detikMap, Dari Satu Ke Yang Lain
Eric Lontong
Eric Lontong
Wijayanto Budi Beberapa bulan belakangan ini jumlah postingan di blog ini menurun drastis. Satu posting per bulan, seperti ngejar setoran yang penting ada update setiap bulan, supaya nggak merasa rugi bayar hosting. Rasanya kok malas ya nulis apaaaaa aja. Ya, apa aja yang keluar dari kepala. Apa karena sifat perfeksionis yang mengharuskan semuanya harus dilakukan dengan sempurna? Hmmm… Mungkin.
Rasanya pengen bisa menulis sebagus seperti Mas Iman Brotoseno. Tulisan-tulisannya brilian. Pengetahuannya yang dalam tentang sejarah, selalu dijadikan bahan tulisan mengenai topik2 yang lagi hot dari sudut pandang yang berbeda. Kalo bahasa kerennya, setelah membaca artikel2 dia, seakan2 saya mendapat enlightenment. Salah satu artikel yang paling saya suka adalah ketika dia menuliskan tentang sosok Gus Dur.
Blogger lain yang blognya sering saya ikuti adalah Mas Nofie Iman. Tulisan-tulisannya ringan walaupun topik yang dibahas lumayan berat. Blognya membahas fenomena2 ekonomi yang terjadi di dalam maupun di luar negeri. Di samping juga menumbuhkan semangat2 dan jiwa entrepreneur. Dia lah yang menyebabkan saya ikut2an membeli buku “The Outliers” dan “The Tipping Point“-nya Malcolm Gladwell.
Lain lagi dengan Pak Armein Z Langi. Dosen yang superb saya kira. Di tengah kesibukannya yang saya kira ratusan kali lebih sibuk dari saya, namun tetap bisa menelurkan ide-ide serta pandangannya lewat blognya setiap hari. Yah, mungkin terkadang missed beberapa hari, namun itu karena hal2 yang memang nggak memungkinkan untuk nge-blog.
Ada lagi, tulisan2 dari Mas Galih Satria. Tulisannya sederhana, namun sering kali bermakna “dalam”. Saya juga suka sama foto2 dari Mas Galih ini.
Tulisan2 mereka khas. Punya gayanya masing2. Punya keunikan tersendiri. Well, saya sendiri masih meraba-raba gaya tulisan saya. Adakah yang berkenan memberikan saran?
Eric Lontong
Yvan Christian i woke up today, and started up my laptop as usual…after i got a Twitter account, i’m more informed about the updates in K-Pop scene since i followed AllKPop and Soshified…the good thing about this is i got the infos virtually instantaneous…the bad thing is, well, i got the infos virtually instantaneous…
just like today, i just got up when i see a tweet from Soshified account saying that SNSD’s Yuri is contracted with H1N1 virus…my first reaction was: “NO WAY!”, wanting to believe that somehow Soshified made a mistake (tho they got great credibility), i checked AllKPop only to confirm the news…here’s the full transcript from AllKPop…
SNSD’s Yuri diagnosed with swine flu
Yes, just when we thought Super Junior’s Eunhyuk would be the last person to be diagnosed with swine flu (H1N1), we’ve got more! This time, it’s SNSD’s Yuri!
On the night of March 4th, Yuri showed symptoms of cold so she went to the hospital to get a check up. The next day, the results were out and it was confirmed that she has been diagnosed with swine flu. She is currently resting in her house, and all her schedules will be canceled until she recovers, including her performances of Oh! on this week’s music programs.
It’s very unfortunate that the swine flu is still crawling around in 2010. Let’s hope Yuri has a quick recovery!
dang…i’m really shocked by this news and i still think of how the girls coping with this…people may think that since SNSD got nine members, if one can’t go, then eight would still be good…but that’s not the case…Yuri’s condition would make the rest of SNSD in worrisome thoughts, and that would make them more vulnerable to many kind of disruption…but as a SoNE i believe that The Nine would overcome this in a good way…
all i can do now is pray for Yuri so that her condition will be better…and for those who have twitter account Kwon Yuri, SNSD, twitter, swine fand read this, please show the girls some support by trending #getbetterkwonyuri…
Muhammad Insan Al Amin
Sawung
Anggriawan Sugianto 
Fajar Fauzi Hakim
Sawung
Sawung
Petra Novandi Barus Saya dan beberapa rekan JUG Bandung diundang untuk menjadi narasumber untuk acara COMIC dua hari yang lalu. Untuk yang belum tahu mengenai COMIC akan saya jelaskan sedikit. COMIC adalah sebuah acara yang mengumpulkan beberapa komunitas atau praktisi di Bandung untuk saling bertukar cerita, pengalaman, ide, dan wacana. Komunitas-komunitas yang diundang tidak hanya komunitas yang bergelut di bidang Teknologi Informasi ataupun bidang Multimedia, tapi juga komunitas lain yang menggunakan teknologi-teknologi untuk kegiatan mereka. COMIC sudah ada dari 2 tahun lalu. Rencananya memang selalu diadakan setiap bulan tapi karena satu dan lain hal baru diadakan 6 kali termasuk yang kemarin. Saya sendiri sudah pernah hadir 3 kali sebagai penonton ditambahkan 1 kali sebagai narasumber.
COMIC kali ini menggunakan tema “Komunitas Pengembang dalam Menggalang Kebersamaan“. Tema ini kebetulan saya yang menyumbangnya. Awalnya memang agak sulit untuk mencari narasumber yang berdomisili di Bandung. Saya sendiri juga tidak banyak mengikuti komunitas-komunitas pengembang. Yang saya tahu antara lain Java User Group Bandung, Open Solaris User Group Bandung, dan MySQL User Group Bandung. Mengundang 2 dari mereka menurut saya akan membuat acara tidak terlalu seru karena semuanya berada dalam satu bendera dan juga orang-orangnya itu-itu saja. Untunglah selain JUG Bandung diundang tim pengembang Wordpress yakni mas Setyagus dan rekan-rekan.
JUG Bandung adalah komunitas pengembang Java yang berdomisili di Bandung. Komunitas ini belum lama berdiri dan masih belum ada kegiatan yang cukup konkrit. Sebenarnya sebelumnya sudah ada JUG Bandung akan tetapi beberapa mahasiswa yang tergabung dalam OSUM Leader Bandung melakukan inisiatif untuk membuat yang baru. Meski belum ada kegiatan, tapi komunitas JUG Bandung sedang mempersiapkan pengadaan Java User Meetup dan beberapa pelatihan yang akan diadakan di beberapa perguruan tinggi di Bandung. Anggotanya pun mayoritas mahasiswa meski juga terdapat beberapa pengembang profesional.
Kalau kita perhatikan dengan seksama, mayoritas komunitas-komunitas pengembang memiliki pola yang sama. Seperti yang telah saya sebut, saya tidak banyak mengikuti komunitas pengembang. Dan kebanyakan komunitas pengembang yang saya ikuti telah sepi. Pertanyaan mas Setyagus tentang bagaimana kami menyikapi hal itu membuat kami sempat terdiam. Salah satu kelemahan dari komunitas pengembang adalah regenerasi pengurus kurang diperhatikan. Sejujurnya hal itu yang juga kami takutkan di JUG Bandung di mana pengurusnya adalah mahasiswa yang cepat atau lambat pasti akan meninggalkan bangku kuliah. Dan kalau mau jujur juga, saya menjawabnya meski agak takut tapi kami berharap nantinya akan ada dukungan dari Community Manager dari Sun Oracle yang dijabat oleh mas Alex Budiyanto untuk mengingatkan tentang regenerasi pengurus. Hal ini mungkin menjadi kelebihan JUG Bandung kali ini (semoga).
Salah satu pertanyaan lain yang dilontarkan kepada JUG-Bandung adalah bagaimana hubungan kami dengan JUG Indonesia. Kalau menurut saya sih baik-baik saja karena beberapa di antara pengurus juga mengikuti JUG-Indonesia. Tapi satu hal yang menguntungkan dari adanya komunitas pengembang regional adalah kemungkinan untuk acara temu muka menjadi lebih tinggi. Ditambah lagi Bandung memiliki potensi besar di dalam dunia pengembangan perangkat lunak karena banyaknya perguruan tinggi yang memiliki program studi tersebut serta banyaknya industri perangkat lunak. Nantinya ini akan menjadi nilai tambah bagi komunitas.
Di lain pihak, mas Agus selaku narasumber dari Wordpress mengungkapkan nada yang berbeda dari JUG Bandung. Sebenarnya tidak ada komunitas pengembang Wordpress yang khusus di tingkat regional. Hal ini pertama-tama karena dari Wordpress sendiri sudah menyediakan wadah diskusi dan dukungan khusus regional Indonesia yang dapat diakses di sini. Dan di wadah tersebut sudah sangat banyak hal-hal yang tinggal kita cari sehingga kita tidak perlu terlalu sulit untuk membuka topik baru karena sudah dibahas. Pernah ada komunitas khusus Wordpress tapi selanjutnya menjadi sepi karena mayoritas beralih menggunakan wadah tersebut.
Hal kedua adalah karena target utama pengembangan Wordpress tidak tertutup hanya untuk pengembang tapi juga mulai merambah ke mereka yang beda pada bidang web design dan juga marketing. Dan kedua hal ini yang menjadi potensi yang sangat besar di Indonesia sekarang. Potensi ini diperhatikan oleh Wordpress sendiri sehingga mengadakan Wordcamp di Indonesia yang telah dilaksanakan 2 tahun ini. Selain itu nantinya mungkin Wordcamp selanjutnya akan diadakan di Bandung atau Yogyakarta karena menurut mas Agus mayoritas hadirin Wordcamp berasal dari dua kota tersebut.
Pada sesi diskusi ada banyak wacana yang diungkapkan oleh Pak Soni dari Telkom selaku pihak tuan rumah. Salah satunya adalah wacana bagaimana membentuk visi IPTEK Indonesia sehingga ke depannya penggunaannya di Indonesia menjadi lebih smart. Selain itu beliau juga menawarkan kerjasama antara para pengembang dengan pihak Telkom.
Pertemuan kali ini seperti biasanya dipenuhi guyon-guyon dari pak Ikhlasul Amal yang menjadi moderator. Tapi yang membuat pertemuan ini menyenangkan adalah COMIC selalu dibawa dalam suasana santai sehingga para narasumber maupun hadirin tidak sungkan-sungkan untuk melontarkan ide-ide segar. Meski mungkin nantinya ide-ide hanya tinggal wacana tapi banyak sekali hal yang berarti yang didapat dari acara ini. Salah satunya saya juga jadi tahu potensi-potensi besar serta kendala-kendala yang dihadapi oleh komunitas Wordpress sehingga mungkin nantinya dapat diantisipasi di komunitas JUG-Bandung.
Laporan lain tentang acara ini dapat dilihat di tulisan pak Ikhlasul Amal dan di detik.
Taufik Rahman Silahkan download softwarenya disini
Langkah-langkahnya :
1. Ekstrak kedua file sesuai keinginan Anda dengan menggunakan WinZip atau WinRar (Lebih baik buat Folder baru), sebaiknya File PeToUSB_3.0.0.7.zip dijadikan satu folder bersama File usb_prep8.zip atau sebaliknya.
2. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.
3. Masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.
4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi.
5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.
6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.
7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.
8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.
9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.
10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.
Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.
ada pertanyaan?=08562227444
Yvan Christian well, if you’re looking for download links of Family Outing, then you came to the wrong blog…but if you are an avid fan of Family Outing, then maybe you’ll know what i’m gonna say…
as i told you a few posts before, my friend, Ardhito, went to South Korea for a holiday trip (oh, how i envy him, hahaha)…and a few weeks after that i decided to sleep over at his place…after some time, we decided to eat because we’re hungry…but then we looked out of the window and realized that we couldn’t go, because it was raining…at first we were planning to call 14045 (McDonald’s Delivery Service, ada yang bisa saya banting? eh, bantu)…but then my friend said that it would be better to eat some hot and spicy soup…and he opened his cabinet, and throw out some instant noodles…but not some ordinary instant noodles, it was this kind of instant noodles:

he said that he bought those in South Korea, but apparently only her mother and him who liked it…so he brought many of the ramyeon to Bandung…at the very first sight of the ramyeon, i felt like i was in Family Outing shooting set, with Yoo Jaesuk and Lee Hyori beside me, and we were gonna do games in the middle of the rain, on a field, with Sooyoung and me as the guests, and she’ll be in my team, and we’re gonna hold hands, and…err, sorry, my imaginations went too far…but really, as soon as i saw the ramyeon packages i jumped happily like Daesung when he saw Yoona in Family Outing (see Ep.36-37)…
then we decided to leave the 14045 option and went to the kitchen to make the ramyeon…when i opened the ramyeon package, the first thing that caught my eye was the round shape of the noodle…the second (and the one that caught bigger attention) was the seasoning and dried vegetables packets…

if you look at it, the seasoning packet (the silvery one on the right) is kinda similar to the one Yoon Jongshin used in order to “save” the Family’s cooking…so i began to wonder how tasty the soup is to make Yoon Jongshin (almost always) resort to this when he thought that the cooking’s taste wasn’t good…so we then boiled water in a cooking pot, then put the noodles in…and after a while, just like what you usually do with instant noodles, put the seasoning and the dried vegetables in…just a few seconds after that i realized why FO members love this thing, the smell was just great, better than the usual instant noodles in Indonesia…even a friend of my friend came out of his room and wondered what kind of noodles we were cooking…

after we were sure it was cooked, we grabbed some bowls…but my friend decided to eat the noodles straight from the cooking pot…a good idea, since we would be conserving water and the delicious aura was even more emitted…and it made things more Family Outing-ish…i however chose to use bowl and took out noodles from the pot again and again…


the taste? WONDERFUL!!! being half-Manadonese i always love spicy foods, and this ramyeon was just perfect…just look at the soup color, and you’re out of your mind (or possibly color blind) not to think the soup is spicy…the taste itself outranked any local instant noodles…and after gulping down the last drop of the soup, i approve Yoon Jongshin acts of putting in ramyeon seasoning to “save” the ruined taste of food…heck, i even acknowledge him (as Yoo Jaesuk said) the “Gourmet Master” of Family Outing…no wonder FO subber is using Ramen Soup as its name…
btw, if you’re reading this in the midnight…you’re unlucky, because i think you would be hungry by now…well, at least i do…now, where did i put my money, gonna buy some noodles with it…
Ardhi Adhary Arbain
Wijayanto Budi Ingatan saya kembali ke pertengahan tahun 2007, di mana ketika itu saya mendatangi salah satu acara launching sebuah buku berjudul “Dalam Mihrab Cinta”. Dalam beberapa hari berikutnya saya menuliskan resensinya di sini. Di Istora Senayan, tempat acara itu berlangsung, untuk pertama kalinya saya bertemu dengan sosok di balik guratan-guratan pena dari pengarang novel best seller “Ayat-Ayat Cinta” dan juga novel dwilogi “Ketika Cinta Bertasbih”. Siapa sangka jika hari Senin kemarin atas izin-Nya saya dipertemukan kembali dengan pria sederhana nan berwibawa itu. Ustadz Habiburrahman El Shirazy.
Adalah para pahlawan devisa di bumi Formosa ini lah yang mengundang Beliau untuk memberikan tauziah kepada mereka. Kemudian sehari sebelum kepulangan Kang Abik (nama akrab Beliau, red.) ke tanah air, mahasiswa muslim Taiwan yang berada di Taipei berinisiatif mengundang Kang Abik untuk sharing dan berbagi ilmu. Tema yang dibahas di depan mahasiswa dan beberapa pejabat KDEI itu adalah, Agar Cinta Tak Bermasalah. Inti dari diskusi pendek itu adalah, mencintailah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kemudian diskusi pun berlanjut, yaitu mengenai cita-cita Kang Abik dalam menciptakan hasil karya yang dapat menumbuhkan Need for Achievement (N-Ach) di alam bawah sadar para pembacanya. Karena konon menurut suatu penelitian, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang mampu memberikan kesadaran akan N-Ach itu kepada para generasi penerusnya. Beliau berharap 20-30 tahun ke depan, akan bermunculan banyak Fahri-Fahri baru di Indonsia, yang tidak hanya cerdas namun juga berakhlak mulia.
Contoh ironi dari N-Ach adalah bangsa kita, Indonesia. Dari kecil kita disuguhi cerita tentang “Kancil mencuri timun”. Maka, jangan heran bila sekarang banyak koruptor-koruptor merajalela. Legenda Candi Prambanan dan Tangkuban Perahu, ditengarai merupakan sebab dari kebiasaan para pelajar Indonesia dalam menggunakan saat-saat terakhirnya untuk mengerjakan tugas atau ketika akan menghadapi ujian. Atau dongeng “Si Kancil yang sombong melawan Siput yang cerdik”, yang diperkirakan sebagai tradisi kita untuk menghalalkan segala cara untuk melawan kesombongan.
Sedikit bocoran dari pertemuan kemarin, kata Beliau kemarin mulai minggu ini novel terbarunya yang berjudul “Bumi Cinta” sudah beredar. Adakah yang berkenan mengirimkannya ke Taipei? ![]()
Dan berikut ini, ada video dari seorang reporter wannabe yang agaknya memang nggak cocok untuk jadi reporter. O ya, thanks to Cak Alief yang sudah bersedia sebagai camera-man.
Febrian Setiadi
Muhammad Arif
Yvan Christian 
KARA is back with their new MV…the title “Lupin” reminds us of a fictional thief portrayed in the Lupin III series or maybe even the original Arsène Lupin in the novel…and they even made the mysterious thief image stronger with their teaser pics…and of course, YouTube in all it’s sharing attitude serves as an easy, light source for the MV…
since i’m also a fan of KARA, i also waited for this MV…and just like what i did with SNSD’s “Oh!”, i didn’t listen to the .mp3 before i watch the MV…so when i watch the MV yesterday, it was my first time hearing the song…and i’m about to review it…
REVIEW!!
the concept is good…their costumes fit well to the image they’ve been portraying in their teaser pics, the white outfit near the end of the song gives a good contrast (just like the “clones” in the end of SNSD’s “Oh!” MV)…the background somehow reminds me of Morning Musume’s Naichau Kamo PV…i like the lighting effect from the lights in the back, forming a “line” that looks like it’s in front of the girls…the “castle’s inside” set (the walls make me think of a castle), is also good, giving of the feeling that they’re infiltrating a castle to look for treasure…and the sets continues to where they are on a pillar and the supposed-to-be moon, which make them look like they’re escaping to the sky after their thievery…the star-like lighting in the pillar and moon sets makes this image stronger to me…the dance is simpler than Wanna or Mister, but it seems more powerful, gotta see the performance to make it sure…there are two signature moves, the shoulder move (time 00:27) and the static-running move (time 00:49)…like one of my friend said, the static-running move kinda reminds me of 2PM’s Heartbeat running move with the slow motion…the girls are amazing, Seungyon is cute with her short hair cut, Jiyoung looks more mature with the outfits and the song’s attitude, Gyuri’s still as elegant as alwasy, Nicole is so sexy flaunting her back like that, and Hara is smoking hot through out the MV…being a Goo Hara fan, i’m blown away by her sexiness in this MV, her sharp hip moves and oh-so-seductive expressions (check around time 01:56) are awesome…the song lyrics itself, IMO, tells about achieving something we want, with continuous words of encouragement…a good match to Nicole’s rap in the beginning, inviting us to grab our 2010 resolution(s)…also reminding the girls to do their best in 2010, since they got quite heavy competition with SNSD’s “Oh!” and T-ara’s “I Go Crazy Because of You”…
though i’m a bigger SoNE than KARAholic, i also support these girls…so, best of luck girls… ^_^
DOWNLOAD!!
=> via 4shared.com (mp3)
=> via 4shared.com (mp3, full album)
=> via CashewMania (MV 145.72MB)
=> via MediaFire Part 1|2 (MV 174.05MB)
note:
the MediaFire file is re-encoded by me, it is a 30fps 1024×576 video with 6800kbps of bitrate…
Andi Rusiawan Beberapa waktu yang lalu teman serumah saya Tim (anak Belanda) pulang ke rumah sambil membawa makanan.
Dia menawari saya, “Andi, do you want snacks? I bring some”.
Saya jawab, “Oh.. sure I’d like to, what do you bring for us?”
Tim (dengan pede-nya bilang), “I bought Chinese for my dinner and my friend who works there gives me some Chinese snacks, it’s called pi-sang go-reng”.
Pim (teman serumah yang lain), “Yes, pi-sang go-reng is my favorite”.
Saya (terbingung-bingung), “Heh?!”
Kemudian dengan sabar saya menjelaskan bahwa pi-sang go-reng alias pisang goreng adalah nama makanan Indonesia yang dalam bahasa Inggris, pisang = banana; goreng= fried, artinya fried banana atau dalam bahasa Belanda adalah gebakken banaan.
–
Kemarin saya membuat sayap ayam goreng kalasan. Kebetulan Pim juga sedang cuci piring sehingga saya tawarkan dia untuk mencicipi.
Saya: “Pim, I am cooking Kalasan fried chicken wings. It’s special recipe from area nearby my town in Indonesia”.
Pim (sambil nyomot satu sayap): “Hmm.. it tastes good man. How do you cook it?”
Saya: “Just add the instant spice and boil it and then fry it. But I add some soya sauce in it”
Pim (dengan aksen Belanda-nya): “hhmm… what is soya sauce?, it tastes like KETJAP MANIS “
Saya: ?! (sambil menyesal ngapain coba repot2 pakai istilah Inggris :D)
Dan kemudian dengan sabar saya jelaskan ya maksudnya soya sauce itu ya kecap manis persis seperti yang dia tau.
*gambar pisang goreng is linked from: http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/09/pisang-goreng-pontianak.jpg.
Petra Novandi Barus Dua minggu ini gw dibuat kesal oleh kelakuan komputer gw sendiri. Gimana enggak, komputer yang isinya banyak kerjaan penting dan dokumen-dokumen penting udah dua minggu ini sulit dipakai.
Kekesalan ini bermulai dari saat gw bermain game tiba-tiba listrik di rumah mati. Begitu dinyalakan, monitor menyala tapi tidak menampilkan apa-apa. Bahkan tidak ada tulisan “No Signal”. Oke, gw langsung berasumsi Graphic card gw langsung rusak.
Saat gw menarik kesimpulan diagnosa itu, badan gw langsung lemes mikirin harga Graphic Card. Mungkin memang gw harus mengurangi main game. Tapi graphic card itu gw pakai bukan hanya untuk main game, tapi juga untuk mengerjakan topik Tesis gw yang seputar General-purpose computing on graphics processing units (GPGPU). Dan itu paling tidak harus memakai graphic card yang lumayan high-end.
Gw langsung menggotong komputer gw itu ke BEC. Proses ini benar-benar menyakitkan gara-gara kaki gw masih sakit dan cuaca bandung yang kurang bersahabat. Dan selain itu gw tuh suka bingung di mana tempat servis komputer di BEC. Ngeliat sana-sini kenapa semuanya itu biasanya toko aksesoris komputer. Setelah beberapa kali keliling dan keluar masuk toko akhirnya ketemu juga toko yang bisa servis komputer.
Ada berita baik dan buruk yang gw dapat ari tukang servis komputer. Berita baiknya adalah graphic card gw gak apa-apa. Berita buruknya adalah ternyata analog port dari graphic cardnya rusak, harddisk gw jadi banyak bad sector, dan sistem operasi Windows XPnya gak bisa diload. Tapi untung port yang satu lagi bisa dipakai dan masih ada sistem operasi Ubuntu jadinya bisa dipakai buat backup. Gak enak sama tukang servisnya yang gak ngasih tarif. Gimana yah, mau ngasih tarif juga kok keknya gampang banget, tapi gak mau ngasih tarif juga gw ngerasa gak enak gara-gara gw sendiri gak bisa nemuin salahnya.
Beberapa hari setelah itu komputernya rusak lagi. Kali itu gara-gara tersambar petir. Bandung belakangan memang sering hujan badai. Kejadiannya juga saat gw lagi main game. Berusaha menamatkan game yang tertunda gara-gara kerusakan sebelumnya. Saat itu gw sadar lagi badai petir. Tapi yang gw gak sadar adalah gw udah gak makai UPS lagi gara-gara udah lama rusak.
Dan gw baru tau yang namanya tersambar petir itu seperti itu. PSU gw meledak.
And that’s it, gw langsung pundung sepundung-pundungnya. Udah males ngapain-ngapain soalnya kerjaan banyak di sana. Dan untuk ngegotong ke BEC pun gw kebayang-bayang penderitaan beberapa hari sebelum itu. Akhirnya gw memutuskan untuk membeli PSU yang baru dan memasangnya sendiri. Tapi ini juga baru beberapa hari setelah rusak karena gw sibuk banget belakangan.
Ternyata PSU itu mahal. Gw beli merk Simbadda 450W harganya sekitar 400 ribu. Tanpa keliling toko buat nyari yang lebih murah, gw langsung membeli tu PSU. Ada halangan rupanya yang membuat gw gak bisa langsung membeli. Tokonya kesulitan untuk melakukan debit BCA gara-gara koneksinya terganggu. Dan gw harus naik turun lantai gedung buat mengambil uang.
Sepertinya kalau memang tidak jodoh, apapun yang kita lakukan menjadi sia-sia. Gw udah capek-capek beli itu PSU. Pulangnya dari BEC hati gw berbunga-bunga membayangkan pekerjaan gw bakal jadi lancar lagi sore itu. Tapi tidak. Setelah gw pasang, gak taunya graphic cardnya rusak juga. Dicoba port analog gak bisa, dicoba port digital juga gak bisa.
Dan gw sekarang bener-bener fed up sama keadaan ini. (Ditambah keadaan lain yang ngebikin gw very bad mood)… Argh!
TukangKomentar adalah aggregat blog. Penghuninya berasal dari satu forum yang sama. Sebuah forum yang hanya bisa diakses dari network 167.205.0.0/16 saja.