil kemenangan Bharatayudha akan dipegang olehnya, Hastina dan Indraprastha.
Parikesit sebenarnya cucu dari Arjuna, bapaknya adalah Abimanyu, dengan asuhan kesaktian mahaguru Baladewa. Sebagai raja ala Pandawa yang adil dan budiman, segala kegelisahannya tentang rakyatnya selalu menjadi gundah hatinya. Goenawan Muhammad dalam Asmaradana menuliskan sebuah cerita renungan Parikesit terhadap rakyat-rakyatnya,
Jauh di bawah terpacak rakyatku menunggu. Mereka yang menyelamatkan dan juga menyiksa diriku. Mereka yang berdoa, sementara aku tiada berdoa. mereka yang punya angin-angin sendiri, hujan-hujan sendiri, dan duka cita yang sendiri. Mereka yang tahu kita tak bisa berbagi. Tapi siksa ini adalah siksa mereka, siksa mereka yang kuwakili di atas kelemahan tangan-tanganku
Mungkin itulah kenapa gelar Raja atau Sultan dalam berbagai kehidupan feodal zaman dahulu dianggap sangat tinggi, selain harus menjaga kestabilan, keamanan dan kenyamanan wilayah kekuasaannya, dia juga selalu dalam kondisi menanggung setiap derita rakyatnya.
Tapi tidak dipungkiri juga jika jabatan tersebut lahir karena warisan struktur sosial zaman dahulu, yang percaya Raja atau Sultan adalah perpanjangan tangan adikodrati penguasa Alam Semesta, seperti kata Arief Budiman dalam Teori Negara-nya.
Saya tidak pernah paham arti dari pemerintahan feodalisme seutuhnya. Karena sekian tahun hidup di Indonesia yang mengaku Presidensil, walau presidennya sendiri tidak bebas dari campur tangan legislatif aka partai politik. Tetapi selama berada di kota Yogya ini, saya berkesempatan menangkap sebuah kehidupan ala feodalisme dalam tatanan yang bisa saya terima dengan akal sehat dan nurani saya.
Tersebutlah seorang sultan di Yogyakarta ini. Dia bukan sembarang sultan dengan berbagai gelar keturunan membawa adikodrati leluhur-leluhurnya. Keberuntungan saya bertemu beliau langsung sebelum dengar gegap gempita tenar namanya seperti cerita gagahnya Sultan lain di Yogya ini. Dia cuma seorang sultan dengan “S” kecil buat saya, karena memang tidak ada rona kapital “S” dalam sudut pandang kacamatanya. Sebuah acara silaturahmi pertama saya dengan komunitas Yogya, justru langsung dihadiri sang sultan rendah hati ini.
Saat silaturahmi itu, penampilannya sama sekali membunuh kepecayaan saya tentang arti feodalisme selama ini. Selama ini saya melihat Sultan-Sultan di komunitas lain, selalu berwibawa, selalu menjaga bicara, selalu berusaha terlihat berada pada posisi di atas bawahannya. Tetapi sultan satu ini hadir di situ hanya bermodal baju kaos yang terlihat cukup bau, dengan celana gombrong berwarna kuning ngejreng. Biasanya segala sesuatu atribut di kepala seorang Sultan diletakkan proporsional nan wibawa. Lha ini ndak sama sekali. Topi jelek yang dipakai sultan satu ini cuma sekedar hinggap seenak nya saja, entah miring kiri atau kanan, tergantung seenaknya dia berpose kapan sempat di depan kamera.
Seorang punggawa memperkenalkannya (bukan dia yang memperkenalkan dirinya) sebagai sultan-nya komunitas Bloger kota Yogyakarta. Zam namanya.
Tidak ada yang istimewa sebenarnya tentang lelaki ini. Saya cuma merasakan kedekatan yang juga tidak bisa dibilang dekat. Dikata saya jauh, juga tidak. Tetapi melihat segala atensi-nya dan perjuangannya dalam mengelola sebuah negara kecil yang berisi bloger-bloger dengan berbagai kepala, idealisme dan ide cerita, justru membuat saya percaya beliau adalah orang yang paham akan kekuasaan sultan ala Parikesit. Dia menghormati orang tua, tetapi dia juga tidak melupakan kodratnya sebagai anak muda dengan muka tua, seperti candi-candi tua yang selalu berusaha dikenalkannya dalam blog dengan bahasa-bahasa berjiwa muda.
Zam sadar kalau bersikap sopan adalah mutlak, tetapi dia juga tahu kapan harus menjadi gila. Perpaduan yang unik bagi saya, tidak heran komunitas Cahandong yang dipimpinnya ini bisa tetap survive walau laju Andong dan Kuda semakin liar dan kencang ke depannya. Soal kuda dan andong yang semakin kencang jalannya ini, saya pernah mengungkapkan kepada beliau. Dan jawabnya sederhana “Kita harus siap mengikuti era keemasan ini, segala popularitas ini. Resiko yang harus dijawab Cahandong saat ini. Tetapi kita tidak bisa pungkiri, semua itu ada masanya. Pergunakan sebaik-baiknya masa yang gemilang ini”, kira-kira begitu sabdanya jika dibahasakan secara bijak. Karena bahasa aslinya sangat khas ala Zam yang penuh pisuhan, gaya ngeselin dan dagelan kere.
Mimpi adalah kejaran. Setiap kesempatan adalah pilihan yang bisa diambil atau tidak. Dan seorang sultan juga manusia biasa, demikian Zam menyadari takdir adikodrati versi dirinya. Tuntutan meraih kesempatan yang akhirnya membawanya harus melanglang buana tapabrata ngelmu di negeri tetangga. Tentunya saya yakin ngelmu untuk menjadi pribadi lebih baik, tidak suka misuh-misuh sembarangan lagi, rajin mandi dan belajar mengelola duit jutaan di rekeningnya nanti.
Saya jadi teringat frame terakhir cerita Parikesit. Dia memang dikutuk mati dipatuk ular Taksaka karena sumpah anak pendeta Samiti. Dalam penungguan di ujung menara kekuasaan, dia menyadari belum sempat mengerti arti kekuasaan Raja atau Sultan sesungguhnya. Sayangnya dia hanya terdiam dalam renungan berujung kematian, kesepian dalam kursi kekuasaan tanpa pencapaian hidupnya sendiri,
Bukan kegelisahan dahsyat yang hendakkan semua itu. Bukan siksa menunggu yang menyuruhku. Tapi kurindukan kemenangan-kemenangan, kemenangan yang mengalahkan kecut hatiku. Karena memang kutakutkan selamat tinggal yang kekal. Seperti bila dari tingkap ini kuhembuskan nafasku dan tak kembali tanpa burung-burung, tanpa redup sore di pohon-pohon tanpa musim..
(Pariksit - dalam Goenawan Muhammad, Asmaradana, jakarta: Grasindo, 1992, hal 18-21)
Kami tunggu engkau membawa Hastina dan Indraprastha dalam genggamanmu, Zam!
TukangKomentar adalah aggregat blog. Penghuninya berasal dari satu forum yang sama. Sebuah forum yang hanya bisa diakses dari network 167.205.0.0/16 saja.