After UAS and Then..

May 31st, 2007 by Fajar Fauzi Hakim
terus aku harus belajar kayak apa? sambil jungkir balikkah???
ah... ro dulu...

latest news..

May 29th, 2007 by Dimas Muhammad Zakki
halo... pa kabar??? lama ga ngeblog.. lagi sibuk euy.. sibuk ujian.. wakakaka.. (uas terakhir di itb nih..)sibuk bantuin kabinet.. (thanx buat nita yang tega ngerjain gw.. sial..)sibuk ngerjain tugas.. (yang bukan tugas akhir..)hehehe.. gak penting banget yak?? ckckckck...

rencana ngoprek

May 29th, 2007 by Bobby Pratama
hmm, tampaknya diriku ini sudah mulai menikmati enaknya hidup jadi admin.
bayangkan bisa stand by 24 jam di depan komputer di jurusan, riset riset gak jelas, browsing browsing gak jelas juga:
oh iya sekalian notes pribadi aja sih, rencana riset ku untuk 2 bulan liburan ini :
  • Bikin plugin wordpress untuk ldap yang menampilkan hresume para dosen
  • Bikin entri ldif buat LDAP untuk user seluruh tf
  • Bikin database di oracle bwt riset aja sih,
  • Bikin web untuk visual graph,

yosh cuman segitu aja buoy.

YM8 remove ads

May 26th, 2007 by Uray Meviar

sebelumnya gw pernah ngasi tawu buat ngilangin iklan di YM, cuman itu hanya jalan di versi 7.x, sekarang untuk versi 8.x :

edit registry jadi kaya gini

ato download dan jalanin ini http://ionutalexchitu.googlepages.com/noYMads2.bat

rename file C:\WINDOWS\system32\Macromed\Flash\flash.ocx jadi apapun, kalo ga ada file flash.ocx rename aja file lain yang namanya *flash*.ocx

bikin backup dari C:\Program Files\Yahoo!\Messenger\Cache\urls.xml kemudian create empty file dengan nama itu, dan set read-only

the result :

More than Words

May 25th, 2007 by Aulia Ikarlinakurie
Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want you
Not to say, but if you only knew
How easy it would be to show me how you feel
More than words is all you have to do to make it real
Then you wouldn't have to say that you love me
Cos I'd already know

What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you

More than words

Now I've tried to talk to you and make you understand
All you have to do is close your eyes
And just reach out your hands and touch me
Hold me close don't ever let me go
More than words is all I ever needed you to show
Then you wouldn't have to say that you love me
Cos I'd already know

What would you do if my heart was torn in two
More than words to show you feel
That your love for me is real
What would you say if I took those words away
Then you couldn't make things new
Just by saying I love you

More than words



Note:
Lagu yang terngiang-ngiang selama seharian, coz kompinya lagi ga idup, biarlah si bloggie yg menyanyikannya untukmu...^^

Dialog XXXII: Nationalism of Take Home Test UAS PPKN

May 22nd, 2007 by Fajar Fauzi Hakim
nasionalnasioanalaaraarrghhh!!!!! anjrit anjrit anjrit!!!!!

take home test
ujian akhir semester genap 2006-2007
mata kuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan

fajar fauzi hakim
nim: 13305053

nasionalisme adalah suatu ideologi yang mulai berkembang pada abad 20. sejarah abad ke-20 memang banyak dipengaruhi oleh pencapaian-pencapaian dalam sains, khususnya fisika modern, sebagai bentuk pencarian manusia atas hakikat alam. abad ke-20 bukan hanya abad sains, tetapi juga abad nasionalisme. periode akhir dari milenium kedua ini diwarnai oleh dua perang dunia yang menelan korban jutaan jiwa serta kerugian ekonomi dan sosial yang luar biasa akibat pertentangan antarkelompok manusia yang dibatasi oleh sebuah konsep bernama bangsa, nation, yang ditopang oleh ideologi nasionalisme (sulfikar amir, epistemologi nasionalisme, kompas.com). dengan demikian, dapat dikatakan bahwa umurnya masih muda dan konsepnya masih tetap berkembang. bahkan di masa globalisasi yang disokong oleh teknologi informasi yang kian memasyarakat ini, nasionalisme tidak kehilangan gaungnya.
hambatan dalam perkembangan konsep nasionalisme ini adalah bahwa tidak ada pemahaman yang konsisten dan komprehensif mengenai konsep bangsa itu sendiri. saat di bangku sekolah dahulu, kita diajarkan bahwa bangsa indonesia ini terbentuk oleh ikatan sejarah, yaitu peristiwa kolonialisme belanda. tentu tidak semua bangsa di dunia dapat mendefinisikan bangsa berdasarkan latar sejarah seperti ini. jerman pada masa hitler misalnya mendefinisikan bangsanya berdasarkan kesamaan etnik yaitu etnik arya. sedangkan pakistan mendeklarasikan diri sebagai negara yang terpisah dari india oleh sebab ideologi islam, padahal india dan pakistan masih satu etnik.
jika kita melihat bangsa indonesia yang sudah terbentuk saat ini, tentu kita tidak dapat membatasi bangsa ini berdasarkan suku, agama, dan ras. bahkan secara fisik pun, hampir tidak mungkin. misalkan jika ada acara pameran pakaian tradisional antarnegara, orang jepang dapat menampilkan kimono, orang india dengan kain sarinya, dan orang eropa pun memiliki pakaian yang mewakili tradisi bangsa mereka masing-masing. kalau orang indonesia harus tampil, pakaian adat mana yang dia harus ambil? batik solo, kain songket, kebaya, baju koko, atau bahkan koteka-kah yang harus dipilih sebagai representasi bangsa indonesia? terlepas dari itu, bangsa indonesia telah ada dan telah didefinisikan pula identitasnya, tanah airnya, dan bahasanya. seakan-akan semua identitas ini dibuat oleh para pendahulu kita. untungnya pendahulu kita bukanlah pandir; mereka berada pada suatu masa saat nasionalisme indoesia berada pada akar musababnya: kolonialisme belanda. pada saat itu, perasaan kesamaan nasib yang menjadi nasionalisme menjadi kekuatan yang membawa kepada kemerdekaan.
sejarah kolonialisme belanda menjadi awal dari wawasan kebangsaan kita. ia menginisiasi pembatasan identitas bangsa indonesia sebelum bangsa ini mendapat identitas berupa tanah air dan beragam adat. maka, apapun itu, kita harus dapat menerima identitas bangsa ini. kecuali kita merasa mampu untuk melancarkan revolusi besar-besaran terhadap sistem-sistem adat, sosial, dan budaya.
ideologi pada dasarnya hanyalah sebuah pemikiran, kumpulan ide-ide. namun menurut the webster’s new collegiate dictionary, ideologi adalah cara hidup/ tingkah laku atau hasil pemikiran yang menunjukan sifat-sifat tertentu dari seorang individu atau suatu kelas. kita dapat mengartikannya bahwa ideologi yang dipegang suatu institusi akan menunjukkan karakter institusi tersebut. maka, ideologi apa yang sesuai dengan konsep nasionalisme dan kebangsaan indonesia?
nasionalisme telah menjadi bagian dari pancasila yang secara de yure merupakan ideologi bangsa indonesia. hal tersebut tercantum pada sila ke-3: persatuan indonesia. secara implisit, hal ini menyatakan bahwa perasaan nasionalisme adalah fondasi untuk terbentuknya indonesia yang satu.
siswono yudohusodo dalam sebuah artikel mengatakan bahwa pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun bangsa indonesia. pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya (siswono yudohusodo, ideologi pancasila di tengah perubahan dunia, suarapembaruan.com).
singkat kata, pancasila merupakan ideologi made in indonesia meski tentunya ada beberapa unsur dari ideologi lain yang dimasukkan. karena made in indonesia tentunya ia sesuai dengan identitas bangsa ini.
namun pada akhir artikel beliau menambahkan bahwa pancasila sebagaimana ideologi manapun di dunia ini, adalah kerangka berfikir yang senantiasa memerlukan penyempurnaan. karena tidak ada satu pun ideologi yang disusun dengan begitu sempurnanya sehingga cukup lengkap dan bersifat abadi untuk semua zaman, kondisi, dan situasi. setiap ideologi memerlukan hadirnya proses dialektika agar ia dapat mengembangkan dirinya dan tetap adaptif dengan perkembangan yang terjadi. dalam hal ini, setiap warga negara indonesia yang mencintai negara dan bangsa ini berhak ikut dalam proses merevitalisasi ideologi pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. oleh karenanya, prestasi bangsa kita akan menentukan posisi pancasila di tengah percaturan ideologi dunia saat ini dan di masa mendatang.
yang perlu di garis bawahi dari pernyataan di atas adalah baris kedua sebelum terakhir: kesaktian pancasila diukur oleh karya dan perbuatan bangsa indonesia. maka tatkala bangsa ini mengalami krisis multidimensi, maka akan dipertanyakanlah ideologi bangsa indonesia dan dengan demikian, akan dipertanyakan pula nasionalisme dan identitas kebangsaan kita.
sebagai suatu bagian dari masyarakat dunia, bangsa indonesia, sekencang apapun gaung nasionalisme diteriakkan, tidak luput dari globalisasi yang mengikis pelan-pelan rasa nasionalisme. teknologi dari luar negeri menjadi bagian dari globalisasi dan bersama dengan para teknokrat dan birokrat melaksanakan pembangunan bangsa ini. namun pada akhirnya kita memandang terlalu baik kepada bangsa yang memiliki teknologi lebih maju tersebut sehingga kita menyerap begitu saja segala kebudayaan dan ideologi yang berasal dari bangsa tersebut. padahal, belum tentu semuanya itu lebih baik dari apa yang telah kita miliki. akhirnya kebudayaan dan identitas bangsa mulai memudar. dan terjadilah krisis kepercayaan diri dalam bangsa kita terhadap nasionalisme yang kita punya sendiri.
solusinya adalah seperti yang telah dijabarkan, bahwa prestasi kita lah yang dapat mengukuhkan kekuatan pancasila di mata dunia. maka salah satu cara untuk meningkatkan nilai prestasi itu adalah memperkuat lagi bidang teknologi kita dengan ditopang dengan sistem ekonomi yang baik. ini dapat dilakukan dengan atau tanpa bantuan pemerintah.

sumber:
www.kompas.com
www.suarapembaruan.com
www.id.wikipedia.com
www.koranthecampus.wordpress.com

meski ini memang jauh dari sempurna, namun mulai menulis lagi dan mulai berfikir lagi adalah hal yang baik ^_^. yah, yang penting cukup lah buat lulus dari mata kuliah ppkn.

anjritnya itu aku ngerjain tugas ini jadi ga terlalu belajar buat metnum... aaaraaghghghghgh!!!!

async. object function

May 22nd, 2007 by Uray Meviar
Code (cpp)
  1.  
  2.  
  3. class signal
  4. {
  5. protected:
  6. public   : virtual void notify(void) = 0;
  7. };
  8.  
  9. //========================================================================================
  10.  
  11. class eventsignal : public signal
  12. {
  13. protected : HANDLE _exec_event;
  14. public    : eventsignal(void){ _exec_event = INVALID_HANDLE_VALUE; }
  15.          eventsignal(HANDLE eventhandle) { _exec_event = eventhandle; }
  16.          HANDLE get_eventhandle(void){ return _exec_event; }
  17.          void set_eventhandle(HANDLE eventhandle){ _exec_event = eventhandle; }
  18.          virtual void notify(void)
  19.          {
  20.             if(_exec_event != INVALID_HANDLE_VALUE)
  21.                SetEvent(_exec_event);
  22.          }
  23. };
  24.  
  25. //========================================================================================
  26.  
  27. class callback : public signal
  28. {
  29. typedef void (*callbackfn)(void* user);
  30. protected : callbackfn _func;
  31.          void* _userdata;
  32. public    : callback(callbackfn func,void* userdata)
  33.          {
  34.             _func     = func;
  35.             _userdata = userdata;
  36.          }
  37.          callbackfn get_callbackfn(void) { return _func; }
  38.          void set_callbackfn(callbackfn func) { _func = func; }
  39.          void* get_userdata(void) { return _userdata; }
  40.          void set_userdata(void* userdata) { _userdata = userdata; }
  41.          virtual void notify(void) { if(_func) _func(_userdata); }
  42. };
  43.  
  44. //========================================================================================
  45.  
  46. class rawcommand
  47. {
  48. protected : signal* _sig;
  49.          virtual void exec(void) = 0;
  50.          rawcommand(void) { _sig = NULL; }
  51.          rawcommand(signal* sig) { _sig = sig; }
  52. public    : void operator()(void)
  53.          {
  54.             exec();
  55.             if( _sig ) _sig->notify();
  56.          }
  57.          void set_signal(signal* sig){ _sig = sig; }
  58.          signal* get_signal(void){ return _sig; }
  59. };
  60.  
  61. //========================================================================================
  62.  
  63. template<class T> class objectcommand : public rawcommand
  64. {
  65. protected : T* _T_;
  66.          virtual void exec(void) = 0;
  67. public    : objectcommand( T* t) : _T_(t) { };
  68.          objectcommand( T* t,signal* sig) : _T_(t), rawcommand(sig) { };
  69.          T* get_actor(void){ return _T_; };
  70.          void set_actor(T* actor){ _T_ = actor; };
  71. };
  72.  
  73. //========================================================================================
  74.  
  75. template<class T,class R> class basecommand : public objectcommand<T>
  76. {
  77. protected :  R* _R_;
  78.           basecommand(T* t,R* r) : objectcommand<T>(t), _R_(r) { }
  79.           basecommand(T* t,R* r,signal* sig) : objectcommand<T>(t,sig), _R_(r) { }
  80.           void set_result(R r)
  81.           {
  82.              if(_R_) *_R_ = r;
  83.           }
  84.           virtual void exec(void) = 0;
  85. public    :  R* get_target(void){ return _R_; }
  86.           void set_target(R* r){ _R_ = r; } 
  87. };
  88.  
  89. //========================================================================================
  90.  
  91. template<class T> class voidcommand : public objectcommand<T>
  92. {
  93. protected : void ( T::*_F_ )(void);
  94.          void exec(void) { (_T_->*_F_)() };
  95. public    : voidcommand( void ( T::*f)( void ),T* t ) : _F_(f), objectcommand<T>(t) { };
  96.          voidcommand( void ( T::*f)( void ),T* t, signal* sig )
  97.             : _F_(f), objectcommand<T>(t,sig) { };
  98. };
  99.  
  100. //========================================================================================
  101.  
  102. template<class T,class A> class voidcommand1 : public objectcommand<T>
  103. {
  104. protected : void ( T::*_F_ )( A );
  105.          A _A_;
  106.          void exec(void) { (_T_->*_F_)(_A_); };
  107. public    : voidcommand1( void ( T::*f)( A ),T* t,A a )
  108.             : _F_(f), objectcommand<T>(t), _A_(a) { };   
  109.          voidcommand1( void ( T::*f)( A ),T* t,A a,signal* sig )
  110.             : _F_(f), objectcommand<T>(t,sig), _A_(a) { }; 
  111.          void set_param(A arg1) { _A_ = arg1; }
  112.          A get_param(void) { return _A_; }
  113. };
  114.  
  115. //========================================================================================
  116.  
  117. template<class T,class A1,class A2> class voidcommand2 : public objectcommand<T>
  118. {
  119. protected : void ( T::*_F_ )( A1, A2 );
  120.          A1 _A1;
  121.          A2 _A2;
  122.          void exec(void) { ( _T_->*_F_ )(_A1,_A2); }
  123. public    : voidcommand2( void ( T::*f )( A1,A2 ), T* t,A1 a1,A2 a2)
  124.             : _F_(f), objectcommand<T>(t), _A1(a1), _A2(a2) { }; 
  125.          voidcommand2( void ( T::*f )( A1,A2 ), T* t,A1 a1,A2 a2, signal* sig)
  126.             : _F_(f), objectcommand<T>(t,sig), _A1(a1), _A2(a2) { };
  127.          void set_param1(A1 arg1) { _A1 = arg1; }
  128.          void set_param2(A2 arg2) { _A2 = arg2; }
  129.          A1 get_param1(void) { return _A1; }
  130.          A2 get_param2(void) { return _A2; }
  131.          void set_param(A1 arg1,A2 arg2)
  132.          {
  133.             _A1 = arg1;
  134.             _A2 = arg2;
  135.          }
  136. };
  137.  
  138. //========================================================================================
  139.  
  140. template<class T,class R> class command : public basecommand<T,R>
  141. {
  142. protected : R ( T::*_F_ )(void);
  143.          void exec(void) { set_result( (_T_->*_F_)() ); };
  144. public    : command( R ( T::*f)( void ),T* t )
  145.             : _F_(f), _T_(t), basecommand<T,R>(t,r) { };
  146.          command( R ( T::*f)( void ),T* t,signal* sig )
  147.             : _F_(f), _T_(t), basecommand<T,R>(t,r,sig) { };
  148. };
  149.  
  150. //========================================================================================
  151.  
  152. template<class T,class R,class A> class command1 : public basecommand<T,R>
  153. {
  154. friend class command1<T,R,A>;
  155. protected : R ( T::*_F_ )( A );
  156.          A _A_;
  157.          void exec(void) { set_result( ( _T_->*_F_ )(_A_) ) ; };
  158. public    : command1( R ( T::*f )( A ), T* t,R* r,A a)
  159.             : _F_( f ), _A_(a), basecommand<T,R>(t,r) { }; 
  160.          command1( R ( T::*f )( A ), T* t,R* r,A a,signal* sig)
  161.             : _F_( f ), _A_(a), basecommand<T,R>(t,r,sig) { };
  162.          void set_param(A arg1) { _A_ = arg1; }
  163.          A get_param(void) { return _A_; }
  164. };
  165.  
  166. //========================================================================================
  167.  
  168. template<class T,class R,class A1,class A2> class command2 : public basecommand<T,R>
  169. {
  170. protected : R ( T::*_F_ )( A1, A2 );
  171.          A1 _A1;
  172.          A2 _A2;
  173. public    : command2( R ( T::*f )( A1,A2 ), T* t,R* r,A1 a1,A2 a2)
  174.             : _F_(f), _A1(a1), _A2(a2), basecommand<T,R>(t,r)  { };
  175.          command2( R ( T::*f )( A1,A2 ), T* t,R* r,A1 a1,A2 a2,signal* sig)
  176.             : _F_(f), _A1(a1), _A2(a2), basecommand<T,R>(t,r,sig)  { };
  177.          void exec(void) { set_result( ( _T_->*_F_ )(_A1,_A2) ); }
  178.          void set_param1(A1 arg1) { _A1 = arg1; }
  179.          void set_param2(A2 arg2) { _A2 = arg2; }
  180.          A1 get_param1(void) { return _A1; }
  181.          A2 get_param2(void) { return _A2; }
  182.          void set_param(A1 arg1,A2 arg2)
  183.          {
  184.             _A1 = arg1;
  185.             _A2 = arg2;
  186.          }
  187. };
  188.  

kalo tau dari dulu masalah G1 udah beres, jadi bisa lebih rapih misahin antara method invocation dengan method execution dalam thread yang berbeda (also known as active object pattern), soalnya kalo pake cara gini untuk megang pointer to member function, function yang ditunjuk ga perlu static. Intinya cuman merubah function jadi object yang berisi data pointer to function, function arguments dan return value. dalam implementasinya ketika function di calll (invoke) code didalam function itu tidak langsung dieksekusi, tapi object dari functionnya dimasukkan dalam queue untuk di execute nanti pada thread yang seharusnya... jadi asynchronous function call, function langsung return immediately dan return value akan diterima nanti (dikenal dengan istilah future variable)

UAS Tlah tiba !!!! lagi2 timbul sesal dihati

May 22nd, 2007 by Bobby Pratama
mak jang, gak terasa rupanya udah genap 2 tahun rupanya aku belajar di kampus gajah, institut yang katanya paling kesohor se dunia, dunia indonesia :p

gak terasa pula sudah 2 tahun aku hidup selalu dikejar-kejar waktu dan deadline, entah tugas kuliah, entah tugas proyekan, entah tugas organisasi, tugas apalah maaakk jaaaaaaaang. gak pernah gitu ya diriku ini sadar bahwa hidup itu selalu harus punya rencana yang matang, harus DISIPLIN !!!!

sebenarnya percuma sih cuman bisa cuap cuap disini tanpa ada realisasi. ya mudah-mudahan aja makin bisa sadar, setidaknya diriku ini bisa inget dimasa depan nanti.

kembali ke judul diatas, uas kali ini pun boleh dibilang uas yang kesekian kalinya diriku ini melaluinya tanpa persiapan yang matang, astagfirullah, masa udah 4 kali uas di kampus ganesha ini, aku gak pernah matang-matang ya persiapannya. rasanya kok sulit banget ya.. padahal klo udah belajar mah rasanya maknyuuus banget lah klo semanget. gak mau ah lagi lagi gak mateng, nanti klo lulus mau jadi apa aku klo gak berubah berubah.

mungkin karena selalu beruntung kali yaa... jadi gak sadar2, udah dari TPB gini tros tapi alhamdulillah hasilnya jarang mengecewakan, walau kecewa masih tetep ada :P wajar lah manusia, dapet B pasti kecewa klo seandainya ada kesempatan bwt A

Dialog XXXI: Road to the Perfect Score

May 21st, 2007 by Fajar Fauzi Hakim
80% soal ujian adalah mudah
namun hanya 20% yang bisa dijawab

hari pertama ujian akhir semester genap tahun kedua.
aku bilang sebuah kekacauan, hanya berharap c di tangan.
aku tidak yakin dapat lulus semua mata kuliah.
namun aku ingin memasuki semester baru tanpa utang.
namun ayah bilang larilah pelan.
yang penting jangan berhenti.
namun dari matanya terlihat kekhawatiran jika aku tidak lulus satu mata kuliah.
pun aku tidak bisa bilang kepada ibu bahwa aku pecundang.
dan aku tidak dapat menunjukkan ip ku kepada adik bayi jenius ku.
bagiku sudah terlambat untuk berusaha.
meski masih dapat ku bekerja keras.

yah lakukan lah, kerja keras takkan mengkhianati mu. sedikit apapun itu.

sekarang aku tidak benar-benar membutuhkan seorang temanpun kecuali dia dapat menjawab semua pertanyaan untuk belajar menghadapi uas.

semua akan kembali kepada saat kosong. saat kamu membutuhkan teman untuk tertawa. saat ini, bertahanlah.

perbedaan

May 21st, 2007 by Edi Susilo
au...au...
akhirnya gw tau perbedaan mendasar antara gw dan superman
secara kita sama-sama superhero

superman cuma bisa terbang, cuma kebal perluru, cuma punya laser dari matanya. superman ngga repot2 keliling2 kosan temen tengah malam sampai subuh (antara taman hewan dan cisitu) buat nyari tugas rekayasa pondasi. ngga perlu begadang bwt bikin contekan A4. dan yang penting ngga perlu ujian rekpon hari ini. itu skill gw yang ngga dipunyai superman. satu lagi, superman ngga lupa rumus keliling lingkaran waktu ujian.


*superhero yang mengejar wisuda maret*

Akhirnya bs ikut menikmati Joost :D

May 20th, 2007 by Andi Rusiawan

Setelah kemarin cuma sampai install aplikasinya Joost dan habis itu meratapi diri sendiri karena tidak bisa logon dan menikmati acara2 TV di Joost garat2 tidak punya akses direct. conn. ke Internet :D. Akhirnya dengan perjuangan yang cukup susah bisa nonton Joost juga, horeee !!

Karena di kampus terpenjara dibalik terali proxy maka mau g mau harus memutar otak dan tentu saja routing :P. 

Baru inget, ternyata aku punya mesin remote yang terkoneksi ke salah satu ISP, kenapa g buat VPN aja !

Singkat cerita install VPN server dengan OpenVPN, baca2 dikit manualnya, konfigurasi, jadi deh punya direct connection ke Internet.

Dan jrengg… bisa nonton acara TV sambil ngeblog atau YM-an :D

Ini skrinsut pas lagi nonton testing Ferrari 430 Spider Road Test di Fifth Gear Channel sambil YM-an :P

Bagi yg pengin account Joost, kirim aja emailnya ke rusiawan@ipv6.or.id, ntar aku invite deh !

Powered by ScribeFire.

rtorrent - torrent client berbasis teks

May 19th, 2007 by Chaidir Abadi

Buat para penikmat film yang punya profesi tambahan sebagai “penjahat bandwidth” pasti sudah sangat familiar dengan torrent. Tadi setelah muter2 di google, akhirnya dapet juga aplikasi torrent berbasis teks yang dapat berjalan sebagai background. Jadi klo mau donwload torrent, tinggal remote server/komputer yang punya bandwidth kenceng tapi ‘nganggur’, jalankan aplikasi dan tunggu hasil “panen”.. klo udah, tinggal pindahin ke HD eksternal atau laptop deh… duh.. betapa senangnya hidup ini :-D

Nah, aplikasi itu adalah rtorrent. Klo kata wiki sih,

rTorrent is a text-based ncurses BitTorrent client written in C++, based on the libTorrent libraries for Unices (Rakshasa’s own, not the sourceforge libtorrent), with a focus on high performance and good code.

Aplikasi ini berjalan di *nix dan *BSD (buat pengguna windows, mendingan pake yg GUI aja :P ). Klo sudah pernah menggunakannya, baru deh terasa ‘high performance’ nya… bener-bener mantab nih program.

Karena sudah ada yang membuat tutorial cara menginstallnya dan biar ga mubazir, mendingan langsung aja baca cara install rtorrent -yang dibuat oleh Tutorial Ninjas. Atau untuk pengguna ubuntu/debian, installnya gampang banget, tinggal jalanin perintah

apt-get install rtorrent

Untungnya untuk menjalankannya, juga sudah ada yang membuat tutorialnya, use rtorrent like a pro, dibuat oleh K.Mandla (salah seorang moderator di Ubuntu Forums).

Agar download bisa berjalan sebagai background, anda harus menginstall screen. Buat pengguna ubuntu/debian, install dulu dengan perintah :

apt-get install screen

klo udah ada file torrentnya, tinggal jalanin aja deh :

chaidir@ach:~/.bt$ screen rtorrent file.torrent

rtorrent_main.jpg

klo mau dijalankan sebagai background, tekan Ctrl+A+D :

nah.. klo mo liat lagi tinggal jalankan perintah

chaidir@ach:~/.bt$ screen -r

Untuk lebih lengkapnya liat aja ditutorial ini ya - use rtorrent like a pro

rtorrent.jpg

Nah.. gampang kan… ga perlu cape2 nungguin… udeh tinggal aja. Klo bandwidthnya gede sih, gpp ditungguin.. :-D

Kerennya lagi, rtorrent bisa di schedule.. jadi klo mo donload malem, tinggal di config aja file rtorrent.conf nya..

psssttt… klo download tuh sebaiknya jangan jam kerja, kesian yang lain.. soalnya torrent tuh rakus bandwidth :P

mendingan jalaninnya pas weekend aja manfaatin bandwidth yang ‘nganggur’ :D

Happy norrent…. :)

*Duh… dah lama nih ga ngeblog lagi..  apa kabar dunia? karena dah kerja sebagai ‘kuli’, ane sekarang dapet kerjaan yang gak abis-abis.. fyuh.. sempet2in dah ni ngeblog… semoga berguna ye… ;)

Pheewwww… minggu yang melelahkan

May 19th, 2007 by Eric Lontong

Terhitung mulai hari minggu kemaren, lengkap sudah kecapekan dalam minggu ini. Jadi ceritanya hari minggu lalu, aku diminta bantuin ngoprek MapXtreme Java. Cukup menarik. Aku kenal mapxtreme sekitar setahun yang lalu dan baru sekali ngopreknya. Tapi udah jauh beda ternyata dengan tahun lalu. Class antara MapInfo sudah dipisahkan dengan MapXtreme-nya sendiri. Jadinya harus bolak-balik bongkar antara MI-tag dan MX-tag nya. Cukup menarik juga sebenarnya karena tag-tag untuk Mapinfo yang bisa digunakan offline sudah diklasifikasi ke dalam MI tag tadi dan fungsi-fungsi web mapping digabungkan dalam mapxtreme tag. Klo kata si awan sih mirip-mirip dengan ArcIMS.
Tapi yang jadi permasalahan ya karena harus mengubah sedikit toolbar yang disediakan dengan jangka waktu 3 hari! :-O
Sedikit?!! Ya, sedikit karena hanya diminta untuk mengeluarkan satu fungsi tag ThemeWizard dalam roll-over javascript menu. Fiuuhhh… berat boss. Ya karena itu tadi, class-nya udah banyak yang berubah. Bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu 3 hari. Melalui post ini juga lah aku mo minta maaf karena kurang bisa membantu. Maap, ya pak. :)

Selain itu, ada tekanan untuk menyelesaikan (finishing)  draft yang harus dikumpul minggu depan. Jadilah hari kamis s/d sabtu dijadwal buat diporsir ngerjainnya. Untungnya jumat malam, saat post ini dibuat, udah selesai. Padahal sebelumnya ada ‘gangguan’ dikit harus jemput seseorang dan hari kamis harus pergi ke gereja.

Ya udahlah, I must keep looking forward ;)

Joost, Next Generation TV

May 18th, 2007 by Andi Rusiawan

Internet dengan solusi triple-play memang semakin mengukuhkan dirinya sebagai media konvergensi bagi kebutuhan komunikasi manusia (baik komunikasi karya, rasa dan cipta). Solusi triple-play yang ditawarkan oleh Internet ini meliputi Televisi, Internet (data) dan Voice.
Dalam komunikasi rasa, solusi Televisi yang ditawarkan oleh Internet adalah The Next Generation TV atau yang lebih akrab dengan istilah IPTV atau televisi internet. Ya, IPTV atau IP-TV, Internet Protocol Television. Televisi yang penyiarannya dilakukan menggunakan Internet Protocol.

Jika televisi  standar sekarang ini masih disiarkan menggunakan sistem transmisi analog baik menggunakan satelit atau kabel (TV Kabel), maka IPTV disiarkan menggunakan sistem transmisi digital Internet. Keunggulan dari televisi digital ini adalah sisi interaktivitas yang selama ini tidak bisa diberikan oleh televisi standar. Dengan adanya sisi interaktif ini pemirsa bisa memberikan umpan balik atau respon terhadap tayangannya, mulai dari menentukan sendiri apa dan kapan suatu tayangan ingin dilihat sampai dengan ikut berbagi konten tayangan dengan pemirsa yang lain. Jika televisi satu arah sudah tidak akan menjadi trend lagi dimasa depan maka televisi digital interaktif akan semakin menunjukkan identitas televisi sebagai media komunikasi.

Dengan format transmisi digital ini memungkinkan siaran IPTV bisa direkayasa untuk lebih mengeksplorasi suatu konten tayangan. Adanya menu pilihan tayangan yang interaktif, fleksibilitas menentukan waktu tayangan dan saat  menikmati tayangan (replay,pause,reverse,forward),kemudahan menyalin atau menyimpan tayangan yang disukai adalah beberapa dari fitur yang ditawarkan oleh IPTV.

Siaran IPTV bisa direalisasikan dengan berbagai teknologi transmisi. Jika televisi standar menggunakan transmisi broadcast, maka untuk transmisi televisi di internet ini menggunakan mode unicast dan multicast.  Untuk transmisi unicast biasa digunakan protokol http,udp atau rtp, sedangkan untuk transmisi multicast digunakan udp atau rtp. Karena jumlah penerima siaran yang besar maka jika pada siaran televisi standar dilakukan secara broadcast maka pada IPTV,karena alasan efisiensi sumberdaya jaringan internet, pada umumnya dilakukan secara multicast.
Transmisi multicast memungkinkan pengiriman cukup hanya satu satuan data dari pihak penyiaran untuk semua pemirsa yang ingin menerima atau menyaksikan suatu konten tayangan.

Seperti halnya televisi standar yang ada sekarang dalam dunia IPTV ada siaran yang gratis dan berbayar. Kita sudah bisa menyaksikan beberapa konten tayangan secara gratis dengan hanya membutuhkan akses internet. Layanan dari Youtube adalah contohnya. Seperti stasiun televisi standar yang ada sekarang Youtube memperoleh revenue dari tayangan iklan. Namun ke depannya ada kemungkinan Youtube akan memberikan layanan TV berbayar untuk konten-konten tertentu. Youtube bisa dikategorikan sebagai layanan IPTV dengan mode transmisi unicast. Pemirsa cukup membuka halaman website-nya menggunakan browser dan mengikuti petunjuk yang ada  untuk mengakses tayangan yang ada.

Seperti TV kabel, IPTV berbayar memberikan tarif tertentu kepada pemirsa yang ingin berlangganan untuk menyaksikan konten tayangannya. Konten yang ditawarkan pun tidak jauh beda dengan konten yang sudah ada di TV kabel, hanya saja pelanggan menggunakan perangkat yang berbeda. Pelanggan yang ingin menyaksikan saluran televisi kesayangan dengan IPTV selain perlu menyediakan televisi atau layar juga  membutuhkan perangkat tambahan yang disebut sebagai set-top-box (STB).
Trend dalam dunia TV adalah jika provider TV kabel sekarang ini juga menyediakan layanan Internet melalui jaringan TV kabel mereka, maka sekarang penyedia Internet juga bisa menyediakan layanan TV menggunakan jaringan Internet. Contoh provider yang menyediakan konten IPTV bisa dilihat di http://www.iptv-industry.com/cl/iptvcontentproviders.htm

IPTV berbayar ini biasanya disiarkan menggunakan teknologi multicast yang dari sisi teknologi merupakan sebuah hal yang baru dan berbeda dari teknologi yang biasa digunakan masyarakat selama ini (unicast). Intinya, provider harus menyediakan sebuah jaringan baru yang sudah mendukung teknologi multicast sampai ke sisi pelanggannya. Di sisi pelanggan pun harus menambahkan perangkat tambahan. Hal ini seringkali menjadi penghambat perkembangan layanan IPTV karena pembaharuan sumberdaya jaringan untuk mendukukung multicast membutuhkan biaya yang besar. Di Indonesia, provider telekomunikasi sekelas Telkom atau Indosat pun sampai sekarang ini belum berani menyediakan layanan IPTV ini.

Jika menggunakan sistem transmisi unicast yang terjadi adalah pembebanan jaringan internet yang terlalu besar karena provider tayangan harus mengirimkan data sebanyak jumlah data tayangan dikali jumlah pemirsa. Hal ini tentu saja berarti kualitas tayangan akan semakin jelek dengan bertambahnya jumlah pemirsa jika provider tayangan tidak melakukan perbaikan sumberdaya jaringan. Tidak aneh bila kita sering mengalami kesulitan ketika mengakses Youtube.

Sebuah gebrakan baru telah dihadirkan oleh Joost. Joost mengklaim dirinya sebagai TV anywhere, anytime dan  new way untuk menikmati tayangan TV.
Joost menawarkan siaran IPTV dengan menggunakan kemudahan dan ketersediaan jaringan unicast yang sudah ada. Untuk memfasilitasi siaran TV yang membutuhkan bandwidth besar tetapi tanpa perlu menghadapi keterbatasan ketersediaan jaringan multicast untuk menjangkau pemirsa,Joost menggunakan teknologi unicast Peer-to-Peer (P2P), tidak seperti Youtube yang bertipe unicast client-server. Jika menggunakan Youtube, penyedia konten harus meletakkan konten video-nya di server Youtube terlebih dahulu sebelum bisa disaksikan oleh pemirsa, maka dengan Joost maka pemirsa bisa menyaksikan langsung konten dari server penyedia secara peer-to-peer.

Selama ini kita biasa mengenal teknologi P2P untuk melakukan download atau sharing data di Internet. Ada hubungannya memang, karena Joost ini adalah ide dari Niklas Zennström and Janus Friis yang merupakan penemu dari Kazaa (sebuah program aplikasi untuk sharing file dengan menggunakan teknologi P2P) dan juga Skype yang sudah sangat terkenal sebagai penyedia layanan telepon internet (VoIP).

Yang menarik, salah satu penyedia konten Viacom telah beralih dari Youtube ke Joost ini. Sampai saat ini Joost telah menyediakan beberapa layanan tayangan yang bisa dilihat di sini. (waw.. udah ada NatGeo dab! ).
Yang lebih menarik adalah di masa depan bukan tidak mungkin Joost dan Skype akan bergabung untuk menyediakan sebuah paket layanan konvergen triple-play untuk menyediakan TV, Internet dan Voice dalam satu bundel aplikasi. Dan bukan tidak mungkin akan hadir sebuah perangkat keras khusus yang bisa dipakai langsung untuk menyaksikan TV, akses Internet dan telepon !.

Dengan adanya konvergensi layanan ini efeknya untuk masyarakat tentu saja adalah biaya yang lebih murah untuk menikmati layanan komunikasi tanpa batas. Eh.. nanti dulu.. untuk kita masyarakat Indonesia, terlebih dahulu kita harus mempunyai fasilitas jaringan Internet yang berkecepatan tinggi  dan terbebas dari terali proxy :P.

Untuk menikmati layanan Joost ini kita tidak cukup dengan bandwidth besar namun juga  harus mempunyai akses langsung ke Internet (tanpa melalui proxy) :( 

duh…

Powered by ScribeFire.

heuheuheu..

May 15th, 2007 by Dimas Muhammad Zakki
you can always have my shoulder to cry on when you sad.. you can always have my ears to hear your grudge.. you can always have my back to carry you when you feel to tired.. you can always have my hand to help you when you need.. because that way i can tell that you need me.. and that's the only thing i need from you..

iro-iro nee…

May 14th, 2007 by Budhi Hamdani
lagi iseng2 gak ada kerjaan, gara2 gak jadi ke jakarta, capek deh... tapi jangan bilang2 yaa ntar si kaleng2 gak mo bikin modul buat pelatihan besok... xixixixix...(ketawa jahat)... ya jadi begono sodara2, tadinya rencananya hari ini mau ke sbm sampoerna di jkt, eh tahunya gak jadi donk... siapa yang gak bete coba? kirain mo dapet spj eh gak jadi...(belum denk, kemungkinan diundur esok or lusa) jadi ya ginih deh gak ada kerjaan... so daripada gak ada kerjaan mendingan nulis blog aja toh?

barusan abis baca-baca blog orang, terus nyampe di blog yang ini : about the power of love
berisi tentang kata2 mutiara pelipur lara, ha ha ha... ada beberapa quote yang pengen dikomentarin, ha ha ha... entah kenapa saya skrg rada bebal dengan kata2 mutiara semacam ini, bosen dengan kata2 pelipur lara semacam ini, terlalu melenakan, gak kongkrit dan semacamnya lah... jadi kalo ada kata2 semacam ini, paling dalam hati bilang : ya ya ya... so?

kata2 mutiara yang pengen dikomentarin :
Kebahagiaan itu tak berpintu, tak berdinding, tak memiliki ruang, dan tak dibatasi sekat-sekat. Karena iutlah, kebahagiaan tak membutuhkan anak kunci untuk membukanya. Kita tak memerlukan ulir-ukir yang rumit untuk dapat hadir di dalamnya.
jika memang demikian mengapa banyak manusia yang begitu sulit mendapatkannya? mengapa kita sulit membahagiakan manusia yang lain? mengapa banyak orang begitu mengejarnya? dengan demikian in my opinion kebahagiaan tidak sesederhana itu, gampang dibilang tapi sulit dilakukan buoy... gituh kali yee :p

Jembatan antar manusia adalah cinta dan kasih sayang. Dalam cinta kita akan menemukan saling pengertian, pengharapan, welas asih, perhatian, peneguhan, dukungan, semangat, dan banyak hal lainnya.
kalau kata mutiara yang ini mengingatkan saya pada film my sassy girl, menjelang akhir di cerita film ini sang tokoh utama ketemuan ama seorang petani terus si petaninya bilang kira2 gini : kalau kamu ingin mempunyai hubungan cinta kasih dengan seseorang kamu harus membangun bridge of hope yaa kita harus membangunnya, membangun jembatan harapan itu dengan target yang ingin kita keker :p

Pohon-pohon iyu adalah prasasti sebagai penanda buatmu dalam berjalan. Mereka akan jadi pengingat betapa lelah kaki-kaki ini telah melangkah. Mereka semua akan jadi pengingat tentang jalan-jalan yang telah kita lalui.
saya setuju dengan yang satu ini, setidaknya itu yang saya rasakan setiap kali melewati jalan yang sama dengan pohon-pohon yang sama. kadang-kadang ada bisikan lirih : "sudah sekian tahun ya saya melewati daerah ini", atau kadang-kadang flashback, saya ingat waktu itu ketika saya masih duduk dibangku sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) sehabis pulang dari sekolah, biasanya pulang jam 5 sore, kalau hari sedang hujan seringkali saya berlari2 dibawah derasnya ujan dari sekolah ke terminal angkot. kadang2 kalau lagi jam sibuk, gak dapet angkot dan harus menunggu dibawah guyuran hujan... what a memory...

There are places I remember
All my life, though some have changed
Some forever not for better
Some have gone and some remain
All these places had their moments
With lovers and friends
I still can recall
Some are dead and some are living
In my life I've loved them all

But of all these friends and lovers
there is no one compares with you

And these memories lose their meaning
When I think of love as something new
Though I know I'll never lose affection
For people and things that went before
I know I'll often stop and think about them
In my life I love you more

Though I know I'll never lose affection
For people and things that went before
I know I'll often stop and think about them
In my life I love you more
In my life I love you more


yuk akh...

About “WANITA”

May 14th, 2007 by Aditya Wahyu Pradana

taken from matasapi :lol:
http://rileks.comlabs.itb.ac.id/forum/index.php?showtopic=26407
(deny from all, allow from 167.205.0.0/16)]
SIFAT BAHAN : BERBAHAYA, EXPLOSIF, DAN KOROSIF (TERUTAMA TERHADAP UANG)
NAMA UNSUR : Wanita
SIMBOL : Wa
PENEMU : Adam
MASSA ATOM : Berkisar 50 kg,biasanya, bervariasi antara 50 sampe 224 kg
PEMUNCULAN : dilipatgandakan di seluruh dunia

BENTUK FISIK

  1. Permukaan biasa ditutupi oleh semacam bedak (biasanya untuk mengelabui bentuk fisik aslinya)
  2. Mendidih tiba-tiba, membeku tanpa alasan
  3. Meleleh apabila diperlakukan dengan benar
  4. Pahit bila digunakan dengan salah
  5. Ditemukan dalam bentuk bermacam macam dimulai dari yang sangat halus sampai sangat kasar permukaannya.
  6. Menimbulkan bahaya ledakan yang sangat luar biasa bila disinggung pada bagian yang benar

BENTUK KIMIA

  1. Memiliki hubungan yang sangat erat dengan emas, perak, dan batu-batu mulia lainnya
  2. Sangat korosif terhadap uang dan barang-barang mahal
  3. Dapat meledak secara spontan tanpa tanda tanda terlebih dahulu dan tanpa alasan yang diketahui
  4. Mudah terkena rangsangan oleh belaian tangan lelaki, biasanya reaksinya akan sangat luar biasa apabila disertai dengan pujian dan rayuan
  5. Pemakan uang paling handal yang pernah dikenal manusia

KEGUNAAN

  1. Mudah digunakan, khususnya jika di hadapan mobil sport dan rumah mewah
  2. Dapat mengurangi stress dan menambah rasa relaks yang sangat luar biasa

METODA ANALISIS

  1. Secara konvensional dapat dianalisis secara rabaan (hanya bagi ahli kimia dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun)
  2. Secara instrumental dapat dianalisis dengan alat Fourier Transformed Infra Red (FTIR) Spectrometer yang dilengkapi dengan Microscope tembus pandang

HASIL TEST

  1. Spesimen murninya berwarna pink jika pada keadaan stabil
  2. Spesimen murninya berwarna hijau bila didekatkan pada spesimen lawan

SIFAT

  1. Sangat berbahaya kecuali di tangan yang sudah ahli
  2. Ilegal untuk memiliki lebih dari dua

FAKTA-FAKTA LAIN TENTANG UNSUR WANITA (MENURUT AHLI KIMIA PRIA) :

  • Jika kau menciumnya, kau bukan gentleman
    Jika kau tidak menciumnya, kau bukan lelaki
  • Jika kau memujinya, ia akan mengira kau ngegombal
    Jika kau tidak memujinya, kau adalah lelaki tak berguna
  • Jika kau setuju semua keinginannya, dia akan ngelonjak
    Jika kau tidak setuju, kau tidak pengertian
  • Jika kau bercinta dengannya, kau dicurigai “sudah ahli”
    Jika kau tidak bercinta dengannya, kau bukan lelaki
  • Jika kau kunjungi dia sering-sering, dia pikir kau membosankan
    Jika tidak kau kunjungi sering sering, dia menuduhmu main sama orang lain
  • Jika kau berpakaian rapi, dia bilang kau menarik perhatian wanita lain
    Jika kau tidak berpakaian rapi, dia bilang kau berantakan
  • Jika kau cemburu, dia bilang kau jahat
    Jika kau tidak cemburu, dia bilang kau tidak cinta padanya
  • Jika kau ingin bercinta, dia kata kau tidak menghormatinya
    Jika kau tidak ingin bercinta, dia pikir kau tidak suka padanya
  • Jika kau telat satu menit, dia akan marah marah
    Jika dia telat satu jam, dia bilang itu memang seharusnya seorang wanita
  • Jika kau mengunjungi wanita lain, dia akan menuduh kau punya wanita lain
    Jika dia dikunjungi lelaki lain, “Oh! Sudah biasa, kami wanita!”
  • Jika kau menciumnya sebentar, dia tuduh kau orangnya dingin
    Jika kau menciumnya lama, dia teriak bahwa kau kurang ajar
  • Jika kau gagal membantu dia menyeberang jalan, kau kurang etika
    Jika kau berhasil membantunya menyeberang jalan, dia anggap itu taktik lelaki
  • Jika kau bercinta dengan wanita lain, dia minta putus
    Jika dia bercinta dengan lelaki lain,”Bukan salah aku ! Dia yang memaksa”
  • Jika kau berhasrat bercinta dengannya, dia anggap hanya itu yang kau inginkan

Oh Tuhan!
Kau menciptakan UNSUR bernama “WANITA”
Sangat simple, tapi sangat kompleks
Sangat lemah, tapi sangat kuat pengaruhnya
Sangat membingungkan, tapi sangat indah dipandang

Dialog XXX: Versus!!

May 12th, 2007 by Fajar Fauzi Hakim
kemaren ketemu ibad setelah lama kabar dari barudak menghilang. besok ketemu diki, transaksi file sambil joging plus plus di sabuga.

kamu akhirnya daftar juga di multiply ^_^ padahal bilang ke qori, 'emoh'.

membuka cabang baru dawniverse ^_^ di multiply. lagian biar bisa ngomentarin blognya ibad. argh ga betool dia... penulis ko stuck??

padahal kamu juga hampir malas nulis di sini lagi kan^_^

udah -_- sekarang aku ngepost




awalnya cuman memenuhi permintaan mamat buat ngunjungin ganesha taekwondo cup 2007 (disingkat gancup) (yang ketiga?) secara saya banyak media publikasi kegiatan ini saya yang desain. ya sud, aku nengok bentar sambil mo ke belakang cari makan. aku masuk ke gedung serba guna lewat pintu penonton. suasana kontan berubah dari heningnya itb kala weekend menjadi sasana tinju dengan orang-orang (sepertinya official) yang berbaring ngampar di atas tikar.
sedang ada dua pertandingan, kelas putra dan putri. menendang dengan kaki dan lutut. merangkul. penonton bersorak mendukung jagoannya. adegan paling menarik tentu saat tendangan masuk dengan telak. apa mereka ga boleh memukul?? aku menikmatinya. sebab aku tahu ini bukan brutalitas. namun olah raga beladiri. mungkin juga pertarungan (aahhhh romantis sekali... ^_^)

romantis-_-??

dua foto paling atas adalah pertandingan kelas putri, hebat juga, aku menghormati perempuan yang kuat. maksudnya dibalik kecantikannya dia memiliki kekuatan. well, semua perempuan saya akui memang kuat, secara psikologis maupun psikis. mungkin lebih dari lelaki.

tidak sekuat itu kok. maksudnya tidak sekuat yang kau pikirkan.

-_- komen mulu. yang paling membuatku terbawa suasana adalah bahwa aku pun pernah dan ingin sekali beduel seperti mereka. nggak tahu bagusnya apa, mungkin aku ingin rasa sakit.

masochism??

well mungkin juga perasaan ingin mengalahkan orang lain. jadi teringat waktu dulu saat pelantikan tapak suci. aku disuruh duel dengan mas ogen. dan erwan atau mungkin ihsan lawan cewek!^_^ duel berlangsung lancar sampai, ntah siapa yang duluan, mungkin aku, mengangkat kaki, ancang-ancang untuk menendang tapi ga jadi dan diturunkan lagi. lalu mas ogen (mungkin) mengangkat kaki, ancang-ancang untuk menendang tapi ga jadi dan diturunkan lagi juga... arghh tak betulll!!!! semoga ada masa untuk kami melanjutkan pertandingan itu.
duel kedua memalukan. waktu itu, kelas 6 di da, adalah pertama kalinya ikut pertandingan tapak suci di event ma'rakat (dan itu pertama kalinya diadakan pertandingan tapak suci dalam event ma'rakat). masih inget ketika mas ogen menang kelas ringan dan cedera. anton yang wo sehingga fajri juara kelas berat. tendangan asep atau mungkin iqbal (atau mungkin semua lawan menendangnya) mental tatkala beradu dengan daging tebal fajri dan tekniknya. masih ingat petarungan keras walid lawan mas ogen. erwan kalah lawan asep (atau iqbal). dan secara telak, aku kalah lawan walid. jelas saja! dia yang ngajarin aku +_+!! sialnya ketemu pas pertandingan pertama... sebenarnya aku sadar kalo aku lemah saat latihan gelut-gelutan sama erwan di aula pada hari sebelumnya. memar yang hilang 2 mingguan setelah pertandingan itu bukan kudapat saat melawan walid. namun itu akibat tendangan erwan yang keras. mungkin sekarang pun tulang kakinya masih keras.

kata mamat, belum tentu tahun depan akan ada gancup lagi. namun romantisme duel ini akan tetap kujaga. jadi... besok lari di sabuga sambil cuci mataaaa!!!!

-_- romantis???

and the stories unfold..

May 12th, 2007 by Dimas Muhammad Zakki
For once in my life I’ve got someone who needs me Someone I’ve needed so long For once unafraid I can go where life leads me And somehow I know I’ll be strong For once I can touch what my heart used to dream of Long before I knew Someone warm like you Could make my dreams come true For once in my life I won’t let sorrow hurt me Not like it’s hurt me before For once I’ve got someone I know won’t

Kuliah: Cari Ilmu atau Cari Nilai?

May 10th, 2007 by Aulia Ikarlinakurie

Ini pertanyaan retoris mungkin ya, hanya bisa dijawab oleh diri saya sendiri. Mungkin saja pertanyaan ini memang sudah bercokol di pikiran setiap mahasiswa, kawan-kawan semua, sejak menapaki hidup baru sebagai seorang mahasiswa. Waktu SMA, anak yang mendapat nilai 95 terlihat jelas lebih baik daripada yang mendapat nilai 81. Tapi tidak begitu di perguruan tinggi. Adanya cuma nilai A, B, C, D, E, dan T. Batas nilai juga ditetapkan oleh dosen dan lazim berbeda antara satu dosen dengan yang lainnya. Hak prerogatif dosen, istilah lainnya. Intinya, sistem penilaian lebih tegas!

Pengalaman selama 5 tahun jadi mahasiswa sih kadang suka takjub lihat nilai sendiri. Mata kuliah yang jelas-jelas saya suka, belajarnya niat banget, kadang nilainya koq gitu ya..ga sesuai harapan. Malah mata kuliah yang kurang menarik menurut saya, ga mudeng-mudeng belajarnya, malah nilainya sering ajaib (baca:bikin senyum lebar). Tapi selalu di akhir, saya mencoba mensyukuri semuanya sebagai bahan introspeksi diri. Mungkin nilai itu yang paling tepat buat saya menurut Allah SWT. Alhamdulillah, saya belum pernah sekalipun mengulang kuliah untuk memperbaiki nilai. Kalaupun dapat nilai C, mmm..selama ini dibiarin aja, hehehe..bukan sombong nih..males aja harus ngulang.

Nah, beberapa waktu lalu saya rada panas juga karena dapat nilai B untuk mata kuliah Kerja Praktek semester 1. Yang berKP di tempat lain rata-rata dapat nilai A. Naah..teman-teman bertanya dong..koq bisa dapat nilai itu. Ya..saya udah jelasin alasan pembimbing saya ngasih nilai segitu. Rata-rata sih pada ngasih tanggapan kasihan dan sok-sok bersimpati gitu. Mungkin mereka ngira saya ga bisa nyesuaiin diri sama orang-orangnya, ga ngerjain tugas tepat waktu dan tepat sasaran, dll. Biarin, mau bilang apa juga. yang tahu kebenaran cuma saya dan Allah. Pokoke, saya sudah mengerahkan potensi yang ada..hehe. Betewe, pada bingung kali ya, koq rese amat ngributin nilai KP..Soalnya porsi SKSnya emang gede: setengah SKS dari total SKS per semester. Bayangin aja sendiri, deh, keanjlokan nilai yang terjadi kalau KPnya cuma nilai B.

Eh, imbasnya, saya cerita kayak gitu, teman-teman yang semester ini dapat tempat KP di tempat tersebut jadi ngerasa tinggal nunggu ketiban sial aja, karena dua dari tiga pembimbing bakal ngasih nilai B. Saya pikir..ya manusiawi banget kan..mahasiswa kan selain nyari ilmu juga nyari nilai juga. Tapi kalau dari awal udah ilfil kayak gitu, ntar niat mencari ilmunya jadi ga lurus dong..Saya sih jujur aja dari awal agak cuek dan ga mikir nilai saya bakal apa. Baru pas mau keluar nilai, teman saya ngasih tahu..kecenderungan nilainya selalu begitu dari dulu. Oo..ada tuh, saya tulis di postingan bulan Maret, tentang deg-degannya menunggu nilai KP.

Saya sih udah gapapa.. Meskipun jadinya gagal cum laude (lagi!) dan ga bisa jadi the best di angkatan (sebenarnya ngincer duit hadiahnya kalo jadi the best..lumayan euy). Tadinya sih pengen nangis, tapi ga ada guna juga, kan. Nasi sudah jadi bubur ayam (loh?!). Toh, KP kemarin saya dapat ilmu lumayan banyak.

Once again, tetap semangat, ya, kawan. Ini buat diri sendiri juga. Allah ngasih kesempatan buat kuliah tuh dah harus disyukuri, apalagi kalau bukan dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk belajar, berinteraksi, dan menimba sebanyak mungkin hal dari lingkungan kampus. Tinggal beberapa bulan lagi, nih, perjuangan di kampus ini. Semoga apoteker ITB angkatan 2006/2007 semuanya lulus Oktober nanti..(Amien).


Generated by iDailyDiary from Splinterware

« Previous Entries