Bukan Juara Dunia Biasa

March 31st, 2008 by Irvan Tambunan
Bangga merupakan sesuatu yang memang sudah seharusnya saya berikan kepada ketiga teman saya ini. Bagaimana tidak, mereka sudah mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional, khususnya bidang IC Design. Mereka adalah juara dunia lomba LSI Design Contest 2008 di Okinawa, Jepang baru-baru ini. Memang sudah agak lama berita ini (basbang), tetapi yang penting adalah [...]

Bandung Badai, Banjir, Pohon Tumbang

March 31st, 2008 by Rendy Maulana

Setelah kemarin ada hujan es di kota Bandung



sekarang Bandung dilanda badai hebat, pohon-pohon tumbang disisi jalan dan memacetkan kota.
Dari arah Buah Batu saya menuju ke arah Dago, jalanan Banjir, terutama di daerah Ir.H.Juanda Cikapayang, beberapa arus dibelokkan oleh polisi, sementara polisi mengizinkan orang-orang yang nekat untuk menerobos banjir, dikarenakan arus lalu lintas yang amat padat, Jalan Dipati Ukur dipakai jadi jalur utama dikarenakan Jl Dago banjir.


Di Depan RS Boromeus, ada pohon tumbang dan menimpa 2 buah mobil yang 1 adalah mobil Katana, dan satu lagi adalah Karimun D1002FZ, kata orang-orang disekitar, pengemudi karimun D1002FZ tersebut sekarat, dan berdarah darah, lalu telah dilarikan ke RS Boromeus yang berada tepat disebelahnya. Keduanya ringsek di bagian sisi pengemudi, saya sendiri tidak sempat mengecek ke UGD dikarenakan harus segera pulang, dan disekitar pohon tersebut aliran listrik masih menyala.


Banjir ternyata sepanjang Jalan Dago, dengan kedalaman sekitar 30cm, dan arus yang amat deras, Pokoknya ngga puguh deh hari ini hujannya. Besar banget!

Haiku Operating System

March 31st, 2008 by Uray Meviar

rupanya BeOS yang udah sampe R5, masih ada penerusnya, sebelumnya BeOS yang dikembangkan oleh Be inc. di cancel, ntah pa pa padahal udah cukup bagus untuk jamannya, bangkrut kali ya... terus Be Inc. dibeli palm, sebelumnya BeOS adalah operating system closed source untuk menyaingi windows dan linux (dan osx juga kali) tapi kurang banyak pemakai ya iya lah closed source udah itu kaga free dan softwarenya masih kalah jauh jumlahnya dibanding windows, linux ataupun osx, hardwarenya juga khusus (yang akhirnya di port ke powerPC dan x86)

setelah BeOS mati pada versi R5.03 dan dilanjutkan oleh pihak lain dengan nama lain, baca aja wikinya deh, salah satu penerusnya adalah openBeOS dan berubah nama jadi Haiku, haiku berbeda dengan BeOS dan turunan BeOS lainnya, dimana Haiku adalah project opensource dengan license MIT, tapi bukan berarti haiku dikembangkan dengan basis codes dari BeOS, haiku completely rewrite from scratch, dan juga bukan turunan unix.

BeOS yang mirip dengan *nix sama-sama pake shell bash untuk terminalnya, karena bukan turunan unix, BeOS pake kernel yang berbeda jauh ama unix/linux yang dikategorikan monolithic kernel, BeOS menggunakan modular kernel, yang mirip dengan OSX dan Windows, filesystem yang dipake BFS udah menggunakan feature journaling yang berarti sekelas dengan ext3 dari *nix. NTFS dari windows dan HFS+ dari osx, APInya pake konsep OOP mirip dengan OSX tapi tetap kompatible dengan POSIX. Selain itu haiku executable binarynya kompatible dengan BeOS jadi bisa jalanin applikasi BeOS, diantaranya firefox 3.0b yang termasuk bleeding edge.

Haiku kabarnya mulai dikembangkan sejak 2001 dengan nama openBeOS dan berganti nama tahun 2004 jadi Haiku, sekarang (2008) masih dalam versi prealpha, tapi udah bisa dicicipi pake virtual machine kaya VMWare, imagenya bisa didownload di http://www.haiku-os.org/downloads kecil cuman 32MB, jalannya mulus... grafiknya bagus... bisa jalanin app openGL (software render mode pake MESA) dengan fps 100+ untuk demo teapot dalam virtual machine... lom tau juga ada ga driver yang support haiku sampe skr... tapi mudah2an masih terus berkembang... biar dunia OS semakin indah gitu kali ya...

Generasi Ayat-Ayat Cinta

March 30th, 2008 by Prasetyo Andy Wicaksono

NB: Post ini bukan tentang film Ayat-Ayat Cinta.

Yup. Generasi ayat-ayat cinta [bukan generasi sinetron, karena kayaknya yang generasi sinetron lebih ngegambarin ibu2 deh.. hehe..], beginilah gw memberikan “tag” kepada adik-adik kita yang masih di tingkat SD. Mengapa? Karena saat gw mengikuti acara TETAPI yang diadakan HMIF pada hari ini, terlihat jelas memang adik-adik kita sudah tidak mendapatkan porsi hiburan yang sesuai dengan umurnya. Adik-adik kita sudah terkontaminasi oleh produk hiburan untuk kakak-kakaknya, atau malah untuk orang tua, om tante dan pak lurah.

Tonton saja televisi kita yang jumlah channel ada belasan itu.
Channel dari Indonesia yah, bukan TV kabel. Dari 24 jam, ada berapa banyak porsi hiburan untuk anak? Tidak terlalu banyak kan? Namun apa kebiasaan [yang mungkin diturunkan oleh orang tua atau sudah turun menurun mendarah daging] adik-adik kita? Pulang sekolah, lalu mungkin ada yang tidur siang, lalu main sama teman2nya, atau malah coding main komputer. Selain itu? Kemungkinan banyak setelah ganti baju [atau ada juga yang ga ganti baju dulu] langsung pantengin tipi. Dan biasanya juga yang megang remote control [ato galah buat ganti channel, kalo ga ada remote control] adalah anak-anak. Gw pernah baca sebuah artikel, lupa di mana, bahwa sebagian besar penguasa TV adalah anak-anak. Lalu konten dari televisi? Bermacam-macam sinetron! Mendidikkah? Menurut pendapat gw sih nggak mendidik. Isinya kalo ga tampar2an, melotot2an, marah2, bentak2, segala akal bulus, kelicikan, kemunafikan, penggambaran antagonis yang berlebihan, ibu tiri yang menyiksa anak tirinya, mistis, mencekik leher, mengancam, sok2 film India, TV show sampai 6 jam lamanya dan lain sebagainya. Jengah gw liatnya. Sebenarnya hal-hal yang di atas boleh2 aja dimasukin ke konten film, tapi ya… Jangan berlebihan laaah… Acara primetime di televisi seperti itu, lalu diperburuk oleh kontrol dari orang tua untuk memilih dan memilah konten televisi yang baik. Menonton televisi terlalu banyak malah menjadi budaya, bukan menonton acara2 yang mengandung ilmu atau informasi yang berguna bagi umurnya, tapi menonton sinetron, TV Show, acara gosip, dan lain2. Hal ini juga diperburuk di segi hiburan anak lain, yaitu “lenyap”-nya lagu anak-anak.

Waktu gw dateng acara TETAPI di kampus, yang melibatkan anak-anak SD kelas 4-6 yang berlomba puisi. Nah, waktu bagian kita nyanyi bareng, eeehhh.. mereka malah requestnya lagu nidji lah, lagu itu lah, lagu ini lah [ini dan itu = bukan lagu anak2]. Malah pas ada adik kita yang masih, katanya, kelas 1 SD [waktu ditanya “sekolahnya di SD mana?” jawabannya, “SD TK..”], diajak ke panggung untuk nyanyi, si ibunya malah request lagu: AYAT AYAT CINTA! Mein Gott, emang dah… Anak skarang lagunya cinta2an, udah ga ada lagi lagu untuk anak2. Kembalikanlah anak-anak kepada lagu anak!Apalagi saat gw nonton talent show id*la c*l*k di R*CTI [loh, salah sensor, maksudnya R*TI :P], anak-anak yang merupakan kontestan lomba bakat menyanyi, malah menyanyikan lagu orang “dewasa” [yakin lagu orang dewasa? gw lebih suka bilangnya “bukan lagu anak-anak” biar lebih aman..] Mana dandanannya as if dia udah gede dan bukan anak2. Dengan kualitas menyanyi yang memang bagus, tapi yaa.. sayang aja anak-anak melahap makanan yang bukan porsinya D

Apa mungkin zaman berubah begitu cepat sehingga gw ga menyadari realitas yang ada?

Windows 1.0

March 30th, 2008 by Uray Meviar

iseng-iseng berhadiah sambil bernostalgia... ini dia windows yg gw pake waktu umur gw 4 tahun... wakakak akhirnya berhasil jalanin di vmware, setelah mencari2 windows versi 1.04 ama dos 3.3, butuh diskspace 16MB, memory 640K...

AsiaBSDCon 2008, Day Four

March 30th, 2008 by Reza Aditya Permadi
Hari ini saya datang tepat waktu sekali, pas ketika Pawel Jakub Dawidek menjelaskan tentang GEOM framework di FreeBSD. Baru kali ini saya mendengar istilah tentang GEOM. Maklum, masih cupu. Yang mulai dapat saya tangkap adalah ketika dia menjelaskan tentang aplikasi dari GEOM, yaitu tools-tools semacam gjournal, geli, gmirror, dsb. Walaupun belum pernah coba itu semua, [...]

Gempuran postrock dari Australia

March 30th, 2008 by Herry Kurniawan
Beri sambutan kepada sleepmakeswaves dan Lakes Of Russia! Setelah beberapa bulan belakangan ini musik postrock yang saya perdengarkan berada di jalur ambient/shoegaze, kita kembali diperdengarkan dengan postrock yang hingar bingar (setidaknya jika dibandingkan dengan album terbaru Gregor Samsa, Resplandor atau Spokes).

Sleepmakeswaves - In Today Already Walks Tomorrow [2008]

sleepmakeswaves adalah band postrock yang memiliki karakter seperti EITS (dengan twinkle guitar nya), 65dos (dengan hentakan drumnya yang dinamis), dan ISIS (distorsi yang kasar dan garang) membuat band yang merilis EP nya yang berjudul In Today Already Walks Tomorrow [EP] (Utopia Records, 2008) wajib untuk terus menerus didengarkan. Simak intro pembuka I Will Write Peace on Your Wings and You Will Fly Over The World (7:22) yang memadukan EITS, 65dos, Isis dipertemukan dengan Mogwai. Single One Day You Will Teach Me to Let Go Of My Fears (berdasarkan review tsb) cukup kuat untuk menyatakan bahwa band ini cukup berkarakter dalam menyajikan musik postrock yang hingar bingar. Keseluruhan EP berisi 6 track, dan track penutup menjadi track kesukaan saya, What We Cannot Speak Of, Must be Passed Over in Silence, berhasil memainkan tempo naik-turun seperti sebuah proses klimak-antiklimaks.
My Rate : 8/10


Lakes Of Russia - Stars Decorate The Fire (2008)

Berbeda sedikit dengan sleepmakeswaves, Lakes Of Russia (band yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan negara Rusia dan memiliki hanya 1 personil), sama sama memiliki pengaruh EITS, dan Isis. Bedanya disini, musik LoR sedikit terpengaruh gaya permainan Mono, ASMZ atau GY!BE yang memasukkan sedikit unsur orkestra dan mendekati kesuraman. Sedikit mengikuti Laura dalam permainan musik mereka, tetapi karakter LoR tetap khas dan mampu membuat kita untuk terus menerus memutar musiknya. Single kesukaan saya adalah Dead Trees. So Awesome !
My Rate :7.5/10


Beberapa album yang wara wiri di playlist saya :
1. You May Die In The Desert and Gifts From Enola - Harmonic Motion Vol 1 (Split 2008)
2. Resplandor - Pleamar (2008)
3. Takahiro Kido - Fleursy Music (2008)
4. The Drift - Memory Drawings (2008)
5. A Hawk in the Heavens - the glow and the approach EP (2008)

Kick Andy Edisi Rektor

March 30th, 2008 by Rima Putri Agustina


Saya tidak menyangka bahwa kedatangan saya ke kampus Sabtu kemarin berbuntut pada menonton langsung acara talkshow Kick Andy. Talkshow berdurasi total 3 jam tersebut merupakan rangkaian acara ITB Expo yang berlangsung pada tanggal 22-23 Maret 2008 di kampus ITB.

Seorang teman memberitahu saya tentang talkshow ini saat kami makan siang bersama. Namun semangat untuk menonton presenter favorit saya tersebut redup seketika karena ternyata tiket masuk yang diberikan secara cuma-cuma hari ini telah habis terpesan. Beruntung saya dan si pacar sedang melintasi panggung saat seorang presenter menginformasikan adanya 50 buah tiket tambahan. Setelah mengantri selama setengah jam di tempat yang menurut saya tidak pantas digunakan sebagai tempat mengantri karena saat itu kami kehujanan, saya dan si pacar akhirnya mendapatkan the most wanted tickets of this day.


Tiket yang difoto dengan webcam *maksa banget :D*

Sebenarnya saya punya banyak catatan untuk dijadikan bahan introspeksi panitia acara talkshow ini, mulai dari kerja yang kurang efektif sampai membosankannya presenter pengantar sebelum Andy F. Noya tampil. Tapi yang paling saya sayangkan adalah penghamburan material yang dilakukan oleh panitia.

Malam itu saya mendapat suvenir berupa sebuah kantung berisi stiker, bolpoin, dan pin. Untuk kumpulan suvenir yang jumlahnya hanya 3 dan berukuran kecil, menurut saya adalah berlebihan jika dibungkus menggunakan kantung kertas semi plastik yang disablon secara full colour. Selain tidak efisien dalam penggunaan dan susah diurai oleh lingkungan, panitia pasti mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memproduksi barang ini. Lagipula tidak ada yang dapat menjamin bahwa kantung ini akan digunakan kembali di lain waktu oleh penerima suvenir.

Untuk ukuran acara yang akan ditayangkan di stasiun televisi swasta nasional, menurut saya talkshow ini terlalu sarat akan narsisisme ITB, sehingga tema yang lebih pantas digunakan adalah "Energizing Indonesia with ITB's Various Creation" bukan "Energizing Indonesia with Our Various Creation" . Bagaimana tidak, 3 nara sumber utamanya adalah rektor dan mantan rektor ITB, masing-masing adalah Djoko Santoso, Kusmayanto Kadiman, dan Wiranto Arismunandar. Dan 2 narasumber lain adalah Fadoli (ketua HME ITB, anggota tim Palapa HME ITB) dan Riska, siswi SMP di Semarang yang memenangkan lomba penelitian ilmiah LIPI.

Menurut Pak Wiranto, kunci sukses seseorang terletak pada kedisiplinannya, pada sejauh mana seseorang berpegang teguh pada aturan yang telah ditetapkan. Jika selalu berdisiplin, niscaya manusia-manusia negeri ini akan sukses pada bidangnya masing-masing, dan bangsa ini akan maju dengan sendirinya.

"Setiap orang yang berhasil masuk kuliah di ITB dan menyisihkan saingan-saingannya, memiliki satu dosa". Pak Kus menyatakan bahwa setiap dosa tersebut akan hilang jika setelah lulus setiap pemilik dosa menciptakan lapangan pekerjaan, namun akan menjadi dua kali kipat jika ikut bersaing mencari pekerjaan. Yang beliau katakan adalah benar adanya, namun saya cukup geli mendengarnya, karena saya pribadi kuliah di perguruan tinggi ini dengan iming-iming akan mudah mencari pekerjaan setela lulus nanti, bukan bercita-cita menciptakan pekerjaan. Bahasan ini semakin menggelikan saat Bung Andy mengeluarkan sebuah anekdot "Berarti neraka isinya anak ITB semua, hahaha...."

Sedangkan Pak Djoko membahas topik ini dengan lebih menghubungkannya dengan dunia akademis. Menurut beliau, kampus harus menjadi tempat yang kondusif untuk melakukan kegiatan-kegiatan penelitian yang inovatif. Jika dibandingkan dengan kenyataan, sepertinya pernyataan ini kurang pas, karena yang saya rasakan selama kuliah 5 tahun di sini adalah kampus ini sangat minim fasilitas dan tidak banyak dana yang dialokasikan untuk menunjang kegiatan tersebut, lebih parah lagi saat ini kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa sangat-sangat dipaksa untuk dikurangi.

Fadoli dan Riska datang pada acara ini untuk mempresentasikan kegiatan inovatif yang telah mereka lakukan. Fadoli bersama Tim Palapa HME telah melakukan sebuah pembangunan dan pengelolaan PLTA mikrohidro berbasis masyarakat di salah satu desa di Garut. Sedangkan Riska menceritakan tentang penelitiannya yang menarik, yaitu penggunaan kubis merah sebagai pewarna, yang menghasilkan warna merah bila diberi asan, biru jika diberi basa, dan ungu jika netral. How inovative.

Sebenarnya di negara ini banyak orang-orang pintar yang inovatif. Hanya saja mereka harus mengubur kembali ide-ide yang telah muncul karena keterbatasan dana dan perhatian dari berbagai pihak termasuk pemerintah. Coba bayangkan, jika sebuah tugas akhir mahasiswa S1 di setiap perguruan tinggi di Indonesia dianggap sebagai sebuah penemuan baru, maka betapa kayanya bangsa ini akan ilmu dan betapa berpotensinya untuk maju. Namun tampaknya bangsa ini belum siap untuk hal itu, tercermin dari tingkat kedisiplinan yang rendah dan kebiasaan merendahkan diri sendiri.

Oya, ada satu hal lagi yang menggelitik saya saat itu, yaitu saat seorang calon presiden KM ITB periode 2008-2009 mengajukan pertanyaan kepada narasumber: "Apa core competence dari ITB sehingga berbeda dengan perguruan tinggi lainnya?" Hey girl, kampus ini diberi nama Institut Teknologi Bandung bukanlah tanpa maksud.

Secara keseluruhan talkshow ini saya nilai bagus dan menarik. Terima kasih kepada panitia ITB Expo yang telah mengusahakan acara ini berlangsung.

Kampus

March 30th, 2008 by Zamzam

Kampusku Rumahku. Itu judul lagu. Diajarkan saat dahulu kala saya ikut OSKM 2003 di tahun, tentu saja, 2003. Syair lengkapnya adalah sebagai berikut:

Kampusku, rumahku
Kampusku, negeriku
Kampusku, kebebasanku
Kampusku, wahana kami

Di sana kami dibina
Menjadi manusia dewasa
Namun kini apa yang terjadi
Ditindas semena-mena

Berjuta rakyat menanti tanganmu
Mereka Lapar dan bau keringat
Kusampaikan salam — salam perjuangan
Kami semua cinta — cinta Indonesia

Kaumku, mahasiswa
Di mana kini kau berada
Belenggu di sisi kirimu
Penjara di sisi kananmu

Berjuta rakyat menanti tanganmu
Mereka Lapar dan bau keringat
Kusampaikan salam — salam perjuangan
Kami semua cinta — cinta Indonesia

Syair yang heroik bukan? Paling tidak menurut saya begitu. Mencermati lebih dalam, saya menemukan beberapa nilai moral berkualitas tinggi dari syair di atas.

Nilai moral pertama: tugas mulia kampus.

Mencetak pribadi-pribadi dewasa. Di sana kami dibina / Menjadi manusia dewasa. Arti dewasa di sini adalah bertanggungjawab. Bertanggungjawab terhadap perbaikan sosial di sekitarnya.

Kampusku, rumahku /Kampusku, negeriku / Kampusku, kebebasanku /Kampusku, wahana kami.

Kampus merupakan wahana yang tepat, karena merupakan area intelektual yang menghalalkan perbedaan dan pengujian premis. Dengan begitu, sifat keterbukaan seolah-olah menjadi sifat dasar yang menonjol.

Dengan iklim keterbukaan seperti ini, manusia seharusnya bisa meramu bersama konsep praksis dari peradaban. Memutuskan bagaimana seharusnya sistem di masyarakat berlangsung lalu menerapkannya di lapangan yang riil.

Intinya apa? Intinya adalah kampus merupakan wahana pembinaan manusia yang sadar akan kemanusiaannya. Dewasa.

Nilai moral kedua: kondisi kerakyatan terkini.

Sebenarnya sedikit risih sya memakain kata “terkini”. Terkini artinya yang terjadi saat ini kan? Pembuatan lagu ini tidak saat ini, tapi bertahun-tahun lalu. Bertahun-tahun lalu bukanlah saat ini, jadi saat ini seharusnya berbeda dengan bertahun-tahun lalu. Nah lho? Jadi pusing saya.

Memang dalam rentang 10 tahun pasca Reformasi ‘98, tidak banyak perubahan kesejahteraan sosial yang riil di masyarakat. Kemiskinan masih merajalaila (bentuk superlatif dari merajalela versi saya sendiri), pembodohan berlangsung makin gencar. Bukti konkrit bisa kita lihat dari beragam isi pemberitaan media massa yang, meminjam bahasanya Amien Rais, amat sangat bebas sekali.

Berjuta rakyat menanti tanganmu / Mereka Lapar dan bau keringat. Tepat sekali, walaupun terdengar seperti kutukan, harus diakui bahwa rakyat masih membutuhkan andil dari salah satu elemennya: mahasiswa.

Cintailah rakyat yang tidak seberuntung anda wahai mahasiswa. Hal itulah yang akan menjadi roh dari perjuangan. Kusampaikan salam — salam perjuangan / Kami semua cinta — cinta Indonesia

Nilai moral ketiga: resiko perjuangan.

Dipenjara, diculik, di-DO. Adalah beberapa jenis resiko dari konsekuensi perjuangan. Hukum ke-3 Newton mengenai aksi-reaksi merupakan pemodelan yang tepat. Intinya: no pain, no gain.

Minimalisasi resiko silakan dipikirkan sendiri. Yang harus dipegang, jangan sampai karena minimalisasi ini arah perjuangan menjadi kacau. Jangan karena takut DO mahasiswa tidak mau sedikit nakal mengritik kebijakan bodoh rektor, misalnya.

Yang benar katakanlah benar, yang salah katakanlah salah, seperti obat yang seringkali terasa pahit. Tambahkanlah sedikit garam atau gula, mungkin rasa pahit akan berkurang. Tetapi jangan sekali-kali berpikir untuk mengurangi takaran intinya.

Nilai moral keempat:


Kusampaikan salam — salam perjuangan
Kami semua cinta — cinta Indonesia

Ingin Persib Juara? Pilih Agum

March 30th, 2008 by Cecep Mahbub

Hehehe, ini bukan kampanye calon gubernur ya. Tapi asli gw ngakak baca janji dari Pak Agum Gumelar. Ya, sah-sah saja sih untuk kampanye. Semua cara bisa digunakan untuk menarik simpati dari calon pemilih.

Tapi kalau memang bener-bener bisa bikin Persib juara lagi, saya dukung deh Pak. Nah kalau misalnya Pak Agum sudah jadi gubernur, trus Persib tidak juga jadi juara? Ya harus mundur! (gw serius nih, buktinya gw sudah pake tanda pentungan)

Nanti kalau ada capres (kan 2009 udah deket tuh) yang menjanjikan PSSI juara, gw juga bakal dukung deh. Tapi kalau misalnya nanti sudah terpilih dan PSSI tidak juga juara harus mau mundur ya. Oh iya, khusus untuk capres harus berani memecat ketua PSSI-nya juga P

Eh, tapi ngomong-ngomong nih. Sepertinya gw nggak bisa milih ya, karena KTP gw Tangerang alias masuk Banten D

Saya Hacker!

March 30th, 2008 by Rendy Maulana

Saya Hacker, Saya Tidak Menghisap Game, Saya tidak mengikuti program babi dari provider telepon selular.

Terinspirasi dari media basbang

Main Tenis ( Juga )

March 30th, 2008 by I Made Anantha

Akhirnya setelah sekian lama direncanakan jadi juga kita main tenis. Acara yang lama direncanakan, sampe2 saya dibilangin omong doank sama temen saya ( . Terima kasih buat TNI AU Bandung, terutama Komandan Amos D atas tempatnya yang gratis n bisa main sepuasnya :p. Sayang yang ikut cuman dikit, cuman saya, Coro, Komeng n Komandan Amos sendiri. Raketnya pun cuman dua jadi silih berganti.

Nah ini tempatnya

Lap tenis

Ya namanya juga baru pertama kali jadi mukulnya rada ngalor ngidul.. D Tapi lumayan lah buat latihan, mana lapangannya lumayan sepi lagi. Ditambah punya temen Komandan TNI AU, jadi bebas mainnya. D

Lha ini pas mukul bola ketinggian hehehe D

keduwuren

Yah demikian lah pengalaman kita pertama kali main tenis. Lumayan 2 jam lebih main tenis gratis. hehehe D . Jadi Nadal Katrok beberapa Jam. Dapet keringet banyak, bukan karena main tenis habis2an tapi karna capek ngambil bolanya :D.

AsiaBSDCon 2008, Day Three

March 29th, 2008 by Reza Aditya Permadi
Hari ketiga ini saya datang terlambat. Hiks hiks.. Jadilah, saya nggak bisa ngikutin pembukaan dan sesi paper pertama oleh Matt Olander, tentang PC-BSD. Ada juga sesi tentang FreeBSD yang dibawakan oleh orang dari Cisco Systems. Tapi, terlepas dari keterlambatan saya, ada begitu banyak yang saya peroleh hari ini. Kalau 2 hari sebelumnya saya banyak mendapatkan ilmu-ilmu [...]

Bandung di musim panas

March 29th, 2008 by Fajar Fathurrahman

Lagi bosen ngomongin soal IT juga kuliner, kali ini saya pengen coba ngomong soal environment P , lebih tepatnya tentang cuaca di Bandung.

Gak sadar juga, sekarang sudah memasuki musim panas. Entah ini hanya persaan saya saja atau gimana… , di musim panas tahun 2008 ini saya merasa Bandung menjadi panas sekali, yah mirip - mirip Jakarta lah panasnya *berlebihan*. Teman - teman saya pun mengakuinya, memang musim panas tahun ini di Bandung terasa sangat panas di awal - awal.

Sebagai bukti, biasanya saya tidur malam menggunakan selimut yang tebal, mengapa..? ya itu karena gak tahan sama dinginnya udara malam Bandung. Asal tau aja, kalo tidur gak pake selimut pasti jam 2 pagi bakal bangun kerena menggigil kedinginan. Namun dua hari terakhir ini saya tidur selimut-less *gak pake selimut maksudnya*. Hal ini sangat beralasan, begitu saya mau tidur pake selimut wuih.. gerahnya bukan main jeh.. terpaksa buka selimut, begitu buka selimut langsung saya tertidur pulas.

Kemudian tadi siang, hampir setengah hari saya di kosan menghabiskan waktu untuk ngenet dan baca buku Sistem multimedianya Fred Halsall (mau ujian soalnya ) dengan kondisi Top-less *kalo yang ini buka baju maksudnya*. Hal ini juga sangat beralasan, lha iya wong gerah banget. Teman saya pun misuh - misuh karena panasnya udara Bandung di siang hari. Yah, mau gimana lagi, namanya juga musim panas, ya panas… !! , apakah teman - teman di Bandung juga merasakan hal yang sama ? kalo Jakarata ama Surabaya gak perlu ditanya lah ya ….

Ingkar

March 29th, 2008 by Zamzam

Wahai paduka tuan..

Benarkah paduka tidak mengerti?
Tidakkah paduka sedang tidak mau mengerti?
Atau paduka sedang berpura-pura tidak mengerti?!

Apakah kejelasan frasa saudari ini tidak paduka pahami?
Akankah niat baik itu paduka makzulkan?

Wahai paduka tuan..
Pikirkanlah kembali..
Resapilah lagi..

Jika saja paduka mau membuka diri
Jika saja paduka sedikit berani
Insya Allah gunung dan samudera pun ‘kan merasa iri..

Jangan lupa kunci pintu kosan!

March 29th, 2008 by Petra Novandi Barus

Dari dulu pengen sharing tentang ini.
Suatu hari, gw sedang maenan laptop sambil dengerin musik lewat headset…. Dan tiba-tiba ada suara ketukan pintu. Karena lagi dengeran musik gw kira suara ketukan di pintu kamar sebelah. Terus diketuk lagi. Masih tetep yakin pintu sebelah.
Lalu pintu kamar saya dibuka sama orang. Kebetulan arah maenan laptopnya menghadap pintu kamar. Terus gw bilang, “Kenapa mas?
Oo…. Mau jual ini…“, kata orang yang buka pintu.
Gw dengan yakin baru nyadar keknya yang diketuk pintu kosan gw….
Maunya mikir, “Loh, gak saya bukain, harusnya situ ngira gak ada orang dong di kamar?!? Kok masih nyoba buka pintu??
Well, tanpa memperkeruh suasana dengan kata-kata seperti di atas, saya bilang, “Yah, udah ada, mas

Dan ini tuh gak sekali. Pernah ada juga yang nawarin bubuk abate dengan atribut blazer ngaku-ngaku dinas kesehatan tapi kok gak tau sopan santun asal buka pintu.

Yah, interpretasi saya kembalikan ke pembaca masing-masing.

Hanya saja jangan lupa kunci pintu kosan, siapa tahu ada yang jual bubuk abate terus maksa masuk dan melihat ada barang mahal di kamar lalu tiba-tiba terbersit pikiran untuk mengambil.
Karena kejahatan bukan terjadi karena ada kemauan tapi juga karena ada kesempatan.

uniknya kampusku

March 29th, 2008 by Fat'hah Noor
Terinspirasi dari salah satu topik bahasan di forum Rileks (nb: ini forum internal yg hanya dapat dibuka dari "dalam" jaringan kampus) berjudul Keunikan dan Keajaiban ITB, saya mencoba mendokumentasikan beberapa keunikan tsb di sini. Foto-foto saya ambil dari hasil hunting hari kamis pekan lalu (bareng dengan foto yg itu tuuuh) dan dari mengobok-obok koleksi foto-foto lama di lappie.


#01 kampus mini
Sejauh yg saya tau, luas area kampus ini termasuk yg paling mini jika dibandingkan dengan luas area kampus PTN2 lain di Indonesia, sekitar 770.000 meter persegi.


#02 burung koak
Coba parkirkan mobil di jalan Ganesa depan kampus, lalu tunggu beberapa jam. Hasilnya, mobil Anda sudah berubah kulit jadi berwarna putih. Buktikan sendiri! Hahaha.. ^^


#03 ganesa 10
ITB beralamat di jalan Ganesa nomer 10, taukah kamu di mana letak papan nomor 10 tsb? Dijamin anak2 sini pun banyak yg belom tau. :P Ternyata papan nomer 10 nya terletak di dinding sekitar gerbang depan sebelah kiri, tepatnya di belakang deretan baligo pengumuman.


#04 lihat tangkuban perahu
Gunung Tangkuban Perahu dapat dilihat dari sepanjang jalan tengah kampus. Dari boulevard dekat jam gerbang atau dari tugu Soekarno, ke arah utara. Posisi gunung akan tampak tepat berada di tengah-tengah.


#05 kolam indonesia tenggelam
Kolam dengan nama yg unik ini terletak di antara empat buah Labtek kembar IF-FT-FA-EL. Di tengah kolam terdapat air mancur dan gambar peta Indonesia. Pada lantai di pinggir kolam terukir nama-nama jurusan yg ada di ITB. Tempat ini termasuk salah satu spot favorit untuk "memandikan" temen yg pada hari itu sedang ultah ^^.


#06 not balok indonesia raya
Di daerah Plaza Widya memanjang dari pusat gema hingga tugu Soekarno, terdapat kolam yg keramik di dasarnya membentuk not balok lagu Indonesia Raya. Hmmm, tapi sampe sekarang saya masih belom ngerti juga cara baca not balok tsb.


#07 mushola bunder
Mushola kotak? ah biasa.. Mushola segitiga? pernah liat di mall2 yg musholanya terpojok.. Tapi mushola bunder? kayaknya baru liat di sini deh.. :D Mushola bunder ini terletak di kawasan tenggara kampus di sekitar Labtek IX (PL-GD-AR-SR).


#08 maket itb
Masih di kawasan tenggara, terdapat sebuah monumen yg unik berupa maket ITB, terukir pada dinding.


#09 pusat gema
Pusat gema terletak di dekat tangga turun menuju Plaza Widya. Coba berdiri di pusat gema menghadap ke selatan (ke arah empat Labtek kembar), dan teriaklah sekeras-kerasnya. Suara kamu bakalan bergema. Hohoho~


#10 ruang bosscha
Pernah liat ruang kuliah 1201 (ruang bosscha)? Mungkin ga banyak temen2 yg pernah masuk ke sini, karena ruang ini emang letaknya di departemen Fisika. Yg unik dari ruang ini adalah posisi kursinya yg makin ke belakang makin tinggi dan SANGAT CURAM! Sayang pada sesi hunting kali ini saya gak sempet ngambil fotonya, soalnya pintu dikunci (lagi libur).


#11 gku barat
Hampir semua mahasiswa tingkat satu (TPB) pasti pernah ngerasain kuliah di GKU Barat. Dan dijamin, kesan ketika pertama kali mesti kuliah di gedung ini adalah BINGUNG! ^^ Sudah untung kalo ngga tersesat. Hahaha.. Posisi lantai, tangga, dan penomoran ruang di GKU Barat memang sangat unik. Kebelet buru2 cari WC? Ga usah panik klo gak ketemu di lantai dasar, 1, 2, atau 3. Karena WCnya terletak di lantai-setengah (di luar tangga utama), lantai-satu-setengah, dan lantai-dua-setengah.. :P


#12 gedung saling bercerminan
Sebagian besar gedung ITB yg saling berhadapan, bentuknya saling bercerminan. Ambil contoh: aula barat - aula timur, CC barat - CC timur, empat Labtek kembar, TVST - Oktagon, ComLabs - PLN, Labtek biru bagian depan - belakang. Untuk lebih jelasnya, bisa liat peta ITB tampak atas yg ada di awal postingan ini.


#13 rantai dna labtek biru
Pernah melalui jalan di antara gedung TVST dan Oktagon ke arah Labtek Biru? Coba perhatikan cermin raksasa di depan, dia berguna untuk melihat pantulan bayangan rantai DNA yg terdapat di lantai. Dan ternyata pantulan rantai DNA (bagian atas) tersebut seolah-olah nyambung dengan tangga Labtek Biru yg berbentuk rantai DNA bagian bawah! Wow, saya baru tau lho. ^^


#14 anjing
Kira-kira sejak dua tahun yang lalu, jadi banyak anjing2 yg berkeliaran di kampus. Entah dari mana mereka berasal.


#15 tong sampah warna-warni
Dulu sempet berwarna merah-kuning-hijau. Sekarang berwarna oranye-putih-hitam, tujuannya untuk memisahkan sampah: logam kaca dan bahan beracun, sampah yg tidak membusuk, dan sampah yg dapat membusuk.


#16 watertap
Haus setelah keliling kampus? Tenang saja, karena ada 70 buah watertap sumbangan dari kakak2 alumni ITB angkatan 70, yg tersebar di seantero area kampus. Tinggal pencet, siapin mulut, glek-glek-glek segarrr. Tapi jujur yha, bentuknya gak ergonomis banget deh -_-.


#17 "wc" raksasa
Lihat deh gedung Perpustakaan Pusat ITB yg hampir seluruh dinding luarnya berlapis KERAMIK! Mirip WC dalam ukuran jumbo... Hahaha ^^


#18 "paku" raksasa
Menjulang tinggi di area parkir belakang menyerupai sebuah paku raksasa. Ternyata itu adalah menara air, di bagian bawah ada ruang instalasi pengolahan air bersih yg sepertinya digunakan untuk menyuplai seluruh watertap di kampus.


#19 tunnel underground
Terdapat sebuah terowongan yg menghubungkan wilayah Sunken Court dengan Sabuga. Pintunya biasanya dikunci dan hanya dibuka ketika ada acara yg melibatkan mobilisasi massa antara kampus-Sabuga, seperti saat masa-masa pendaftaran SPMB, wisudaan, dlsb.


#20 wisudaan
Arak-arakan pake truk/pickup/motor/delman dari Sabuga ke kampus, teriakan2 yel2 masing2 himpunan, perang aer, pentas seni, nyetrum wisudawan (anak2 EL doank sih :P), gebuk2an pake koran, (kadang) ada yg berantem pula, dlsb. Event wisudaan ITB di hari Sabtu pun gak pernah sepi dari penonton. Kampus mana lagi coba yg tiap wisudaannya ada acara rame2 macem begini? ^^



Okeh, kayaknya sementara ini segitu dulu aja keunikan2 kampusku. Kalo ada info yg kurang akurat tolong dikoreksi. Atau mungkin ada keunikan2 laen yg mnurut kmu layak dimasukin? sok atuh komen.. ^o^

Membudayakan Riset di Kampus

March 29th, 2008 by Irvan Tambunan
Ternyata contek-mencontek masih menjadi persoalan yang sampai saat ini belum ada jalan keluarnya. Jangankan mencari solusi, mencari kesamaan pendapat tentang apakah mencontek itu merupakan perbuatan yang baik/buruk saja masih sulit. Tentang baik atau buruk, semua orang berpendapat. Seperti biasa, ada yang pro dan kontra. Akan tetapi, yang akan saya bahas di sini adalah bagaimana cara [...]

Belajar Sabar dengan Memasak

March 29th, 2008 by Wijayanto Budi

Mungkin salah satu sebab mengapa Yang Maha Kuasa menakdirkan laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam sebuah rumah tangga adalah karena si perempuan diyakini lebih sabar dari si laki-laki. Seperti api dan air, yang satu membara, yang lainnya menyejukkan. Dan mungkin, salah satu resep mengapa si perempuan lebih sabar adalah karena mereka, pada umumnya, telah ditraining dalam suatu ruangan bernama dapur. Pengalaman saya beberapa bulan ini membuahkan pemikiran demikian.

Mulai bosan dengan makanan-makanan yang ada di sekitar dorm dan rindu akan cita rasa nusantara memaksa saya untuk memasak sendiri meskipun minim jam terbang. Dengan adanya bumbu-bumbu instant, memasak memang menjadi lebih mudah. Sudah beberapa kali saya bereksperimen membuat nasi goreng, nasi kuning, kari dan gulai, semuanya berhasil dengan sukses. Sangat mudah, tinggal ikuti prosedur yang ada di kemasan tersebut dan dalam hitungan menit maka gambar pada kemasan bumbu tersebut akan terealisasi.

Kira-kira seminggu yang lalu saya kedatangan paket. Isinya adalah bumbu semur dan bumbu rendang. Sepertinya teman saya ini kasihan terhadap nasib yang menimpa saya waktu kembali ke Taiwan, makanya dia kirim bumbu rendang. Sebelum membuat masakan dengan bumbu-bumbu itu, si empunya resep saya telpon dulu untuk menanyakan how to-nya. Yang saya masak pertama adalah semur, dengan bahan ayam sebagai pelengkapnya. Kecil…, tinggal ngikuti seperti apa yang diinstruksikan. Nggak perlu ngulek-ngulek, ngiris-ngiris, tinggal cemplang-cemplung, aduk-aduk, tunggu hingga matang, dan siap dinikmati. Sampai di sini tingkat kesabaran dalam memasak memang belum akan teruji, sebab perbedaan waktu yang dihabiskan untuk memasak tidak terlalu signifikan dengan waktu yang digunakan untuk menghabiskan masakan.

Hingga akhirnya saya coba untuk memasak bumbu yang kedua, yaitu bumbu rendang, baru lah saya tahu kalau memasak itu butuh kesabaran yang luar biasa. Pada percobaan pertama masak rendang, hasilnya Gatotkaca makan bubur, gagal total kacau balau hancur lebur. Saya bukan orang yang terlalu suka eksperimen kalau belum pernah berhasil dalam membuat sesuatu. And saya nggak neko-neko waktu masak rendang itu pertama kali. Semua sesuai dengan petunjuk si mbak yang jagoan aikido itu. Sebagai juru masak amatir, walaupun nilai tataboga waktu SMP paling kecil 8, saya pakai cara yang sama dengan cara membuat semur.

Karena ini pengalaman pertama, awalnya saya heran, karena setelah mengikuti petunjuk, kok santannya banyak banget? Dan seingat saya yang namanya rendang itu tidak berkuah. Pikir saya, ini beneran bumbu rendang atau bumbu opor? Saya aduk-aduk terus, tapi kok santannya nggak asat asat… Setelah habis kesabaran, saya tinggal masakan itu beserta rice cooker yang masih dalam keadaan cooking. Bau-bau tidak sedap muncul beberapa menit kemudian, ya… bau hangus. Begitu saya buka tutup rice cooker, sepertinya no problemo. Tapi begitu lihat bagian bawahnya, harapan makan rendang pun sirna. Untung ayamnya masih bisa diselamatkan. Jadinya bukan makan rendang ayam, tapi opor ayam rasa rendang.

Cek n ricek, ternyata benar, ada yang salah di prosedur masaknya. Seharusnya diaduk-aduk terus supaya ampas santannya tidak gosong. But I still had second chance because of the bumbu is for 2 times cooking. Today, I tried once more. I used beef that I bought at masjid yesterday. I spent more than one hour to cook it. Aduk-aduk masakan selama lebih dari satu jam. Tangan kanan ngaduk-ngaduk, sedangkan tangan kiri chatting atau browsing. Walaupun kurang begitu sempurna karena dagingnya keburu hancur jadi daging cincang, tapi secara rasa sudah sangat enak. Entah yang bikin enak karena bumbunya memang sudah enak atau karena memang karena bikinan sendiri (selain bumbunya). Hmmm… mungkin dua-duanya…

Mandi

March 29th, 2008 by Zamzam

Bangun tidur kuterus mandi,
tidak lupa menggosok gigi,
habis mandi kutolong ibu,
membersihkan tempat tidurku.

Konteks lagu ini berada pada waktu sekitar pukul 6.00. Bisa dilihat dari sigapnya sang anak untuk mandi tak lupa menggosok gigi. Selain itu, berdasar laporan pandangan mata yang tak teruji secara saintifik, orang kita kebanyakan mandi setelah waktu shubuh, atau sekitar pukul 5.30 ke atas.

Tersisa pertanyaan, “Kok ni anak ga sholat shubuh ya?!”

« Previous Entries